Traveling

Seseru itu Main Luge Kart di Noah’s Park!

Awal tahun 2026 ini, aku dan suami memang mengajak anak-anak liburan ke Bandung dan Garut ya. Jadi, main Luge Kart di Noah’s Park ini masih jadi rangkaian dalam perjalanan tersebut.

Tapi sejujurnya Noah’s Park ini bukanlah tujuan yang sudah kami rancang sejak awal, melainkan impulsif saat pulang dari Be Glamping Lembang menuju tempat selanjutnya.

Jadi, kami memang mencari tempat yang bisa dimampiri sebelum menuju kota Bandung gitu.

Setelah sarapan, aku mulai melirik maps dan melihat ada tempat apa saja yang kira-kira seru di sekitaran Lembang ini. Terlihatlah ada Orchid Forest yang kemarin kami datangi, Dago Dream Park, Noah’s Park, dan Bukit Strawberry. Ini tempat yang kira-kira terdekat dari Be Glamping.

Noah's Park

Memang sih ada beberapa tempat wisata Lembang lainnya yang aku lihat, dan ada beberapanya yang sudah kami kunjungi, tapi tempat yang lumayan dekat dengan Be Glamping ini gak terlalu banyak. Setelah mempertimbangkan keinginan aku dan suami yang mau beraktivitas yang cukup seru (tadinya bahkan mempertimbangkan mau ATV di Be Glamping), kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Noah’s Park.

Karena, setelah aku cari tau melalui instagram, Noah’s Park ini punya banyak pilihan aktvitas serunya, seperti Luge Kart (yang belum pernah kami naiki), ATV, Go Kart, sampai Flying Fox sepanjang 500m. Setelah melihat-lihat harga-harga aktivitasnya di halaman IG mereka, fix lah kami memutuskan ke Noah’s Park dan mencoba naik Luge Kart saja.

Baca juga: Bukan Cuma Lihat Anggrek, Ini 7+ Aktivitas Seru di Orchid Forest Cikole untuk Keluarga!

Lokasi Noah’s Park

Betul saja, perjalanan ke Noah’s Park ini sangatlah sebentar karena kami pergi dari Be Glamping. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja untuk sampai di sana.

Sebetulnya gak terlalu jauh sih, tapi berhubung jalanan ke Noah’s Park ternyata lumayan sempit dan agak bergejolak (masih banyak lubang dan batu-batu, huhu), jadi ya kami harus jalan pelan-pelan supaya mobil kami gak gasrok. 🙁

Jalan menuju Noah's Park
Jalan yang berlubang menuju Noah’s Park

Alamat lengkap Noah’s Park ini ada di Jl. Sukanagara No.20, Pagerwangi, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

Jam operasionalnya dari sekitar jam 09.00 – 17.00. Di peta terlihat tidak terlalu jauh dari Dago Dream Park dan juga Taman Hutan Raya Juanda yaa.

Biaya Luge Kart di Noah’s Park

Sebenernya pengen gitu ya kami melakukan banyak hal sekaligus, mumpung sudah sampai sini gitu. Selain Luge Kart, mau gitu menikmati ATV, Go Kart, atau bahkan Flying Fox-nya.

Namun, berhubung untuk beraktivitas di sini kami sudah harus mengeluarkan uang langsung untuk 5 orang, ya jadi kami hanya memilih 1 aktivitas saja deh, ahaha. Kebetulan Noah’s Park ini memang sangat terkenal dengan Luge Kart-nya, jadi kami pilih yang itu dulu.

Biaya aktivitas di Noah's Park

Selain itu, kami memang belum pernah naik Luge Kart ini ya, ATV atau Go Kart sudah pernah di tempat lainnya. Jadi hitung-hitung kami memang mau merasakan hal yang baru lah.

Nah, untuk Luge Kart ini, rupanya terdapat 2 pilihan jalur, jalur 1km dan jalur panjang 2km. Biayanya jalur 2km 2x lipat dibanding yang 1km ya. Kalau Luge Kart 1km sebesar Rp70.000 per orang, maka yang 2km biayanya Rp140.000 per orang.

Sistem Pembayaran Luge Kart di Noah’s Park

Oiya, di awal kami datang, dari parkiran menuju loket tiketnya tidak begitu jauh, sehingga kami bisa langsung melihat antrian begitu mendekati loket tiketnya. “Wah, bakal ramai banget nih,” pikirku.

Memang betul sih ramai, namanya juga musim liburan ya. Tapi hal-hal kayak gini memang sudah terbayang dalam ekspektasi kami, jadi ya kami santai saja. Aku yang mengantri sendiri, suami dan anak-anak menunggu sambil pada ke toilet.

Kebetulan toiletnya memang berada di belakang loket tiket ini ya, jadi beneran bisa sekalian banget.

Toilet

Nah, sistem pembayaran di sini, rupanya kita tentukan dulu kita mau aktivitas apa saja nih. Bisa juga mengambil paket yang sudah mereka sediakan. Tapi, berhubung tadi kami cuma mau Luge Kart, ya kami akhirnya beli tiket untuk itu saja deh.

Eh, ditambah Catch Stick sih, suami yang penasaran mau main itu. Catch Stick ini permainan yang sesuai namanya “catch stick”, jadi ya permainan menangkap stik-stik pendek yang berjatuhan. Jadi memang ada alatnya gitu ya.

Begitu memutuskan mau aktivitas apa saja, kita beli sekalian gitu deh di loket ini. Tinggal sebutkan mau aktivitas mana saja, nanti ditotal deh biayanya sama mereka.

Di sinilah aku diberi penjelasan kalau di Luge Kart sepanjang 2km ini rupanya terdapat 2 pilihan jalur, Valley Track dan satu lagi Bamboo Forest Track. Nah, dia sudah menginformasikan, kalau untuk pemula sebaiknya lewat Valley Track saja, karena Bamboo Forest Track jalurnya bakal lebih terjal turunannya.

Luge Kart untuk Anak di Atas 8 Tahun

Okeh, jadi aku langsung saja membayar biaya Luge Kart 2km untuk 4 orang + 1 anak deh. Oiya, yang bisa naik Luge Kart ini adalah anak di atas 8 tahun. Jadi Nara belum boleh naik sendiri dan harus dibonceng oleh salah satu dari kami.

Tentu papanya yang harus membonceng lah ya, ahaha. xp

Berhubung Nara hanya dibonceng dan gak pakai Luge Kart sendiri, jadi dia hanya cukup membayar 1/2 nya saja. Jadi yang bayar full hanya kami ber-4 ya. Total budgetnya jadi sekitar Rp630.000 (4xRp140.000 + Rp70.000 untuk Nara).

Perjalanan Luge Kart Sepanjang 2km

Seusai aku membeli tiket untuk Luge Kart dan Catch Stick tadi, barulah kami menuju tempat Luge Kart-nya.

Oiya, Luge Kart ini tuh kendaraan yang murni memanfaatkan gravitasi ya. Jadi gak ada mesin-mesin, gas, ataupun mesin lainnya. Paling-paling ya rem saja dengan menarik tuasnya ke belakang dan memajukannya lagi supaya bisa berjalan lagi memanfaatkan turunan.

Jadi memang tempatnya agak di atas, karena kita akan melewati turunan dan ya itu jalur sepanjang 2km nanti.

Setiap peserta akan mendapatkan hangtag yang menyatakan dia 1km atau 2km. Nantinya hangtag ini digantung. dibagian depan Luge Kart masing-masing.

Hang tag Luge Kart 2km

Langsung Naik Luge Kart Tanpa Antri

Tadi kan aku udah sempat suudzon ya bakal antri panjang mengular karena lagi musim liburan awal tahun. Kami sudah menyesuaikan ekspektasi dan sudah bersiap menunggu gitu kalaupun antriannya lama.

Eh, ternyata dugaanku salah besar! Sistem antrian di Noah’s Park ini rupanya sangat efisien. Sekali jalan, mereka langsung memberangkatkan puluhan Luge Kart sekaligus dalam satu kloter. Jadi kami bisa langsung masuk dan langsung naik Luge Kartnya.

Menuju tempat Luge Kart

Kami (aku dan suami) langsung senang dan bergumam, “Wah Alhamdulillah, ternyata malah bisa langsung naik dan main. Cepet!”

Walaupun memang ya, kami termasuk pengunjung terakhir yang masuk di kloter ini. Jadi kami tinggal mengisi Luge Kart kosong yang tersisa saja.

Terpisah dari Anak-anak dan Suami

Berhubung kami masuk di kloter tersebut pada urutan yang paling akhir, sisa Luge Kart yang kosong tuh letaknya mencar-mencar. Kami nggak bisa milih mau duduk berjejeran atau berdekatan satu sama lain.

Mau nggak mau, kami harus mengisi kursi yang kosong di mana saja yang tersedia saat itu. Jadilah aku terpisah lumayan jauh dari Naia dan Nawa.

Aku juga terpisah dari suami yang bertugas membonceng Nara di satu kart karena Nara belum cukup umur untuk bawa kart sendiri.

Jujur, awalnya ada sedikit rasa deg-degan ngelepas Naia dan Nawa meluncur sendiri agak jauh dari pantauanku. Tapi, kekhawatiranku lumayan mereda setelah melihat mereka di-briefing singkat sama petugasnya.

Jadi setiap pengunjung memang selalu di-briefing untuk memahami bagaimana pengoperasian Luge Kart ini. Gimana cara mengerem, berhenti, dan untuk melanjutkan perjalanan.

Ternyata pengoperasian kart ini sangat simpel dan mudah dipahami kok sama anak-anak. Kita tinggal menarik setirnya ke belakang banget untuk benar-benar berhenti, dan tinggal membawa setirnya ke depan lagi untuk melaju lagi melewati turunan.

Setiap Helm Sudah Terpasang Tempat HP

Antrian Luge Kart

Satu lagi yang sangat diperhatikan oleh pihak Noah’s Park adalah ini, adanya tempat untuk meletakkan hp di helm masing-masing. Dari sekian banyak helm Luge Kart tersebut, rupanya sudah bertengger rapi itu tripod sehingga pengunjung bisa langsung meletakkan hp-nya di helm tersebut untuk merekam perjalanan sejak awal sampai finish.

Ya aku dan suami gak ketinggalan lah ya untuk meletakkan hp di situ juga. Setelah memastikan hp-nya cukup kencang dan aman, barulah kami bilang dan memberi aba-aba kalau kami sudah siap berangkat.

Sempat Macet Beberapa Kali

Begitu kloter kami mulai jalan, eh kok malah macet? Hahaha! Ternyata karena ada puluhan kart yang jalan berbarengan dan jalurnya sedikit menyempit di awal, otomatis jadi menumpuk. Jadilah perjalanan sedikit tersendat, tapi tetap seru karena jadi saling lihat-lihatan dan saling ketawa antar peserta karena sama-sama berusaha keluar dari kemacetan, ahaha.

Belum lagi di sepanjang jalur 2km ini ada beberapa titik landai yang lumayan datar. Karena Luge Kart ini murni mengandalkan gravitasi tanpa mesin, alhasil pas di jalanan rata ya kart-nya otomatis berhenti jalan.

Di sinilah tantangannya. Kami jadi harus bantu dorong manual pakai kaki ke tanah biar kart-nya bisa meluncur lagi. Lumayan lah ya, lumayan bikin pegal kaki xp

Untungnya pemandangan di sekitar jalur asri banget, jadi capeknya nggak terlalu terasa dan malah jadi bahan candaan sepanjang jalan.

Menentukan Jalur di 1km Akhir

Begitu mencapai 1km perjalanan, rupanya banyak banget Luge Kart yang berhenti dan parkir. Jadi ternyata baik yang memilih 1km maupun 2km Luge Kart, kami start di posisi yang sama. Makanya sampai ramai dan penuh sekali ya di garis start tadi sampai macet-macet.

Nah, begitu melewati 1km, peserta Luge Kart jauh menurun drastis. Aku saja tinggal sendirian di barisan akhir ini. Petugas di 1km ini bertugas untuk memisahkan Luge Kart yang 1km dan mempersilakan Luge Kart 2km untuk melanjutkan perjalanan.

Percabangan jalur di 1km terakhir
Kiri ke Valley Track, Kanan Bamboo Forest

Seperti yang sudah diinformasikan di awal membeli tiket, terdapat 2 track yang bisa dipilih saat melintasi 2km Luge Kart ini. Nah, rupanya track ini dipilih setelah melewati 1km ini ya.

Namun di sinilah aku sempat overthinking sedikit. Masalahnya, walaupun informasi ini sudah disampaikan ke aku, tapi aku ternyata belum meneruskannya ke anak-anak dan suami. Jadilah sepanjang meneruskan dan melewati lintasan Valley Track ini aku sambil memikirkan, “Apakah anak-anak aman? Apakah mereka lewat Valley Track dan bukan Bamboo Forest? Gimana kalau mereka milih track yang Bamboo Forest?.”

Jadilah aku agak sedikit mempercepat jalan Luge Kart ini. Walaupun memang tetap bergantung sama gravitasi siih ya, tapi aku meminimalisir menekan rem, supaya bisa lebih cepat sampai.

Bertemu Mendekati Finish

Alhamdulillaah, setelah melewati rombongan keluarga kecil lain, aku akhirnya melihat Naia dan Nawa dari kejauhan. Legaa sekali rasanya saat mengetahui mereka betul memilih Valley Track sebagai jalur di km akhir ini.

Terus pas sampai di titik akhir, eh suamiku sama Nara udah nangkring duluan nungguin kami dong. Rupanya, mereka memilih lewat Bamboo Forest Track yang memang lebih menantang!

Menunggu shuttle car
Area finish dan tempat menunggu shuttle car

Pantesan aja nyampe duluan, ternyata dia ngebut lewat jalur yang turunannya lebih tajam, hahaha. Aku pun akhirnya baru menginformasikan 2 pilihan jalur ini ke suami.

Untunglah dia memilih Bamboo Forest Track ya, jadi kami jadi punya 2 video track yang berbeda, hehe.

Naik Shuttle Car ke Garis Awal

Setelah sampai di garis finish, kami lalu menunggu adanya shuttle car yang akan membawa kami ke titik start tadi. Soalnya dari situlah kami bisa lanjut main yang lain atau menuju pintu keluar.

Shuttle Car yang membawa ke pintu keluar

Jadi secara tampilan, sebetulnya Noah’s Park ini simple banget sih. Beli tiket, lalu ke tempat start masing-masing aktivitas, melakukan aktivitasnya, baru deh dibawa lagi ke tempat start untuk keluar. Nggak perlu jalan terlalu jauh jadi gak capek sebelum melakukan aktivitas yang diinginkan.

Suami Main Catch Stick

Tadi kan kami gak hanya membeli 1 tiket aktivitas saja ya, melainkan 2 sama Catch Stick. Tapi hitungannya, catch stick ini tuh kayak aktivitas “hiburan” aja kesannya.

Soalnya harganya memang terbilang terjangkau, 1x main hanya Rp25.000, jadi aku membeli 2 tiket main ini supaya suami lebih puas mainnya, hehe.

Nah, dia pengen banget main ini karena katanya, permainan ini tuh merupakan permainan favorit driver-driver F1. Yap, dia memang suka banget nonton F1, jadi ngikutin banget perkembangannya sampai sekarang ya. Makanya bener-bener kepincut dan se-antusias itu untuk melakukan permainan ini.

Rupanya permainan ini terhitung cepat juga sih ya durasinya. Soalnya tipe main yang harus menangkap stik-stik yang jatuh yang tidak bisa diperkirakan kapan waktu jatuhnya. Jadi pemain memang harus menajamkan indera dan melatih refleksnya.

Alhamdulillah dalam 2x main, suami berhasil menangkap 4 dan 7 stik. Dan ternyata keduanya mendapat hadiah, masing-masing air mineral dan minuman ringan. Alhamdulillah yaa, penghiburan yang cukup menyenangkan dan tidak kami sangka-sangka.

Fasilitas Noah’s Park

Secara keseluruhan, menurutku fasilitasnya sudah sangat mumpuni kok untuk ukuran tempat wisata keluarga.

Area parkirnya cukup memadai, meskipun jalannya sedikit berbatu. Lalu yang paling penting buat bawa anak adalah, toiletnya bersih dan sangat gampang diakses karena posisinya ada persis di belakang loket tiket tadi.

Jadi aman banget kalau ada yang tiba-tiba kebelet sebelum atau sesudah main ya.

Plus, tersedia mushola juga dekat toilet. Sehingga kalau kita mau sholat terlebih dulu, enak banget dengan suasana yang nyaman kayak gitu.

Tips Praktis buat Orang Tua:

Berdasarkan pengalaman kami dorong-dorong Luge Kart tadi, aku mau kasih sedikit tips praktis nih buat parents yang mau bawa anak-anak ke sini.

  • Pakai Pakaian Nyaman & Sepatu Tertutup: Mengingat di sini banyak aktivitas luar ruangan (ditambah drama dorong Luge Kart pakai kaki), wajib banget pakai baju yang menyerap keringat dan alas kaki tertutup biar jari kaki tetap aman.
  • Bawa Kacamata Hitam & Sunscreen: Area di sini lumayan terbuka. Kalau kalian mainnya pas siang bolong, kacamata hitam bakal sangat menolong supaya matanya gak silau atau kelilipan debu.
  • Siapkan Minum: Selesai main aktivitas fisik dijamin anak-anak bakal langsung teriak haus, jadi mending sedia tumbler air putih yang cukup dari mobil.

Seru, Memuaskan, dan Mau Balik Lagi!

Oiya, sepanjang perjalanan menuju loket tiket, kami bisa melihat pengunjung yang sedang main flying fox. Betul-betul rasanya kayak terbang melintasi lembah dan pegunungan Lembang sih. Soalnya yang main flying fox ini hampir gak kelihatan tali-nya, haha.

Naia Nawa (dan aku juga sih xp) betul-betul kepincut sama flying fox ini dan sebetulnya pengen juga ya naik. Tapi karena kami juga sudah mau berangkat ke Bandung bagian lain lagi, dan masih ada tempat lain yang kami akan kunjungi, flying fox ini kami simpan dulu deh untuk kapan-kapan ke sana lagi dan menikmati aktivitas yang lainnya, hehehe.

Noah's Park

Dari sini ya dapat disimpulkan lah yaa kalau kami sepuas itu sama Noah’s Park ini.

Memang seru banget main Luge Kart-nya, plus suami juga happy banget main Catch Stick (sampai dapat hadiah pula!). Jadi ya kami mau banget untuk balik lagi ke sana kapan-kapan 😀

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

2 Comments

  1. Kalau lagi wisata, terus menikmati wahananya terpisah-pisah gitu, emang kurang asik. Tapi tetap saja secara keseluruhan asik ya Mbak

    1. Nah iya, tapi tetap seru karena jadi rame-rame sama pengunjung lainnya. Terus karena wahananya emang seru banget, akhirnya walaupun terpisah-pisah itu gak jadi masalah, hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.