Anak-anak kami kan punya jatah beli buku setiap bulan ya, jadi nggak heran kalau kami masih rutin ke toko buku offline untuk memenuhi jatah bulanannya tersebut. Rutinitas ini sudah berjalan cukup lama sih, dan jujur saja, aku senang sekali mereka selalu antusias setiap kali kami pergi ke toko buku fisik kayak gini.
Di era sekarang ya kan, yang semuanya serba digital ini, informasi kan mengalir jauh lebih cepat dan lebih banyak banget gitu, jadi kalau bisa membiasakan mereka masih membaca buku fisik kayak gini semacam pencapaian buatku sebagai orangtua, hehe.
Anw, biasanya sih kami berkunjung ke Gramedia yang dekat saja, yakni Gramedia Depok. Tapi sesekali kami juga sengaja mampir ke Gramedia lainnya, termasuk Gramedia jalma ini, hitung-hitung sekalian jalan-jalan lah yaa.

Nah aku sudah sering mendengar kalau Gramedia Jalma memang sedang hits karena desainnya yang tidak biasa, juga lokasinya yang memang ada di tempat ramai.
Banyak juga yang bilang tempatnya estetik, nyaman, dan beda dari Gramedia pada umumnya. Bikin makin penasaran donk!
Rupanya Gramedia Jalma ini memang bukan sekadar toko buku biasa, melainkan semacam ruang sosial yang memungkinkan kita, sebagai pengunjung, melakukan berbagai macam hal di dalamnya. Apa saja ya yang bisa dilakukan di Gramedia Jalma ini? Yuk lanjut baca sampai habis yaa
Lokasi Gramedia Jalma
Gramedia Jalma berlokasi di Jl. Melawai I No.12 – 18, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan. Kawasan ini memang sudah jadi salah satu “titik kumpul” anak muda jakarta ya, jadi wajar banget kalau Gramedia Jalma cepat sekali populer sejak pertama dibuka.
Nah soal parkir nih, ini yang perlu kalian ketahui supaya nggak bingung kalau mau ke Gramedia Jalma.
Kalau kalian naik motor, bisa langsung parkir saja di depan Aloo Cafe yang ada di bagian depan Gramedia Jalma. Praktis lah ya, nggak perlu muter-muter gitu.
Tapi kalau naik mobil nih, sebaiknya parkir di Blok M Square saja ya, untuk kemudian jalan kaki menyeberang dari pintu keluar Mutiara.
Ada saja sih beberapa mobil yang parkir di badan jalan sekitar sana, tapi setau aku itu tuh parkir liar gitu. Jadi sebaiknya hindari saja deh ya, hehe. Kami sendiri pilih parkir di Blok M Square dan berjalan tidak terlalu jauh 😉
Kesan Pertama, Ini Toko Buku atau Creative Space?
Kunjungan pertama kami ke Gramedia Jalma ini adalah untuk rutinitas bulanan tadi ya, yakni membeli buku jatah bulanan untuk anak-anak. Karena sudah penasaran lama, ya waktu itu sekalian saja kami ajak ke Gramedia yang beda ini 😀
Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya ya, kami parkir di Blok M Square dan menyeberang ke arah Melawai.
Kesan pertamaku tau gak? Waktu melihat bangunannya dari seberang, yakni pintu keluar Blok M Square, kayak reflek aja membatin “Oh, ternyata kecil ya Gramedia Jalma ini.” Soalnya dari depan tuh tampilannya seperti ruko biasa saja. Estetik sih memang, fasadnya rapi dan ada branding besar-besar “Jalma”, tapi ya terkesan kecil saja.
Malah aku sampai sempat berfikir apakah yang diomongin dan dishare orang-orang itu lebay? ahaha.
Tapi begitu masuk, baru deh aku mengerti kenapa semua orang excited di Gramedia Jalma ini.
Area Alat Tulis

Begitu melewati pintu masuk, kami langsung disuguhi oleh banyaknya alat tulis lucu-lucu yang terpajang dan sangat mungkin mengalihkan perhatian. Soalnya di sini bukan display alat tulis ala kadarnya gitu yang biasa kita lihat di Gramedia lain.
Penampilannya lebih seperti toko stationery kekinian, tertata rapi, estetik, dengan pencahayaan yang hangat namun cukup terang. Berbagai alat tulis, aksesoris, dan barang-barang lucu lainnya dipajang sedemikian rupa sehingga membuat pengunjungnya tergoda untuk berhenti sebentar sebelum bahkan masuk ke bagian buku.
Saat masuk makin ke dalam lagi, desain interiornya makin terasa unik deh. Belakangan baru aku tau bahwa renovasi yang dilakukan di sini hampir menyeluruh di seluruh bagian, kecuali level lantai yang dibiarkan seperti aslinya.
Prosesnya membutuhkan waktu sekitar 3 bulanan saja yang dimulai sejak Maret 2025. Jadi memang terhitung masih baru juga ya dari segi desain.
Nah yang mendesain semua ini adalah Jacob Gatot Sura dari firma Arcadia Architects, yang mungkin lebih dikenal sebagai pendiri M Bloc Group. Aku jadi makin mengerti kalau ini memang bukan sekadar renovasi toko buku biasa.
Konsep Toko Buku yang Lebih Hangat
Oiya, konsepnya juga sengaja dibuat lebih feminin dan ringan, berbeda dengan Gramedia lainnya yang pernah kami kunjungi. Menurut Jacob, tujuannya adalah untuk menciptakan suasana perpustakaan yang hangat dan less intimidating.
Seneng banget sih aku sebagai pengunjung. Hal-hal kayak gini membuat toko buku jadi ramai kembali untuk dikunjungi dan tidak menutup kemungkinan membuat banyak anak-anak muda yang kembali mencintai buku dan punya hobi membaca.
Salah satu perubahan yang sangat terlihat adalah rak-rak tinggi dengan warna kayu yang lembut, menggantikan rak toko buku konvensional berukuran pendek.
Namun walaupun rak-rak tersebut memang tinggi, mereka menyediakan bangku juga lho, memungkinkan anak-anak untuk mengambil buku di rak yang lebih tinggi. So thoughtful yaa, huhu.

Warna netral tersebut rupanya disengaja juga, supaya buku-buku yang dipajang tetap menjadi “aktor utama”. Ya tujuan utama tempat ini juga kan “toko buku” ya, maka buku haruslah jadi highlight tempat itu sendiri.
Rak-rak buku tersebut juga dibuat mengelilingi ruangan, bukan seperti perpustakaan dengan jeda yang sedikit, sehingga alur jalannya terasa mengalir dan tidak tersumbat.
Ceiling yang semula rendah pun dibuka, menciptakan kesan lega dan sedikit industrialis pada bagian atap. Ternyata ini juga ya rahasia yang membuat Gramedia Jalma terasa jauh lebih tinggi dan lapang dari yang terlihat di luar.
Sofa Menambah Kesan “Homey“
Di antara area alat tulis dan buku-buku, tersedia beberapa sofa dan sudut baca yang terasa homey. Di bagian dalam juga terdapat 2 atau 3 meja besar yang memungkinkan pengunjungnya berhenti sejenak untuk membaca, atau bahkan bekerja/menulis.
Tersedia juga beberapa rak dengan buku yang memang sudah dibuka, yang memang tujuannya untuk dibaca di tempat. Sehingga jika pengunjung ada yang membaca dari rak-rak tersebut dan tertarik, bisa membeli buku yang masih tersegelnya.
Antara membuat nyaman pengunjung atau strategi marketing yang menarik ya, ahaha.
Ruang Komunal di Dalam Jalma

Kemudian yang membuatnya lebih menarik lagi adalah hadirnya beberapa ruang komunal yang bisa berfungsi untuk berbagai kegiatan. Mulai dari co-working space, area kreatif untuk diskusi dan acara, hingga area khusus anak.
Ruangan-ruangan tersebut bukan hanya “asal ada” lho ya, tapi memang dirancang sebagai bagian dari konsep keseluruhan toko.
Bahkan area anaknya juga bukan asal jadi, malah jadi satu bagian sendiri yang paling menarik perhatian. Area ini dibuat sangat ramah untuk anak-anak dengan beberapa elemen unik dengan warna-warni ceria namun tidak berlebihan.

Penataan bukunya pun dibuat agar mudah dijangkau oleh anak-anak. Di dalamnya juga terdapat beberapa games menarik yang bisa dimainkan oleh beberapa anak di meja yang sudah disediakan juga. Beneran bikin betah sekeluarga sih ya.
Di salah satu bagian toko terpasang juga convex mirror sebagai elemen dekorasi. Aku iseng mengajak foto di sana dan hasilnya lumayan lucu, ahaha. *gak mau aku pajang fotonya karena muka jadi meletot meletot, belum nemu angle yang pas xp
Pojok ini juga yang membuat Gramedia Jalma tuh jadi makin menarik dan mengundang anak-anak muda datang dan berkunjung yaa rupanya.
Hadirnya Aloo Cafe
Aku sempat bingung sih, bagian depannya tuh yang berada di seberang Blok M Square atau malah di Aloo Cafe ini. Soalnya memang bisa masuk dari kedua pintu tersebut.

Nah, Aloo Cafe ini bukan kafe yang sekadar “numpang” gitu aja, melainkan terintegrasi langsung dengan ruang buku tentunya.
Jacob Gatot Sura, arsitek yang merancang seluruh interior Gramedia Jalma, adalah orang yang sama yang mendirikan Kopi Aloo. Jadi wajar kalau suasana kafe dan tokonya terasa menyatu dengan harmonis.

Seperti yang Jacob sendiri ungkapkan, kehadiran kopi di sana bukan hanya sebagai minuman, tapi sebagai pemantik percakapan dan pertemuan.
Tata ruang kafenya pun dirancang selaras dengan konsep Gramedia yang terbuka dan ramah untuk berbagai aktivitas, tersedia meja panjang untuk kerja, area untuk meeting kecil, dan sudut-sudut nyaman untuk yang ingin menyendiri dengan buku dan kopi.
Gramedia Jalma sendiri buka setiap hari, weekday pukul 10.00–22.00, dan weekend mulai pukul 09.30–22.00.
Menurutku, Gramedia Jalma ini bisa disebut “Ruang Ketiga,” bukan rumah, bukan kantor, tapi ruang yang memberi napas di antara keduanya. Di tengah kota Jakarta yang padat, ruang seperti ini terasa seperti kemewahan yang sederhana sih menurutku.
Kunjungan Kedua, Booklaunch SEO Setiap Hari
Kunjungan kedua kami ke Gramedia Jalma sifatnya sangat berbeda. Kali ini bukan untuk belanja buku, melainkan karena suami menggelar acara launching bukunya di sana!
Aaaah, perasaanku tuh antara gak percaya, antusias, senang, dan bangga sekaligus jadi satu.

Karena suami adalah penulis buku yang acaranya diselenggarakan di Gramedia Jalma hari itu, kami mendapat spot parkir khusus, sebuah keistimewaan kecil yang cukup membantu karena kami membawa cukup banyak perlengkapan untuk persiapan acara.
Yang menarik dari kunjungan kedua ini adalah aku bisa melihat Gramedia Jalma dari sisi yang jarang dilihat pengunjung biasa. Kami diizinkan masuk ke loading room yang sekaligus berfungsi sebagai area kerja tim mereka.
Di sinilah aku menyadari sesuatu, yaitu kehangatan yang terasa di bagian luar toko itu bukan kebetulan. Ada tim yang bekerja di baliknya, yang memikirkan detail demi detail supaya setiap pengunjung, dan setiap penyelenggara acara, merasa disambut.
Proses persiapan acara berjalan dengan lancar, sebagian berkat ruang yang memang sudah dirancang untuk kegiatan komunitas seperti ini.

Hal ini tuh makin membuktikan kalau ruang-ruang komunal yang ada di Gramedia Jalma tadi, area kreatif, co-working space, hingga area diskusi, bukan sekadar pajangan sih. Mereka benar-benar aktif dipakai dan berperan sebagai ruang sosialisasi.
Melihat Gramedia Jalma dari dalam, dari dapur acara, bukan hanya dari kursi penonton, membuatku makin yakin kalau Gramedia Jalma ini tuh bukan toko buku yang kebetulan punya kafe. Melainkan adalah ruang publik yang hidup, yang kebetulan juga menjual buku. 😀
Sholat di Parkiran Bawah
Ini tuh informasi kecil tapi penting banget buat kami sebagai keluarga Muslim yang tidak mau melewatkan waktu sholat.
Dalam dua kali kunjungan ke Gramedia Jalma, kami tidak pernah khawatir soal sholat. Karena terdapat mushola di bagian bawah Gramedia Jalma, tepatnya di area parkiran motor.
Lokasinya mungkin tidak langsung terlihat ya karena memang harus turun ke parkiran basement. Tapi keberadaannya sangat membantu, terutama kalau kalian berencana menghabiskan waktu yang cukup lama di sana (yang kemungkinan besar memang akan terjadi sih, mengingat betahnya suasana di dalam yakan).
Tips Praktis Membawa Anak ke Gramedia Jalma
Buat kalian yang berencana membawa anak-anak ke Gramedia Jalma, beberapa tips berikut semoga bisa membantu supaya pengalaman kalian makin menyenangkan:
- Bikin kesepakatan “jatah” dari rumah. Dengan tata letak yang menarik dan banyak godaan barang non-buku yang lucu di bagian depan, mulai dari stationery estetik sampai aksesori dan mainan kreatif, pastikan anak-anak (terutama yang masih kecil) sudah paham aturan main jatah bulanan mereka sebelum masuk yaa.
Briefing dulu gitu deh di rumah apa-apa saja yang bisa dibeli dengan jumlah nominal berapa. Kemudian saat di sana, anak-anak jadi bisa memilih-milih apa saja yang masuk dalam budget belanja mereka tersebut deh. - Lepas anak yang sudah besar untuk eksplorasi mandiri. Gramedia Jalma punya layout yang cukup terorganisir dan tidak terlalu besar sehingga masih mudah dipantau. Biarkan anak yang sudah lebih besar menjelajah rak demi rak sendiri, sementara orang tua bisa memantau dari jauh sambil menikmati suasana, atau nongkrong sebentar di Aloo Cafe. xp
- Cek jadwal event sebelum datang. Gramedia Jalma adalah space yang aktif, sering ada acara menarik seperti bedah buku, workshop, talk show, bahkan pameran seni. Cek akun Instagram mereka di @gramedia.jalma sebelum berkunjung, siapa tahu ada acara yang bisa sekalian diikuti bersama anak-anak.
- Datang di weekday kalau bisa. Seperti kebanyakan tempat hits di Jakarta lah yaa, Gramedia Jalma jauh lebih ramai di akhir pekan. Kalau kalian ingin suasana yang lebih tenang dan nyaman untuk browsing buku, weekday adalah waktu terbaik donk.
- Siapkan waktu lebih. Seriusan ya, menurut aku jangan rencanakan kunjungan ke Gramedia Jalma kalau kalian hanya punya 30 menit. Desainnya bikin betah, bukunya menggiurkan, dan kafenya mengundang. Satu jam terasa masih belum cukup.
Ketika Toko Buku Menjadi “Ruang Hidup”

Ada satu hal yang terus aku pikirkan setelah dua kali mengunjungi Gramedia Jalma, “kenapa toko buku seperti ini terasa begitu melegakan?“
Mungkin karena di tengah zaman serba digital ini, kita rindu dengan ruang yang mengundang kita untuk berhenti sejenak ya. Serta mungkin adanya Gramedia Jalma juga menghadirkan perasaan positif untuk menciptakan generasi mendatang yang makin mencintai buku dan berdiskusi.
Sepertinya, itulah yang memang diinginkan Gramedia Jalma yaa. Mereka sendiri menyebut konsep ini sebagai ruang hidup, bukan sekadar toko buku, tapi ruang publik yang berpihak pada manusia, literasi, dan kreasi.
Berlokasi di jantung Blok M, Gramedia Jalma ingin memperluas fungsi toko buku menjadi semacam cultural hub, tempat membaca, berdiskusi, mencipta, dan berjejaring. Di sinilah literasi berpadu dengan seni, musik, film, dan ekspresi kreatif lainnya.
Gramedia Jalma, dengan nama yang diambil dari bahasa Sunda dan Jawa yang berarti manusia, seperti ingin mengingatkan kita bahwa toko buku seharusnya memang untuk manusia, bukan sekadar transaksi.
Ruang untuk berdiskusi, untuk bertemu orang-orang yang membawa buku di tangan mereka, untuk mendengar penulis berbicara tentang karyanya, untuk anak-anak yang memilih buku pertama mereka sendiri.
Sebagai seorang ibu yang ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak pada buku, Gramedia Jalma memberi aku harapan. Bahwa toko buku fisik tidak harus mati, mereka hanya perlu berkembang, menjadi lebih dari sekadar tempat beli buku. Dan Gramedia Jalma sudah membuktikan bahwa itu sangat memungkinkan.
Kalau kalian belum pernah ke sana, sudah saatnya masukkan ke dalam daftar kunjungan berikutnya ya. 😉
Gramedia Jalma | Jl. Melawai 3 No. 12–18, Blok M, Jakarta Selatan
Buka: Senin–Jumat 10.00–22.00 | Sabtu–Minggu 09.30–22.00 Instagram: @gramedia.jalmaKalian bisa baca juga destinasi wisata Jakarta lainnya di https://momopururu.com/tag/jakarta/ 🙂
Beberapa sumber tambahan:
