Buat aku ya, menulis blog itu hobi lama yang susah banget ditinggalkan. Walaupun ya, namanya realita kehidupan, aku sempat hiatus cukup lama di rentang 2019-2022. Bertepatan dengan lahirnya anak ketiga dan mengurusnya.
Sebenernya sih sempat juga mendapat job dari blog, terutama yang berurusan dengan bayi dan balita. Hanya saja memang tidak sesering dan sefokus sekarang juga ngeblognya.
Beberapa yang pernah aku kerjakan di rentang 2019-2022 tersebut:
1. Gendongan Kain Anti Sakit Pundak: Gendongan Tweeling & Co
2. Tips Memilih Probiotik yang Aman untuk Bayi dan Anak-anak
3. Setiap Ibu Memiliki Pengalaman Menyusui yang Istimewa
Dan beberapa postingan lainnya.
Baru deh setelah 2022, aku mulai curi-curi waktu untuk aktif nulis lagi, tapi kali ini berpikir untuk tidak menuliskan segala hal alias gado-gado. Aku berpikir untuk menyatukan kedua hobi yang kumiliki, yaitu menulis dan traveling.
~ Fun fact, kategori “Lifestyle” ternyata adalah kata lain dari blog yang isinya gado-gado alias campur campur sih, jadi niche-nya gak fokus, huhu.
Berhubung sudah berkeluarga juga ya, jadi travelingnya lebih menjurus lagi ke traveling keluarga. Muncullah ide untuk membuat blog ini memiliki niche traveling keluarga itu, jadi isinyanya lebih spesifik mengenai cerita-cerita traveling bareng anak.
Blog Sebagai Penghasilan Tambahan
Menariknya, beberapa waktu lalu sempat ramai orang curhat di Threads kalau income ngeblog itu sekarang nggak segurih dulu, kalah telak sama KOL di Instagram atau TikTok.
Sejujurnya aku mengamini hal itu sih. Karena memang ngerasain sendiri, brand jauh lebih banyak yang meng-endorse atau bekerja sama dengan KOL dalam bentuk video, dibandingkan tulisan.
Jadi ya di faseku yang sekarang, ngeblog memang murni untuk penghasilan tambahan dan menyalurkan hobi saja jadinya. Penghasilan utama ya tetap dari bekerja, Alhamdulillah kerjanya bareng suami ngurusin DailySEO ID. 😀

Tapi, biarpun statusnya ‘cuma’ penghasilan tambahan, angka yang didapat dari blog traveling ini lumayan banget lah yaa untuk nambah-nambah dana liburan keluarga.
Jadi memang biasanya aku putar lagi gitu, penghasilan dari blog ya untuk liburan, kemudian cerita liburannya diceritakan di blog. Yang bisa bikin blognya makin bagus performance-nya, untuk kemudian bisa mendapat penghasilan lagi, hehe.
Tapi jangan dikira penghasilan blogger itu hanya dari bayaran menulis saja atau endorse yaa. Sesuai pengalaman pribadi sih, penghasilan (monetisasi) blogger itu bisa didapat dari beberapa sumber.
1. Email atau DM Langsung
Jujur aja sih, aku sesenang dan sebangga itu kalau ada yang email langsung atau DM langsung mau bekerja sama untuk tampil di blog aku.
Soalnya biasanya mereka sudah paham ya profil blog kita, sudah riset sendiri gitu dan merasa blog kita sesuai dengan mereka, makanya mereka bisa japri dan langsung menanyakan ratecard.
Nah, biasanya sih langsung aku berikan profil dan ratecard, serta bentuk kerja sama yang bisa dilakukan, seperti content placement, content writing, menyisipkan link di postingan lama, atau pemasangan banner di sidebar blog.
Sebagian besar job yang datang langsung via email, WA, maupun DM instagram sih biasanya mereka butuh content writing ya. Kalau harganya belum cocok, mereka (pihak marketing brand) pun siap untuk berdiskusi lebih lanjut untuk negosiasi harga. Begitu cocok, baru deh kami melakukan kerja sama tersebut.
Berikut ini beberapa contoh project yang datang dari menghubungi langsung seperti ini:
- Rekomendasi Playground Anak Sekitar Jakarta
- Ide Itinerary ke Singapura Bersama Anak-anak Selama 5 Hari 4 Malam
- Menyimpan Kenangan di Era AI Dengan Reekolect, Platform Digital yang Bisa “Menghidupkan” Momen Keluarga
2. Marketplace Backlink (Aku pakai Seedbacklink)
Pernah di tahun 2023 (apa 2024 ya?) aku ikutan marketplace backlink gini, tapi versi luar negeri. Rate-nya bukan lumayan lagi, tapi lumayan banget, bisa mencapai $100 per postingan.
Nah, begitu di Indonesia juga ada (sebenarnya udah lama ada ya, aku saja yang baru tahu, hehehe), aku juga iseng mendaftar di salah satu marketplace deh. Aku daftar di Seedbacklink karena paling familiar 😀
Sistem di Seedbacklink
Tapi tentu namanya pihak ketiga, jadi kalau di marketplace seperti ini, fee-nya gak sebesar poin sebelumnya ya, karena akan ada biaya admin. Lumayan besar sih menurutku di Seedbacklink ini biayanya, mencapai 25%.
Jadi sedari awal aku memang memasang harga yang lumayan. Pertama supaya tersaring alias link yang terpasang di blog ini insyaAllah bener (menghindari link judol lebih tepatnya), kedua ya karena memikirkan biaya admin yang besar itu deh, hehehe.
Aku sih percaya saja, jangan sampai terpaksa dan menghargai effort menulis kita itu dengan nominal yang sedikit. Namun, harus diiringi dengan usaha untuk mengoptimalkan blognya juga tentu saja yaa 😉
Yang aku perhatikan juga, di Seedbacklink ini rate untuk kategori yang lebih sedikit itu biasanya lebih besar. Karena tandanya blog tersebut lebih authoritative.
Misalnya kategori yang aku masukkan ya cuma traveling aja, tanpa memasukkan kategori lainnya seperti parenting (walaupun ada sisi parentingnya juga).
Namun memang sih, gak setiap bulan juga aku mendapat job dari Seedbacklink ini, hehe. Tapi pernah dalam sebulan bisa mendapat 3x content placement. Lumayan lah yaa.
Contoh-contoh postingan yang didapat dari marketplace ini:
- Sanora Villa: Rekomendasi Villa Keluarga di Bali yang Nyaman dan Mewah
- Mai Main Canggu: Playground di Bali Terbesar dan Terlengkap
- Kenalan dengan Lensa Perjalanan: Sahabat Baru untuk Cari Inspirasi Traveling Keluarga
3. Affiliate
Sampai sekarang, affiliate itu sebetulnya peluang yang sangat menggiurkan juga. Karena banyak juga teman KOL lainnya mendapat berbagai keuntungan dengan menjadi affiliate. Salah satunya affiliate Klook.
Nah, aku pun sebetulnya sekarang masih tergabung dalam affiliate Klook, namun karena keterbatasan waktu dan energi, jadi memang tidak sesering itu juga membagi link affiliate yang kumiliki.
Berikut ini beberapa postingan affiliate yang ada (monggo dibantu klik link dan beli dari link tersebut kalau memang bermanfaat yaa, ihihi.
- Begini Rasanya Dinner di River Cruise Thailand
- Mendaki Gunung Batur Bersama Anak-anak dan Menikmati Sunrise yang Menakjubkan
Sebetulnya, sekarang pun sedang berusaha untuk semakin sering membagikan link affiliate ini juga ya, hehe. Semoga gak lupa dan engerginya juga masih ada, ihihi.
Eh iya, bahkan aku pun affiliate dari Seedbacklink dan hasilnya juga lumayan lho 😀
4. Komunitas KOL
Dari dulu, aku percaya banget kalau kita punya hobi itu, sebisa mungkin tergabung dalam komunitas hobi tersebut. Selain mendapat semangat lebih untuk terus melakukan hobi tersebut, juga bisa membuka banyak pintu peluang. Salah satunya ya job-job yang mungkin datang melalui komunitas tersebut.
Job ini beragam juga bentuknya ya, mulai dari endorse, barter, sampai dibayar sesuai ratecard. Gongnya, aku bisa barter naik Genting Dream Cruise donk, dan waktunya bertepatan sekali dengan ulang tahun di 2025 lalu T_T (nangis saking senangnya).

Baca di Bulan Madu Seru di Genting Dream Cruise Bisa Ngapain Aja? ya untuk ceritanya 😀
Bahkan sekitar tahun 2013-2016an, komunitas Emak Blogger itu sangat mendatangkan manfaat bagi para blogger yang tergabung di dalamnya karena cukup sering menjadi penghubung brand dan blogger.
Cukup sering blogger menghadiri event-event offline dengan ratecard mereka masing-masing. Sekarang sih masih ada juga ya event blogger, namun memang tidak sebanyak beberapa tahun lalu itu. 🙂
Tapi ya, aku sendiri bukan yang tergabung di banyak komunitas. Balik lagi, ada keterbatasan energi dan waktu, sehingga ada beberapa komunitas yang terlewat juga. Namun ya gapapa banget donk, ada bagiannya masing-masing ya gak? 😀
Sejak aktif ngeblog lagi, aku malah mengikuti komunitas ibuberwisata, komunitas yang cocok banget ya niche-nya dengan blog ini, hehe. Tapi kebanyakan dari mereka memang lebih fokus di IG, jarang sekali yang ngeblog kayak gini.
Ikut Mengembangkan Komunitas
Kemudian, selang beberapa waktu, aku lalu menjadi salah satu pengurus dan ikut diajak terlibat langsung dalam komunitas @momsvideomaker yang diinisiasi oleh Ruffie. Dia membentuk komunitas ini karena tergerak untuk melatih KOL ibu-ibu agar videonya menjadi lebih baik.

Alhamdulillah aku pun juga jadi belajar sedikit mengenai videografi dari komunitas tersebut dan lumayan berkembang banget video yang dihasilkan, huhu.
Kemudian dari komunitas tersebutlah aku juga bisa mendapat banyak kesempatan kerja sama, baik dengan hotel maupun tempat wisata untuk bisa diulas dan direview di blog ini. Beberapanya adalah:
- Serunya Menginap Sambil Playdate di Samola Villa Puncak
- Jungle Tree by Minitopia: Playground Tematik yang Lengkap dengan Kolam Renang
- Petualangan Seru di Dago Dream Park, “Fun in the Nature” di Tengah Hutan Pinus
- Sarga Earthing Resort Mengajak Kembali ke Alam dengan Aktivitas Membumi yang Memukau
- Dan masih banyak lagi
Terakhir, aku tergabung ke komunitas FBI (Food Blogger Indonesia) dan beberapa komunitas lain yang masih seputar blogging (termasuk komunitas Blog Walking yang diinisiasi mbak Fanny). Yang kali ini, aku senang sekali beraktivitas bersama mereka, karena diajak trekking Sentul oleh mbak Rien, serta diajak juga untuk sesekali berkumpul.

Justru dengan berkumpul begitu, energi aku jadi recharge banget dan balik lagi, mendatangkan kesempatan baru juga sampai bisa mengikuti lomba blog dan berhasil memenangkan salah satunya. (Aku ceritakan di poin 7 ya mengenai lomba blog ini).
Sistem Paket KOL
Yang paling menarik dari job via komunitas KOL adalah sistem kerjanya yang seringkali ditawarkan dalam bentuk (((pakeett))). Artinya, brand tidak lagi hanya meminta satu artikel blog saja, melainkan di-bundling dengan unggahan di media sosial lain.
Biasanya, paketannya berupa kewajiban menulis ulasan di blog plus membuat konten video pendek seperti IG Reels atau TikTok.
Contohnya ada beberapa juga ya. Kalau tadi aku sudah share link artikelnya, ini reels yang dibuat:
Sistem borongan ini sangat menguntungkan dari segi finansial karena secara otomatis fee yang kita terima jauh lebih besar dibandingkan hanya menulis satu artikel. Selain itu, ini juga “memaksa” kita untuk tetap aktif memproduksi konten di berbagai kanal, bukan hanya berkutat di balik layar laptop saja.
Tantangannya, kita dituntut untuk multitalenta. Tidak hanya pintar merangkai kata untuk SEO dan kenyamanan pembaca di blog, tapi kita juga harus bisa merekam, memotong video, dan menyesuaikan dengan tren audio di Instagram. Mengelola waktu antara liputan bareng anak-anak dan mengambil footage yang bagus adalah kunci sukses di jalur komunitas ini.
Intinya, yuk guys, gabung dan masuk dalam komunitas yang sesuai ya, supaya kalian bisa membuka banyak sekali peluang yang ada.
5. Bikin ebook
Awal tahun lalu, aku dan bubu Dita (rumikasjourney.com) berhasil merampungkan ebook kami. Berhubung blog kami memiliki niche yang sama, aku mengajak bubu Dita untuk sama-sama membuat ebook panduan traveling untuk keluarga gitu.
Yap, konsepnya panduan traveling untuk keluarga, jadi menampilkan beberapa tempat wisata yang memang cocok didatangi bersama keluarga, lengkap bersama contoh itinerary dan budgetingnya.
Nah, kami berhasil merampungkan langsung 2 ebook, untuk panduan traveling daerah Bali dan panduan traveling area Jogja. Semoga sih dengan dirangkum di ebook tersebut, makin banyak keluarga terbantu untuk menentukan tujuan travelingnya bersama anak-anak dan gak bingung mencari tempat apa lagi yang cocok didatangi keluarga yaa 😀


6. Lomba Blog
Jangan remehkan ikut-ikut lomba blog yaa. Karena jujur saja, mengikuti lomba blog seperti ini, kalau menang bisa lumayan banget banget. Bahkan pernah, di awal-awal pernikahan kami, berhasil memenangkan lomba blog ini lumayan jadi pengepul dapur rumah tangga.
Bahkan kami pernah juga melunasi utang yang ada lewat hasil lomba blog seperti ini. Sejak 2012an, aku sudah lumayan rutin mengikuti lomba blog. Walau ya sejak punya dua anak, (bahkan sempat hiatus ngeblog kan di 2020an itu), aku juga jadi jarang ikutan lagi.
Sekarang pun mengikuti lomba blog ya sebisa dan sesempatnya aku saja. Alhamdulillah beberapa lomba blog (maupun reels) di beberapa tahun ini berhasil aku menangkan. Dari yang hadiahnya uang tunai, voucher hotel, sampai tiket pesawat, sudah bersedia mampir.

Intinya semakin banyak mengikuti lomba blog, ya semakin besar kemungkinan menangnya ya kan. Semakin besar juga peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan besarnya 😉
Anw, contoh lainnya adalah Lala (lalakitc.com) yang berhasil memenangkan hadiah umroh dari lomba Ramadan Challenge di Kompasiana.
Ada juga teman blogger yang juga pegiat SEO, Nabila Ghaida Zia sampai berhasil ke Amerika ya karena berhasil memenangkan lomba blog. Dia pun makin bersinar di SEO dengan menjadi pembicara (mengenai kepenulisan) di acara Google Search Central Live 2025 di Thailand tahun lalu.
Lomba blog pun bisa memperluas kemungkinan lainnya yaa.
7. Jadi Pembicara
Lebih jauh lagi, aku pun akhirnya sudah mulai berani untuk menjadi pembicara di berbagai kesempatan. Tentunya berbagi mengenai hal yang relevan ya, bisa mengenai blog maupun kepenulisan.
Kesempatan pertama menjadi pembicara (offline) ini ada di tahun lalu di acara IDFest, acara digital marketing dan membawakan materi ngeblog ini. Bagaimana blognya bisa berkembang di 2 tahun menulis rutin dan mengaplikasikan SEO.
Terakhir, aku juga mengisi materi mengenai storytelling di acara momsvidemaker di bulan Februari 2026 lalu bersama Ruffie yang mengisi mengenai pelajaran basic videografinya.
Oiya, sebelum berani menjadi pembicara offline seperti ini, aku pun sudah beberapa kali diundang untuk mengisi acara online seperti webinar gitu atau sharing santai. Kalau ini biasanya membicarakan mengenai traveling bersama anak atau seputar content creator.
Kalau menjadi pembicara seperti ini, tentunya juga punya ratecard tersendiri lagi ya. Jadi selain bisa terus mengembangkan diri, pendapatannya juga tidak dari satu channel saja. 😉
8. Thank You Rate (Penghasilan yang Paling Mahal!)
Nah, di luar angka-angka Rupiah di atas, ada satu lagi “penghasilan” yang menurutku paling priceless. Bahkan pernah dibahas dan dijadikan ebook, nama istilahnya adalah Thank You Rate.
Apa tuh maksudnya? Sederhananya, ini adalah perasaan luar biasa bermanfaat dan fulfilled saat ada yang berterima kasih karena konten kita berguna buat mereka.
Buat penulis blog traveling yang nulis berdasarkan pengalaman nyata, rasanya tuh penuh banget di hati waktu tiba-tiba ada notif email atau DM IG masuk. Mereka bilang makasih karena itinerary atau review di blogku bisa jadi panduan liburan keluarga mereka.
Nggak jarang juga ada pembaca yang sampai nanya-nanya lebih detail via DM atau email setelah baca tulisan di blog. Walau nggak berbentuk uang yang masuk ke rekening, Thank You Rate ini sungguhan jadi mood booster terampuh sih.
Bayaran emosional inilah yang seringkali bikin aku tetap semangat sharing berbagai pengalaman traveling bersama anak di blog.
Kenapa Gak Pasang Google Adsense?
Dari semua yang disebutkan, kok malah gak ada Google Adsense?
Nah, dulu, di blog ini juga, ada masanya aku memasang Google Adsense. Tapi kok tampilan blognya malah mengganggu. Aku malah gak suka kalau pembaca jadi terganggu dan tulisannya jadi gak bisa dinikmati.
Apalagi performance atau viewsnya juga masih imut ya, jadi aku makin gak mau mengganggu pembaca blog ini dengan menampilkan iklan Google di sela-sela tulisannya.
Kalau viewsnya bisa di 1 juta per hari sih, mungkin bisa aku pikirkan kembali ya untuk pasang ahaha.
Wah, ternyata panjang juga ya membahas penghasilan dari blog di zaman sekarang ini. Aku yakin, banyak juga blogger yang penghasilannya lebih banyak dari blog ini ya, apalagi yang sudah berpindah ke IG dan menjadi influencer kawakan.
Menurut aku blog juga bisa jadi “batu loncatan” untuk mereka yang mau mengembangkan karir maupun diri sih. Seperti suami yang berawal dari blog, malah bisa ditawari untuk menulis buku pertamanya 101 Young CEO.
Walaupun sekarang suami bukan ngeblog di web sendiri ya, tapi kebanyakan di LinkedIn dan Threads, tapi tetap blog membuka banyak peluang dan kesempatan untuk kami.
Jadi, jadi, kamu sendiri gimana? Dalam bentuk apa saja blognya sudah menghasilkan? Share pengalaman juga di komen yuukk 😀

MEmotivasi banget buat mamang yang baru ingin fokus menulis, sebenrnya udah lama juga ngeblog dari masih zaman warnet, cuma dari dulu ga pernah serius cuma udah bikin blog 1-2X poting terus di tinggal selebihnya lupa… Sekarang setelah ikut BW dan banyak baca tulisan yang inspirated spt ini jadu termotivasi nih, semoga mamang bisa juga dapet 9 penghasilan spt itu.
Aku kayaknya mau merambah poin ke-8 nih tahun ini, hihihi
Sudah lama hiatus dari segala perpanggungan. Dan semenjak main di dunia blog, entah kenapa lebih senang jika berada di belakang layar. Padahal banyak peluang yang terbuka kalo bisa lebih berani lagi tampil di publik.
Lomba-lomba juga hajarrrr terus mbak. Besar kecil, aku angkut semua hihihi
Iyaa, semoga makin bersinarr tahun ini yaa. Cuss ikutin lomba-lomba. Mantep banget semua lomba bisa menang gini dirimu mah, ihihi.
Merasa dapet wadah buat menuangkan uneg2 dikepala kalo gak jadi merasa bebas bercerita panjang lebar sesuai isi hati kita tapi tetep yaa dikemas dengan cantik kan ya mbaa 😊
Sekarang lagi mencoba untuk bisa kembali fokus ngikutin lomba berkat komporan dadi mas fajar..yg penting ikut aja dl..itung2 skalian menambah skill 😊
Ada banyak jalan banget yang yang bikin blog travelling tetap cuan. Bahkan tanpa disadari ada momen Thank You Rate, yang beneran bikin kita makin terasa bermanfaat 🤩🤩🤩
Semua poin yang disampaikan kecuali terkait pengurus komunitas dan jadi pembicara aja sih yang belum aku pernah alami.
Lainnya, Alhamdulillah sudah bertahap mulai mengalami 😇 semoga saja kedepannya makin banyak peluang baik melalui menulis ataupun ngeblog ini ya. Selama ada usaha yang maksimal, pasti ada hasil dan jalan yang amazing. Semangat berkarya Mba Isti.