Beberapa waktu lalu aku janjian sama bubu Dita (rumikasjourney.com) dan juga Ciwuls (https://www.tiktok.com/@journalwith.c) buat journaling bareng kan ya. Nah, tapi aku dan bubu Dita sempat bingung di mana yang paling enak untuk journaling gitu.
Tapi Ciwuls langsung ngasih tau info tempat yang baru banget buka donk di Depok dan kayanya emang cocok untuk kami journaling di sana. Apalagi tempatnya ini bukan kayak cafe gitu ya, tapi memang ada journaling supplies-nya juga, ahaha. Fix deh kami akhirnya ke sana.
Namanya Sago Sagé Creative House, dan sepertinya di sini deh awal mula tradisi journaling bareng kami terbentuk!

Apa Itu Sago Sagé Creative House?
Seperti yang sudah aku bilang di atas, Sago Sagé ini bukan kayak cafe gitu tapi konsepnya lebih ke working space dan art space gitu ya. Mungkin bisa dibilang Sago Sagé ini adalah one stop destination buat orang-orang kreatif.
Lokasinya ada di Jl. Lembah No. 5A, Cimanggis, Depok, tepatnya di seberang Cafe Oemago House.
Menurut aku, kayanya baru ini deh tempat di Depok yang menyediakan bukan cuma ruang untuk bekerja dengan tenang, tapi juga melakukan kreativitas lainnya, bahkan mau nyantai baca buku saja juga bisa banget.
Zona di Sago Sagé
Aku pribadi lumayan sering ke Oemago, jadi daerahnya sudah cukup familiar buatku. Menariknya lagi, Sago Sagé ini sepertinya memang bekerja sama dengan Oemago, jadi kalau lapar atau pengen pesan makanan, kita bisa pesan menu Oemago dari sini dan makanannya akan diantar langsung ke Sago Sagé. Praktis banget yaa.
Soalnya tempat ini punya beberapa “zona” sekaligus, yaitu:
- Concept Store di bagian depan. Semacam ruang pamer sekaligus toko yang menjual produk-produk kreatif karya illustrator dan handmade creators lokal. Dari tote bag, jurnal, stationery, stiker journaling, sampai berbagai barang estetik lainnya bisa ditemukan di sini.
- Mini Library. Ada beberapa spot yang enak banget digunakan untuk membaca santai. Tersedia juga koleksi buku yang bisa dinikmati.
- Space. Area duduk yang nyaman buat kerja, belajar, atau journaling seperti yang kami lakukan.
- Workshop. Sesekali mereka juga mengadakan acara kreatif gitu lho. Lumayan banget untuk mengisi waktu buat ibu-ibu yang memiliki waktu kosong saat anaknya sekolah yaa, hehe.
Konsepnya memang dirancang sebagai rumah bagi para creative people gitu sepertinya, plus vibe tenang-nya kerasa banget begitu kita masuk ke sana sih.




Harga Tiket Masuk Sago Sagé
Namun, seperti working space kebanyakan, kalau mau “numpang” bekerja atau menulis (atau journaling donk ya xp) di sana, terdapat semacam HTM gitu. harganya masih bersahabat banget kok. Biaya masuk tersebut sudah termasuk satu gelas teh juga ya, jadi sama saja membeli 1 gelas minuman untuk bisa journaling atau WFC.
Untuk nominal pastinya, cek Instagram mereka ya karena harga bisa saja berubah sewaktu-waktu. *padahal aku juga lupa HTMnya berapa, huhuhu. Kalau nggak salah ingat sih HTM Sago Sagé ini sekitar 30 ribu untuk 4 jam.
Anw, konsep seperti ini sebenarnya makin umum di tempat-tempat coworking yang lebih personal, dan aku suka karena dengan sistem ini suasananya lebih terjaga. Nggak terlalu ramai, nggak bising, dan orang-orang yang datang memang punya niat untuk produktif.
Journaling Pertama Kami di Sana
Yang pertama sampai di sana adalah aku. Begitu masuk, langsung deh senang melihat ada tempat seperti ini di Depok! Selain tempatnya familiar (aku beberapa kali pernah ke Oemago Cafe, yang berada persis di seberang Sago Sagé ini)
Sambil menunggu bubu Dita dan Ciwuls, aku keliling dulu di bagian concept store-nya. Barang-barangnya lucu-lucu, bahkan ada stiker journaling juga, yang ini tentu langsung menarik perhatian.

Kebetulan waktu itu sebentar lagi mama mertua ulang tahun juga, jadi aku sambil lirik-lirik barang yang kira-kira bisa jadi hadiah saja, hehehe.
Selesai melihat-lihat, aku belum memutuskan beli apa pun dulu. Soalnya ingin set up meja buat journaling dulu. Eh, tidak lama kemudian bubu Dita datang, terus disusul Ciwuls.
Begitu kami bertiga sudah lengkap, baru deh masing-masing “belanja” sedikit di concept store, hitung-hitung buat isi journaling lah yaa, ahaha.
Setelah puas berburu stiker dan teman-temannya, kami pun mulai journaling.
Yang menarik, kala itu bubu Dita sebetulnya belum punya kebiasaan journaling. Tapi melihat aku dan Ciwuls yang sama-sama “anteng” dan fokus nulis, beliau jadi ikut tertarik. Dan hasilnya? Pertemuan berikutnya, bubu Dita sudah ikutan journaling bareng kami, ihihi.
Tipe Journaling yang Berbeda


Oiya, tipe-tipe journaling tuh sebetulnya ada beberapa ya. Kayak aku dan Ciwuls yang ternyata punya tipe journaling yang berbeda. Ciwuls kebanyakan membuat memory journal dengan banyak foto setiap halamannya. Sementara aku tipe yang membuat jurnal untuk membebaskan pikiran yang sedang sumpek, sehingga kadang hasil halaman jurnalnya berantakan, wkwkwk.
Tapi tidak ada yang benar atau salah saat journaling, itulah yang aku suka dari kegiatan ini. Jadi mau bagaimanapun gaya jurnaling kita, ya sah sah saja, soalnya memang untuk hobi dan kembali ke tujuan awalku membuat jurnal, yaitu untuk melepaskan pikiran yang sedang penat.
Sampai saat ini, journaling beneran berhasil banget membuatku lebih santai dan lebih bahagia, walau hanya dilakukan dari rumah. Rupanya tempel menempel stiker dengan bebas di halaman buku tersebut lah yang bisa membuat lebih rileks 😀
Jadi Sago Sagé Cocok untuk Siapa?
Berdasarkan pengalaman (yang baru 1x) ini journaling di Sago Sagé kayak gini, menurutku tempat ini cocok banget buat kamu yang:
- Suka WFC (Work From Cafe/Creative Space)
- Butuh suasana yang kondusif untuk belajar atau mengerjakan tugas
- Ingin coba sesi journaling sendirian atau bareng teman kayak kami
- Penasaran sama produk-produk kreatif lokal yang dijual di bagian concept store-nya
So, buat kalian yang merasa salah satu atau salah duanya, kapan-kapan bisa banget datengin langsung ke Depok yaa 😉
Dan Tradisi Journaling Bareng Pun Dimulai
Terus yang aku tidak sangka, kunjungan ke Sago Sagé itu ternyata jadi starting point dari kebiasaan baru kami. Setelah sesi pertama itu, hampir tiap bulan selalu ada saja satu kali kami journaling bareng, bergantian tempat, bergantian suasana.
Tapi yang bikin tambah seru ya, janjiannya selalu agak dadakan. Tiba-tiba salah satu dari kami nge-ping, “Eh, besok journaling yuk di sini!” Biasanya yang dadakan seperti itu lebih berhasil ketimbang yang dijadwalkan, ihihi.
Kalau dipikir-pikir, Sago Sagé yang memulai ini semua. Jadi terima kasih, ya, buat tempat yang satu ini 🙂

Sago Sagé Creative House and Library
Jl. Lembah No. 5A, Cimanggis, Depok (Seberang Cafe Oemago)
Instagram: @sago.sage.house
Oiya, kalian juga bisa eksplor Cafe di Depok lainnya yang juga cocok untuk WFC-an kayak gini yaa. Langsung aja ke Hidden Gem Cafe di Depok yang Harus Kamu Coba
