Traveling

Persiapan Lengkap Liburan Road Trip ke Bali Bersama 3 Anak Beserta Checklist-nya

Kami kan road trip ke Bali ini di akhir pandemi ya, dengan mobil sendiri, tiga anak perempuan, bagasi yang lumayan penuh.

Gimana gak penuh ya kan, kami tuh merencanakan bakal di Bali selama hampir 2 minggu. Jadilah selain koper dan barang-barang lain, kami juga membawa satu stroller.

Bukan karena nekat (well, sedikit nekat sih xp), tapi karena persiapannya juga sudah kami pikirkan jauh-jauh hari.

Waktu pertama kali menyampaikan mau jalan-jalan ke Bali ini sebetulnya suami ragu karena kala itu masih masa pandemi. Akhirnya kami mencoba ide untuk road trip saja ke Bali alias ya naik mobil saja supaya meminimalisir bertemu dengan orang banyak di kendaraan umum.

Awalnya sih memang aku dan suami sempat memiliki sedikit keraguan akan ide road trip tersebut ya. Tapi rasa antusiasnya lebih besar dari keraguan yang kami miliki. Jadilah kami mantap mau melakukan road trip ke Bali ini.

Plaza Garuda GWK

Nah sebetulnya perjalanan ke Bali ini sempat tertunda juga, karena saat kami mantap mau pergi, wabah covid malah kembali mengalami puncaknya. Sehingga kami putuskan untuk menunggu sampai reda kembali agar kami sekeluarga juga tidak menyebarkan virus ke daerah lain ya.

Ditambah saat itu Nara juga masih 2,5 tahun, jadi kami juga butuh persiapan yang cukup ekstra untuk membuat si batita ini nyaman selama menjalani panjangnya perjalanan.

Dengan mempertimbangkan waktu serta memikirkan persiapan lebih matang lagi, perjalanan ke Bali di akhir pandemi lalu malah jadi perjalanan paling berkesan yang pernah kami lakukan.

Salah satu kunci suksesnya adalah persiapan yang matang. Bukan persiapan yang super detail dan strict gitu tapi ya, melainkan persiapan yang cukup untuk membuat kami merasa tenang memulai perjalanan, dan cukup fleksibel untuk membiarkan perjalanan itu sendiri yang menjadi cerita.

Nah, kalau kalian juga berencana liburan ke Bali bersama anak-anak, ini checklist lengkap persiapan kami yang bisa kalian jadikan referensi. Semoga bisa menbantu ya 😉

1. Buat Itinerary Kasar Dulu

Banyak sekali aku menemukan itinerary itu detail banget sampai jam per jam, sehingga mereka betul-betul memikirkannya sebelum berangkat. Tapi aku sendiri bukan orang yang bikin itinerary per jam gitu. Aku lebih ke membuat itinerary kasar per hari saja, hee.

Misalnya hari ini pergi ke satu atau dua tempat wisata saja. Tempatnya sudah diriset terlebih dulu sih dari rumah, tapi waktunya menyesuaikan saat perjalanan nanti.

Itinerary ke Bali

Soalnya buat aku pribadi, untuk perjalanan panjang kayak gini tuh, itinerary yang terlalu kaku justru bisa jadi sumber stres.

Jadi yang kami lakukan adalah membuat itinerary kasar berdasarkan zona/area Bali dulu.

Soalnya Bali itu luas ya, jadi kalau tidak dipetakan dari awal, kita bisa buang banyak waktu di jalan karena bolak-balik daerah yang sama.

Jadi langkah pertamanya adalah membagi Bali ke beberapa zona, lalu menentukan tempat wisata apa yang ingin dikunjungi di setiap zona tersebut.

Pembagian Hari Berdasarkan Zona/Area Bali

Ini pembagian zona yang kami lakukan waktu road trip 13 hari kemarin:

Zona 1: Bali Utara (Lovina) – 2 hari 1 malam

Target utama kami di Bali Utara ini adalah dolphin chasing di Pantai Lovina. Yaitu melihat lumba-lumba di habitat aslinya saat sunrise.

Begitu target ini tercapai, kami langsung lanjut ke zona berikutnya. Tidak perlu berlama-lama di sini kalau tujuannya sudah jelas yaa.

Kami pilih ke Bali Utara terlebih dulu juga karena pelabuhan tempat kapal bersandar memang lebih dekat ke Utara, jadi begitu kami menjejakkan kaki (roda mobil sih yang sampai Bali xp), kami langsung meluncur ke Utara ini.

Zona 2: Kintamani/Danau Batur – 1 malam

Sunrise di Gunung Batur
Sunrise di Gunung Batur

Area ini kami jadikan persinggahan satu malam sebelum turun ke Ubud, sekaligus untuk hiking Gunung Batur dini hari dan menikmati sunrise di sana.

Ide mengajak anak-anak hiking ke Gunung Batur ini adalah ide suami. Sementara ide dariku adalah menginap di tepi danau Batur, hehe. Jadi kami bisa menikmati danau dan gunung sekaligus 😀

Oiya, sewaktu kami hiking ini, begitu sampai di puncak sebetulnya guide sudah memperingatkan agar kami gak boleh membawa makanan keluar warung (di puncak ini ada semacam warung gitu yaa).

Nah, si Nawa (anak kedua) rupanya belum mendengar peringatan tersebut, jadi dia sempat kelepasan membawa makanan keluar. Peringatan tersebut dibuat bukan tanpa alasan donk, tapi karena hampir pasti makanan yang ada di tangan kita akan direbut oleh monyet.

Betul saja, begitu Nawa melangkah keluar warung, langsung saja ada monyet yang menyambar makanannya dan membuat dia kaget, ahaha. Untunglah anaknya gak sampai menangis sih 😀

Zona 3: Ubud – 3 hari 2 malam (tapi kami extend jadi 4 hari 3 malam)

Ini zona favorit kami sih. Tempatnya nyaman, banyak aktivitas alam dan edukatif untuk anak-anak, dan ternyata lebih betah dari rencana awal.

Wisata: Bali Zoo, Campuhan Ridgewalk, Tegalalang Ricefield, Monkey Forest, Pondok Pekak Library (membuat liontin perak).

Zona 4: Canggu/Seminyak – 3 hari 2 malam

Zona ini lebih urban dan modern ternyata. Cocok untuk belanja oleh-oleh, kulineran, dan playground anak.

Selama di Canggu ini kami bertemu teman dan juga mengajak anak bersantai sejenak serta suami beristirahat menyembuhkan punggung serta kakinya yang pegal hasil hiking ke Gunung Batur dan jalan seharian di Bali Zoo sebelumnya.

Wisata: Beli oleh-oleh di Joger, Hide n Seek Playground (di Sunset Road, sekalian mampir dalam perjalanan ke Nusa Dua).

Zona 5: Nusa Dua – 2 hari 1 malam

Kami jadikan ini sebagai “penutup” perjalanan dan sengaja mencari hotel pinggir pantai untuk leyeh-leyeh sebelum perjalanan pulang yang panjang.

Wisata: GWK Cultural Park, Pertunjukan Tari Kecak Uluwatu, bersantai di pantai Nusa Dua

Dari pembagian zona ini, kita jadi bisa memperkirakan berapa hari total di Bali dan mana yang bisa dipangkas atau diprioritaskan sesuai waktu dan budget yang ada.

Gunakan peta (Google Maps sudah cukup) untuk mengecek posisi tempat wisata satu sama lain, supaya perjalanan dalam satu hari tidak zigzag dan melelahkan. Aku bahkan sampai menyimpan setiap tempat wisatanya di Google Maps sendiri seperti ini:

Tempat wisata yang disave di Google Maps

2. List Hotel Dulu, Booking Belakangan

Ini strategi yang mungkin terdengar aneh ya, yaitu kami tidak booking semua hotel dari rumah. Yang kami lakukan adalah membuat list hotel kandidat di setiap zona, lalu booking H-1 atau bahkan langsung di sana.

Kenapa? Karena kalau perjalanan bisa extend (seperti yang terjadi di Ubud), kita tidak terikat jadwal. Lagipula, harga hotel di Bali sering kali lebih fleksibel kalau booking langsung atau on the spot, terutama di luar peak season.

Tapi ini bukan berarti semua hotel kami biarkan tanpa konfirmasi. Untuk malam pertama setibanya di Bali itu tetap kami pastikan dari rumah, biar tidak kelimpungan cari tempat menginap setelah perjalanan panjang.

Ini hotel yang kami gunakan waktu road trip 13 hari, sebagai referensi:

ZonaHotelCatatan
Lovina (Bali Utara)Hotel di pinggir pantai LovinaBooking dari rumah karena malam pertama di Bali
Kintamani/Danau BaturVolcano Terrace BaliPinggir danau, dekat titik pendakian Gunung Batur
UbudAdiwana Arkara Resort (kini Arkara Dijiwa Ubud)Villa private pool, booking H-1, akhirnya extend karena betah
CangguSedasa (guest house)Lebih budget-friendly, cukup untuk 3 hari 2 malam
Nusa DuaHotel MerusakaPinggir pantai, kamar lega untuk berlima

Hotel yang paling berkesan buat kami tuh tentu saja Arkara Dijiwa Ubud villa dengan private pool di bawah 1 juta per malam saat itu, dan begitu check-in langsung kami putuskan extend karena terlalu nyaman untuk segera ditinggalkan.

Begitulah untungnya tidak booking terlalu kaku dari jauh-jauh hari yaa.

Tips waktu menyusun list hotel kandidat yang kami lakukan adalah mengecek dulu apakah family-friendly, ada extra bed atau kamar yang cukup untuk berlima, ada kolam renang yang aman untuk anak, dan lokasinya dekat dengan tempat wisata yang ingin dikunjungi di zona tersebut.

3. Rencanakan Budget Secara Realistis (dan Sisihkan Dana Tak Terduga)

Setelah itinerary kasar dan list hotel siap, saatnya menghitung budget. Kira-kira komponen yang kami hitung itu meliputi:

Transportasi:

  • BBM untuk perjalanan Depok–Pelabuhan Merak (pulang pergi)
  • Tiket kapal feri penyeberangan Merak–Bakauheni… eh, Ketapang–Gilimanuk
  • Biaya tol selama di perjalanan
  • Bensin selama keliling Bali

Akomodasi:

  • Estimasi biaya hotel per malam di setiap zona (cukup ambil rata-rata dari list kandidat)

Wisata:

  • Tiket masuk tempat-tempat yang sudah dilist di itinerary

Konsumsi:

  • Ini yang biasanya paling besar! Berlima, makan 3x sehari, 13 hari, angkanya lumayan banget! Kami biasanya pakai patokan biaya makan per hari x jumlah hari.

Oleh-oleh:

  • Jujur saja, ini sering jadi “budget bocor” terbesar. Makanya aku selalu sisihkan nominal khusus dari awal supaya tidak terlalu panik di akhir perjalanan, hehe.

Dari total semua komponen itu, sisihkan 10–15% sebagai dana tak terduga ya! Pengalaman kami, dana ini hampir selalu terpakai, entah untuk extend hotel, jajan dadakan, atau parkir yang tidak terduga.

4. Tentukan Jadwal Cuci Baju

Ahaha, mungkin untuk sebagian orang, hal kayak gini sering diremehkan yaa. Tapi percayalah, untuk perjalanan 13 hari dengan 3 anak, urusan cucian adalah hal yang perlu direncanakan sejak dari rumah.

Waktu itu sebelum aku packing, kami menentukan dulu di zona mana kami akan mencuci. Biasanya kami cari laundry kiloan di sekitar area menginap.

Kalau sudah tahu akan mencuci di Ubud misalnya (hari ke-5 atau 6), maka baju yang kami bawa cukup untuk 5-6 hari saja, tidak perlu bawa baju untuk 13 hari penuh jadinya.

Tentunya ini bisa membuat koper jauh lebih ringan dan bagasi mobil lebih lega kaann 😀

5. Packing yang Diprioritaskan untuk Perjalanan Bersama Anak Kecil

Karena membawa Nara yang waktu itu baru 2,5 tahun, ada perlengkapan tambahan yang wajib ada buatku. Berikut ini kira-kira kebutuhan mereka:

Untuk Nara

  • Stroller. Buat aku, stroller ini wajib untuk perjalanan panjang. Kami tidak bisa bayangkan keliling Bali Zoo atau Monkey Forest tanpa stroller :’)
  • Gendongan ergonomis. Gendongan ini cocok banget untuk situasi di mana stroller tidak bisa masuk (saat mendaki Gunung Batur, di candi, jalanan berbatu, dll)
  • Mainan favorit. Nara waktu itu masih senang sekali dengan tempel menempel dan membaca. Jadi kami bawakan buku sticker favoritnya, juga beberapa mainan yang bisa dimainkan sambil duduk (busy book).
Mampir Di Rest Area dalam Road Trip Bali
Mampir Di Rest Area dalam Road Trip Bali

Untuk kakak-kakaknya:

  • Buku gambar dan alat gambar. Naia dan Nawa keduanya suka menggambar, jadi ini wajib ada di tas masing-masing.
  • Buku pelajaran (kalau masih dalam periode PJJ atau libur sekolah yang panjang). Waktu itu kami pergi di masa akhir pandemi dan PJJ masih berjalan, jadi beberapa buku pelajaran kami bawa 😀

Untuk semua anak:

  • Sunscreen anak. Cuaca Bali lumayan terik ya bun, dan anak-anak akan banyak aktifitas outdoor. Jadi buat kami, sunscreen anak ini lumayan kebutuhan banget sih.
  • Pakaian renang.
  • Sandal yang nyaman untuk jalan jauh.
  • Jaket tipis untuk malam atau perjalanan ke daerah yang lebih tinggi seperti Kintamani.

6. Cek Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat

Berhubung road trip ke Bali ini perjalanan panjang ya, jadi kondisi mobil tidak bisa diabaikan ya. Suami nih yang sangat memikirkan kondisi mobil kami. Jadi dia mengecek beberapa hal ini sebelum berangkat:

  • Oli mesin dan semua cairan kendaraan.
  • Ban (termasuk ban serep). Ban ini yang paling penting karena berhubungan langsung dengan jalanan kaan.
  • Rem.
  • AC. Berhubung mobil kami mobil tua ya, jadi AC termasuk kebutuhan yang harus diperhatikan. Jadi suami sengaja mengecek kondisi AC dan memperbaiki part tertentu supaya makin maksimal.
  • Kelengkapan dokumen, seperti STNK, asuransi, dan SIM.

7. Siapkan Dokumen dan Hal-hal Administratif

Buat dokumen yang biasanya diperlukan ini, kami berdua sih yang memikirkan. Jadi kami memastikan untuk membawa KTP serta KIA untuk anak-anak.

Seharusnya sih perlu juga mendownload Google Maps ya supaya bisa digunakan offline. Tapi waktu itu kami gak melakukan itu deh, sepertinya karena kami yakin banget masih bisa menggunakan maps di semua area Bali ya, ahaha.

Paling sempat gak ada sinyal sewaktu hiking di Gunung Batur itu. Tapi mungkin kami merasa aman karena kami pakai guide. 😀

8. Ajak Anak Berdiskusi dan Bangun Antusiasme Mereka, yang Biasa Kusebut “Briefing”

Berfoto dengan singa di Bali Zoo
Di Bali Zoo

Menurutku sendiri, ini langkah yang sering dilupakan tapi sangat berpengaruh pada suasana perjalanan, yaitu libatkan anak-anak dalam perencanaan.

Ceritakan akan ke mana saja, tunjukkan foto-foto tempat yang akan dikunjungi, dan tanya mereka mana yang paling ingin mereka datangi. Kalau anak sudah punya ekspektasi dan rasa memiliki atas perjalanan ini, mereka jauh lebih mudah diajak bekerja sama sepanjang jalan.

Biarkan mereka juga menyiapkan tas kecil berisi barang bawaan mereka sendiri seperti mainan, buku gambar, atau apapun yang membuat mereka nyaman di perjalanan.

Ini melatih tanggung jawab sekaligus membuat mereka merasa dihargai sebagai bagian dari tim yang melakukan perjalanan bersama. 😉

Contoh Itinerary dan Contoh Checklist

Yak, ini aku buatkan contoh itinerary dan checklist sederhana tentang apa yang kami lakukan sebelum melakukan road trip ke Bali bersama anak-anak ya.

Semoga sedikit banyak bisa membantu kalian yang sedang merencanakan perjalanan serupa 😉

Perencanaan:

  • [ ] Itinerary kasar per zona Bali
  • [ ] List tempat wisata per zona
  • [ ] List hotel kandidat per zona
  • [ ] Budget lengkap (plus dana tak terduga)
  • [ ] Jadwal cuci baju

Kendaraan:

  • [ ] Servis dan cek kondisi mobil
  • [ ] Ban (termasuk serep)
  • [ ] Dokumen kendaraan lengkap

Dokumen:

  • [ ] KTP orang tua
  • [ ] Kartu asuransi/BPJS
  • [ ] Peta Bali yang sudah didownload

Perlengkapan Anak:

  • [ ] Stroller (untuk balita)
  • [ ] Gendongan ergonomis
  • [ ] Mainan/aktivitas favorit anak
  • [ ] Buku + alat gambar
  • [ ] Pakaian renang
  • [ ] Sunscreen anak
  • [ ] Sandal nyaman untuk jalan jauh
  • [ ] Jaket tipis

Lain-lain:

  • [ ] Obat-obatan dasar (anti dеmam, anti diare, plester, minyak kayu putih)
  • [ ] Tisu basah yang cukup banyak
  • [ ] Charger dan powerbank
  • [ ] Kamera atau tripod mini

Liburan di Waktu yang Pas untuk Menciptakan Core Memories

Setelah 13 hari berkeliling Bali, ada beberapa hal yang aku syukuri. Pertama, rasanya kami ke Bali pada waktu yang tepat banget! Waktu itu masih di akhir pandemi sehingga beberapa hotel masih memberikan tarif yang cukup terjangkau dan murah.

Makanya kami mau banget extend di villa private pool yang di Ubud itu kaan, hehe.

Private Pool Villa Arkamara Dijiwa Ubud
Private Pool Villa Arkamara Dijiwa Ubud

Lalu yang kedua, Nara, yang waktu itu masih 2,5 tahun, ternyata sampai sekarang masih ingat memberi makan gajah di Bali Zoo! Selain hal itu memang memorable, aku kan memang menyimpan (bahkan mencetak fisik!) foto-fotonya ya, jadilah dia bisa ingat karena melihat fotonya tersebut.

Plus Naia, yang sudah lebih besar masih ingat juga bagaimana dia dan Nawa bisa mendahului kami saat kami hiking ke Gunung Batur dan melihat sunrise di sana.

Nawa juga sampai ingat kalau makanannya pernah direbut oleh monyet di atas Gunung Batur ini, ahaha.

Semoga sih semua ini bisa diingat selalu dan jadi core memory mereka yaa.

Kalau kalian ingin panduan yang lebih lengkap dan terstruktur untuk liburan ke Bali bersama keluarga, mulai dari itinerary detail, rekomendasi hotel, dan tips budget, aku dan Dita dari Rumika’s Journey sudah merangkumnya dalam sebuah Travel Guide Bali. Bisa kalian beli di: https://lynk.id/momopururu.

Ide itinerary di bawah ini merupakan salah satu halaman yang terdapat pada ebook itu yaa. 😉

Contoh itinerary yang ada di ebook

Selamat merencanakan perjalanan sekeluarga ke Bali yaa!

Kalian juga bisa baca:

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.