Traveling

Yuk Ubah Pengalaman Liburan Kalian Menjadi Konten Traveling yang Bermanfaat!

Sebagai konten kreator yang baru belajar sekitar hampir satu tahunan ini dalam tema traveling (khususnya traveling bersama anak-anak), aku sedang berusaha dan tidak berhenti belajar membuat berbagai jenis konten traveling yang menarik dan bermanfaat untuk audience.

Apalagi sekarang ini memang semakin banyak yang mendapatkan manfaat dari konten konten yang dibuat oleh para traveler kan?

Aku jadi semakin tertantang dan antusias untuk juga bisa menghasilkan konten yang bermanfaat seperti itu.

Informasi tempat wisata ramah anak

Aku sendiri memfokuskan konten-konten yang aku buat ini untuk ibu atau orangtua yang sedang mencari tempat-tempat traveling yang ramah anak, terutama yang pernah kami sekeluarga kunjungi. Mulai dari sekitar Jakarta, Bandung, Bali, bahkan Singapura.

Mungkin memang pengalaman traveling kami belum sebanyak traveler lainnya.

Tapi, tujuanku menghasilkan konten traveling ini selain untuk memberikan informasi dan membagikan tempat-tempat ramah anak yang seru, aku juga ingin menyimpan kenangan traveling yang kami lakukan dengan cara yang lebih menyenangkan. πŸ™‚

Kalian bisa intip sedikit tentang pengalaman traveling kami di halaman Traveling List ini.

Konten traveling yang aku hasilkan akan dimuat di blog maupun media sosial yang aku miliki. Syukur-syukur bisa tersebar luas sehingga banyak yang merasa terbantu dengan itu semua.

Untuk membicarakan dan menceritakan pengalaman traveling ini, aku bisa membuatnya menjadi berbagai jenis konten.

Konten Travelingnya Terdiri dari Apa Saja?

Sebelumnya, konten traveling sendiri pun terdiri dari beberapa hal.

Ada yang kontennya me-review hotel atau tempat staycation, ada juga yang me-review tempat-tempat wisata seru (kalau aku, lebih ke tempat wisata ramah anak tentunya πŸ™‚ ), ada juga yang me-review kuliner yang disantap di setiap daerah yang dikunjungi.

Istana Anak TMII

Review Tempat Wisata

Hotel Le Eminence Puncak

Review Hotel

Masakan Lebanon di Mercure Ancol

Kuliner

Aku sendiri juga membahas tiga jenis konten tersebut.

Review Tempat Wisata yang Bisa Dikunjungi Bersama Anak-anak

Berhubung sekarang anak aku juga sudah 3, aku dan suami jadinya sangat memperhatikan tempat yang akan kami datangi dan mencari yang lumayan “ramah anak”. Akhirnya setiap mau traveling, aku sudah ngelist nih tempat-tempat apa yang bisa kami kunjungi bersama anak-anak.

Mulai dari tempat bermain, kebun binatang, bahkan kegiatan-kegiatan seru seperti mendaki gunung Batur di Bali masuk dalam list kunjungan kami.

Mendaki Gunung Batur Bersama Anak-anak
Mengajak anak-anak hiking di gunung Batur

Begitu sampai sana, aku jarang mengupdate nya di media sosial secara langsung, tapi biasanya aku mengambil foto ataupun membuat rekaman tempat yang aku kunjungi tersebut sepuas-puasnya. Jadi galeri hp memang bakal penuh nih setiap liburan, ahaha.

Nah aku biasa mengedit ataupun menyatukan foto ataupun video yang aku buat tersebut di rumah deh, begitu kami sudah menyelesaikan perjalanan kami.

Review Hotel

Begitu pula kalau kami staycation ataupun menginap di hotel pilihan saat traveling.

Aku memanfaatkan waktu kami selama menginap di sana untuk sekalian memperhatikan hal-hal yang bisa aku tuliskan ataupun aku foto mengenai hotel atau tempat menginap tersebut.

Hotel yang paling aku ingat dan berkesan sampai saat ini adalah Le Eminence dan Merusaka Nusa Dua Bali.

Kuliner

Awalnya aku jarang membahas kuliner, lebih banyak membahas mengenai tempat-tempat seru untuk anak-anak. Tapi kok kayanya lumayan bermanfaat juga ya kalau menulis tentang tempat makan yang kami kunjungi.

Soalnya beberapa kali, aku pun mencari inspirasi tempat makan di daerah yang kami kunjungi melalui internet.

Dapoer Sasak Lombok
Salah satu konten kuliner – mereview Dapoer Sasak di Lombok

Kalau aku saja butuh, bisa jadi ada lagi orang lain yang membutuhkan informasi tempat makan juga kan? Terutama yang halal dan bisa dinikmati oleh anak-anak juga πŸ˜‰

Jenis Konten Traveling

Review mengenai tempat wisata yang ramah anak, hotel yang nyaman untuk ditempati, ataupun kuliner yang nikmat aku buat dalam berbagai jenis.

1. Kumpulan Foto

Hal yang paling aku sukai saat traveling tuh aku bisa mengabadikan tempat yang bagus dan keceriaan anak-anak dalam bentuk foto.

Aku bahkan sampai punya proyek tahunan berupa album foto. Aku niatkan satu album foto untuk umur satu tahun pernikahan. Jadi saat umur pernikahan kami 20 tahun misalnya, ya aku juga punya 20 album foto xp

Selain dicetak, foto-foto yang kami ambil juga sering aku bagikan melalui media sosial (Instagram khususnya).

Dulu sih kalau mau banyak foto aku harus mengupload banyak postingan juga, tapi kalau sekarang satu postingan sudah bisa memenuhi 10 foto.

Jadilah, aku harus memilih 10 foto terbaik dari suatu tempat untuk aku bagikan dan ditunjang dengan informasi lengkap pada caption.

Tentunya caption tersebut juga sebisa mungkin harus menarik serta informatif agar followers kita bisa mendapat informasi yang lengkap serta gambaran dengan jelas mengenai suatu tempat yang aku review.

2. Video Pendek

Sekarang sosial media sudah makin dipenuhi oleh video-video pendek kan? Jadi aku juga tertantang untuk ikut membuat konten video pendek tersebut.

Video pendek ini memang cukup menantang ya, karena kita harus bisa menunjukkan informasi yang lengkap dalam waktu yang singkat.

Biasanya video pendek ini aku upload dalam bentuk reels ataupun konten tiktok.

@momopururu #travelingwithkids #familytraveler #foryourpage #fyp ♬ original sound – momopururu

Baru beberapa sih video yang aku hasilkan, tapi aku malah berani-beraninya ikutan jadi tim kreatif komunitas Mom’s Video Maker demi bisa belajar lebih banyak mengenai videography πŸ˜€

3. Video Panjang

Nah, konten video panjang ini biasanya yang diupload di YouTube.

Lumayan juga lho kalau kita bisa mereview tempat atau hotel di YouTube, yang bisa kita informasikan jauh lebih banyak dan lebih mendetail ketimbang video pendek saja.

Tapi aku belum terpikir untuk menghasilkan video panjang lagi saat ini.

Karena buatku sudah konsisten menulis blog 2x seminggu saja rasanya sudah menjadi pencapaian dari yang tadinya sempat hiatus membuat konten sekitar 2 tahunan.

Pernah sih aku mencoba membuat video panjang, mulai dari membuat konten tentang pasangan, sampai review buku bersama anak-anak dan aku upload di akun YouTube aku.

Tapi karena waktunya terbatas, jadi sekarang aku pilih tetap menulis blog sambil sesekali membuat video pendek juga untuk IG Reels ataupun Tiktok πŸ™‚

4. Blog Traveling (Tulisan)

Nah, sejak tahun lalu, aku mulai rutin membuat tulisan di blog ini, khususnya tulisan mengenai pengalaman traveling kami sekeluarga.

Buat aku pribadi, blog atau pengalaman traveling yang dituangkan dalam bentuk tulisan itu yang paling membantu.

Karena, biasanya dalam tulisan, cerita yang dihasilkan bisa lebih panjang dan informasi yang dijabarkan juga bisa lebih mendetail.

Kuota internet yang dibutuhkan pun tidak sebanyak untuk menonton video kan untuk membaca suatu blog?

Bisa lebih panjang dan mendetail karena lewat tulisan, kita tidak dibatasi oleh durasi waktu.

Pengukur Ketinggian Anak di Universal Studios Singapore

Di blog bahkan bisa memberikan gambar/foto penunjang yang mampu membantu memberi gambaran lebih jelas lagi kepada para pembaca mengenai suatu tempat ataupun suatu pengalaman.

Seperti gambar di samping ini misalnya.

Aku menceritakan kalau di Universal Studios Singapore, anak-anak juga bisa menaiki beberapa wahananya.

Nah, di sana sudah terpasang pengukur ketinggian sekaligus gambaran mainan apa saja yang bisa dimainkan oleh anak dengan ketinggian tertentu.

Dengan adanya gambar tersebut, pembaca jadi tau bagaimana bentuk informasi permaianan untuk anak-anak yang bisa dinaiki di Universal Studios Singapore.

Aku juga merasa, blog atau catatan traveling yang ditulis akan lebih mudah dicari dan juga lebih “abadi” di internet.

Karena aku juga suka dan terkadang membutuhkan review dalam bentuk tulisan, maka dari itulah akhirnya aku pun menuliskan pengalaman traveling kami sekeluarga agar dapat membantu keluarga lain dalam mencari review yang lengkap.

Banyak dari catatan perjalanan dan review aku yang memang aku buat sepenuh hati sampai-sampai, hingga sekarang pun aku masih merasa senang menuliskannya.

Salah duanya adalah cerita pengalaman road trip kami ke Bali selama 13 hari dan review Bandung Park & Zoo yang baru kami kunjungi beberapa bulan lalu.

Mengedit Konten Traveling di Rumah

Seperti yang sudah aku ceritakan di atas. Aku dan suami punya kebijakan untuk menikmati tempat wisata atau hotel sepuas-puasnya.

Mengambil foto dan video secukupnya, bermain hp juga secukupnya. Karena akan sayang kan, kalau sepanjang perjalanan kami hanya sibuk dengan media sosial dan malah gak menikmati waktu bersama? πŸ™‚

Maka ya sepulangnya dari perjalanan kami, barulah aku memproduksi konten-konten tersebut di rumah lalu menguploadnya di media sosial dan blog.

Baca juga: Naik Gondola di TMII Bisa Bayar Pakai QR Lho!

Terkadang, kami traveling hanya 3 hari atau seminggu, tapi kontennya bisa aku hasilkan dalam waktu satu atau 2 bulan. Soalnya ditulis satu per satu tempat sih, hehehe.

Tapi dengan begitu, aku juga jadi lebih happy sih, euforia jalan-jalannya masih terasa sampai kami mau traveling lagi, ihihi.

Yuk Ubah Pengalaman Liburan Kalian Menjadi Konten Traveling!

Yuks, kalian juga bisa mengubah pengalaman liburan kalian menjadi konten traveling yang bermanfaat bagi orang lain lho.

Manfaat Menghasilkan Konten Traveling

Seperti aku yang suka mencari inspirasi tempat atau hotel dari internet, aku senang sekali kalau menemukan konten dengan penjelasan dan informasi yang lengkap. Soalnya kami jadi sangat terbantu.

Baik merasa terbantu dalam menentukan itinerary, juga merasa terbantu dalam perjalanan ke tempat tertentu.

Kami jadi memiliki gambaran mengenai berapa biaya yang harus kami siapkan, bagaimana kondisi perjalanannya, juga bagaimana tempat istirahatnya.

Selain membantu orang-orang seperti kami, konten traveling kalian juga sangat mungkin bermanfaat bagi pemilik bisnis atau daerah setempat lho.

Karena tidak jarang kan dari suatu konten traveling yang beredar, tempat wisata tertentu bisa ramai dan mendatangkan banyak wisatawan.

Memang sih kalau terlalu viral, tempat wisatanya juga jadi terlalu penuh.

Tapi, kalau suatu tempat wisata banyak diketahui, artinya pendapatan di daerah tersebut meningkat kan? Nah, secara tidak langsung konten kita mendatangkan manfaat itu deh. ;)

Internet Sudah Menjadi Kebutuhan

Untuk mengupload konten yang sudah dibuat, kecepatan internet menjadi hal yang paling penting buatku.

Ya supaya bisa upload lebih cepat dan kualitas video yang diupload ataupun yang kami tonton tetap terjaga.

Internet yang cepat bermanfaat, baik sebelum traveling, maupun sesudahnya. Kira-kira, beberapa inilah manfaat dari adanya internet di rumah:

Membaca Review di Internet Sebelum Traveling untuk Menentukan Itinerary

Aku pun sebelum melakukan traveling bersama keluarga, biasanya memang mencari rekomendasi tempat wisata ataupun tempat menginap melalui Google.

Kalau kuliner sih lebih sering spontan mencari di daerah yang kami kunjungi xp

Setelah puas membaca review sana sini dan mendapat rekomendasi tempat wisata, terutama yang ramah anak, barulah aku membuat itinerary perjalanannya.

Menyusun Rencana Konten Sebelum Traveling

Selain menyusun itinerary perjalanan, beberapa kali aku juga membuat perencanaan konten.

Perencanaan seperti nanti akan menuliskan tentang apa saja dari suatu tempat wisata atau aku bisa mengeksplor apa lagi di hotel atau tempat menginap yang kami datangi.

Supaya saat hari H dan ada di tempatnya, aku bisa mengambil foto yang menunjang tulisan ataupun video yang bisa dipakai untuk menghasilkan konten.

Baca juga: 4 Apartemen Jakarta yang Asik untuk Staycation Keluarga

Biasanya dengan membuat perencanaan konten begini, kita akan jadi lebih memberi perhatian ke setiap detail kecil di tempat wisata atau hotel.

Sehingga nantinya kita pun bisa menuliskan review secara lebih detil dan seimbang memaparkan kelebihan serta kekurangan dari suatu tempat yang kami datangi.

Mencari Inspirasi Ide Konten

Tidak jarang juga aku menggunakan internet untuk mencari inspirasi ide konten apalagi yang bisa aku buat dan kreasikan, terutama dalam hal traveling.

Beberapa kali, aku sampai mengikuti ide konten yang aku tonton. Salah satunya adalah transisi perpindahan dari tempat (rumah) ke tempat wisata seperti ini:

Manfaat Lain Internet di Rumah: Kebutuhan untuk Suami Kerja dari Rumah

Dengan adanya internet di rumah, bukan hanya aku yang mendapatkan manfaat, melainkan suami juga. Bahkan di sinilah letak kata-kata “Internet menjadi kebutuhan” benar adanya.

Suami sekarang bekerja full dari rumah karena baru saja memutuskan untuk membangun usahanya sendiri dalam bidang SEO.

Dia sehari-harinya mengandalkan internet untuk berkarya membangun media DailySEOid juga berkomunikasi dengan berbagai macam klien yang memakai jasa konsultasi SEOnya.

Makanya memang internet sudah menjadi kebutuhan dasar di rumah kami. Karena dengan memanfaatkan internetlah kami mendapatkan penghasilan. πŸ™‚

IndiHome Mendukung Lancarnya Berkonten Ria

Karena internet sudah menjadi kebutuhan dasar kami, maka kami butuh Internet Provider yang bisa kami percaya dan memiliki jaringan yang luas serta cepat.

Sudah beberapa tahun ini kami mempercayakan layanan internet di rumah kepada Telkom Indonesia melalui layanannya berupa IndiHome.

Seperti yang telah banyak orang ketahui, IndiHome merupakan layanan digital yang menyediakan internet, telepon rumah, dan TV interaktif dengan beragam pilihan paket yang bisa dipilih sesuai kebutuhan keluarga.

Jaringannya pun sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan sampai saat ini IndiHome juga terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan internet terbaik bagi masyarakat.

Dengan kecepatan yang bisa didandalkan, kami jadi tidak membutuhkan waktu lama dalam mengupload sebuah konten.

Baca juga: Wisata Malang 5 Hari 4 Malam Bersama Anak-anak: Itinerary & Budget

Apalagi aku menulis blog begini juga langsung di draft dan mengandalkan koneksi internet yang tidak boleh putus.

Koneksinya terputus, draft tulisan bisa hilang deh. Untungnya sih hal tersebut tidak pernah terjadi (Alhamdulillaah) selama kami menggunakan IndiHome ya.

Penutup – Sangat Mungkin Mengubah Pengalaman Liburan Menjadi Konten Traveling

Yap, kita sangat mungkin bisa mengubah pengalaman liburan kita menjadi konten traveling yang menyenangkan dan bisa bermanfaat ke banyak orang.

Tidak selalu perjalanan yang terkini, perjalanan lama pun masih bisa kita ubah menjadi konten traveling.

Seperti aku, aku sendiri menuliskan pengalaman kami jalan-jalan ke Singapura baru di akhir tahun 2022 lalu. Padahal, kami pergi ke sana sudah dari tahun 2019, ahaha.

Daripada foto-fotonya sayang teronggok di galeri, ya aku buat saja konten dalam bentuk blog maupun IG supaya makin banyak juga yang tau kalau Singapura tuh ramah anak dan fasilitas gratisnya juga sangat nyaman dan bagus.

Jadi, buat kalian-kalian yang memiliki pengalaman liburan, yuk mulai ubah pengalaman tersebut jadi konten traveling yang insyaAllah bisa mendatangkan manfaat bagi banyak orang maupun bagi diri kalian sendiri πŸ˜‰

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

27 Comments

  1. Update konten selama jalan2, memang agak menyita waktu ya mba. Kadang jadi ga fokus lagi Ama liburannya.

    Aku sendiri prefer malamnya baru update. Jadi seharian itu bisa dishare dulu di stories. Apalagi aku biasanya bikin GA tiap traveling, yg mana jawabannya udah tertulis di stories yang dishare. Jadi memang lebih enak share di malam hari. Besoknya nikmatin liburan lagi, ambil foto dan video, malam update lagi, gitu seterusnya.

    Kalo update di feed baru deh setelah pulang ke rumah.

    Untuk skr aku lebih suka blog dan IG buat update. Itupun dlm bentuk tulisan. Kalo video, jujur nya ga terlalu suka. Apalagi aku bukan tipe yg suka ngomong depan kamera.. Bisa aja sih ga pake suara, tapi kesannya beda aja kan, kalo nonton video tanpa suara. Trus video itu ga bisa tau info yg mau kita cari ada di menit keberapa. Mau ga mau hrs nonton semuanya.

    Sementara blog, kalo buru2 bisa langsung scrolling cari info apa yg kita butuh.

    Indihome udh paling bener sih buat WiFi. Aku pake ini udah dari awal nikah mba. Pindah ke rumah skr, langsung pasang WiFi indihome. Dari yg awalnya paket biasa, sampe skr udah kita upgrade trus, supaya bisa makin cepet . Krn memang udh kebutuhan sih Wifi itu.

    Apalagi aku dan suami yg ngandelin akses internet lancar kalo utk kerja. Belum tertarik pakai provider lain, udah puas banget Ama indihome soalnya

    1. Iyaa, kalau update pas lagi jalan-jalan, ditegur sama suammi kalau aku mbak, ahaha.
      kalaupun malemnya, yo sibuk ngurus bocah xp

      Kalau aku emang lagi ngulik video nih mbak, belajar vo segala, ihihi. Nambahin kerjaan aja emang aku mah, udah lah nanti mesti mikir foto dan harus ngerekam juga, editnya juga jadi double double, wkwkwk.

      Indihome emang tambah bagus aja soalnya pelayanannya ya mbak. Bagus banget sih mereka, gak mandek dan beneran upgrade layanannya terus, jadi orang gak terpikir untuk cari provider lain.

  2. asyik banget nih kalau abis jalan2 bisa berbagi tips dan info ke banyak orang, ya. Dengan IndiHome, semua bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan, foto, maupun video.

  3. Sama mbak, kalau lagi ditempat wisata, jepret sana sini, tanpa update di media sosial. Tapi kalau bawa anak-anak, saya malah nggak leluasa motret karena mereka nggak suka lihat saya tetap pegang hp padahal lagi menemani mereka jalan-jalan.

    Yup, konten traveling yang dibagikan pasti akan sangat bermanfaat buat yang membacanya, apalagi kalau informasinya juga lengkap

  4. Blog momopururu menyenangkan loh buat dibaca-baca. Karena ga terlalu sering jalan2, saya ga berani bikin blog dg niche travelling. Tetapi karena ga rajin apdet tema lain, kok perasaan jadi banyak jg artikel kalan2 yah…ya gitu, sekali jalan jadi bbrp tulisan, jadinya banya hehehe.

    Dengan keberadaan internet memang membantu banget buat emak2 macem kita utk bikin konten jalan2. Saya jg suka cari review di inet dulu kalau mau jalan ke suatu tempat.

    1. Huaa, makasih mak. Aku juga gak terlalu sering jalan-jalan kok aslnya, ahaha. Ya kayak yang dibilang, satu kali jalan aja bisa jadi beberapa konten kan, jadinya banyak, hehehe. Semoga sih jadi lebih sering jalan-jalan juga deh kita yaa

  5. Saya termasuk salah satu yang update konten di rumah. ketika waktu istirahat… xixixi… kalau pas dijalan paling ke story. itu pun moment lagi istirahat. Selain lebih tenang, di rumah ada wifi indihome. yang kenceng loadingnya.. hahaha… ga mau rugi habis kuota hp.

    1. Nah ini juga alasannya mak, gak mau rugi kuota abis yaa, wkwkwk

  6. Seru banget sekarang kak isti, jalan-jalan semua bikin pengen, wkwkw… bener banget dengan pengalaman yang sudah lebih dulu pergi bisa membantu kita yang masih rencana pergi wisata. Alhamdulillah yaa indihome jadi pendukung utama di dunia digital..

  7. Nah, bener ini mak Isti… Kayak aku juga. Puas2in menikmati perjalanan dan suasana liburan. Foto2 boleh, ambol video dikit2 aja. Anak2 dan suami senengnya kita bebas dari hp sih. Makanya ini aku baru upload2 road trip ke Bali dll di rumah. Itu juga setelah istifahat abis sakit wkwkwk. Di rumah aku pakai IndiHome juga udah internet loyalty, sampai 40 Mbps bisa 10 perangkat.

  8. create content about travelling is such healing time sih. meski kejadiannya udah berlalu, tp saat bikin video, reels, postingan IG, atau bahkan postingan blog tuh jadi kayak balik lagi ke hari di mana semua itu terjadi. jadi selain keeping memories juga nyenengin diri gt, refreshing hehe

  9. Aku termasuk orang yang suka menulis perjalanan bersama keluarga di blog. Alhamdulillah jadi catatan. Kalau paling banyak ya pas makan alias kuliner mba. Semoga tetap konsisten mba πŸ™‚

  10. Terima kasih Mba atas insightnya, alhamdulillah keluarga kami yang sudah di fase ini, jadi kalo jalan2 atau liburan, anak suami udah tau lah mereka kenapa harus foto/video, bahkan saling mengisi aja, ada bagian yang aya lupa take. mereka ada di smartphone nya

  11. Molly juga nih ngeblog terus buat konten travelling gara2 ikutan blogger challenge. Konten travelling itu sekalian mengasah skill foto dan video. Haha.. terus juga skill editing juga.

  12. aku juga banyak punya konten travelling yang banyak aku share di berbagai platform mba, termasuk blok, IG, YouTube dan juga Google Maps dan Google Local Guides Connect. Untuk 2 platform terakhir, selain bermanfaat, juga bisa membantu banyak orang dan mendapat recognition dari Google juga. Semuanya terbantu dengan koneksi yang baik dan lancar

  13. emang keren sekali deh dengan adanya Indihome memudahkan bikin konten ya plus posting di medsos deh

  14. yes betul setiap liburan pasti banyak cerita yang bisa dituangkan menjadi sebuah konten menarik bahkan membantu juga

  15. adanya konten traveling ini memang membantu banget bagi orang yang mau mengunjungi sebuah kota biar ada bayangan terkait tempat tersebut. aku juga pengen sebenarnya bikin konten pas traveling tapi kadang suka malas euy bikin videonya jadinya paling cuma foto-foto aja buat di blog

  16. MasyaAllah, keren bangeeet, mbaak. Jadi dapet insight baru juga buat bikin konten sama anak.
    Meskipun liburannya belum jauh-jauh dari Solo, Semarang, dan Jogja sih aku mah.
    Konten kaya gini beneran membantu sih buat para ortu yang butuh rekomendasi tempat liburan dan kuliner sama anak.
    Apalagi sekarang jaman internet, semua bisa mudah didapat asal jaringan internet ya lancar kan ya.

  17. Jadi teringat blog ku khusus traveling, sudah lama tidak aku isi. Padahal, aku juga bisa dibilang sering dolan.
    Konten traveling menurut aku membantu banget, apalagi yang ramah anak. Sebagai orang tua, aku kalau mau dolan atau jajan juga baca reviewnya dulu, ramah anak tidak.

  18. mbaa aku padamu banget! komplit semuanya kereenn..
    akutuh niat bikin kategori traveling aja batal terus nulisnya, draft doang ga kelar2.

    trus kadang mau yg cepet, masuk ig post, lah kon ngeditnya peer, hahaha..
    berarti skrg kalau pergi tuh better ambil semua konten ya. video dan foto vertikal/horizontal, hihi

    1. iyaah bener, sekarang jadi ambil footage foto dan video yang banyak. Tapi ngeditnya PEER dan keburu numpuk di galeri, hahahahaha. *ketawa miris. aku pun bayak yang numpuk di draft mbak, malah baru jadi ide doank, wkwkwk

  19. Banyak inspirasi dan bisa lihat keindahan alam buat penonton kita. Sehingga mereka juga tertarik buat nabung dan ikutan liburan ke tempat itu. Dahsyatnya akibat bikin konten.

  20. Sama banget buuun. Aku juga kalau ada kesempatan travelling sama anak juga aku buat jadi konten. SElain buat kenang kenangan, pastinya akan memberi manfaat juga jika dibaca atau ditonton orang lain sebagai referensi.

  21. Konten travelling ini addicted banget sii..
    Berasa yang nonton bisa ikutan merasakan pengalaman sang konten kreator. Apalagi review yang diperoleh secara jujur. Makin menambah penasaran dan bisa jadi bermanfaat bila suatu saat ingin ke kota tersebut.

  22. Seru bengst emang kalau traveling, lebih asyik kalau dituliskan pengalaman jalan-jalannya. Seneng pokoknya kalau family traveling. Saya sukanya jalan-jalan ke tempat bernuansa alam yang ijo-ijo. Bikin fresh ngeliatnya

  23. aku baca ini langsung keinget diriku buat jangan malas malas buat konsisten
    Dulu sehabis traveling, niatnya pengen dibikinin konten di yutub, tapi sampe bertahun-tahun, malah belum diedit videonya ahaha
    kadang di awal udah nge-plan, mau begini begitu, nanti diedit begini begitu, pas pulang liburan banyak juga PR nya, belum ketumpuk sama kerjaan kantor dannn yang bikin racun adalah malah srolling hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.