Traveling

Mau ke Singapura untuk Pertama Kali? Ini Semua yang Perlu Kalian Persiapkan

Setelah beberapa kali ke Singapura, mulai dari pergi berdua suami hingga membawa anak-anak yang masih kecil, aku makin yakin bahwa Singapura adalah destinasi luar negeri pertama yang paling tepat untuk keluarga Indonesia.

Bukan karena paling murah, ya. Tapi karena paling tidak bikin stres.

Nah, di artikel ini aku mau merangkum semua hal yang perlu kalian siapkan sebelum berangkat ke Singapura ya. Dari dokumen, packing, transportasi, sampai soal makanan halal dan tempat sholat. Biar liburannya lancar dari awal sampai akhir. 😉

Kenapa Singapura Cocok untuk Pertama Kali ke Luar Negeri?

Pemandangan Gardens by The Bay saat Malam Hari
Pemandangan Gardens by The Bay di Malam Hari

Kalau kalian belum pernah ke luar negeri sama sekali, Singapura adalah “sekolah” yang paling nyaman. Begitu keluar dari pesawat di Bandara Changi, kalian tuh sudah langsung bisa merasakan betapa berbedanya suasana di sana dibanding Indonesia, tapi tidak sampai culture shock yang gimana gimana ya.

Hal yang paling mencolok tuh adalah pada kebersihan dan ketertiban-nya. Jalanan bersih, tidak ada sampah berserakan, semua orang antre dengan tertib.

Sejelas itu gitu kontrasnya dengan Indonesia, tapi justru itulah yang bikin Singapura jadi pengalaman yang berkesan. Soalnya kalian jadi bisa melihat langsung seperti apa kota yang benar-benar dikelola dengan baik.

Selain itu, Singapura adalah kota yang sangat ramah pejalan kaki. Trotoarnya lebar, nyaman, dan bersih. Bagi yang membawa stroller, hampir semua area sudah stroller-friendly.

Jalanannya rata, lift tersedia di mana-mana, dan kalian tidak perlu khawatir soal medan yang sulit. Ini yang bikin kami nyaman banget saat ke sana bawa anak-anak yang masih kecil.

Ditambah lagi, transportasi publiknya sangat mudah dipahami bahkan untuk pemula sekalipun. Tidak perlu takut nyasar, karena Google Maps berfungsi sempurna dan petunjuk di setiap stasiun MRT sangat jelas dalam bahasa Inggris.

1. Dokumen yang Perlu Disiapkan

Nah, berdasarkan pengalaman kami sendiri, untuk ke Singapura, apalagi pertama kali, kalian gak perlu menyiapkan dokumen yang terlalu banyak sampai merepotkan ya. Kira-kira dokumen inilah yang harus disiapkan:

Paspor

Ini yang paling utama. Pastikan paspor kalian masih berlaku minimal 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Kalau kurang dari itu, ada risiko ditolak masuk ke Singapura.

Nah untuk urusan Visa, tenang saja ya, karena WNI tidak perlu visa untuk masuk ke Singapura! Kita termasuk negara yang bebas visa, jadi cukup paspor yang masih berlaku. Masa tinggal yang diizinkan biasanya 30 hari untuk kunjungan wisata.

Dreamscape Changi

SG Arrival Card (SGAC)

Namun, walaupun tidak perlu mengurus Visa, tetap ada dokumen yang harus kita isi juga ya dan kayanya sering terlupakan nih.

Jadi kita tetap wajib mengisi SG Arrival Card secara online sebelum masuk ke Singapura. Formulir ini dikelola oleh Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura dan bisa diisi secara gratis melalui website atau aplikasi resmi ICA.

Isi maksimal 3 hari sebelum kedatangan. Nggak perlu terlalu jauh sebelum berangkat ya, karena data bisa kadaluarsa. Prosesnya cepat, hanya beberapa menit, dan kalian hanya perlu menyiapkan detail paspor, informasi penerbangan, dan alamat hotel.

Simpan screenshot atau cetak hasilnya untuk ditunjukkan kepada petugas imigrasi.

Arrival Card untuk Kepulangan ke Indonesia

Saat kembali ke Indonesia, sejak Oktober 2025 kita juga wajib mengisi All Indonesia Arrival Card melalui platform resmi di allindonesia.imigrasi.go.id.

Formulir ini menggabungkan deklarasi imigrasi, bea cukai, dan kesehatan dalam satu platform (Single Submission) dan menghasilkan satu QR Code. Isi maksimal 72 jam sebelum tiba di Indonesia, dan layanan ini gratis. Jadi waspadai situs tiruan yang meminta bayaran ya!

Dokumen Pendukung Lainnya

Selain paspor dan arrival card, siapkan juga:

  • Tiket pesawat pulang pergi (penting untuk ditunjukkan di imigrasi)
  • Bukti booking hotel
  • Tiket wisata yang sudah dipesan online (kalau ada). Ini opsional sih, jarang juga diperiksa dan cenderung dilewatkan. Jadi santai ya 😉

2. Proses Imigrasi: Berangkat dan Pulang

Oiya, beberapa waktu ke belakang (bahkan 2 tahun ini ya, saat aku ke Singapura), proses imigrasi ini sudah jauh lebih cepat dan mudah lho, karena sudah menggunakan sistem contactless otomatis di kedua negara.

Imigrasi di Indonesia (Saat Berangkat dan Pulang)

Sebetulnya ini hal yang bikin senang sekaligus sedih, ahaha. Senang karena prosesnya jadi sangat cepat, jadi nggak perlu antri panjang.

Lokasi butterfly garden di Changi Terminal 3

Saat kemarin ke Singapura, aku hanya perlu masuk ke mesin autogate yang sudah tersedia. Jangan bayangkan mesinnya kayak mesin menakutkan gitu ya, mesinnya ini hanya seperti gate yang ada di stasiun kereta dengan tambahan layar tinggi untuk men-scan wajah.

Jadi begitu masuk ke mesin autogate yang sudah tersedia, mesin ini akan men-scan paspor (jadi kita cukup memasukkan paspor ke mesin scan yang ada), lalu memindai wajah untuk verifikasi identitas.

Kalau semua data cocok dan tidak ada masalah, palang gerbang akan terbuka dan kita bisa langsung melewatinya tanpa perlu antre di loket petugas, tanpa cap paspor manual.

Sedihnya ya itu, tidak adanya cap itu jadi bikin paspor kita jadi kosong banget, gak ada bukti stamp stamp yang banyak lagi, huhu.

Prosesnya cepat kok, hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Jadi jangan panik duluan membayangkan prosedur imigrasi yang ribet gitu yaa.

Imigrasi di Singapura (Saat Tiba di Changi)

Hal yang sama berlaku saat tiba di Bandara Changi. Setelah turun dari pesawat dan mengambil bagasi, kita nanti akan diarahkan ke area imigrasi.

Di sana sudah tersedia mesin autogate yang sama, tinggal scan paspor dan scan wajah, dan kalau semuanya aman, yasudah langsung bisa melewati gerbang masuk ke Singapura. Selesai deh.

Proses yang sama juga berlaku saat keluar dari Singapura (imigrasi kepulangan), scan paspor, scan wajah, selesai.

Satu hal yang perlu diingat adalah itu tadi, pastikan SG Arrival Card sudah diisi sebelum tiba (seperti yang dijelaskan di bagian sebelumnya), karena data dari formulir tersebut sudah terintegrasi dengan sistem autogate Changi.

3. Transportasi: dari Bandara dan Selama di Singapura

Terus gimana dengan transportasinya begitu sampai Changi? Perlu naik taksi kah? Atau bisa naik transportasi umum?

MRT menuju Gardens by The Bay

Dari Changi ke Hotel: MRT adalah Pilihan Terbaik

Begitu mendarat di Changi, transportasi favorit kami adalah MRT. Jadi pilihan ini aku rekomendasikan untuk siapa pun yang baru pertama kali ke Singapura ya.

Kenapa? Karena MRT langsung terhubung ke hampir semua area di Singapura, cepat, tepat waktu, dan harganya jauh lebih terjangkau dibanding taksi atau Grab. Waktu tempuh dari Changi ke pusat kota sekitar 35-40 menit.

Rutenya pun tidak rumit:

  • Dari Changi, naik East-West Line (jalur hijau) ke Stasiun Tanah Merah
  • Dari Tanah Merah, pindah ke kereta menuju pusat kota

Dari Tanah Merah, kita tuh bisa lanjut ke banyak destinasi:

  • Bugis → turun di Stasiun Bugis (East-West Line, ~35 menit dari Changi)
  • Bencoolen → turun di Stasiun Bras Basah atau Bencoolen
  • Sentosa → turun di HarbourFront, lanjut Sentosa Express

Peta MRT tersedia di setiap stasiun dan bisa diunduh di Google Maps. Ikuti saja petunjuknya, dan kita insyaAllah tidak akan nyasar.

Pembayaran Transportasi: Jenius atau Kartu Contactless Lainnya

Sejak awal ke Singapura, untuk pembayaran MRT dan bus di Singapura, kami itu selalu menggunakan kartu Jenius yang sudah diatur ke mata uang Dolar Singapura (SGD).

Jadi sebelum berangkat, kami sudah memindahkan akses kartu Jeniusnya ke dalam mata uang Singapura tersebut, jadi setiap kali kartunya ditap, akan mengambil saldo dari mata uang terhubung itu.

Hal ini memungkinkan kita untuk menetapkan budget transportasi juga sih sebelum berangkat. Jadi, tinggal beli dolar Singapura di Jenius yang memang disiapkan untuk budget transportasi.

Caranya juga mudah kan, tinggal tap kartu di gerbang masuk MRT atau pintu bus, tidak perlu beli tiket terpisah atau beli kartu EZ-Link. Kami sampai sekarang jadinya belum pernah beli kartu EZ-Link ini deh selama di Singapura.

Ini bisa dilakukan karena kartu Jenius menggunakan teknologi Visa Contactless, dan sistem MRT Singapura sudah mendukung pembayaran langsung via kartu berlogo Visa atau Mastercard yang punya fitur contactless (ditandai dengan simbol seperti sinyal WiFi di kartu).

Jadi selain Jenius, kartu debit atau kredit Indonesia lainnya yang berlogo Visa/Mastercard contactless juga bisa digunakan dengan cara yang sama yaa.

Tapi sepertinya nih, kalau kalian berencana sering naik MRT dalam waktu lama atau tidak punya kartu contactless, bisa juga beli kartu EZ-Link di mesin atau loket stasiun seharga S$10 (yang sudah termasuk saldo S$5).

Transportasi Lain Selama di Singapura

Selain MRT, tentu ada transportasi lainnya selama di Singapura yang juga pernah kami gunakan.

  • Bus. Tarif bus lebih murah dari MRT sih, tapi kalau bawa stroller perlu dilipat saat naik. Rute bisa dicek langsung di Google Maps.
  • Grab / Taksi. Tentu naik taksi/grab lebih mahal, tapi nyaman dan praktis saat anak-anak sudah lelah atau saat bawa banyak barang. Jangan ragu pakai ini sesekali, kenyamanan anak lebih penting dari penghematan lah yaa.
  • Sentosa Express. Nah untuk masuk ke Sentosa Island, bisa diakses dari HarbourFront naik Sentosa Express ini. Bayar dengan kartu yang sama ya.

3. Checklist Barang Bawaan

Untuk barang bawaan, ke Singapura ini menurutku cenderung mirip ya iklimnya sama Indonesia, jadi gak banyak berbeda barang-barang yang diperlukannya. Kira-kira checklist barang bawaan yang biasa kami bawa itu seperti di bawah ini.

Packing

Pakaian dan Perlengkapan Pribadi

Singapura memang negara tropis yang panas dan lembap sepanjang tahun, jadi prioritaskan baju yang tipis dan nyaman. Bawa pakaian sesuai jumlah hari plus satu set cadangan. Jangan lupa:

  • Topi dan kacamata hitam. Singapura terik sekali, terutama siang hari
  • Sunscreen. Harus sih ini kalau mau banyak jalan di luar
  • Sepatu atau sandal yang nyaman. Soalnya akan banyak jalan kaki
  • Payung lipat atau jas hujan. Hujan bisa datang tiba-tiba
  • Baju renang. (kalau berencana ke pantai Sentosa atau kolam renang hotel)
  • Toiletries. Untuk dewasa, seperti aku dan suami, sepertinya sabun dan shampo aman dari hotel sih. Tapi kalau membawa anak-anak, pastikan bawa sabun dan shampo yang sesuai ya. Biasanya kulit anak-anak lebih sensitif soalnya kan. Jangan lupa juga untuk membawa sikat gigi sendiri serta toilettries lain yang diperlukan
  • Handuk kecil. Sebetulnya bisa pakai handuk di hotel ya. Tapi biasanya aku tetap bawa handuk untuk berjaga-jaga
  • Kosmetik. Penting donk ini buat wanitah, hehehe.

Yang Sering Terlupakan: Peralatan Toilet

Ini yang menurutku paling penting dan sering tidak terpikirkan oleh orang Indonesia yang baru pertama ke Singapura.

Toilet di Singapura umumnya tidak menyediakan air atau semprotan air seperti yang kita terbiasa gunakan di Indonesia. Sebagian besar toilet menggunakan sistem kering, dan bidet pun hanya tersedia di beberapa tempat saja, tidak semua.

Jadi solusinya kadang-kadang aku membawa gelas lipat atau tumbler kecil untuk membasuh setelah buang air. Ini kedengarannya sepele, tapi beneran berguna banget sih.

Alternatif lainnya yang lebih praktis adalah membawa bidet traveling, alat semprot portabel yang bisa dibeli online dan mudah dibawa di dalam tas.

Untuk yang Membawa Bayi atau Balita

Bay South Gardens by The Bay

Kalau pergi bersama anak kecil, ada dua item yang menurut kami wajib dibawa:

  1. Stroller. Singapura adalah kota yang sangat ramah stroller. Trotoar lebar dan rata, lift ada di mana-mana termasuk di setiap stasiun MRT, dan hampir semua tempat wisata bisa diakses dengan stroller. Pilih stroller yang ringan dan mudah dilipat agar lebih fleksibel.
  2. Gendongan / baby carrier. Meski stroller sangat berguna, ada situasi di mana gendongan jauh lebih praktis, saat naik bus, di tempat yang ramai, atau ketika anak tiba-tiba ingin digendong dan stroller justru merepotkan. Bawa keduanya tuh diperlukan yaa, stroller untuk perjalanan panjang, gendongan untuk situasi darurat.

Selain itu, jangan lupa:

  • Popok dan tisu basah yang cukup
  • Baju ganti anak ekstra (minimal 3–4 set)
  • Obat-obatan anak (demam, diare, sembelit)
  • MPASI atau snack favorit anak
  • Mainan atau buku kecil favorit untuk di pesawat

4. Keuangan: Budget dan Cara Bayar

Nah, dari sisi keuangan nih, ada beberapa pertanyaan atau hal yang sering sekali membuat penasaran.

Berapa Budget yang Dibutuhkan?

Singapura memang bukan destinasi yang murah, tapi bisa diakali dengan pintar. Untuk kebutuhan makan saja, perkirakan S$30–S$50 per orang per hari, ini sudah termasuk 3x makan di hawker centre atau food court ya.

Kalau sesekali makan di restoran, bisa lebih dari itu.

Jangan lupa siapkan budget untuk:

  • Transportasi (MRT, bus, sesekali Grab)
  • Tiket wisata (USS, Gardens by the Bay, dll)
  • Oleh-oleh dan belanja (bisa di Chinatown, Bugis, dan di beberapa tempat lainnya)

Tips: beli tiket wisata jauh-jauh hari via Traveloka atau Klook, biasanya ada diskon 20–50% dibanding beli on the spot.

Uang Tunai vs. Kartu

Singapura adalah kota yang sudah sangat cashless, hampir semua transaksi bisa pakai kartu. Tapi tetap bawa uang tunai S$ untuk keperluan di hawker centre yang tidak semua menerima kartu, atau untuk pasar-pasar tradisional.

Untuk kartu, seperti yang sudah disebutkan di bagian transportasi, kartu Jenius dengan fitur Visa Contactless sangat berguna. Tidak perlu menukar rupiah ke SGD dulu di money changer, kita bisa atur langsung dari aplikasi Jenius ke mata uang SGD sebelum berangkat.

Selain Jenius, kartu debit atau kredit Indonesia lain yang berlogo Visa atau Mastercard dengan fitur contactless juga bisa digunakan langsung.

5. Komunikasi dan Internet

Bersepeda di Marina Bay Sands

Sebetulnya aku sering sekali melewatkan urusan ini. Bisa jadi karena suami sudah memikirkan lebih detail masalah kayak gini ya, hehe. Jadi biasanya dia yang mengingatkan aku untuk membeli paket roaming agar bisa internetan selama di Singapura.

Aktifkan Paket Roaming Sebelum Berangkat

Cara yang kami pakai setiap ke Singapura adalah mengaktifkan paket roaming dari operator seluler yang sudah dipakai di Indonesia, bisa dari Telkomsel, XL, Indosat, atau lainnya.

Caranya mudah, tinggal aktifkan dari aplikasi atau SMS ke operator sebelum berangkat. Begitu mendarat di Singapura, internet langsung aktif tanpa perlu repot lagi.

Alternatif: Sewa WiFi Portable (MiFi)

Kalau tidak mau pakai roaming, pilihan lainnya adalah menyewa WiFi portable atau yang dikenal dengan sebutan MiFi. Salah satu penyedia yang populer di Indonesia adalah Java Mifi.

Kalian bisa pesan online dan perangkatnya dikirim ke rumah atau bisa diambil di bandara sebelum berangkat.

Keunggulan MiFi adalah bisa digunakan oleh beberapa perangkat sekaligus (hingga 5 perangkat), cocok kalau pergi berkeluarga atau bersama rombongan.

Harganya juga lebih terjangkau dibanding roaming untuk pemakaian panjang, mulai dari sekitar Rp25.000 per hari untuk Singapura.

Namun ada kekurangannya sih yaa, yaitu ada perangkat fisik yang harus dibawa dan dijaga, serta harus diisi daya.

Kalau kalian tipe yang tidak mau repot bawa barang tambahan, roaming mungkin lebih praktis sih.

Pilih mana? Kalau pergi berdua atau sendiri dan punya kartu dengan paket roaming yang masuk akal, roaming lebih simpel. Kalau pergi sekeluarga dengan banyak perangkat, MiFi bisa lebih hemat.

6. Sekilas soal Destinasi

Singapura punya banyak area wisata yang masing-masing punya karakternya sendiri. Sebelum berangkat, ada baiknya sudah tahu mau fokus ke area mana, karena setiap area bisa menghabiskan seharian penuh.

Universal Studios Singapore

Beberapa area yang bisa dipertimbangkan:

Sentosa Island

Kawasan wisata terlengkap. Ada Universal Studios Singapore (USS), S.E.A. Aquarium, Harry Potter: Visions of Magic, Sensoryscape, pantai Palawan, dan masih banyak lagi. Kalau mau puas keliling Sentosa, bisa habis 3–4 hari sendiri.

Kampong Glam & Bugis

Area budaya Melayu yang kental. Bisa mengunjungi Masjid Sultan yang ikonik, lalu menyusuri Haji Lane yang penuh warna. Makanan halal di sekitar sini juga melimpah.

Gardens by the Bay

Super Tree Grove di Gardens By The Bay Singapura
Super Tree Grove

Cocok banget untuk yang bawa anak-anak. Ada area bermain air gratis (Far East Children’s Garden) yang bisa dikunjungi sampai sore, dan malam harinya bisa menonton Garden Rhapsody, pertunjukan cahaya Supertree Grove yang spektakuler dan gratis!

Chinatown

Surga oleh-oleh sih ini menurutku. Dari segi harga lebih kompetitif dibanding tempat lain, cocok untuk belanja souvenir sebelum pulang.

Untuk panduan lebih lengkap soal destinasi wisata di Singapura, bisa baca artikel-artikel aku yang lain ya!

7. Satu Hal yang Perlu Diwaspadai: Kecepatan Kendaraan di Jalan

Beberapa waktu lalu, aku sedih banget dengan berita yang menyebutkan ada anak Indonesia yang tertabrak mobil saat berjalan-jalan di Singapura.

Karena berita tersebut, saat ke Singapura lagi kemarin, aku jadi memperhatikan lagi para pengemudi yang kami temui.

Lokasi Lau Pa Sat di antara gedung perkantoran

Pengemudi mobil di Singapura cenderung melaju dengan sangat cepat.

Aku menyadari ini saat sedang menunggu di tepi jalan bersama suami. Begitu lampu hijau menyala untuk kendaraan, beberapa mobil langsung menginjak gas sekuat tenaga, lajunya sangat cepat dan terasa mengejutkan.

Menurutku, ini kemungkinan karena para pengemudi di sana sudah sangat yakin dengan ketertiban lalu lintasnya. Kalau lampu kendaraan sudah hijau, berarti tidak akan ada lagi pejalan kaki yang menyeberang.

Dan memang itulah yang terjadi di sana, orang-orang sangat patuh terhadap lampu lalu lintas. Tapi bagi kita yang terbiasa dengan kondisi jalan Indonesia, hal ini bisa terasa mengejutkan. Hal ini juga jadi peringatan penting sih, terutama untuk yang membawa anak-anak.

Kejadian anak kecil tertabrak kendaraan di Singapura menjadi pengingat bahwa ketertiban lalu lintas di sana bukan berarti nol risiko, terutama kalau kita lengah.

Jadi, tips penting saat menyeberang jalan di Singapura:

  • Selalu tunggu lampu pejalan kaki berwarna hijau sebelum menyeberang, jangan nekat meski jalan terlihat sepi
  • Begitu lampu pejalan kaki berganti merah, segera selesaikan penyeberangan dan jangan berlama-lama di tengah jalan
  • Kalau membawa anak kecil, pegang tangan anak erat-erat setiap kali akan menyeberang
  • Jangan berasumsi kendaraan akan berhenti untukmu, di sana kendaraan melaju cepat begitu lampu hijau menyala
  • Gunakan zebra cross atau terowongan penyeberangan yang sudah disediakan

Singapura aman, tapi tetap harus waspada ya. Keselamatan keluarga selalu jadi prioritas utama!

8. Makanan Halal dan Tempat Sholat

Sebagai muslim, hal ini beneran jadi kebutuhan banget yaa. Beberapa kali ke sana, kami agak takut mencoba makanan yang macam-macam karena kehalalannya itu. Jadi kami cenderung memilih makanan aman yang ada sertifikat atau logo halalnya saja.

Pilihan makanan halal Lau Pa Sat

Mencari Makanan Halal

Singapura bukan negara mayoritas Muslim, tapi cukup transparan soal kehalalan makanan. Hal ini lumayan bikin aku tenang setiap ke sana sih.

Di beberapa area tertentu, makanan halal sangat mudah ditemukan. Di kawasan Sultan (Kampong Glam) dan Little India, banyak warung dan restoran pinggir jalan yang sudah bersertifikat halal.

Sementara itu, di food court atau hawker centre besar, biasanya ada minimal 1–2 gerai halal, dan menariknya mereka sering memisahkan nampan (tray) khusus untuk gerai halal, jadi sebagai Muslim kita bisa lebih tenang.

Yang perlu diperhatikan adalah, cari logo halal MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura) di setiap gerai. Pegawai Singapura umumnya jujur, jadi kalau suatu makanan belum bersertifikat halal, mereka akan bilang terus terang.

Rekomendasi tempat makan yang sudah aku coba:

  • Lau Pa Sat, hawker centre bersejarah di area CBD, pilihan halal tersedia
  • Newton Food Centre, ramai di malam hari, nuansa autentik, ada yang halal
  • Geylang Serai, kawasan Melayu dengan pasar dan hawker centre yang banyak pilihannya

Tempat Sholat

Masjib Bencoolen

Ini salah satu hal yang kami perhatikan baik-baik saat memilih hotel. Kami sengaja mencari hotel yang dekat dengan masjid, sehingga kalau kamar hotel terasa sempit untuk sholat, kami tinggal jalan ke masjid terdekat.

Menurutku kayak gini tuh udah paling pas karena sangat memudahkan ibadah, terutama untuk sholat berjamaah.

Beberapa lokasi sholat yang mudah ditemukan:

  • Masjid Sultan di Kampong Glam, masjid paling ikonik di Singapura, terbuka untuk umum
  • Masjid Bencoolen, dekat area hotel di Bencoolen, strategis
  • Changi Airport, tersedia prayer room di setiap terminal
  • Banyak mall besar juga menyediakan mushola, tanya ke petugas informasi atau cari “prayer room” di Google Maps

Aplikasi Muslim Pro juga sangat membantu untuk menemukan masjid atau mushola terdekat saat sedang jalan-jalan sih.

Checklist Singkat Sebelum Berangkat

Biar lebih mudah, ini ringkasan checklist-nya:

Dokumen

  • Paspor (min. 6 bulan berlaku)
  • SG Arrival Card (isi H-1 sampai H-3 sebelum berangkat)
  • Tiket pesawat PP
  • Bukti booking hotel
  • All Indonesia Arrival Card (isi sebelum pulang ke Indonesia)

Barang Bawaan

  • Baju tipis sesuai jumlah hari + cadangan
  • Topi dan kacamata hitam
  • Sunscreen SPF 50+
  • Sepatu atau sandal nyaman
  • Payung lipat
  • Toiletries
  • Gelas lipat atau bidet traveling (jangan sampai lupa!)
  • Stroller (kalau bawa balita) ★
  • Gendongan/baby carrier (kalau bawa balita) ★
  • Obat-obatan pribadi dan anak

Keuangan & Komunikasi

  • Uang tunai S$ (cukup untuk beberapa hari pertama)
  • Kartu debit contactless (Jenius atau kartu Visa/Mastercard lain)
  • Paket roaming aktif / pesan MiFi
  • Powerbank terisi penuh
  • Adaptor colokan (tipe G, 3 pin)

Itulah semua yang perlu kalian siapkan sebelum berangkat ke Singapura untuk pertama kali! Sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan ya, yang penting dokumen lengkap, bawaan sudah dipersiapkan, dan tinggal menikmati perjalanan deh.

Kalau ada pertanyaan seputar perjalanan ke Singapura, jangan sungkan tulis di kolom komentar ya. Aku akan coba jawab berdasarkan pengalamanku sendiri. Selamat berencana dan selamat liburan!

Baca juga wisata Singapura lainnya seperti beberapanya ini:

Atau kalian bisa langsung klik ke: https://momopururu.com/tag/singapura/

*Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang sudah beberapa kali ke Singapura, baik berdua suami maupun bersama anak-anak. Informasi seperti harga dan kebijakan imigrasi bisa berubah, selalu cek sumber resmi sebelum berangkat ya.

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.