Liburan sekolah yang lalu tuh aku dan suami agak bingung ya mau ke mana. Soalnya kami belum merencanakannya jauh-jauh hari. Jadi baru begitu minggu depan udah libur, aku yang mulai kepikiran untuk mengajak anak-anak liburan ke Bandung dan Garut saja kali ya.
Bandung karena lumayan familiar, Garut karena kok kayanya sudah lama gak ke sana, agak-agak mengincar pemandian air panasnya juga gitu.
Akhirnya ya sudah, diputuskan lah, dari 3 minggu libur sekolah, 4 harinya kami road trip ke Bandung dan Garut ini.
Berangkat ke Lembang dulu dua hari, terus lanjut ke Garut dua hari berikutnya. Nah, kali ini aku mau cerita itinerary lengkapnya dan pengalaman lengkap kami dalam road trip Bandung-Garut ini.
Aku ceritain semuanya ya, dari berangkat pagi-pagi dari Depok karena mengincar jalanan yang masih lancar, sampai bisa kesampaian ke Bumi Upi di Garut dan pulang dalam keadaan senang dan kenyang.
Semoga bisa jadi referensi buat kalian yang juga lagi mikir-mikir mau liburan ke mana yaa 😉
Oh iya, perjalanan ini sebetulnya juga sudah aku ceritakan terpisah untuk masing-masing kotanya sih, baca di sini ya untuk lebih detail per kotanya 😉
Rangkuman Itinerary 4 Hari 3 Malam
Sebelum masuk ke detail per harinya, ini gambaran besar itinerary-nya dulu ya:
Hari 1 – Lembang
05.00 Berangkat dari Depok
07.00–08.00 Sarapan di Subang
09.00–14.00 Orchid Forest Cikole
14.00 Check-in dan istirahat di Be Glamping


Hari 2 – Lembang → Garut
10.00–12.00 Noah’s Park
13.00–14.00 Makan siang + oleh-oleh di Tahu Susu Lembang
14.30 Perjalanan menuju Garut, check-in Hotel Tirta Kencana
Hari 3 – Garut
Pagi: Sarapan di hotel
09.00–11.00 Main ATV di Balong (catatan: per Mei 2026 sudah tidak beroperasi, tersedia jeep wisata)
11.00-13.00: Silaturahmi ke rumah teman
13.00–14.30 Makan siang di Casacola
15.00-16.30: Berenang di kolam villa Tirta Kencana
Malam: Makan malam di warung seberang hotel


Hari 4 – Garut → Pulang
08.00-10.00 Main di Waterpark Tirta Kencana
12.00 Check-out
12.00–13.30 Makan siang di Bumi Upi
13.30 Perjalanan pulang ke Depok
Hari 1: Orchid Forest dan Glamping
Seperti biasa, suami memang paling seneng kalau berangkat liburan itu pagi-pagi sekali. Selain udaranya masih segar, jalanan juga jauh lebih lengang, jadi perjalanan cenderung lebih lancar dan gak bikin stres.
Kami ambil rute lewat Subang, dan alhamdulillah perjalanan lancar. Sekitar jam 7 pagi kami sudah mampir sarapan dulu di dekat Alun-alun Subang, tepatnya di Almaz Chicken. Lumayan lah buat ngisi energi sebelum masuk ke kawasan wisata yaa.
Orchid Forest Cikole

Tujuan utama hari pertama kami adalah Orchid Forest Cikole. Jujur, ini salah satu tempat yang memang bikin aku pengen balik lagi sih. Soalnya tempatnya memang luar biasa ya, hutan pinus yang rimbun, hamparan bunga anggrek yang cantik di dalam rumah kacanya, dan hawanya yang adem banget bikin betah berlama-lama.
Aku paling semangat untuk masuk dan berjalan-jalan lagi di dalam hutan Pinus itu. Walaupun sempat terjadi drama sedikit ya sebelum masuk, yaitu Tripod patah xp (detail ceritanya bisa kalian baca di Bukan Cuma Lihat Anggrek, Banyak Aktivitas Seru di Orchid Forest Cikole untuk Keluarga!)
Kami sengaja menghabiskan waktu cukup lama di sini, kira-kira dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Soalnya memang asik banget berjalan di sepanjang jalur Orchid Forest ini. Kami benar-benar menikmati waktu dan bersantai lah. Kan tujuan utama jalan-jalan keluarga memang mau santai yaa, hehe.
Orchid Forest ini luasnya luar biasa, membentang dari atas ke bawah, jadi pastikan pakai alas kaki yang nyaman ya. Anak-anak bebas banget berlarian di area Teras Paphio yang luas.
Be Glamping Lembang

Setelah puas (beneran sepuas itu!), kami beranjak ke tempat menginap yaitu ke Be Glamping. Lokasinya masih satu kawasan dengan Orchid Forest, jadi cuma perlu sekitar 10 menit saja untuk sampai ke sana.
Kami memang sengaja mencari area glamping yang dekat dengan Orchid Forest sih, hehe.
Nah ini ya, glamping yang satu ini memang bukan glamping paling mewah yang pernah kami coba. Kamar mandinya sharing, beda dengan glamping kami sebelumnya di Namu Hejo yang punya kamar mandi privat.
Tapi anak-anak alhamdulillah nggak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena lokasinya memang dekat sekali dengan tenda kami.
Malam sebelumnya sempat hujan deras dan tenda sedikit bocor, tapi petugasnya sigap sekali menangani situasi. Jadi kami tetap bisa menikmati malam dengan nyaman.
Kasurnya cukup luas, tersusun dari dua queen bed, dan sorenya kami habiskan dengan main board game yang bisa disewa di sini, dilanjut BBQ-an di teras tenda malam harinya.
Kalau dipikir-pikir lagi, hari pertama ini temanya semacam “kembali ke alam” gitu ya, ihihi.
Hari 2: Noah’s Park, Oleh-oleh, Lalu Lanjut ke Garut
Keesokan harinya, kami sempat bingung mau ke mana sebelum melanjutkan perjalanan ke Garut. Pagi-pagi baru aku memberi ide untuk mampir ke Noah’s Park karena tempatnya terlihat seru.
Noah’s Park

Di sini ada berbagai wahana yang cukup memacu adrenalin, Luge Kart, ATV, Gokart, sampai Flying Fox sepanjang 500 meter. Kami kemarin karena pertimbangan budget, akhirnya hanya main Luge Kart saja, yang lintasannya sepanjang 2 km.
Tapi hal itu beneran gak bikin kami menyesal. Soalnya Luce Kart nya aja ini tuh udah seseru itu! Beneran jadi highlight moment dari seluruh liburan kemarin sih, bahkan anak-anak sendiri yang bilang begitu.
Luge kart-nya unik karena benar-benar mengandalkan gravitasi untuk meluncur di jalur yang menurun. Di bagian yang datar, kami terpaksa menggowes pakai kaki, dan justru di situlah serunya, sambil teriak-teriak kegirangan, hehe.
Kami berlima sepakat, kalau ke Noah’s Park lagi, Luge Kart wajib dicoba ulang, mungkin dengan rute yang lebih pendek ya, ihihi.
Tahu Susu Lembang: Makan Siang + Oleh-oleh Sebelum Lanjut

Selesai dari Noah’s Park, kami mampir ke Tahu Susu Lembang untuk sekalian makan siang sekaligus beli oleh-oleh. Aku memang sudah mengincar mochi susu-nya yang lembut itu dari jauh-jauh hari.
Di sini tersedia tempat lesehan dan meja biasa, plus ada kursi pijat yang lumayan buat mengistirahatkan badan sebentar. Cocok banget untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.
Nah, ini dia bedanya dengan itinerary biasa kami tidak langsung pulang dari sini. Setelah kenyang dan bekal oleh-oleh sudah aman di bagasi, kami lanjutkan perjalanan ke Garut deh.
Perjalanan Lembang ke Garut
Dari kawasan Lembang, perjalanan menuju Garut membutuhkan waktu 2,5-3 jam sebetulnya. Tapi kami membutuhkan waktu sampai sekitar 4 jam, karena kondisi lalu lintasnya cukup padat.
Rutenya cukup menyenangkan karena melewati pemandangan khas Jawa Barat, sawah, perbukitan, dan udara yang segar sepanjang jalan.
Kami tiba di Garut saat hari sudah mulai gelap. Malamnya langsung check-in di Hotel Tirta Kencana, menata koper, dan merebahkan badan.
Eh, ada sedikit drama malam itu. Ban mobil kami sempat bocor sebelum sampai hotel. Suami yang sigap langsung mengurusnya, dan Alhamdulillah semua beres. Namanya juga road trip bareng anak-anak ya, selalu ada cerita tak terduga, hehe.
Hari 3: ATV, Silaturahmi, dan Makan Siang dengan Pemandangan Gunung
Setelah semalam cukup istirahat, hari ketiga ini kami mulai dengan sarapan di hotel dulu. Pilihan menunya menu Sunda yang sederhana, tidak istimewa-istimewa banget rasanya, tapi pemandangan dari ruang makannya itu lho, bikin hati dan pikiran langsung tenang deh. Gunung yang tampak jelas di kejauhan itu jadi teman sarapan kami pagi itu.

ATV di Balong
Setelah perut kenyang, kami langsung lanjut ke Balong untuk main ATV. Ini sebetulnya agak impulsif ya — baru diputuskan malam sebelumnya saat kami sudah sampai Garut, hehe. Tapi ternyata seru banget! Anak-anak antusias sekali naik ATV keliling area Balong yang pemandangannya memang asri dan hijau.
Satu hal yang perlu aku update buat kalian ya per Mei 2026, penyewaan ATV di Balong sudah tidak beroperasi lagi. Jadi kalau kalian berencana ke sana, jangan kecewa dulu karena pengelola masih menyediakan opsi jeep wisata yang katanya tidak kalah seru kok!

Silaturahmi ke Rumah Teman
Nah ini nih, kebiasaan yang selalu kami usahakan ada setiap kali road trip ke luar kota. Ada teman dekat suami yang sudah lama menetap di Garut, dan memang dari awal sudah ada rencana untuk mampir ke rumahnya, sekalian temu kangen.
Buat kami, ini bukan sekadar mampir biasa. Anak-anak jadi bisa melihat langsung bagaimana kami menjaga silaturahmi dengan sahabat lama, dan itu menurut aku jadi pelajaran yang jauh lebih berharga dari banyak tempat wisata yang bisa kami kunjungi.
Makan Siang di Casacola
Dari rumah teman, kami lanjut makan siang di Casacola salah satu tempat yang masuk dalam wishlist-ku kalau mengunjungi Garut. Suasananya enak, teduh, dan lagi-lagi dengan latar pemandangan gunung yang cantik dari kursi makan.
Soal rasa makanannya, menurutku jujur belum ada yang benar-benar istimewa ya. Tapi untuk tempat istirahat sejenak sambil menikmati udara Garut yang segar, Casacola ini cocok banget lah.
Berenang
Sore harinya, rencana kami adalah anak-anak main di Waterpark Tirta Kencana. Tapi ternyata sore itu waterpark-nya sedang dikuras. Haha, ya namanya juga liburan bawa anak-anak, selalu ada hal tak terduga kan?
Untungnya pihak hotel sigap dan langsung mengalihkan kami ke kolam renang villa yang kebetulan sedang kosong. Alhamdulillah anak-anak bisa tetap happy. Yang penting buat mereka bisa nyebur ke air kayanya sih, soal kolam mana, itu urusan belakangan, hehe. Alhamdulillah tidak ada drama yang gimana-gimana.
Malamnya kami makan malam sederhana saja, tinggal menyeberang ke warung di depan hotel yang menjual berbagai menu, termasuk Indomie. Kebetulan hari itu memang jadwal makan Indomie anak-anak, dan mereka senang banget. 😀
Hari 4: Waterpark, Check-out, dan Pamitan di Bumi Upi
Pagi terakhir di Garut, saatnya menunaikan janji kemarin: Waterpark Tirta Kencana yang akhirnya bisa dinikmati penuh!
Waterpark Tirta Kencana
Sejak pagi, anak-anak sudah menagih untuk nyebur. Waterpark ini istimewa karena airnya hangat — cocok banget di udara Garut yang sejuk. Di awal aku masuk duluan bersama anak-anak sementara suami masih istirahat, tapi kemudian beliau menyusul dan ikut main juga.
Viewnya dari area waterpark ini luar biasa — gunung yang berdiri kokoh di belakang kolam jadi latar belakang foto yang cantik banget. Aku sempat mengambil beberapa foto sebelum akhirnya ikut nyemplung juga, hehe.
Sebetulnya hari terakhir ini kami punya rencana untuk mampir ke Kebun Mawar Situhapa, tempatnya cantik dan sepertinya seru untuk jalan-jalan santai.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, waktunya terlalu mepet, dan anak-anak sudah terlanjur betah main air. Daripada memaksakan diri dan bikin mereka kelelahan, kami putuskan untuk simpan saja Kebun Mawar untuk kunjungan ke Garut berikutnya. 😄
Ini yang selalu aku pegang ya saat traveling, tidak perlu kaku pada jadwal. Tahu kapan harus meredam keinginan sendiri demi kenyamanan bersama, terutama kenyamanan anak-anak.
Menutup Perjalanan di Bumi Upi

Setelah check-out dari hotel, kami tidak langsung tancap gas ke tol. Berhubung hari juga sudah siang ya, jadi perut mulai terasa lapar. Kemudian ada satu tempat yang memang sudah lama aku penasaran, Bumi Upi.
Dan keputusan itu ternyata sangat memuaskan! Begitu sampai, aku langsung paham kenapa Bumi Upi ini bisa seterkenal itu. Tempatnya unik, nama-nama makanannya menarik dan bikin penasaran, rasanya enak, dan harganya sangat terjangkau. Perpaduan yang sulit ditolak.
Kalau aku bilang, belum ke Garut kalau belum ke Bumi Upi ini deh. Itu saja sudah cukup jadi alasan untuk menutup liburan dengan senyum lebar.
Tips Praktis Road Trip Lembang–Garut Bersama Anak-anak
Dari pengalaman road trip Bandung kemudian lanjut ke Garut ini, ada beberapa hal yang jadi catatan aku sih.
Soal perjalanan:
- Berangkat pagi-pagi itu worth it banget. Jalanan masih sepi, udara segar, dan anak-anak biasanya masih anteng di jam-jam pagi. Bahkan mereka bisa lanjut tidur lagi di mobil 😀
- Rute Lembang-Garut cukup mulus dan pemandangannya indah. Estimasikan sekitar 3 sampai 4 jam ya, kalau lebih cepat dari itu Alhamdulillah.
- Selalu siapkan ban cadangan dan periksa kondisi mobil sebelum berangkat.
Soal itinerary:
- Jangan bikin jadwal yang terlalu padat. Kasih jeda waktu yang longgar di setiap destinasi supaya anak-anak tidak merasa diburu-buru.
- Siap-siap dengan hal tak terduga. Dalam kasus kami itu kayak kolam dikuras, wahana tutup, atau tiba-tiba hujan. Fleksibilitas itu adalah koentji!
- Biarkan anak-anak bebas bereksplorasi. Seringkali core memories paling indah justru lahir dari momen-momen spontan, bukan dari yang sudah terencana rapi.
Soal tempat wisata:
- Per Mei 2026, penyewaan ATV di Balong sudah tidak beroperasi, tapi tersedia jeep wisata sebagai alternatif.
- Waterpark Tirta Kencana bisa dikunjungi oleh tamu menginap maupun pengunjung umum ya, airnya hangat dan viewnya juara!
- Bumi Upi wajib masuk itinerary kalau ke Garut. Jangan sampai terlewat ya. 😉
Gimana, sudah mulai kebayang mau cobain road trip Lembang-Garut ini belum? Menurut aku ya, kombinasi keduanya itu klop banget sih. Soalnya kedua tempat tersebut rasanya semacam menghadirkan satu paket lengkap, udara segar, pemandangan gunung, dan wahana seru. Semuanya bikin perjalanan ini bisa dikenang lama.
Dah, yang mau liburan, selamat merencanakan liburan ya, dan jangan lupa yang terpenting bukan destinasinya yang sempurna, tapi momennya yang berkesan! 😉
