Sebelumnya aku sudah cerita ya betapa senangnya kami bisa mendapat penginapan seperti Pondok Hexa di Ujung Genteng, sehingga bisa bolak-balik Moana Cafe sepuasnya juga.
Karena ternyata, Moana Cafe ini lagi cukup terkenal sepertinya di sana. Gimana gak terkenal ya, lokasinya persis di pinggir pantai, desainnya juga ala-ala Santorini gitu. Yaa Mediterania gitu lah, alias cukup estetik dan sangat cocok berlokasi di pinggir pantai.
Sungguh berjodoh dengan orang yang mau menyendiri dan memandangi laut, ataupun yang mau berkumpul bersama orang terkasih.

Lokasi Moana Beach Cafe
Lokasinya ini yang menurutku sempurna banget untuk dijadikan tempat bengong memandangi lautan, ahaha. Soalnya persis pinggir pantai banget euy.
Berhubung kami menginap di Pondok Hexa, jadinya kami bisa berkunjung ke Moana ini berkali-kali, karena tinggal menyeberang saja. Bahkan kalau menuju pantai, ya hampir pasti masuk ke cafe ini karena aksesnya ada di area tempat duduknya mereka ya.
Ya berupa tangga yang memisahkan area duduk dan kasir sih, tapi kesannya jadi menyatu dengan cafenya gitu 😀
Layout dan Desain Moana
Jadi Moana ini sebenarnya terbagi jadi dua, Moana Resto dan Moana Cafe, dengan jarak cuma sekitar 10 meter saja di antara keduanya.
Bangunannya sendiri terlihat masih baru, dengan kesan ala Mediterania gitu. Tempatnya hanya satu lantai gitu, tapi bentuknya memanjang kalau dilihat dari arah pantai, dengan pintu dan jendela-jendela besar berbentuk lengkung di bagian atasnya. Estetik banget lah buat difoto.



Di bagian Moana Cafe yang berada persis di depan Pondok Hexa, total tuh ada sekitar 5 area duduk. 3 area punya Moana Cafe, 2 area memanjang punya Pondok Hexa. Serunya, karena tempatnya menyatu, pengunjung dari kedua sisi ini boleh duduk di manapun, nggak dibatasi gitu.
Kalau di sisi Moana Cafe urutannya tuh satu area duduk sebelum bangunan kasir dan dapur, lalu area kasir dan dapurnya sendiri, baru area duduk lainnya yang di tengah-tengahnya ada akses langsung ke pantai.
Oiya, ada 2 akses tangga menuju pantai ya di sini. Satu dari sisi Pondok Hexa, satu lagi dari sisi Cafe Moana.
Hari Pertama: Makan Siang Kesorean di Moana Resto
Kebetulan saat itu kami sampai Ujung Genteng sudah sore, sekitar jam 14.30an lah. Cukup banget dan pas sebetulnya dengan waktu check in. Tapi berhubung kami belum sempat makan siang, begitu check-in aku langsung bergegas deh menuju Moana Resto, laper shay.
Bisa dilihat, Moana Resto ini desainnya juga kekininan dan ala-ala Mediteranian juga ya. Kemudian sepertinya Moana Resto ini pun masih dalam tahap pembangunan juga sih. Karena di beberapa titik, masih ada tukang yang berlalu lalang dan masih ada berbagai perlengkapan pembangunan gitu.
Makan Siang Berdua Suami
Awalnya cuma aku dan suami yang pergi duluan, anak-anak masih mau rebahan dan santai dulu di penginapan. Toh restonya juga tidak jauh dari penginapan, jadi insyaAllah aman lah ya.
Suami pesan nasi goreng, aku pesan ayam geprek. Makanan datang sekitar 30 menitan, lumayan lama untuk ukuran orang yang sedang kelaperan ya, ahaha. Tapi rupanya waktu segitu memang biasa untuk di sini.
Baru saja aku dan suami mulai makan, anak-anak kemudian menyusul karena mereka juga sudah mulai kelaparan, ihihi.



Anak-anak Menyusul Makan
Nawa dan Nara ikutan pesan nasi goreng juga, isinya saja yang berbeda sama papanya. Sementara itu Naia pesan ayam geprek cabe hijau, sama kayak punyaku.
Buat penutup, kami pesan waffle es krim, minumnya cukup air mineral saja karena sepanjang perjalanan kami sudah kebanyakan minum yang manis-manis. 😀
Nah, soal waffle es krimnya ini agak lucu sih, es krimnya kelewat cair gitu, jadi lebih mirip saus manis di atas waffle daripada es krim beneran, hehe. Penyajiannya pun es krimnya terpisah di mangkuk plastik tersendiri.
Tapi tetep enak kok, sampai-sampai 2 porsi yang kami pesan ludes dalam sekejap. Selain karena ini emang jajanan favorit kami sekeluarga, kami juga buru-buru menghabiskannya karena mau segera lanjut ke Pantai Pangumbahan buat lihat pelepasan tukik.
Soalnya ide ke Ujung Genteng ini selain untuk memenuhi keinginan anak-anak yang mau main di pantai, juga untuk memenuhi keinginanku untuk melihat pelepasan tukik, hehehe.
Oiya, soal harga, makanan berat di resto ini sekitar Rp25.000-Rp40.000an, masih terhitung terjangkau untuk lokasi yang persis di pinggir pantai kayak gini.

Malam Pertama: Me Time Sebentar di Moana Cafe
Malam harinya, aku sempat menyendiri sebentar di Moana Cafe, lumayan lah istirahat dan me time sejenak 😀
Kesempatan tersebut aku manfaatkan untuk memesan indomie dan Thai tea. Nah, ini pengalaman yang lumayan menguji kesabaran sih, hehe. Thai tea-nya datang duluan, itu pun setelah nunggu sekitar 25 menitan.
Indomie-nya nih, baru datang setelah 45 menit! Hya hya. Wajar juga sih, secara itu hari Minggu dan pengunjungnya lagi rame-ramenya.
Soal rasa, jujur aku kurang cocok sama Thai tea-nya. Menurutku minumannya terlalu manis dan rasanya biasa aja, kurang sesuai selera aku gitu. Tapi kalian tenang aja, karena kopinya di sini justru yang bikin aku dan suami balik lagi keesokan harinya.
Hari Kedua: Sarapan Indomie dan Drama Ikan Bakar
Paginya, kami sarapan lagi di Moana Cafe dengan menu yang sama, indomie. Harganya Rp15.000 per porsi kalau tanpa telur, atau Rp20.000 kalau pakai telur. Simpel tapi pas banget buat sarapan santai sambil mendengar suara ombak dan menikmati “lukisan alam”.



Siangnya, kami coba makan di resto Pondok Hexa yang kebetulan tempatnya menyatu juga sama Moana ini. Nah, di sinilah ada drama kecil yang lumayan bikin geleng-geleng kepala, hehe.
Jadi ceritanya kan aku pesan ikan bakar tuh. Berhubung mereka lagi melayani 3 meja sekaligus, yang antar makanan salah kasih pesanan donk.
Ke meja kami malah dikasih cumi goreng pesanan meja sebelah, sementara ke meja satunya lagi malah dianter ikan bakar pesanan kami. Untungnya pelanggan di meja sebelah itu juga mau ikan bakar, jadi pesanan yang ketuker tetap sama-sama dinikmati masing-masing pihak.
Setelah menunggu sekitar 30 menit lagi, ikan bakar kami akhirnya jadi juga. Alhamdulillahnya, kami malah jadi dapat dobel, ikan bakar plus cumi goreng!
Ikan bakarnya juga ternyata lebih besar dari yang sebelumnya (alias yang tertukar itu), jadi lumayan lah ya, “untung” di tengah insiden ketuker-tukeran ini.
Nah, karena tempatnya menyatu, seusai drama makan siang itu kami jadi kepikiran buat pesan kopi dari Moana. Suami pesan kopi susu, aku pesan americano.
Jadi ternyata ini yang mendingan banget menurut kami berdua. Beda banget rasanya sama Thai tea semalam, kopinya di sini enak dan bikin pengen balik lagi.
Untuk kisaran harga di Moana Cafe secara umum, sekitar Rp20.000-an aja per orang buat makan dan minum. Jadi lumayan lah ya, masih terhitung terjangkau buat nongkrong santai berkali-kali kayak kami.
Spot Favorit di Moana

Menurut aku, Moana ini memang terlihat viralnya karena apa dari melihat bangunannya. Ya seperti yang aku bilang di atas, bangunanya terlihat masih baru dengan banyak sekali bukaan lebar seakan dindingnya dihiasi lukisan laut.
Jadi, iyes, kalau ditanya spot favorit, jawabannya jelas sih, jendela lengkung besar yang ada di bangunannya ini. Dari dalam, jendela ini kayak bingkai lukisan alam raksasa, pemandangan lautnya langsung kelihatan lebar banget dari situ.
Selain itu, aku juga suka banget sama kursi memanjang di sisi pantainya, tempat aku menyendiri sambil pesan indomie malam itu. Duduk di situ langsung menghadap laut, rasanya adem aja gitu buat sekadar menenangkan pikiran sejenak di tengah liburan yang seru tapi cukup padat sama anak-anak. 😀
Info Praktis Moana
Sesuai janji yang sebelumnya. Aku bakal sering ngasih tabel kayak gini supaya ada rangkuman infonya dan lebih mudah dibaca 😉
Tabel Moana Cafe & Resto
| Nama | Keterangan |
|---|---|
| Konsep desain | Bangunan baru, satu lantai, gaya Mediterania/ala Santorini dengan jendela dan pintu lengkung besar |
| Menu andalan Moana Cafe | Indomie (Rp15.000 tanpa telur / Rp20.000 dengan telur), beberapa paket nasi, serta berbagai kopi |
| Menu andalan Moana Resto | Nasi goreng, hidangan ayam, dan hidangan sea food |
| Kisaran harga | Sekitar Rp20.000-35.000-an per porsi/minuman |
| Akses ke pantai | 2 tangga, satu dari sisi Pondok Hexa, satu dari sisi Moana Cafe |
Cafe yang Sempurna untuk Memandang Laut yang Jernih
Buat kalian yang nanti nginep di sekitar Pondok Hexa, wajib banget mampir ke Moana ini sih kubilang. Baik resto-nya buat makan berat, maupun cafe-nya buat nongkrong santai sambil menikmati pemandangan laut.
Asli, berhubung pantai dan lautnya sejernih itu, kayak ngerasa nikmat banget ternyata ya memandangi lautan tuh.
Best-nya sih saat siang hari ya, cuma ya memang lebih panas pastinya.
Kenapa aku bilang siang? Karena dari sini kita jadi bisa melihat gradasi warna lautnya yang cantik banget, huhu. Apalagi siang hari tuh memang air laut sedang cukup banyak juga, jadi beneran makin terlihat gradasi warnanya.
Harga makanan dan minumnya juga masih terjangkau, jadi nggak terlalu menguras kantong dan bisa banget buat balik berkali-kali kayak kami.
Hanya saja, kalau lagi weekend, persiapkan diri juga untuk menunggu agak lama ya, karena memang biasanya lebih ramai pengunjung 😀
