Kalau sebelumnya aku membahas Gramedia Jalma yang berada persis di seberang Blok M Square, kali ini aku mau membahas Blok M Square-nya, tepatnya kuliner malamnya.
Jadi, di kunjungan pertama kami ke Gramedia Jalma kala itu, kami kan selesainya malam ya, jadi kami memutuskan untuk makan di sekitar Blok M saja.
Begitu keluar Gramedia Jalma kami langsung merasa seakan mendapat jackpot, ahaha. Soalnya kami gak mengira, pelataran Blok M yang tadinya kosong, kali ini sudah ramai dengan berbagai makanan yang tersaji dari ujung ke ujung. Semacam “Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba” ini sih ya kan.
Tanpa berpikir lama lagi, ya kami langsung memutuskan untuk makan di sana saja lah. 😀


Pelataran Blok M Square di Malam Hari Jadi Surga Kuliner
Kalau kalian ke Blok M Square di siang hari, pelataran depannya tuh ya biasa saja. Banyak sih memang yang berjualan makanan, tapi begitu malam tiba, yang berjualan makanan tuh lebih buanyak lagi. Pokoknya suasananya langsung berubah total deh.
Pelataran Blok M Square ini seolah menyulap dirinya sendiri menjadi kawasan jajanan malam yang ramai dan semarak. Deretan kuliner tersaji dari ujung ke ujung. Lengkap banget pula pilihannya dari makanan berat, minuman segar, sampai camilan dan dessert, semua ada.
Kawasan angkringan di pelataran Blok M Square ini memang dikenal sebagai area yang menyajikan berbagai kuliner khas Nusantara, seperti nasi rames, sate, tahu gejrot, gorengan, sampai bakso.
Yang menarik, ada juga semacam prasmanan di mana kita bisa memilih sendiri lauk-lauk yang diinginkan dari berbagai pilihan yang tersedia. Modelnya persis seperti warung nasi lesehan, tapi dengan pilihan lauk yang cukup bervariasi. Tempat duduknya pun memang ada yang lesehan juga ya, jadi melengkapi suasana warung lesehannya itu sendiri, ihihi.

Suasana malamnya itu sendiri cukup ramai dan hidup. Banyak pengunjung yang memilih duduk lesehan di tikar yang sudah disediakan oleh para penjual. Jadi nuansanya cukup santai dan kasual, cocok banget buat keluarga yang mau makan bareng sambil bersantai setelah seharian jalan-jalan seperti kami ini, hehe.
Pilihan Makan Malam Kami
Dari sekian banyaknya pilihan makanan yang ada, anak-anak memilih yang paling familiar dan yang sedang mereka suka. Kalau aku, awalnya sempat bingung dan sempat berkeliling juga sedikit untuk menentukan mau makan apa.
Akhirnya aku putuskan untuk makan makanan yang sama dengan anak-anak, biar sekalian lah ya gitu. Paling papanya sendiri yang punya pilihan berbeda.
Sate untuk Anak-Anak (dan Emaknya)
Anak-anak langsung tertarik sama salah satu lapak sate yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk pelataran. Setelah berkeliling, aku akhirnya memesan sate sekalian dengan aku sendiri supaya bisa matang bersamaan.

Sementara aku memesan sate ini, suami dan anak-anak mencari tempat duduk yang kosong dan cukup untuk kami berlima. Alhamdulillah ada di area lesehan. Berhubung suami memang mau makan di lesehan Sunda itu, ya akhirnya dia memilih duduk di sana deh.
Tapi ya, ternyata kami harus menyiapkan kesabaran ekstra kalau pesan sate di sini. Antrian pemesannya lumayan panjang dan proses pembakarannya memang butuh waktu soalnya kan. Jadi nggak bisa buru-buru.
Kami menunggu cukup lama sebelum sate pesanan kami akhirnya datang. Anak-anak sudah lumayan kelaparan sih, tapi karena habis membeli buku, jadi mereka masih aman karena bisa menunggu sambil membaca buku yang baru saja mereka beli tersebut.
Prasmanan Sunda untuk Suami


Seperti yang aku bilang tadi, tempat duduk lesehan yang kami tempati berada di area prasmanan Sunda karena suami memesan makanan tersebut.
Suami memilih lapak prasmanan Sunda selain karena memang letaknya strategis banget, persis di seberang pintu masuk Gramedia Jalma, juga karena dia memang mau memilih lauk yang banyak, hahaha.
Pilihan makanannya cukup banyak deh, dengan lauk-lauk khas Sunda seperti yang biasa kita temukan di warung nasi tradisional. Suami tinggal pilih nasi dan lauk yang diinginkan, lalu duduk dan makan.
Praktis sih, nggak perlu nunggu lama juga karena tinggal ambil. Tapi ada beberapa lauk yang harus dimasak terlebih dulu, karena yang ditampilkan belum yang matang atau yang baru berbumbu.
Minuman: Es Teh, Es Jeruk, dan Air Mineral

Untuk minumannya, kami pesan es teh dan es jeruk, pilihan yang memang paling pas untuk akhiran jalan-jalan di malam hari yang lumayan panas. Aku dan suami juga tidak lupa memesan air mineral sebagai penetral rasa. 😀
Awalnya aku ingin memesan es yang manis-manis lainnya seperti es campur sebagai makanan penutup. Tapi tidak kami lakukan karena menimbang waktunya yang sudah terlalu malam.
Harga-harga makanannya tuh terjangkau ya, seperti harga jajanan kaki lima pada umumnya. Jadi nggak perlu khawatir bakal boncos di sini.
Nah, pembayarannya pun juga sangat memudahkan. Hampir semuanya sudah menyediakan QRIS, jadi kita bisa membayarnya dengan QRIS saja. Meminimalisir pengeluaran uang cash yaa, hehe.
Meminta Perokok Menunda Rokoknya
Oke, aku mau cerita jujur juga ya soal pengalaman kami makan di sini, karena nggak semuanya mulus.
Berhubung lokasinya di outdoor, ada saja yang merokok di sekitar pelataran dan di tempat makan yang ramai ini. Bahkan, nggak berapa lama setelah kami duduk lesehan dan mulai makan, ada bapak-bapak yang duduk persis di sebelah kami dan menyalakan rokoknya.
Sebagai ibu yang lagi makan bareng anak-anak, ini tentu saja nggak nyaman lah ya. Tapi daripada pindah dan ribet mencari tempat lain, aku memilih untuk menegurnya baik-baik.
Aku memintanya untuk tidak merokok dulu sampai kami selesai makan, dengan cara yang sopan dan tidak konfrontatif tentunya. Sambil juga aku tekankan kalau kami tidak berapa lama lagi akan selesai, jadi dia bisa merokok lagi setelah kami pergi.
Alhamdulillah, beliau langsung mengerti dan mematikan rokoknya. Terima kasih ya, Pak.
Tapi ya, jujur saja, karena ada insiden kecil itu, kami pun jadi sedikit mempercepat makan dan memutuskan untuk segera pulang setelah selesai. Ini juga yang membuat aku mengurungkan niat membeli makanan penutup berupa es manis-manis tadi.
Mungkin lain kali aku juga perlu lebih jeli dalam memilih spot duduk ya, kalau bisa, pilih yang agak jauh dari keramaian saja deh supaya lebih nyaman.
Bonus Kuliner yang Pas Setelah Eksplor Gramedia Jalma

Overall, makan malam di pelataran Blok M Square ini jadi penutup yang cukup menyenangkan untuk hari kami di kawasan Blok M sih.
Meskipun ada sedikit insiden rokok tadi, pengalaman makan di sana tetap meninggalkan kesan yang positif. Suasananya ramai tapi tetap santai, pilihan makanannya banyak, harganya bersahabat, dan lokasinya memang sangat strategis, persis di kawasan yang sama dengan Gramedia Jalma.
Jadi kalau kamu berencana ke Gramedia Jalma dan mau sekalian kulineran, pelataran Blok M Square ini bisa banget jadi pilihan untuk makan malam. Tinggal pilih lauk yang diinginkan, duduk lesehan, dan nikmati suasana malam Jakarta Selatan yang hidup.
