Traveling

Tips Packing Koper Kabin Supaya Baju Berlima Muat untuk 3 Hari 2 Malam!

Beberapa waktu terakhir tuh ya kalau mau pergi, entah liburan atau staycation saja yang pakai menginap tapi gak terlalu lama, aku seneng banget pakai koper deh. Soalnya, kadang ya bawaan 3 hari 2 malam itu kadang bisa banyak juga (ya maklum ya, kan anaknya 3, hee).

Belum lagi kalau anak-anak maunya bawa di tas masing-masing. Bagus sih, mereka jadi belajar mandiri dan tanggung jawab dengan barangnya sendiri gitu ya. Jadi baju mereka ya tanggung jawab mereka di tas tersebut.

Barang Bawaan ke Lombok
Bawaan berlima seminggu

Tapi pada kenyataannyaa, belum bisa ya bun hal itu dipraktekkan pada anak di bawah 13 tahunan. Soalnya ujung-ujungnya kalau mereka keberatan membawa tasnya, ya tasnya diserahkan ke aku atau suami deh, huahua.

Maka dari itu, sekarang mah kalau short trip gitu, mending sekalian pakai koper aja lah supaya semua baju bisa masuk dan bebas drama bawa berat-berat di punggung.

Jangan salah lho, koper kabin pun bisa muat baju kami berlima, bahkan selama 3 hari 2 malam. Asal pengaturannya yang disesuaikan yaa.

Tetap Melibatkan Anak saat Packing

“Tunggu dulu, kalau disatukan di koper semua, anak-anak jadi nggak belajar mandiri dong?”

Tenang, tenang, walaupun bajunya aku satukan di dalam koper semua, anak tetap bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab dengan yang kami lakukan sebelum bajunya masuk koper kok.

Aku tetap melibatkan anak-anak dengan meminta mereka memilih sendiri setelan baju main, celana, sampai piyama mana yang mau mereka pakai selama liburan. Bebas memilih, asal jumlahnya sesuai kesepakatan.

Jadi begitu aku mau packing, aku minta deh anak-anak untuk memilih bajunya dari lemari lalu diletakkan di alas yang sudah aku siapkan dekat koper.

Setelah itu, baru deh giliran aku menyusun semua bajunya dalam koper yang akan kami bawa.

Baju dalam travel bag lagi
Baju dalam travel bag

Belajar Mandiri dan Tanggung Jawab di Jambore

Untuk pelajaran tanggung jawab dengan barangnya masing-masing awalnya aku memang mau mendidik mereka saat traveling kayak gini kan yaa. Tapi rupa-rupanya, seiring anak gede dan di sekolahnya juga ada acara inap menginap (seperti jambore misalnya), kami pun jadi sedikit terbantu.

Jadi ternyata acara sekolah tersebut lebih bisa membuat anak belajar lebih jauh mengenai tanggung jawab dan kemandirian ini. Beberapa hari sebelum keberangkatan, biasanya kami menyiapkan baju-baju dan barang-barang kebutuhannya bersama.

Aku sih mengawasi dan memberi saran seperlunya saja, sisanya anak sendiri yang menyiapkan barang kebutuhan sendiri. Oh, paling aku juga berperan memberitahu mereka bagaimana cara menyusun barang supaya yang mereka bawa bisa muat di tas sih.

1. Satu Hari Satu Packing cube

Nah, salah satu tips supaya manajemen pakaian ini lebih baik adalah aku meletakkan baju-baju yang sudah disusun untuk dipacking tadi sesuai hari-nya. Berhubung anak-anak sudah gede semua ya, jadi sudah bisa diantisipasi berapa bawaan jumlah bajunya.

Beda dengan waktu anak balita dulu. Kalau itu sih, aku biasanya bawa 2x dari jumlah baju biasanya. Balita kan memang belum bisa diprediksi banget ya gerakan atau kegiatannya. Ada aja lah pokoknya yang bikin mereka bisa ganti baju sampai 4x sehari, ahaha.

Anw, satu hari satu packing cube ini gak betul-betul setiap packing cube itu untuk baju sehari ya. Soalnya ukuran packing cube ini kan berbeda-beda, jadi kalau yang kecil paling isinya baju 1 anak atau 2 anak saja untuk 1 hari. Intinya disesuaikan lagi, tapi tetap metodenya per hari gitu.

Buat aku, cara packing kayak gini sudah paling pas banget buat kami. Soalnya aku sendiri memang sudah mencoba beberapa metode (termasuk metode konmari xp) untuk packing, hehe.

Keuntungan 1 hari 1 packing cube

Kenapa metode kayak gini yang paling pas buat aku? Soalnya saat dijalani, rupanya masalah per-baju-an ini gak hanya selesai di packing dari rumah saja, melainkan saat di tempat penginapannya.

Dengan metode yang lama, koper bisa jadi berantakan begitu dibuka karena semua travel bag bisa dikeluarkan untuk mencari baju tertentu. Nah, kalau sudah dipisahkan per hari seperti ini, kami jadi tinggal mengambil packing cube yang sesuai saja.

Mau mandi sore? Tinggal tarik Cube A. Besok paginya lagi tinggal ambil Cube C. Begitu seterusnya. Isi koper jadi lebih rapi deh kusuka 😀

2. Pisahkan Toiletries

Berhubung kami lebih sering bepergian menggunakan mobil, jadi kami sudah stand by toiletries di dalam mobil. Awalnya sih karena saat kami pulang malam dan kondisi anak-anak di jalan bakal ngantuk dan tertidur.

Nah, supaya sampai rumah sudah tinggal melanjutkan tidur, jadi aku stand by baju ganti dan toiletries agar anak-anak bisa sikat gigi terlebih dulu sebelum naik mobil.

Karena kebiasaan ini, jadi aku jarang banget memasukkan toiletries ke dalam koper ataupun tas traveling utama kami. Kalau naik mobil (atau road trip) ya jadi gak perlu memindahkan toiletriesnya. Kalau naik umum (misal kereta atau pesawat), tinggal angkut toiletries dan masukkan ke dalam tas jinjing tambahan yang memang berisi perbekalan lainnya juga.

Dengan begitu, isi koper juga jadi lebih luas, space untuk meletakkan si kantong toiletries tadi jadi bisa digunakan untuk yang lain. Ya karena ini lah ya jadinya baju kami berlima untuk 3 hari 2 malam bisa muat, hehehe.

3. Satukan Kebutuhan Lainnya dalam Satu Tas

Yap, seperti yang aku bilang di atas, toiletries bisa juga disatukan dengan keperluan lainnya dalam satu tas. Misalnya kami membawa cemilan, ya kami satukan di tas tersebut bersama toiletris (asal kantongnya terpisah juga ya makanan dan peralatan mandi ini).

Jadi tas ini memang tas khusus perintilan gitu supaya kalau mau ambil apa-apa jadi gampang dan gak perlu mengeluarkan dan mengacak-acak isi koper gitu.

Memilih Koper Kabin yang Tepat

Jadi tetap pakai 2 tas donk? Koper dan tas jinjing? Koper juga isinya jadi cuma baju aja donk?

Jadi ada 2 tas, iyes. Tapi yang satu koper, yang satu lagi tas jinjing kecil dan gak memberatkan.

Koper isinya baju doank? Eits, enggak. Soalnya kadang tripod, keperluan renang, juga perlengkapan sholat masuk sini, bahkan kosmetik pun masuk. Keperluan renang itu bukan sekedar baju renang yaa, tapi juga kacamata renangnya. Dan biasanya keperluan renang ini juga menyita banyak tempat (soalnya untuk berlima juga kan, xp).

Maka dari itu, pilihan koper kabin yang sesuai juga penting banget. Bawaan 3 hari 2 malam untuk 5 orang itu lumayan banyak sih. Kalau enggak memilih koper yang tepat, selain berantakan, bisa bisa terlalu berat juga.

American Tourister Rinia SP55 (Cabin Size)

Nah aku kemarin baru aja nemu koper yang pas banget, yaitu American Tourister Rinia SP55 (Cabin Size).

Koper kabin American Tourister

Soalnya dia tuh enteng banget, space dalam koper juga cukup besar. Interiornya tertata rapi dan dilengkapi berbagai saku untuk penyimpanan tambahan. Jadi, packing cubes yang udah aku siapkan tadi bisa masuk dengan rapi.

Terus aku bilang enteng karena koper ini bahannya terbuat dari High Strength Polypropylene (HS PP). Karakteristik utamanya adalah hardcase, tapi gak berat.

Jadi kosongannya tuh ringan, pas diisi juga bukan yang terlalu membebani saat diangkat. Berat iya saat diisi, tapi tetap mudah diangkat dan terlihat kokoh.

Biarpun ringan, dia sangat fleksibel dan kuat banget menahan benturan. Jadi nggak perlu was-was koper pecah pas dipindah-pindah ya. Sudah dilengkapi TSA lock juga malah.

Oh satu lagi yang bikin koper ini asik banget dibawa-bawa yaitu rodanya yang bisa berputar 360 derajat, bikin manuvernya ekstra stabil dan smooth banget. Didorong di bandara, stasiun, atau lobi hotel tuh enak banget lah, sampai anak-anak pun gampang kalau mau bantu dorong.

Baju Kotor Masuk Vacuum Bag

Nah, dulu pernah tuh aku kepikiran memasukkan baju yang mau dibawa ke vacuum bag gitu kan, supaya ringkes sebelum akhirnya pakai packing cube. Berhubung sekarang lebih sering pakai packing cube, plastik vakum untuk bajunya tetap aku manfaatkan, khususnya untuk membawa baju kotor, hehe.

Jadi bisa tinggal cemplang cemplung dan tutup rapat kemudian divakum.

Kalau biasanya packing tuh pulangnya bingung karena gak bisa se-compact berangkat, aku merasa dengan cara ini (berangkat pakai packing cube pulang pakai plastik vakum), bawaannya jadi tetap ringkes 😉

Tim Koper

Yak, aku sekarang tim koper aja kalau ke mana-mana sih. Biar bawaan ringkes, gak terlalu banyak tentengan, dan muat untuk baju banyak.

Pastinya tergantung ukuran kopernya ya. Makanya aku bilang koper kabin ini hanya untuk perjalanan singkat, sekitar 2 sampai 3 harian aja. Lebih dari itu, biasanya pakai koper yang lebih besar atau pakai tambahan tas lagi.

Seperti waktu kami ke Bandung dan Garut awal tahun ini. Selain koper, aku juga membawa tas lain karena menyesuaikan tempatnya. Jadi pembagiannya itu 1 tas per tempat yang dikunjungi, hehehe. Koper kami bawa untuk tujuan terakhir Garut selama 3 hari 2 malam.

Terus, tentunya menyesuaikan tempat juga sih ya. Gak mungkin hiking bawa-bawa koper juga gitu, ahaha. Jadi, selama tempatnya bukan di alam atau camping, ya pakai koper. Tapi begitu udah camping, ganti deh pakai tas ransel 😉

Kalian sendiri, kalau perjalanan dekat atau singkat gini biasanya pakai apa? Untuk yang single sih biasanya ringkas banget ya, backpack pun jadi, ihihi.

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

1 Comment

  1. Terima kasih kerana atas tips yang berguna ini…
    Tapi uncle ni selalunya time packing, uncle biar aunty yang uruskan… Uncle ni setuju saja. Memang unlce ni pemalas! Hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.