Jadi, sebelum nikah dulu aku tuh termasuk tipe yang minimalis banget kalau mau jalan-jalan. Males banget bawa barang atau baju banyak-banyak. Prinsipnya simpel: baju secukupnya, bahkan kalau memungkinkan dan ada yang bisa dipakai dua kali di momen berbeda, ya aku bawa satu baju saja, hehe. Ini memang privilege aku yang badannya gak terlalu bau sih, jadi ya bisa-bisa saja.
Nah, setelah punya anak, aku sempat tergoda untuk membawa semua yang mungkin dibutuhkan. Maklum ya, namanya juga mau traveling bareng anak, rasanya kalau gak bawa ini itu kok ya parno. Apalagi kalau anaknya masih bayi dan toddler gitu.

Namun ternyata banyak juga lho barang yang ujung-ujungnya cuma numpang jalan dan masuk koper tapi gak kepake sama sekali!
Ini dia 5 barang yang, dari pengalamanku, ternyata gak berguna-berguna amat saat traveling bersama anak.
1. Stok Cemilan yang Kebanyakan
Dulu awal-awal traveling bareng anak, aku ini tipe yang bawa cemilan kayak mau buka warung. Ada biskuit, ada snack jagung, ada jelly, ada buah potong, ada ini ada itu. Niatnya biar anak gak kelaparan di jalan atau pas tengah malam di hotel sih.
Tapi ternyata? Kebanyakan malah gak kemakan, atau justru ketimbun di dasar tas sampai melempem, wkwkwk. Sekarang aku lebih milih bawa cemilan secukupnya saja lah, yang memang sering dimakan anak sehari-hari.
Gak perlu berlebihan, karena kalau kehabisan pun biasanya kita reload lagi di minimarket atau supermarket dekat hotel. 😀
2. Boneka/Mainan Lebih dari Satu
Ini yang lumayan bikin dilema sih, karena aku tipe yang mending anak bawa banyak mainan daripada saat bosan malah hp-an terus.
Tapi kadang malah jadi terlalu banyak yang dibawa dan gak semuanya bisa dimainkan saat lagi traveling. Ada aja gitu yang ujungnya nganggur dan betah di tas.
Dulu waktu anak lebih kecil kami suka berdiskusi dulu mana yang dibawa dan mana yang enggak. Jadi mereka juga tau dan bisa menimbang mana yang mau mereka mainkan nanti.
Sekarang anak-anak sudah agak gede-an, mereka sudah bisa menyiapkan tas yang berisi mainan atau buku mereka sendiri. Jadi sebetulnya mereka sudah memikirkan packing sendiri.
Dengan tetap aku ingatkan untuk gak perlu bawa terlalu banyak, takutnya malah gak dimainkan atau dibaca 😀
3. Pakaian Cadangan yang Terlalu Banyak
Nah ini nih yang paling sering kejadian. Dulu aku bisa bawa pakaian buat 3 hari perjalanan tapi kopernya penuh seolah mau jalan 1 minggu, hehe.
Alasannya? “Siapa tau kotor”, “siapa tau anak muntah”, “siapa tau ini itu”.
Valid sih kalau anak masih bayi atau di bawah 3 tahun yang memang masih unpredictable gerakannya. Tapi makin anak besar, makin berkurang baju yang dibawa. 😉
Kadang-kadang juga, dengan sedikit strategi mix and match, baju yang dibawa bisa jauh lebih sedikit tapi tetap tampil oke.

Aku sekarang lebih suka pilih baju yang warnanya netral dan bisa dikombinasikan satu sama lain, jadi gak ada baju yang cuma nempel di koper tanpa disentuh sampai balik ke rumah.
Untung sih baju aku warnanya kebanyakan biru, jadi memang terhitung mudah di mix and match nya, ihihi.
4. Toiletries Ukuran Besar
Dari dulu aku juga jarang sih bawa-bawa toiletries ukuran aslinya. Paling-paling aku cari yang travel pack. Kalau gak ada, aku pindahkan wadahnya ke dalam botol yang lebih kecil.
Itu juga seringnya gak habis kan dalam 1 perjalanan. Bahkan pernah juga gak terpakai karena hotel yang kami inapi sudah menyediakan semuanya (sabun, shampo, dan conditioner). 😀
Jadi sekarang tergantung tujuan juga ya. Kalau kami ke hotel yang kira-kira sudah menyediakan itu semua, kayanya gak perlu lagi kami bawa. Tapi kalau ke tempat yang belum pasti ada tidaknya toiletries, ya aku bawa dalam bentuk yang lebih kecil tadi deh.
Dari toiletries yang banyak, paling yang wajib aku bawa tetap sikat gigi sendiri ya, itu mah gak bisa digantikan apapun, hehe.
5. Setrika Lipat
Jujur ajaa, aku pernah dengan penuh semangat memasukkan setrika lipat ke dalam koper dengan niat menjaga penampilan baju tetap rapi selama traveling, hahaha. Ya kirain gitu ada waktu untuk nyetrika-nyetrika gitu.
Kenyataannya? Jangankan nyetrika, sempat istirahat yang benar saja sudah syukur. Itinerary yang padat plus anak-anak yang harus diurus bikin setrika itu cuma jadi beban koper yang sama sekali gak tersentuh deh, heu.
Solusinya sebenarnya simpel ya, kita bisa memilih bahan baju yang gak mudah lecek!
Bahan seperti jersey, kaos, atau polyester biasanya aman-aman saja meski terlipat di koper. Penampilan tetap oke, koper lebih ringan, dan setrika lipat bisa tetap tinggal di rumah dengan tenang.
Intinya sih, traveling bersama anak itu memang perlu persiapan lebih dibanding traveling sendirian atau sama teman. Tapi bukan berarti harus membawa segalanya! Makin sering traveling, makin kita tahu mana yang beneran dibutuhkan dan mana yang cuma bikin punggung pegal karena koper keberat, hehe.
Kalau mau lihat packing list lengkap, kalian juga bisa baca di ebook yang sudah aku bikin sih. Coba lihat di sini ya: https://lynk.id/momopururu.


Kalian sendiri, biasanya barang apa yang sering terbawa tapi ujungnya gak kepakai saat traveling?

