Review Tempat Wisata

Wisata Sejarah di Candi Prambanan Bersama Anak-anak

Candi Prambanan ini merupakan candi yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, makanya kepingin banget ke sana. Alhamdulillah pas hamil anak ketiga, kami bisa berkunjung sekaligus mengajak anak-anak ke sana. Kami masukkan dalam rangkaian road trip wisata candi di sekitar Jogjakarta.

Soalnya termasuk salah satu candi yang juga megah selain Candi Borobudur, malah merupakan bagian dari gugusan percandian yang mendapat predikat sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) dari UNESCO sejak tahun 1991.

Candi Prambanan

Kisah Roro Jonggrang

Selain warisan budaya, ada kisah yang sangat terkenal dan kayanya hampir semua orang juga tahu, kalau Candi Prambanan ini termasuk dalam legenda kisah Roro Jonggrang.

Alkisah tersebutlah Bandung Bondowoso yang ingin menaklukkan daerah Prambanan dan menyerang raja yang berkuasa saat itu, Prabu Boko, yang merupakan ayah dari Roro Jonggrang. Karena Prabu Boko akhirnya meninggal lantaran terkena senjata yang bernama Bandung oleh Bondowoso, maka daerah Prambanan secara resmi berhasil ditaklukkan.

Baca juga:  Wisata Jogja Bersama Anak-anak

Dengan terbunuhnya Prabu Boko dan penaklukkan daerah Prambanan tersebut, putri dari Prabu Boko, Roro Jonggrang sangat bersedih. Namun rupanya Bandung Bondowoso terpesona oleh kecantikan Roro Jonggrang dan ingin melamar sang putri.

Tentu sang putri menolak lamaran tersebut. Namun, karena kegigihan Bandung Bondowoso ingin mempersuntingnya, akhirnya Roro Jonggrang bermaksud memberi syarat yang hampir mustahil bisa dikerjakan, yaitu membangun 1000 candi dalam semalam.

Syarat 1000 Candi Dalam Semalam

Tak disangka, Bandung Bondowoso malah menyanggupi syarat tersebut karena yakin akan berhasil. Berhubung dirinya memiliki pasukan jin dan percaya bahwa dia akan senantiasa dibantu oleh para jin tersebut.

Rupanya betul, Bandung Bondowoso dengan bantuan para jinnya, berhasil mendirikan sebanyak 999 Candi, tinggal tersisa 1 candi lagi sebelum hari berganti.

Candi Prambanan

Roro Jonggrang yang tidak ingin Bandung Bondowoso berhasil, akhirnya mencari cara menggagalkan pembuatan candi tersebut. Ia dan para pelayan lalu menyalakan api di timur dan menumbuk padi (kegiatan tradisional di kala pagi), serta membuat ayam berkokok lebih cepat.

Karena triknya tersebut, para jin yang membantu Bandung Bondowoso lalu pergi secepatnya karena mengira hari sudah pagi tanpa menyelesaikan candi yang terakhir tadi.

Melihat candi yang masih belum rampung, Roro Jonggrang lalu menyatakan bahwa Bandung Bondowoso telah gagal melakukan syarat yang diberikan olehnya, sehingga ia menolak lamaran Bandung Bondowoso.

Baca juga: Candi Gedong Songo: Perpaduan Wisata Sejarah dan Wisata Kekinian

Setelah ditolak dan mengetahui kalau ternyata Roro Jonggrang melakukan sebuah trik untuk menggagalkan usahanya, Bandung Bondowoso menjadi murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung. Sehingga candi yang dibuatnya sekarang genap berjumlah 1000.

Maka dari itu terdapat ukiran yang berbentuk seperti Putri Roro Jonggrang di sebelah utara Candi. Bentuknya seperti patung permaisuri Siwa, Durga.

Sejarah Penemuan dan Pemugaran

Menurut prasasti Siwagrha yang ditemukan di Kompleks Candi Prambanan, disebutkan bahwa kompleks candi tersebut didirikan pada tahun 778 Saka (856 Masehi)6.

Namun baru ditemukan reruntuhannya sekitar tahun 1733 oleh pegawai kongsi dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) berkebangsaan Belanda bernama C.A. Lons. Sejak saat itu hingga tahun 1846 sebetulnya kompleks candi ini tidak mendapat perhatian khusus oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Baru pada 1885, J.W. Ijzerman yang telah mendirikan “Archaelogische Vereeniging Van Jogja”, mulai melakukan pembersihan terhadap Kompleks Candi Prambanan. Selanjutnya Pemugaran Kompleks Candi Prambanan dimulai pada 1918 dengan memugar Candi Siwa oleh Dinas Purbakala Hindia-Belanda atas prakarsa F.D.K. Bosch. Ia menugaskan P.J. Perquin untuk menyusun kembali Candi Siwa.

Pemugaran Candi Siwa 1920

Pemugaran Candi Siwa diteruskan oleh Van Romondt pada 1935 yang akhirnya rampung pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama, Soekarno.

Sejarah lengkap penemuan dan pemugaran kompleks Candi Prambanan ini bisa kita tonton juga di area Cinema pada halaman Candi Prambanan, seperti yang kami lakukan waktu itu.

Lokasi Candi Prambanan

Dengan luas 39,8 hektar, Candi Prambanan berlokasi di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571.

Kebetulan waktu itu kami menginap persis di seberang kompleks Candi Prambanan ini, jadi kami bisa berjalan kaki untuk masuk ke dalamnya.

Namun ternyata kami tetap gak bisa berjalan kaki sih, soalnya letak pintunya berada agak jauh lagi, sehingga kami terpaksa naik mobil dan parkir di parkirannya yang luas.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Candi Prambanan ini buka setiap hari lho ternyata. Lalu, karena sekarang menyediakan wisata pagi, maka kita bisa mengunjungi Candi Prambanan sejak pukul 06.30 pagi sampai pukul 17.30. Namun, pembelian tiket terakhir dilayani pukul 17.00 yaa.

Harga tiketnya sendiri berkisar di 25.000 untuk anak-anak (3 sampai 10 tahun) dan 50.000 untuk dewasa (di atas 10 tahun).

Kita juga mempunya pilihan untuk mengikuti paket-paket wisata yang disediakan. Harga Setiap paketnya adalah:

Pilihan PaketDewasaAnak-anak
Paket Candi Pramban + Borobudur75.00035.000
Paket Candi Prambanan + Candi Ratu Boko85.00040.000
Paket Candi Prambanan + Candi Plaosan & Sojiwan75.00035.000

Candi Plaosan dan Candi Sojiwan

Kebetulan waktu itu yang kami pilih adalah tiket bundling dengan Candi Plaosan dan Candi Sojiwan. Kami pilih yang itu karena kami belum pernah mendengar tentang candi tersebut sebelumnya. Jadi ya why not ya mengetahui candi lain selain Candi Prambanan ini.

Ternyata Candi Plaosan dan Candi Sojiwan ini berada di luar kompleks Candi Prambanan, sehingga kami harus naik shuttle car terlebih dahulu untuk ke sana. Total waktu yang kami habiskan untuk mengunjungi kedua candi ini sebelum betul-betul masuk ke dalam Candi Prambanannya adalah 1,5 jam.

So, kalau bawa anak-anak sebaiknya bawa minum yang cukup banyak, cemilan, dan juga topi yaa. Soalnya lumayan panas kalau waktu kunjungannya pagi ke siang.

Waktu itu kami berkunjung sekitar jam 9.30, berangkat ke Candi Plaosan dan Sojiwan sekitar jam 10.00. Setengah jam kami habiskan untuk membeli tiket, hehehe 🙂

Paket Wisata Pagi

Selain paket bundling dengan candi lain, ternyata sekarang juga tersedia juga paket wisata pagi lho. Paket wisata pagi ini merupakan paket untuk para tamu yang ingin berkunjung di waktu 06.30 sampai 08.00 pagi.

Asik kali ya menikmati kesegaran udara pagi langsung di Taman Wisata Candi Prambanannya. Kita bisa jogging, juga berkeliling Taman Wisata dengan mobil listrik. Selain itu, kita mendapat sarapan pula di Prambanan resto.

Tarif untuk melakukan paket wisata pagi ini sebesar 100.000 rupiah.

Berapa Candi yang Ada di Kompleks Candi Prambanan?

Waktu ke sana langsung, aku beneran gak engeh sih Candi di dalam kompleks Candi Prambanan tuh ada berapa. Enaknya sih memang baca-baca dulu ya, baru ke sana. Supaya terasa dan tau, oh ini Candi Siwa, oh ini Candi Brahma, dan lain sebagainya.

Kalau dari film yang diputarkan di ruang cinema pada saat kami menuju pintu keluar, dijelaskan bahwa memang terdapat tiga candi utama, Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu.

Ketiga candi utama tersebut berada di halaman I, bagian utama kompleks Candi Prambanan. Setiap halaman atau bagian, dipisahkan oleh semacam “pagar”.

Halaman pertama merupakan halaman pusat dimana terdapat enam belas (16) candi. Terdiri dari tiga candi utama tadi, tiga candi wahana, dua candi kelir, dan delapan candi pathok. Halaman kedua berisi candi perwara yang berjumlah 224 candi. Halaman ketiga merupakan halaman paling luar tidak memiliki bangunan candi.1

Selain itu, ketiga candi utama tadi juga disebut sebagai Candi Trimurti. Trimurti sendiri adalah tiga kekuatan Brahma (sang hyang widhi), sebutan Tuhan dalam agama hindu dalam menciptakan, memelihara, pelindung alam beserta isinya.

Terdiri atas 3 candi dengan 1 candi utama yang bisa dengan mudah kita bedakan. Karena candi ini berada di tengah dan merupakan candi yang paling tinggi, bernama Candi Siwa.

Dalam Candi Siwa terdapat 4 bilik yang melambangkan 4 wajah Dewa Siwa. 2 sebagai penghancur, dan 2 sebagai pelindung.

Halaman III Menjadi Tempat Rekreasi

Anak-anak Foto di Candi Prambanan

Nah, halaman III di mana tidak terdapat bangunan candi, akhirnya sekarang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi juga. Halaman III ini jadi semacam “teras” bagi Candi Prambanan, karena sebelum pengunjung memasuki kompleks candi di halaman II dan halaman I, mereka (termasuk kami juga sih) bersantai sejenak.

Di sini pula tempat pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah tersebut.

Anak-anak juga sempat bermain pasir di halaman Taman Wisata Candi Prambanan ini. Karena tadi sudah lelah berkunjung ke Candi Plaosan dan Sojiwan, maka kami beristirahat sebentar di Taman ini sambil mengembalikan mood anak-anak.

Anak Bermain Pasir di Taman Wisata Candi Prambanan

Soalnya mereka sudah agak kelelahan dan sudah agak malas untuk masuk ke area candi lagi, ahaha. Makanya kami juga gak eksplor banyak di halaman I, jadi kami hanya berkeliling saja dan menikmati keindahan Candi Prambanan dari kejauhan.

Fasilitas

Berfoto di Teras Candi Prambanan
Berfoto dengan Latar Candi Prambanan

Setelah puas berkeliling dan berniat menuju keluar, kami malah mendapati banyak fasilitas yang disediakan oleh Candi Prambanan ini, salah satunya yang kami nikmati itu, menonton film di ruang audio visual (Ruang Cinema).

Shuttle Bus

Kebetulan, kami melihat shuttle bus ini melintas saat berjalan menuju pintu keluar. Sepertinya kalau mau naik shuttle bus ini harus membayar sejumlah tarif lagi yaa.

Shuttle Bus Candi Prambanan

Nah, sepertinya shuttle bus ini juga yang digunakan untuk paket wisata pagi yang tadi aku sebutkan di atas.

Shuttle Car

Fasilitas ini yang kami gunakan untuk menuju Candi Plaosan dan Candi Sojiwan tadi. Setelah membeli tiket terusan di loket, kami diarahkan untuk menuju parkiran shuttle car dan menunggu beberapa pengunjung lagi. Sehingga mobil akan berangkat setelah penuh.

4D simulator

4D Simulator Candi Prambanan

Kami gak mencoba fasilitas yang satu ini. Tapi sepertinya ini seru juga sih ya kalau menonton 4D simulator ini.

Sepertinya waktu itu 4D simulator ini juga belum buka atau sedang perbaikan, jadi kami gak bisa menikmati fasilitas yang satu ini deh 🙁

Ruang Cinema

Namun, kami menemukan alternatif lain. Kami melihat adanya ruang cinema, tempat untuk menonton kisah penemuan dan pemugaran Candi Prambanan.

Dengan membayar lagi sekitar 5.000 rupiah saja, kita sudah mendapat suguhan film yang menceritakan penemuan Candi ini serta beberapa kali pemugarannya. Kita dan anak-anak juga jadi mengetahui bentuk asli Candi Prambanan ini seperti apa.

Lumayan sih, karena ruangannya berAC, anak-anak jadi bisa istirahat setelah lelah dan kepanasan, hehehe.

Mini zoo (kambing, burung, dan rusa)

Setelah puas menonton, kami lanjut berjalan sambil menuju pintu keluar. Betapa senangnya anak-anak saat menemukan area kandang Rusa yang cukup luas. Ternyata kandang binatang tersebut juga tidak hanya satu, melainkan ada beberapa.

Ada kandang Kambing dan juga kandang binatang lainnya. Area ini jadi semacam “mini zoo” gitu rupanya yaa.

Mini Zoo Candi Prambanan

Pergelaran Sendra Tari Ramayana

Nah, ada juga pergelaran sendra tari Ramayana yang dilakukan setiap bulannya, tepatnya di bulan purnama setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Dengan panggung berlatar belakang 3 Candi Utama (Trimurti), pergelaran sendra tari ini dilakukan saat malam hari pada pukul 20.00-22.00.

Melihat jam yang terlalu malam, kami memang gak mengincar sendra tari ini yaa, hehe. Soalnya anak-anak hampir pasti sudah tidur di jam segitu.

Kesan

Karena aku belum pernah ke Candi Prambanan dan memang sangat mengidamkan ke sana, jadi aku yang merasa senang. Hanya saja, agak kecewa karena anak-anak sudah terlalu lelah mengelilingi Candi Plaosan dan Sojiwan, jadi gak bisa eksplor terlalu banyak di Candi Prambanannya, ahaha.

Plus, kalau di Candi Plaosan dan Sojiwan kami disediakan guide, nah di dalam Candi Prambanan tidak disediakan lagi. Sepertinya ada, hanya saja ada tambahan biaya lagi ya.

Halaman Candi Prambanan

Sayang aja sih, menurut aku, seharusnya kalau mengambil paket terusan ke candi lainnya, guide nya disediakan dari awal sampai akhir, termasuk Candi Prambanannya.

Kalau seperti kami kemarin, jadinya kami agak bingung dan selanjutnya mendapat keterangan mengenai candi Prambanan hanya dari gambar-gambar yang tertera saja. 🙂

Tapi overall, pengaturannya memang sudah profesional sih, dan memang pantas dijadikan tempat wisata internasional.

Yang perlu diingat, Candi Prambanan ini agak kurang stroller friendly, karena masih terdapat beberapa bagian yang berupa tangga tanpa jalanan halus, jadi ya kita harus menggendong-gendong anak kalau mau masuk ke dalam kawasan candi-nya. Strollernya mungkin bisa dilipat sementara 🙂

Sumber:

  1. https://bpcbdiy.kemdikbud.go.id/cagarbudaya-kompleks-candi-prambanan
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sojiwan
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Plaosan
  4. https://regional.kompas.com/read/2022/02/13/165338278/cerita-singkat-roro-jonggrang-jumlah-candi-patung-dan-kutukan-bandung?page=all
  5. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4687419/candi-prambanan-tawarkan-paket-wisata-di-pagi-hari-dapat-sarapan-dan-naik-mobil-listrik
  6. https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/detail/473/candi-siwa
  7. https://travelspromo.com/htm-wisata/candi-prambanan/

istianasutanti

Ilman Akbar's wife & 3N's mother. (Naia, Nawa, Nara)

I am a full time mother and part time blogger. Love to do traveling with ny family and share it on this blog. Hope you guys enjoying my content and love it if you being inspired with my experience and share your experience with me.

Always want to learn something and be a better person everyday.

You may also like...

2 Comments

  1. Aku malu ih, ini candi dekeeet banget Ama kampung suami di solo, tiap kali ke Jogja pasti ngelewatin, tapi akunya blm pernah liat secara langsung. Cuma dari kejauhan pas lewat 😂.

    Padahal kalo dari gambar2 candi yg Indonesia, Prambanan ini yg aku paling suka designnya. Cantik aja, Krn ramping dan tinggi.

    Sbnrnya kalo masuk ke candi2 begini, memang lebih enak pake guide sih ya mba. Supaya paham sejarahnya. Jadi ga bosen juga saat kliling. Kalo ga tau sejarahnya, ya pasti bosen apalagi kalo wisata fav nya bukan candi. Krn jujur wisata candi itu sbnrnya bukan kesukaanku tiap traveling. Tapi pasti beda kalo ditemani orang yg memang ngerti.

    Aku tuh penasaran sbnrnya, candi begitu, yg udah runtuh, gimana caranya kok bisa tau bentuk aslinya gimana sampe bisa direstorasi atau dipugar. Hebat sih para ilmuwan yg bisa paham bangunan bersejarah gini ❤️. Kalo mudik lagi ke solo, rasanya aku hrs masukin sih Prambanan sambil ajak anak2.

    Dulu pas mama mertua msh hidup, aku pernah diajak nonton sendratari nya, tapi ditolak suami Krn pake bahasa Jawa, dan aku ga ngerti kan , secara akunya batak😂. Dia bilang drpd akunya ntr ketiduran, mending ke tempat lain 😅

    1. sebetulnya ke candi-candi lainnya itu ada guide, jadi kita gak bosen-bosen banget. Jadinya tau sejarah pembuatan candi itu apa, tapi namanya ngajak anak-anak, siang2 pula, jadi mereka yang udah bosen dan laper, wkwkwk.
      iya, aku juga heran deh, padahal udah hancur begitu pas ditemuin ya, kok bisaa direstorasi, keren banget ilmuwan yang bisa paham bangunan bersejarah gini. Cuss mbak, cobain ke Prambanan kalau nanti ke Solo, sekalian lewat yaa, hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.