“Isti, mau ikut ndak?” Begitu kira-kira isi WhatsApp dari mbak Rien yang diiringi info Trekking Santai di Sentul. Langsung lah aku balas dengan antusias “Yeay, insyaAllah mauu mbak”.
Setelah trekking sebelumnya aku gagal ikut padahal sudah semangat, kali ini aku sudah membulatkan tekad harus ikut. Motivasinya gak muluk-muluk, cuma pengen banget ngerasain lagi bisa mandi di bawah air terjun yang menyegarkan, ihihi.
Dan tentu saja tujuan utamanya tentu me time bersama teman-teman komunitas Food Blogger Indonesia. Plus rupanya trekking kali ini sekaligus untuk merayakan anniversary Food Blogger Indonesia ke 3. Jadi memang meniatkan mau makan-makan setelah trekking.
Pas banget ya kan, setelah capek trekking ke beberapa curug, lanjut makan sampai kekenyangan, hehehe.

Gagal Ikut Trekking Bulan Agustus
Sebetulnya, ini tuh ajakan kedua dari mbak Rien setelah bulan Agustus sebelumnya mengajak untuk trekking serupa ke Sentul juga. Saat itu aku pun sangat antusias, namun rupanya terbentur dengan jadwal lain (sebut saja jadwal naik Genting Dream Cruise), hehehe.
Awalnya memang udah fix banget mau ikut trekking di akhir Agustus itu. Tapi setelah ditimbang lagi, aku akhirnya membatalkan trekking itu.
Kalau dari jadwal sih masih bisa-bisa saja kalau kuat, wkwkwk. Aku bilang kalau kuat soalnya jadwal trekking ini hari Sabtu, sementara aku berangkat untuk naik Genting Dream itu hari minggu. Bisa saja kan ya?
Tapi aku mikirnya aku butuh waktu untuk packing barang plus takutnya setelah trekking, aku butuh waktu untuk memulihkan badan yang pegal-pegal, ahaha.
Setelah akhirnya mengikhlaskan, aku bilang ke mbak Rien kalau aku terpaksa gak bisa ikut trekking kali itu. Sambil aku berdoa semoga akan ada kesempatan trekking bareng lagi di lain waktu.
Alhamdulillah ya hanya berselang sekitar 1 bulan saja, ajakan tersebut ada lagi. Langsung deh aku iyakan, hehe. Jadilah tanggal 19 Oktober 2025 jadi jadwal trekking selanjutnya, yang ternyata juga merupakan perayaan anniversary Food Blogger Indonesia yang ketiga.
Bertemu di Titik Kumpul Weekend.ers Backyard
Ditentukan deh titik kumpul kami di Weekend.ers Backyard yang ada di Taman Budaya Sentul. Untungnya aku sudah beberapa kali ya ke Taman Budaya, jadi langsung tau gitu titik kumpulnya di mana 😀
Aku agak galau nih tadinya, mau nyetir sendiri sampai titik kumpul ini atau naik angkutan umum saja. Galaunya karena berangkat sih oke ya bisa menyetir karena masih segar. Nah, pulangnya yang aku takut kelelahan dan mengantuk, jadi cukup bahaya ya untuk menyetir sendiri.
Tapi ternyata Alhamdulillah suami mau mengantar jemput sampai sana, hehe. Jadi pagi-pagi aku diantar, kemudian sore dijemput di titik yang sama ini. Hati jadi makin tenang deh ya untuk main me time seharian 😀
Drama Salah Kereta
Sekitar jam 7 kurang aku sudah sampai di titik kumpul. Mbak Rien juga sedang otw naik mobil pribadi bersama suami dan satu anaknya. Mbak Rien juga diantar soalnya. Tapi berhubung suami dan anaknya nanti malah bengong menunggu kami trekking, akhirnya mereka pun memutuskan untuk ikut trekking bersama.
Sementara yang lainnya naik KRL Jabodetabek dan berencana bertemu di stasiun Cilebut untuk berikutnya melanjutkan perjalanan ke titik kumpul naik Taksol.
Saat aku sedang berkeliling Taman Budaya sambil menunggu ada kabar yang tak disangka, yaitu mbak Nurul salah kereta dan kelewatan sampai ke Nambo, hyaa. Akhirnya beliau naik kereta balik dan terpaksa terlambat deh.
Kami semua, termasuk aku sih santai kok, bahkan aku jadi bisa bikin konten reels dulu sambil menunggu itu, ahaha. Jadi gak masalah sama sekali sih. Cuma ya gitu, namanya juga jalan-jalan bareng yaa, aduaa aja “drama”nya xp
Ini konten yang berhasil aku bikin kala itu, ahaha:
Track Perjalanan Sempit
Setelah akhirnya kami berkumpul semua, kami melanjutkan perjalanan. Kata mbak Rien sih, trekking sebelumnya mereka memutuskan untuk naik pick up. Mobil pick up tersebut disediakan oleh penyedia trekking ini dengan tambahan biaya lagi.
Kali ini berhubung kapasitas mobil mbak Rien ternyata cukup untuk kami semua, jadilah kami naik mobil mbak Rien sampai di parkiran trekkingnya.
Sepanjang perjalanan dari titik kumpul sampai parkiran rupanya track perjalanannya juga lumayan menantang. Soalnya melewati rumah-rumah penduduk dengan lebar jalan yang cukup sempit. Oh, bahkan kami sempat melewati tempat yang sedang hits sekarang-sekarang ini.
Anw, berhubung jalanannya sempit, mobil kami terpaksa papasan dengan mobil lainnya di beberapa titik. Tapi ada salah satu titik di mana mobil arah berlawanan itu ternyata mundur lagi setelah kami melewati mobilnya.
Pasalnya jalanannya memang menurun, jadi memang wajar ya kalau pakai mobil manual tuh, mobil bisa mundur setelah rem dilepas. Sayangnya, mobil kami masih sangat mepet, sehingga saat mobil tersebut mundur, tergoreslah itu mobilnya mbak Rien T_T
Tentulah kami semua kaget dengan insiden ini. Tapi kami gak mempermasalahkan dan menuntut ganti rugi sih, jadi langsung lanjut saja. Berhubung hari juga sudah semakin siang.
Namun, jadi pelajaran banget nih. Kalau papasan, tahan aja deh sampai semua mobil yang melewati kita tuh betul betul menjauh. Kalau masih di samping dengan lahan yang sempit kayak gitu, ya berpotensi menggores mobil lainnya gini soalnya 🙁
Target Trekking ke 4 Curug

Setelah melalui perjalanan yang lumayan menegangkan (haiyah, menegangkan karena jalanannya sempit itu ya, takut papasan lagi :D), kami akhirnya sampai di parkiran dan langsung saja memulai petualangan trekking kami.
Kali ini kata guide yang mendampingi kami, kami mau ke rute curug Cibingbin dan akan bertemu dengan 4 curug yang ada didalam area curug Cibingbin tersebut. Keempat curug yang dimaksud adalah curug Cibingbin, curug Tiga Perjaka, curug Cisalada, dan curug Ngumpet.
Seusai melalukan doa bersama, kami langsung saja berangkat bermodalkan trekking pole yang juga sudah disediakan oleh mereka. Jadi setiap orang memang mendapat trekking pole ya kalau trekking di Sentul ini.
Rute Sungai dan Tanjakan Curam
Informasi dari guide-nya, rute kali ini akan melewati beberapa sungai kecil jadi aku memang sudah bersiap basah-basahan dan sudah mengikhlaskan sepatunya basah, hehe.
Setelah berjalan sebentar, rupanya ada yang tertinggal di mobil, yaitu balon dan juga lilin ulang tahun. Kedua benda ini akan kami gunakan untuk melakukan perayaan kecil di tempat makan nanti soalnya, jadi memang ada yang harus balik lagi, ihihi.
Untung mbak Rien mengajak suami dan anaknya sih, jadi mereka yang terpaksa balik lagi ke mobil untuk mengambil balon dan lilin tersebut.
Baru berjalan beberapa jauh lagi, kami sudah langsung melewati jembatan yang bawahnya sungai kecil. Tidak lama kemudian, kami melalui sungai-nya langsung, ahaha. Di sinilah mulai basah-basahannya.




Berhubung aku memang sudah berniat basah-basahan, jadinya gak ragu-ragu untuk menerjang sungainya. Arusnya gak terlalu besar kok, karena ini memang aliran kecil.
Tapi pemandangannya lumayan bagus sih, jadi kami sempat foto-foto deh sebentar.
Bukan hanya sungai saja yang ada di rute kali ini, tapi juga kami melewati sawah dan juga tanjakan yang cukup curam. Benar lah disediakan trekking pole satu per satu, soalnya sangat sangat terpakai untuk membantu kita mengangkat badan saat tanjakan itu 😀
Istirahat Sejenak di Warung
Kami sempat istirahat sebentar di tanah yang agak lapang gitu. Di situlah guide-nya menunjuk kalau bangunan yang kami lihat dari bawah adalah warung yang akan kami datangi untuk makan-makan setelah trekking.

Nah, jalur menuju warungnya ini yang cukup menantang. Soalnya seperti yang sudah dilihat dari bawah, warungnya itu memang berada di tempat yang cukup tinggi, jadi ya kami juga harus menanjak di tanjakan yang cukup curam deh.
Lumayan harus berhati-hati ya di jalur ini, soalnya takut jalanannya licin. Memang ada batu-batuan juga, tapi cenderung licin kalau tidak menggunakan alas kaki yang sesuai.
Setelah lumayan ngos-ngosan, kami akhirnya sampai juga di dataran yang lebih tinggi menuju warung makan tersebut. Langsung deh kami memesan es kelapa segar yang diminum langsung dari kelapanya, hitung-hitung mengisi tenaga lagi sebelum melanjutkan ke rute yang lebih menantang lagi xp



Tapi ada cerita sedikit menyebalkan sih di sini. Selagi enak-enaknya minum es kelapa dan foto-foto, datang rombongan lain yang berisikan beberapa laki-laki dan perempuan paruh baya.
Bukan kedatangan orang lain ini yang bikin menyebalkan. Kalau datang dan makan saja sih masih gapapa banget lah, lha wong di warung ya, jadi semua yang lewat ya boleh saja mampir dan makan.
Tapii, beberapa laki-laki yang sudah agak tua itu iseng kepada kami dan menggoda beberapa dari kami, termasuk aku, mbak Nurul, dan Manda. Sebel banget dan membuat kami jadi gak nyaman.
Daripada berlama-lama menghadapi kesebelan itu, ya kami lanjut saja lah, toh memang kami belum sampai di tujuan utama juga ya.
Tapi sih aku berharap, semoga berikut-berikutnya berkurang deh pengunjung trekking yang kayak gitu. Kalau bisa mah ramah tamah ya ramah tamah aja, bukan cat calling kayak gitu.
Langsung Mandi di Curug Cibingbin
Anw, setelah lanjut berjalan dari warung, rupanya gak begitu jauh kami sudah sampai di pintu masuk curug Cibingbin ini.

Jalan beberapa meter lagi, sampai deh kami di curugnya. Begitu melihat curugnya, wuih, aku seneng banget dan tidak sabar untuk guyuran air curugnya, ahaha. Segera deh aku mencari tempat yang PW untuk berendam sebentar.
Untungnya aku sudah menitipkan hp ya ke mas Sopian, salah satu guide yang menemani kami. Jadi sempat ada foto-fotonya saat aku berendam ini deh, hehe.


Rupanya yang lain gak mau nyemplung dan bajunya masih pada kering. Cuma aku saja yang basah, ahaha. Kayanya gak mau pada nyemplung karena terhitung ramai di sini dan jadi gak bebas.
Usai aku diajak lanjut dan memutuskan untuk “mentas” alias menyudahi waktu berendam di Cibingbin ini, aku baru sadar kalau sepatuku rusak huhuhu.
Rupanya sepatu yang sedari tadi aku gunakan sudah sampai batasnya dan akhirnya “mangap” alias alasnya terlepas dari badan sepatunya. Untungnya suami mbak Rien membawa sendal, jadi aku pakai sendal itu untuk melanjutkan perjalanan.
Begitu melanjutkan perjalanan ke curug selanjutnya, ka Nik dan Ria gak ikut kami. Jadi mereka beristirahat di warung yang ada di area curug ini. Oiya, di sini juga tersedia mushola dan kamar mandi yang proper ya, jadi kita bisa mandi dan berganti baju di area curug Cibingbin ini dengan nyaman.

Melewati Curug Pengantin.
Dari curug Cibingbin ini, aku sempat penasaran sih, perjalanan selanjutnya lewat jalan mana? Karena kayak gak terlihat lagi gitu rute trekking selanjutnya.
Ternyata ada semacam “pintu” gitu yang langsung menuju jalanan berundak seperti tangga. Di sini kami harus ekstra berhati-hati karena sisi kiri kami langsung jurang gitu, jadi kami memang jalan pelan-pelan.
Karena takut sandal yang aku pakai licin, jadinya aku terpaksa nyeker sebentar di sini. Soalnya jalanannya juga berupa tanah gitu, jadi aku beneran takut kepeleset kalau pakai sandal karet.
Di tengah perjalanan menuju curug Tiga Perjaka, rupanya ada satu curug kecil juga yang diberi nama Curug Pengantin.
Tebakan aku sih diberi nama curug Pengantin itu karena aliran air terjunnya ada dua seperti berpasangan gitu ya, ahaha. Tebakan ngasal.
Tapi kami masih melanjutkan perjalanan ya dari sini. Cuma sempat berfoto sebentar saja bersama semua orang yang tadi lanjut berjalan.
Soalnya tadi kan tujuan perjalanan kita selanjutnya curug Tiga Perjaka ya, jadi fokus kami ya menuju sana deh 😀

Foto-foto di Curug Tiga Perjaka
Dari curug Pengantin, kami lanjut melalui rute yang agak hutan dan menanjak. Aku masih takut terpeleset karena jalanannya juga tanah sih, tapi kali ini aku beranikan pakai sandal. Soalnya permukaan kali ini juga didominasi oleh batu-batuan, jadi agak sakit ya kalau jalan bertelanjang kaki.
Tidak berapa lama, kami sampai di curug Tiga Perjaka dan melihat-lihat sebentar. Di sini lahannya didominasi oleh batuan besar gitu yang sedikit menyembunyikan curugnya.
Nah, kalau mau nyemplung-nyemplung lagi dan main air, kami harus ke bawah dan melalui jalur air yang seperti gang sempit. Berhubung suami dan anak mbak Rien sudah nyemplung dan sampai ke area air terjunnya, aku jadi berani juga untuk menghampiri air terjunnya itu dan “mandi” lagi di bawahnya.


Kami foto ramai-ramai deh di sini. Ternyata dari angle tertentu, terlihat kalau ini tuh terdapat 3 curug gitu yang mengalir. Mungkin karena itu ya dinamakan curug Tiga Perjaka, ahaha. Another tebakan ngasal xp
Berenang Seru di Curug Cisalada
Dari curug Tiga Perjaka ini, kami masih harus menempuh rute yang semakin menantang lagi. Kali ini kami menanjak melalui batu-batu besar yang ada di sisi kanan curug Tiga Perjaka ini.
Hanya berselang beberapa menit saja kami sudah sampai di curug Cisalada, yang dari sini terlihat juga curug Ngumpet sedikit karena masih satu aliran.
Di curug ini deh kami bisa berenang-renang sedikit karena permukaannya memang seperti kolam dengan ketinggian yang lumayan. Gak terlalu dalam, gak terlalu cetek juga, pas deh.


Sayang aku gak berani (dan gak kuat sih, huhuhu) untuk bisa guyuran di air terjunnya lagi, gak seperti ka Nik yang asyik bermain sendiri di tengah air terjunnya itu, ahaha.
Paling aku akhirnya naik ke atas lagi, ke jalur curug Ngumpet dan mencari-cari aliran air terjun lainnya. Lumayan lah ya, jadi ada di antara air-air terjun gitu, ihihi.
Menyelesaikan Tantangan ke Curug Ngumpet
Setelah beberapa lama di curug Cisalada, aku pikir kami sepakat untuk tidak melanjutkan ke curug Ngumpet semuanya. Tapi gak lama, aku melihat guide (sebut saja mas Sopian) sedang menemani suami dan anak mbak Rien untuk sampai ke curug Ngumpet.
Aku langsung menyusul mereka deh, karena belum jauh dan jalurnya juga gak terlalu panjang ya. Hanya saja lebih menantang lagi sampai-sampai naiknya melalui tangga yang lurus gitu yang terpasang di batuan besar menuju curug Ngumpet ini.
Akhirnya aku dan ka Nik berhasil menyusul mereka, jadilah kami berempat (plus guide tentu saja) yang sampai ke curug terakhir ini dan berfoto-foto sebentar.


Huaah, puas banget aku karena berhasil menyelesaikan sampai ke curug terakhir begini. Targetnya memang sampai sini kan, jadi ya ada kepuasan tersendiri aja gitu sudah bisa menyelesaikan sampai akhir 😀
Setelah puas bermain air, kami lalu turun deh. Aku segera menyusul yang lain karena sudah tertinggal jauh. Tapi ka Nik bareng suami dan anak mbak Rien serta guide rupanya sempat berhenti sebentar lagi di curug Tiga Perjaka.
Soalnya sebelum ini ka Nik belum sempat main-main di curug tersebut, jadi deh dipuas-puasin sebelum pulang yaa.
Merayakan Anniversary Food Blogger Indonesia ke-3
Nah, kami memutuskan untuk bilas dan bersih-bersih di warung yang sempat kami singgahi tadi. Ya memang dari awal guide juga sudah bilang kalau kami akan makan di sini sih, soalnya kami tuh pesan yang sudah plus makan siang gitu lho.
Jadi setibanya kami di warung ini lagi, makanan sudah mau disajikan satu per satu. Mulai dari nasi liwet, lauknya berupa ayam dan tahu tempe, serta teri jengkol yang manteb bener.

Berhubung trekking kali ini sekaligus untuk merayakan anniversary Food Blogger Indonesia yang ketiga, kami sekalian menyalakan lilin dan meniup balon angka 3 di sini.
Setelah berfoto dan berdoa sebentar mengharapkan keberkahan, baik keberkahan untuk komunitas Food Blogger Indonesia maupun keberkahan kami semua, kami lalu menyantap hidangan yang sudah tersaji cantik.
Seru dengan Segala Dramanya

Puaass banget ya rasanya, setelah capek trekking melalui jembatan, sungai, persawahan, sampai jalanan menanjak yang curam, kami bisa menikmati segarnya air terjun dan ditutup dengan makanan yang nikmat dan mengenyangkan.
Maka nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan
Rasanya pas banget ya diucapkan saat ini, ihihi.
Walaupun memang terjadi lumayan banyak drama, tapi hal tersebut tidak mengurangi keseruan perjalanan ini tentunya.
- Ada yang salah kereta
- Mobil kebaret saat papasan
- Ketinggalan balon ulang tahun dan lilin, jadi balik lagi ambil ke parkiran, untungnya masih deket sih xp
- Sepatu mangap
- Ada yang nyaris pingsan (tapi malah sampai Curug terakhir)
- Dideketin aki2 ganjen di warung
- Balon doyong
- Mbak Rien doyong di meja lesehan
- Ketinggalan celana
- Gunting warung kebawa pulang
- Tas ketinggalan di SPBU
Malah aku bilang dengan adanya drama-drama yang terjadi, perjalanan ini jadi lebih berwarna dan sulit dilupakan 😀




Budget Trekking di Sentul
Mau dispill budget nih beneran?
Untuk private trip kayak gini per orang itu cukup 150 ribu rupiah saja, tapi minimal harus 3 orang ya. Nah, ada lagi plus paket makan siang, tambah 40 ribu per orang. Jadi kira-kira budget yang harus disiapkan tuh 190 ribu per orang untuk bisa trekking di Sentul kayak gini.
Kami kebetulan kemarin pakai penyedia tur trekking Sentul yang namanya Zona Trekking Sentul. Sebetulnya sudah banyak kok penyedia jasa trekking Sentul kayak gini juga, tinggal pilih yang paling sreg di hati saja, hehe.
Harganya pun rata-rata sama ya 😉
Next-nya aku pengen ngajak anak-anak trekking lagi sih ke sini. Cobain jalur yang ramah anak lainnya deh yaa. Soalnya beberapatahun lalu kami pernah ngajak anak trekking Sentul juga dengan jalur yang sangat ramah anak, jadi kali ini mau mengambil jalur yang lainnya 🙂

Gemes sama para lansia itu, ini jadi perjalanan seru yang makin berkesan justru karena ada drama-dramanya hahaha bakalan inget terus sih, semangat kita latihan kaki ya mba biar bisa jelajah sentul atau jauhan lagi
Semangaatt. Sampai bertemu di trekking berikutnya Ri, ihihi.
Perjalanan super komplit soal rasa. Lelah, sedih, penuh sukacita dan banyak rasa nikmat lain.
Terima kasih banyak kalian, Oktober-ku menjadi sangat lengkap dengan adanya trekking sama kalian.
Aku jadi tahu lebih dekat Isti, aku seperti melihat diriku di usiamu dulu ha ha ha. Penuh semangat dan berpetualang. Semoga nanti di beri rejeki bisa jalan bareng ya Isti. Seru banget dan benar-benar recharge.
Iyaa, satu momen banyak cerita gini jadi seru dan jadi kenangan yang gak terlupakan yaa.
Ihihi Aamiin, semoga diberi rejeki bisa jalan bareng lagi kita ka. Seruu ya jalan bareng dengan ketertarikan yang sama gini, jadi bisa eksplor ke manapun kayanya kita. ahaha
Saat tinggal di Jawa, baru paham Curug itu modelnya seperti itu
Kalau di kampung halaman seringnya cuma disebut dengan kata awaln “Air Terjun blabla…” sesuai dengan penamaan (baik itu daerah atau memang sudah ada namanya sejak dahulu karena kisah kisah menyertainya)
Lihat mbak bisa trekking gini, saya jadi tertantang karena selama ini cuma jalan kaki saja melewati gang agar jantung lepas dari iskemik segera
Segerrr bangettt
aku mau jugaa trekking kek gini
menyatu dengan alam.
bisa menjadi terapi untuk jiwa orang orang urban yg kelelahan
Seru banget ya dengan segala dramanya itu. Hahaha…
Saya kira kedepannya bakalan banyak trip seru ke Curug yg diikuti teman2 blogger nih
Bisa jadi virus beracun yg terus menular nih acara seperti ini
Alhamdulillah, masih kuat, masih bisa main di alam, masih bisa melihat keindahan yg rasanya itu hanya ada di AI aja, padahal nyata dan berada di sana secara langsung
Wah seru banget ya trekking Sentul ini bisa sekalian refreshing dan olga jadi bikin sehat semua anggota tubuh ..btw itu gimana ceritanya Mbak Nurul bisa bablas sampai Nambo hehehe
Daku tadinya mau ikut, hanya aja masih belum pede dengan kaki, takut nantinya malah merepotkan hehe.
Apalagi pas baca tikum nya daku ndak paham huhu, jadilah belum ikutan dulu.
Alhamdulillah-nya bisa baca cerita dari manteman, jadi ikut merasakan kesegaran treking di Sentul ini. Lihat curugnya dan bagaimana drama sepanjang perjalanan hehe, jadi bumbu kisah yang kalo menurut daku harusnya gak hanya dipasang di blog, tapi dijadikan kumpulan cerita antologi
Wisata alam itu memang paling menyenangkan. Menikmati pemandangan alam indah plus olah raga jadi satu. Banyak manfaatnya banget deh. Meskipun capek pasti pegel pegel pas sampe di rumah tapi terbayarkan oleh pengalaman indah nan menyenangkan selama perjalanan dan saat di tempat tujuan.
Drama salah turun stasiun/salah kereta itu bakal diingat sampe kapanpun tuh. Ini cerita yang seru buat diingat. Emg kalo liburan tuh rasanya malah ga inget nama stasiun/apapun sih.
Duh airnya seger bgt deh. Salah satu wish listku dulu bisa main di salah satu curug apapun deh, asal Bogor. Tapi ternyata dari stasiun Bogor jg msh lama yak ke lokasinya. Blm lagi naik angkot dan uang masuk sana-sini. Kebetulan ga ada temen lokal yg bs nemenin, batal deh.
Kalo wisata kyk gini, jdnya lbh aman krn udh ada yg tahu lokasi. Uhh smg bs ke sana deh suatu saat nanti.
Seru banget mbak acara trekking. Pemandanganya indah. Seneng bangey lihat yang hijau-hijau gitu. Curugnya juga cakep-cakep. Tapi kayanya yang paling estetik curug ngumpet ya. Setelah lelah jalan seharian, ditutup pakai acara makan bareng itu nikmat sekaliiiii…. Apalagi harga paketnya juga masih terjangkau.
Asyek banget trekking. Udah pengen dari lama tapi juga belum keturutan niiihh. Yg pertama dulu krn mau ke Ancol, eh, demo, gak jadi. Kedua karena lagi bokek wkwk, eh ternyata aku di hari yang sama ke Bogor juga krn ada kerjaan.
Semoga nanti kalau ada ajakan trekking lagi bisa ikutan 😀
BTw aku kalau tahu ada warung di dataran tinggi gitu suka ovt, mereka nih bawa barang belanjaannya gimana yaa haha 😀
Weleh trekking pun kena godaan bapack2 tuwa. Mereka warlok atau pengunjung juga tu?
Asyek banget bisa basah2an. Kok iso rusak sepatunya? Kok nggak pakai sandal gunung aja? Kalau pakai sepatu apa sejenis sepatu olahraga atau sepatu yang direkomendasikan apa ya?
Soalnya aku kalau jalan kek gitu andalanku sandal gunung hehe
Nah, abis ini aku pakai sendal gunung baru, ahaha. Soalnya waktu itu emang belum punya sendal gunung, jadi aku pake yang ada aja, kebetulan sepatu itu memang umurnya udah lama, jadi kayanya udah mau tutup usia. Dan trekking itu pas banget jadi penutupan dia deh, wkwkwk.
Nextnya trekking sama anak-anak yo pake sandal gunung, Alhamdulillah lebih nyaman. Tapi giliran sandal gunung anakku yang copot, wakaka. Tapi lagi-lagi umurnya memang udah lama, jadi kayanya emang udah waktunya xp
Yeah…akhirnya setelah sebelumnya ga jadi ikut trakking, kali ini bisa seru -seruan ya Mbak. Dan tetap istimewa karena peringatan ultah food blogger ke 3. Terus kerennya Mbak Isti bisa menyelesaikan 4 Curug. Jadi ada fotonya semua di tiap Curug, walau ada drama sepatu manggap hehehe. Untung dunia dan anak Mbak Rien ikut. Jadi mereka sergap termasuk pas balon dan Lilin ultah ketinggalan di mobil.
Seru ini trakking di Sentul. Banyak Curug yang bisa didatangi. Terus biaya yang dikeluarkan juga masih terjangkau. Kapan-kapan jadi pengin ke sana. Seru… Apalagi bareng-bareng.
Mbak ini untuk sampai ke curug terakhir perlu waktu berapa lama? Seru banget ya perjalanannya. Aku juga pernah trekking di tahura sultan adam cuma kayaknya jaraknya pendek aja dan baru tahu kalau trekking itu turunnya lebih capek dan berbahaya
Wah, asyik banget nih bisa treking bareng ke Curug Cibingbin. Meski awalnya ada drama salah kereta tapi itu jadi cerita yang berkesan buat dikenang. Seger banget tuh air di curugnya. Seneng juga liat pemandangan sekelilingnya. Asri dan sejuk
Seru maksimal. Serasa beneran ikutan ke kegiatan tersebut 🤩🤩🤩 aku pun trekking nya gagal terus. Yang Agustus aku sudah daftar dan fix ikut ekh menjelang hari H malah ada dispo buat nugas huhuhu.
Gapapa, semoga next time ada waktu yang pas biar bisa ikutan keseruan trekking. Duh, turut sedih dengan kerusakan mobil mba Rien yang tergores. Semoga diganti dengan rezeki berlimpah aamiin.
Ini trekking sekaligus perayaan 3 tahun FBI 💯🤩 Is the best. Curug di sekitaran Sentul emang bagus bagus dan nyaman. Apalagi di musim yang tepat ya. Airnya melimpah. Btw foto-fotonya pun cakep deh. Suka banget sama perjalanan kalian yang beneran berasa maksimal. Healing & refreshing, totally pas pulang fresh.
Ini acara nyasar dan segala ceritanya bikin keseluruhan memori jadi kuat banget ya Mbaaaakk.. pasti inget trekking ke Curug langsung inget rangkaian dramanya juga >.<
Ah senang bisa trekking bareng bareng seperti ini ya mbak
Sepanjang perjalanan pasti seru dan ada banyak cerita ya
Pemandangan di Curug juga bagus banget
Terbayar lah ya meski ada drama salah kereta
Seruu banget Mbak Isti, ternyata bareng temen2 blogger lain gak hanya ke 1 curug tapi ke beberapa curug.
Selain wajib bawa baju ganti juga wajib bawa sepatu / sandal cadangan ya.
Jadi pengen ngajak Saladin trekking juga.
kalau trackingnya rame-rame kayak gini, capek pun nggak terasa banget ya, apalagi kalau temen-temennya seru semua. Jadi kangen nge-tracking pas baca ini hahaa
memang awal-awal mau tracking kayak mikir “bisa ga ya sampe finish”, tapi akhirnya berhasil juga sampe finish
Aku belum pernah ke daerah Sentul, apalagi sampe tracking. Bawaannya kalau melihat curug gini, pasti pengen bersentuhan dengan airnya yang seger itu
Serunya trekking bareng rame-rame ya mbak. Sekalian mengobati rasa kecewa karena ga bisa ikut trekking sebelumnya. Drama yang hadir memang jadi kenangan manis, nantinya pasti seru kalau ketemuanterus cerita-cerita lagi wkwkwk
Jujurly aku belum pernah, tapi pengen nyoba juga