Traveling

Tips Mencegah Anak Rewel di Pesawat

Anak yang rewel di pesawat tuh memang jadi salah satu tantangan traveling naik pesawat bersama anak atau bayi ya. Kita yang baru jadi orangtua suka berpikir ulang kalau mau mengajak anak naik pesawat, apalagi kalau itu pengalaman pertama mereka.

Pasalnya, sekarang tuh banyak banget yang terganggu kalau ada bayi atau anak lagi tantrum/rewel di pesawat gitu. Kayanya sering banget deh lewat di timeline sosmed aku tentang penumpang yang merasa anak yang rewel atau tantrum itu sangat mengganggu mereka.

Sedih banget, huhu.

Baju Mix & Match

Padahal siapa sih ya orangtua yang mau anaknya rewel gitu, huhu. Pandangan atau perasaan terganggu inilah yang suka menjadi beban bagi orangtua yang mengajak anak atau bayinya naik pesawat.

Tau gak sih? Perasaan terbebani pada orangtua tersebutlah yang bisa mempengaruhi lama atau sebentarnya menenangkan anak yang rewel tersebut.

Perasaan gak enak dilihat atau membuat orang lain terganggu ini bahkan bisa menyebabkan orangtua jadi memberi tekanan juga ke anak untuk segera menyelesaikan kerewelannya.

Namanya lagi rewel, lalu diberi tekanan oleh orangtua, yang ada rewelnya bukan selesai, melainkan malah jadi makin lama lah.

Memangnya Apa Saja Sih Penyebab Anak/Bayi Rewel di Pesawat?

Nih ya aku kasih tau, anak atau bayi itu rewel atau bahkan bisa sampai tantrum di pesawat ya pasti ada alasannya kok, gak mungkin deh anak tuh ujug-ujug (tiba-tiba) aja langsung rewel gak jelas gitu.

Hampir selalu pasti ada alasan akan sikap rewelnya tersebut. Sebetulnya ada tiga alasan terbesar dari sikap tantrum atau rewelnya anak.

Kalau bukan mengantuk (1), mereka itu lapar (2), atau merasakan ketidaknyamanan (3) saat di pesawat. Nah, ketidaknyamanan ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. 

Kalau karena lapar, kita tentu bisa mencegah ini dengan makan dulu sebelum jadwal naik pesawat.

Nah, yang akan aku bahas ini khusus ke penyebab ketidaknyamanan yang anak rasakan selama di pesawat yaa.

Beberapa penyebab rasa ketidaknyamanan itu adalah:

Berada di tempat baru dan ramai

Anak itu punya beberapa tipe. Ada yang mudah berbaur, ada yang sulit. Nah, biasanya anak yang sulit ini akan merasakan ketidaknyamanan saat berada di tempat baru yang ramai seperti di pesawat atau bandara.

Makanya mereka akan mencari kenyamanan, biasanya dengan selalu minta digendong oleh kita.

Anak yang belum bisa menyampaikan ketidaknyamanannya ini mengeluarkan ekspresinya dengan rewel atau tantrum.

Jadi, beri waktu saja pada mereka dan tetap tenang supaya mereka juga ikut merasakan ketenangan yang kita rasakan.

~Sikap tetap tenang ini ya bu yang jadi tantangannya xp

Ruang gerak menyempit

Kebayang donk, anak yang biasanya bebas bergerak harus berada di bangku pesawat yang memiliki ruang sangat terbatas.

Ruang Gerak Terbatas di Pesawat

Makanya, anak-anak jadi sangat tertahan untuk bisa melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Karena mereka memang maunya bergerak bebas tapi ruangannya kecil, jadinya menimbulkan perasaan gak nyaman juga deh.

Atau mereka juga jadi bingung harus melakukan apa selama duduk di bangku pesawat dengan ruang yang sekecil itu.

Malah, kalau kita membawa bayi, ruangan yang tersedia bahkan tidak selega anak di atas 2 tahun. Karena biasanya, bayi di bawah 2 tahun memang belum duduk di tempat duduk sendiri, jadi harus dipangku oleh ibu atau ayahnya.

Telinga tidak nyaman

Telinga yang tidak nyaman ini dikarenakan tidak seimbangnya tekanan udara lingkungan. Hal ini menyebabkan terjadinya tekanan di gendang telinga, sehingga telinga agak berdengung.

Telinga berdengung ini yang mungkin dirasakan oleh bayi atau anak-anak sehingga mereka akan sangat merasa tidak nyaman dengan telinganya.

Naik Pesawat

Selain itu, telinga yang tidak nyaman tidak hanya dirasakan oleh bayi saja, tapi juga anak yang sudah di usia lebih dari 5 tahun.

Sewaktu penerbangan ke Lombok awal tahun lalu, yang mengalami rasa tidak enak di telinga ini malah anak pertama aku, Naia, yang sudah berumur 10 tahun.

Lalu rasa tidak enak ini ternyata berlanjut sampai kami pulang dari Sembalun. Akhirnya sempat ke RS Siloam Lombok dan baru terlihat ternyata telinganya tersumbat kotoran, jadi masih saja merasa bindeng dan kurang jelas untuk mendengar.

Baca juga: Naik Pesawat Bersama Bayi

Setelah telinganya tadi dibersihkan, dokter akhirnya memberi obat untuk mencairkan kotoran telinga yang bisa dipakai sewaktu-waktu.

Jadi, saat anaknya merasa telinganya bermasalah lagi, kami bisa langsung saja meneteskan obat tersebut ke telinganya agar kotoran di telinganya meluruh.

Pakaian terlalu tipis

Jangan salah bu, di pesawat itu lumayan dingin lho.

Ya tergantung maskapai sih, tapi biasanya memang lebih dingin dibanding udara luar.

Maka dari itu, pakaian anak yang terlalu tipis bisa juga membuatnya tidak nyaman dan akhirnya rewel deh.

Tips Mencegah Anak Rewel di Pesawat

Berhubung memang ada kemungkinan anak rewel di pesawat saat kita mengajaknya traveling, jadi sebaiknya kita bisa memperkirakan hal itu dan berusaha mencegahnya.

Nah, berikut ini tips mencegah anak rewel di pesawat berdasarkan pengalaman aku pribadi yaa.

Disclaimer dulu, aku baru punya pengalaman beberapa kali mengajak anak traveling naik pesawat, bahkan 2 kali mengajak bayi di bawah 1 tahun sih. Waktu mengajak Nawa ke Belitung di umur 6 bulan, dan waktu mengajak Nara ke Singapura di umur 5 bulan.

Jadi, kalau ada tips yang mungkin terlewat, mohon dimaafkan yaa. Bisa juga sampaikan di komentar, nanti aku tambahin di sini deh 😉

Briefing

Menurut aku, briefing ini bisa dilakukan kapanpun, termasuk ya saat mengajak anak naik pesawat.

Briefing yang aku maksud adalah dengan menjelaskan atau menceritakan ke anak kalau kita akan naik pesawat. Selain itu, juga menjelaskan bagaimana kondisi di pesawat nanti, bahkan kondisi mulai dari di bandara.
Menenangkan Anak yang Rewel Saat Traveling

Kalau perlu, kita lakukan role playing juga sejak di rumah. Bisa 2 hari sebelum bepergian, atau bahkan seminggu sebelum hari H kita traveling.

Istilahnya, selain menyiapkan baju, akomodasi, dan lain sebagainya, kita juga “menyiapkan kondisi anak” sebelum melakukan traveling dengan mengajak mereka.

Dengan begitu, anak bisa memperkirakan hal apa saja yang akan mereka hadapi nanti saat traveling naik pesawat.

Aku sudah menerapkan briefing sejak anak pertama, jadi memang merasakan sekali pengaruhnya terhadap ketenangan anak saat di tempat baru atau kondisi yang belum pernah mereka rasakan.

Walaupun pernah juga beberapa kali merasakan anak rewel, itu karena kami lupa melakukan briefing ini, hehehe.

Oh, aku pernah menuliskan juga sih cerita mengenai briefing di The Power of Briefing. Kalau mau, silakan dibaca yaa ;)

Pakaikan Pakaian yang Nyaman

Ini mah bukan cuma di pesawat aja ya, tapi setiap bepergian ya memang harusnya memikirkan pakaian anak, apakah itu sudah nyaman untuk mereka atau belum.

Kalau di pesawat, seperti yang aku bilang di atas, penyebab rewel mungkin bisa karena pakaian yang terlalu tipis, kita bisa menyiapkan luaran atau jaket yang dibawa dan siap selalu di tas.

Jadi, bukan sejak awal mereka dipakaikan pakaian hangat, tapi begitu masuk pesawat baru kita pakaikan jaket tersebut supaya anak tidak kedinginan.

Kalau sebelum masuk pesawat yang ada anak nanti kegerahan ya :’)

Berikan Kursi Favorit

Anak juga biasanya sudah bisa memilih mereka mau duduk di mana ya bu. Jadi yah, kalau kita bisa memberinya kursi yang mereka inginkan, kenapa tidak?

Kursi Favorit Pesawat

Kalau anaknya 2 dan rebutan gimana?

Biasanya aku ajak bikin kesepakatan. Kalau saat berangkat si kakak yang di pinggir, pulangnya beri kesempatan untuk adik yang berada di pinggir.

Kalau gak mau diajak bersepakat, maka kursi pinggir tersebut untuk aku aja deh, ahaha. xp

Alhamdulillah waktu ke Lombok kemarin, kami bisa punya 2 kursi yang diinginkan oleh 2 anak (Nara, anak yang terakhir, belum bisa milih kursi ya, ahaha), jadi Naia dan Nawa tidak sampai rebutan kursi walaupun keduanya sama-sama ingin duduk di dekat jendela 🙂

Sediakan Cemilan

Ini juga hal yang wajib disiapkan sebelum melakukan perjalanan. Fungsinya tentu untuk bisa meredakan kebosanan atau perut mereka yang lapar.

Apalagi kalau di pesawat ada fungsi lainnya yang juga sangat bermanfaat, yaitu bisa meredakan telinga yang penging atau tidak nyaman karena tekanan udara yang terjadi tadi.

Jadi, aku usahakan tidak pernah skip membawa cemilan dalam setiap perjalanan kami, baik menggunakan pesawat, kereta, maupun road trip pakai mobil 😀

Cemilan yang biasa disiapkan juga beragam ya. Mulai dari permen, roti, sampai kripik.

Nah yang biasa aku andalkan untuk mengatasi telinga yang penging tadi adalah dengan memberi permen atau cemilan kecil-kecil (semacam Silverqueen Bites) agar dia mengunyah saat pesawat take off dan landing.

Saat anak-anak masih bayi sih lebih gampang lagi, tinggal kasih ASI saja saat take off atau landing ini ygy 🙂

Siapkan Mainan

Nah, ini jadi hal yang juga lumayan penting pake banget. Jangan lupa untuk membawakan mainan atau barang yang mereka sedang sukai ya. Soalnya beneran ampuh untuk mengatasi anak yang rewel di pesawat.

Bukan hanya mengatasi sih, bahkan sebelum mereka rewel, ya kita beri aktivitas yang bisa dikerjakan sambil duduk. Mereka jadi tidak bosan dan tidak kebingungan harus apa saat berada di tempat yang mungkin sempit 🙂

Biasanya aku bawa beberapa mainan ini:
1. Buku Mewarnai
2. Alat Mewarnai
3. Buku Stiker
4. Boneka Jari
5. Boneka Kecil Favorit Anak

Berhubung rentang fokus anak juga masih sebentar-sebentar, jadi membawa beberapa maianan seperti ini bisa memberinya cukup waktu untuk bermain sebelum (biasanya) tidur di pesawat.

Soalnya mereka cenderung akan melakukan semuanya sampai akhirnya lelah dan tertidur 🙂

Sst.. Sedikit hacks supaya anak mau beraktivitas dengan hal yang kita bawa nih

Beberapa mainan tersebut aku letakkan di tas kecil yang aku pakai. Seperti saat ke Lombok awal tahun lalu.

Aku membawa beberapa buku stiker, alat dan buku mewarnai, juga boneka jari. Kalau boneka kecil favorit, dia bawa-bawa sendiri di tas kecilnya xp

Saat Nara mulai bosan di pesawat sewaktu boarding, aku tawarkan untuk mewarnai atau menempel-nempel di buku stikernya.

Tips Mencegah Anak Rewel di Pesawat

Kalian perhatiin gak? Aku memberi Nara PILIHAN, bukan bertanya dengan satu pilihan saja, seperti “Kamu mau mewarnai?” saja gitu.

Dengan diberi pilihan, anak biasanya akan memilih dari salah satunya.

Berbeda dengan kita tawarkan hanya satu kegiatan saja. Jawaban anak akan mau atau tidak mau. Jadi akan tetap ada kemungkinan anak gak mau dengan yang kita tawarkan.

Begitu dikasih pilihan, mau gak mau dia akan pilih dan langsung beraktivitas sesuai dengan yang kita harapkan kaan? hehehe.

Jadi kuncinya, bukan memberi pilihan terbuka (jawaban iya atau tidak), tapi beri pilihan yang mau tidak mau mereka akan lakukan nantinya. 

Hal ini juga memberi kesempatan pada anak untuk belajar membuat pilihan yaa. Mengasah kemampuan mereka untuk memilih dan tidak menjadi orang yang ragu-ragu, insyaAllah 😉

Jangan Lupakan Ini juga Ya!

Selain beberapa tips tadi, aku juga mau mengingatkan ini. Walaupun tanpa diingatkan, biasanya memang ibu yang punya anak bayi atau balita akan selalu membawa ini sih.

Baju Ganti Cadangan

Yap, selain di koper atau tas yang berisi semua baju anggota keluarga, kita harus selalu menyiapkan ini di tas yang kita tenteng ya bu.

Soalnya, sungguh unpredictable lah ya kalau punya anak, apalagi bayi. Minum susu aja bisa ganti baju setelahnya ya gak?

Atau minum air biasa aja deh, kadang karena gak mau dibantu, mereka minum sendiri dan suka-suka bajunya jadi basah karena airnya tumpah-tumpah. Ya ganti baju juga deh.

Atau makan cokelat. Ah, pokoknya banyak deh ya hal tak terduga yang bisa bikin mereka itu ada aja alasan untuk berganti baju, ahaha.

Tisu Basah

Selain baju ganti, tentu saja tisu basah memang jadi barang wajib yang harus dibawa saat kita sudah memiliki anak.

Kalau anak masih bayi, biasanya tisu basah digunakan untuk menyeka bagian kemaluan saat mereka pup atau pipis.

Kalau sudah balita, tisu basah digunakan untuk membasuh tangan dan mulutnya dari makanan yang menempel 🙂

Prioritaskan Kebutuhan dan Perasaan Anak Dibanding Perkataan atau Pandangan Penumpang Lain

Aku tau, walaupun kita sudah berusaha sekuat tenaga, terkadang memang adaa saja hal yang di luar kendali kita dan menyebabkan anak tetap rewel selama di pesawat.

Mengajak Anak naik Pesawat

Makanya, terkadang ibu yang memiliki anak yang dibilang “rewel” itu suka serba salah. Mereka juga sudah berusaha yang terbaik untuk mencegah anaknya rewel. Tapi kalau akhirnya tetap rewel ya mau gimana? 🙁

Walaupun anaknya tetap rewel, ibu gak usah pedulikan dulu pandangan dari orang lain ya bu. Cukup perhatikan dulu anaknya.

Yang paling terutama, tenangkan diri terlebih dahulu sehingga kita bisa melihat "alasan" di balik kerewelan anak tersebut. 

Aku juga mengerti, justru menenangkan diri ini yang sepertinya jadi tantangan terberat. Tapi insyaAllah begitu kita tenang, kita jadi bisa menghadapi anak, pun jadi bisa untuk tidak menghiraukan pandangan orang lain dan fokus kepada kebutuhan anak.

Plus, akan ada juga kok yang mendukung serta memberi waktu pada kalian, ibu, untuk tetap tenang dan tetap berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan anak.

Tonton video ini deh, semoga menghibur ibu semua yang membawa anak traveling dengan pesawat yaa 😉

@sharon.a.life #stitch with @yagirltrose judge less, empathize more. #womensupportingwomen #momssuportingmoms #momlife #kidsarepeopletoo ♬ original sound – Sharon.a.life
Kalian juga mungkin mau membaca tips lain dari aku ini: Tips Packing untuk Traveling Bersama Anak dan Balita

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

21 Comments

  1. Waaaah, mantul nih mbak tips supaya anak ga rewel di dalam pesawat. Memang bakalan segambreng ya bawaannya hahaha. Ga apa2 yang penting si kecil bisa nyaman dan betah berada di pesawat sekian lama. Menggambar, mewarnai, DIY gitu bisa membunuh waktu. Oh, berarti sebaiknya periksakan telinga anak dulu ke dokter THT ya sebelum berangkat. Betul3x ituuu.

  2. samaan mbak, aku juga kalau mau naik kendaraan umum, termasuk naik pesawat saya selalunya briefing anak anak dulu agar mereka punya gambaran saat naik pesawat itu akan ada apa saja. Termasuk jika terjadi turbulensi.
    kalau naik pesawat kadang juga dapat mainan dari pramugarinya, kayak lego atau pesawat gitu. mayan buat anak anteng hihihi. kalau bawa baby saya biasanya dikasih tempat untuk kursi prioritas jadi anak juga tenang dan nyaman

  3. Jangan anak-anak, saya aja pernah beberapa kali merasa telinga kurang nyaman saat di pesawat. Tapi, kan, gak mungkin tantrum. Beda ma anak kecil, apalagi bayi. Jadi biasanya saya berusaha maklum aja. Apalagi kalau lihat orangtuanya sudah berusaha menenangkan anaknya. Daripda dibawa kesel, mendingan pasang headset kalau gak mau terganggu,

  4. Emang kadang kita terlalu melihatin perasaan orang lain ketimbang anak sendiri. Ibu aku dulu gitu soalnya T_T
    tapi sekarang karena aku pernah merasa gitu, jadi kalau bisa ya meredakan anakku dulu, kalau memang perlu, ya aku minta maaf dulu ke penumpang yang lain.

  5. Aku kalau ketemu anak rewel di pesawat malah pengen bantuin ibunya 😀

    Pernah sebelahan sama ibu dan anak, yang anaknya tiba-tiba jadi rewel. Aku berusaha sebisa mungkin nggak nambahin “tekanan” ke si ibu. Biasanya kukasih senyum, ke anaknya juga. Waktu itu kebetulan duduk dekat jendela, aku bilang gini (sambil pasang muka takjub liat luar jendela) “Waaah awannya bagus banget, bentuknya kayak burung, kayak dinosaurus…kayak bunga….adek mau liat dari sini?”
    Ajaib, anaknya diem dan mau pindah, lalu fokus liat keluar jendela sambil ketawa dan cerita sama ibunya. Akunya pindah duduk di kursi dekat lorong.

    1. Aku pernah banget ngalamin ni mbak dulu pas anakku yg pertama masih bayi kami naik pesawat itu sepanjang jalan dia nangis kejer keraaa bgt sampai pilotnya ndatengin kami. Malu banget kan rasanya tapi pak pilot baik bgt anakku diajak main trs dikasih mainan. Jadilah wajah2 bete penumpang lain hilang krn pak pilot baik bgt

  6. Salut dengan ibu2 yang bepergian jauh membawa anak2nya yang masih kecil seperti dirimu. Pernah saat perjalanan menggunakan pesawat dg jarah tempuh berjam-jam, aku satu pesawat dengan pasangan muda yang anaknya masih usia 1 tahun kira-kira. Dari awal hingga sampai di tujuan, nangis tiada henti. Kebayang betapa tabahnya kedua orang pasutri itu menghadapi si kecil, plus menghadapi penumpang lainnya. Entah ga tau apa sebab nangisnya itu, mungkin salah satu dari yang ditulis di atas tadi ya.

  7. Aku pernah pulang ke jkt sendirian sama Maxy waktu itu msh baby 6-7 bulan apa yaaa. Trus dia nangis di pesawat mana susah disusuin. Alhamdulillah sih banyak penumpang yg nennagin trus pas turun bbrp barangku ada yg bantuin bawa sampai ketemu suami hehe.
    Tp abis itu wes ogaaah bawa bayi terbang sendiri lagi naik pesawat.
    Iya yaaa pd gk mau denger suara baby nangis, tp ya emang rasanya gk enak sih, kyk takut ganggu. Tp ya setelah jd ibuk2 jd lbh empati ke ibuk2 lain bawa bayi, minimal kalau gk bantuin ya jangan komenin, syukur2 bantuin nenangin emak ma anaknya 😀

  8. Makasih tipsnya. Anak rewel di tempat umum memang bikin gak nyaman. Aku dulu bakal ngomel, tapi sekrang gak lagi. Yakin sih ortunya juga berusaha buat mereka tenang. Aku akan marah kalau ortunya yang beneran cuek bebek dan gak peduli

  9. Tipsnya komplit. Benar banget, semuanya penting, briefing, cemilan, dll. Jadi ingat waktu si sulung masih bayi dibawa naik pesawat, kami balik dari Sumatera ke Makassar. Si bayi ga nyaman, saya melantunkan berbagai doa sampai adzan sembari nyusuin ????

  10. Postingan yang sangat bermanfaat nih. Anak-anak memang ya, kalau ruang geraknya sempit, terus ketemu orang baru, dll, pasti jadi rewel. Apalagi kalau lapar dan panas. Huh..

    Membawa anak naik ke pesawat memang perlu diberi pengertian yang matang dan dalam ya.

  11. Aku pernah mengalami anak tantrum di pesawat. Waktu itu aku cuma berdua sama si sulung yang masih usia batita (si bungsu belum lahir) dalam penerbangan Jogja Medan transit Cgk. Jogja – Cgk aman. Pas transit di CGK, anakku masih main2 kesana-kemari, bahkan liat-liat pesawat dan ga sabar untuk naik lagi. Tapi, begitu masuk pesawat, dia malah tantrum. Nangis meraung-raung dan nggak mau diajak duduk. Bener deh, aku sampai malu sama penumpang di sekitarku. Mana anakku nangis cukup lama, mulai dari masuk pesawat sampai mbak2 pramugari selesai memeragakan prosedur keamanan. Cukup lama itu kan…tentu saja segala upaya aku usahakan buat nenangin. Puji Tuhan, finally dia tertidur sampai mendarat.

    Pengalaman yang sangat berharga. terutama saat ini kalau lihat bayi rewel di pesawat aku jd benar2 bisa empati krn pernah mengalami. Sekarang sih anak-anak sudah lumayan gede. Sudah santuy kalau diajak terbang.

  12. wuah ini tips kepake banget mba ketika anak rewel di pesawat, segala perlengkapan buat bikin anak nyaman di pesawat harus disiapkan sebelum berangkat ya

  13. Jangankan anak-anak, mbak. Aku pun pernah ngalami sakit di telinga saat di atas ketinggian. Dulu ada yang memberi trik saat telinga berdenging ketika naik pesawat. Yaitu sengaja bersendawa diulang sampai rasa nggak nyaman menghilang. Benar sih udah aku praktekkan dan berhasil.

  14. Yang protes kalau ada anak rewel tuh rata2 yg pada belum nikah atau belum punya anak ???? effort banget sih ya bawa anak naik transportasi umum itu apalagi pesawat. Dulu waktu bawa anak naik pesawat, anakku sih untungnya anteng dengan mainan dan cemilan. Tapi begitu sampe imigrasi dia tiba2 nangis, kayaknya ga nyaman dengan banyak orang ????

  15. Bener banget, Mba itu semua yang saya lakuin pas ajak Adek Fi pertama kali naik pesawat. Kalau saya waktu itu siapin mainan. Cuma input baruku dr tulisan Mba Isti adalah menawarkan pilihan. Bener juga ya. Menawarkan pilihan menghindari anak berkata nggak mau. Bisa diterapkan nih ilmunya. Ma kasih ya.

  16. aku terharuuuu nonton video itu. Senangnyaaa dapat support seperti ini dari penumpang lain. Ibu merasa tidak sendiri.
    Iya yah pastilah panik kalau anak rewel di kendaraan umum. Masalahnya itu di pesawat, hey ga bisa minta turun sembarangan macem di angkot. LOL.
    kalau pengalaman anakku waktu bayi ya ku susui aja. Sebelum naik pesawat ganti popok supaya masih kering.
    Nah kalau telinga sakit itu biasanya saat flu atau ada penyumbatan seperti Kak Naia.

  17. Siapkan mainan dan cemilan kesukaan adalah jurus jitu yah, tapi mungkin nanti anak akan bosan juga jadi ibu harus ekstra banget nih mengalihkan perhatian anak .

  18. Sejauh ini anak2ku aman2 saja kalau diajak naik transportasi umum, mereka enjoy dan nggak rewel. Dari transportasi umum bis sampai kereta api. Sayangnya mereka belum pernah kuajak naik pesawat sih, semoga nanti pas bisa naik pesawat mereka bisa enjoy juga. Tentu harus siap2 dengan tips2 ini ya mba. ????

  19. Adriana Dian says:

    Iya ih, aku suka deg degan kl bawa anak yang masih kecil perjalanan jauh.. anak aku yg udah 12 tahun aja masih gamau naik pesawat jrna takut. Huhuhuhu. Makasi banyak tipsnya ya mak istiiii

  20. Iya anak kalau kurang nyaman di situ tempat jadi rewel ya makanya harus kita antisipasi sebelumnya, wah kupingnya ngga nyaman pas naik kendaraan bisa juga karena banyak kotorannya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.