Akhirnyaa kesampaian juga aku naik kereta Panoramic inii, hehehe. Jujur puas banget dan happy lah ya aku bisa merasakan asyiknya naik kereta dengan hamparan pemandangan yang indah.
Terlaksananya liburan naik kereta Panoramic ini diawali dari mencari ide mau libur Lebaran di mana. Berhubung anak-anak libur sekolahnya lumayan lama ya, aku kepikiran untuk libur di musim Lebaran saja.
Namun berhubung saat Lebaran kami malah cukup banyak menghabiskan waktu untuk ke rumah saudara, jadinya rencana libur Lebarannya dikompromikan lagi deh, hehe.
Untungnya minggu berikutnya (ya anak-anak sudah mulai sekolah sih) masih suasana Lebaran tipis-tipis lah ya, jadi aku mengajak suami untuk gas liburan deh.
Kereta Panoramic Jogja atau Bandung?

Kalau biasanya aku semangat banget untuk road trip, kali ini aku kepikiran untuk naik kereta saja. Sudah lama juga anak-anak tidak naik angkutan umum atau kereta antar kota gitu dan mereka juga sudah pernah menyebutkan kalau mau lagi diajak berlibur naik kereta.
Nah, aku sudah mulai cari-cari nih, pengen naik kereta yang agak berbeda sedikit dari yang biasanya. Awalnya mau mengusulkan untuk naik kereta Luxury gitu ke Jogja, tapi lalu kepikiran mencoba yang Panoramic terlebih dulu.
Setelah beberapa kali mengecek harga tiket, rupanya kereta Panoramic ini tuh gak cuma ada yang ke Jogja saja, melainkan juga ada yang ke Bandung. Begitu membandingkan harganya, kok lumayan jauh. Dari durasi perjalanan juga kayanya lebih pas kalau ke Bandung sih, soalnya waktu liburannya juga lebih terbatas.
Kemudian, suami ternyata ada acara di Bandung di tanggal 4, alias hari Sabtu di minggu pertama anak-anak masuk sekolah.
Aku langsung merasa kayaknya memang bener mending ke Bandung saja lah ya. Soalnya baru saja aku mencari informasi mengenai kereta Pannoramic ini, eh suami juga ada urusan, jadinya bisa dicocokkan deh waktunya.
Jadilah kami putuskan di tanggal 4 itu saja naik kereta Panoramicnya bareng suami. Hanya saja, begitu sampai di Bandung ya kami misah gitu lah yaa. Suami menghadiri acara sampai sore, aku lanjut staycation sama anak-anak ke Grand Tjokro Premiere Bandung, hehehe.
Tarif Kereta Panoramic Jakarta-Bandung
Selain memang durasi perjalanan yang lebih pas karena waktu liburannya memang terbatas, tentu lah ya tarif kereta Panoramic Jakarta ke Bandung ini jauh lebih terjangkau dibandingkan rute Jakarta-Jogja.
Saat kami mengecek dan fix beli tiket keretanya, harga tiket kereta Panoramic Jakarta-Bandung ini sekitar 450 ribu rupiah per orang.
Tarif ini pun berlaku untuk semua umur (kecuali bayi yang masih digendong dan belum membutuhkan kursi sendiri). Biasanya sih aku dan suami juga membeli bangku tambahan saat kami naik kereta membawa anak yang masih bayi, terutama kalau anaknya sudah 1 tahun lebih ya.
Jadi, anaknya bisa tidur nyaman, aku dan suami juga bisa istirahat dan tidak menggendong terus menerus.
Pesan Tiket Kereta Panoramic-nya Dimana?
Anw, ada sedikit plot twist pas mau beli tiketnya. Niat awal tentu pengen beli langsung di aplikasi resmi KAI Access. Tapi setelah dicoba, akhirnya aku beralih beli lewat Online Travel Agent (OTA) lain untuk membeli kereta Panoramic relasi Gambir-Bandung ini.
Pasalnya, kami lebih mudah untuk memilih bangku kereta justru lewat OTA tersebut sih. Jadi saat ingin memesan di KAI Access, kami gak tau di step mana yang sudah memilih tempat duduk. Sedangkan di OTA, kami bisa langsung memilih tempat duduk begitu memasukkan berapa jumlah tiket yang dibeli.
Oiya, tiket kereta yang dibeli juga memiliki jumlah maksimal ya. Jumlah maksimal tiket kereta Panoramic yang boleh dibeli setiap penumpang adalah 4 saja. Jadi kami memesan dengan 2 akun, akun aku untuk 4 orang (aku dan 3 anak), akun suami untuk 1 penumpang alias suami saja.

Dengan begitu, kami bisa memilih tempat duduk secara bersamaan dan bisa menentukan ingin tempat duduk yang berdampingan.
Kalau sama anak-anak sih pas yaa 4 tempat duduk, jadi kami bisa berhadap-hadapan 😀
Fasilitas Kereta Panoramic Papandayan
Di hari keberangkatan, kami memutuskan untuk naik taksi saja langsung ke stasiun Gambir. Alasannya supaya gak rempong menaik turunkan barang bawaan, hehe.
Plus, jalanan juga masih sepi karena masih pagi sih ya.
Oiya, kami akhirnya memilih jadwal keberangkatan kereta di jam 06.30 pagi jadi harus berangkat dari rumah seusai sholat subuh. Alhamdulillah anak-anak terhitung mudah dibangunkan dan bisa diajak bekerja sama karena malamnya sudah di-briefing 😀
Tapi memang sudah gede-gede juga sih yaa anak-anak nih, jadi memang sudah lebih mudah juga untuk bisa membangunkan dan menyegerakan mereka bergerak untuk berangkat pagi.
Tidak Perlu Cetak Tiket

Sesampainya di Gambir, aku agak bingung karena terakhir kali kami naik kereta kan bisa tuh pakai face recognitionnya. Nah, tapi kali ini kan sama anak-anak, sementara kalau mau face recognition itu harus 1 akun 1 wajah.
Kemudian setelah bertanya kepada petugas yang ada, aku diarahkan untuk print online saja lalu discan masing-masing untuk check in. Nah, di sini kami juga harus menyiapkan KTA alias KTP anaknya untuk mencocokkan identitas.
Sudah deh, setelah check in, kami langsung saja ke peron karena kereta juga sudah datang. Dan ternyata gerbong Panoramic ini berada di paling awal, jadi kami seakan duduk di paling depan bagian kereta.
Kursi nyaman yang bisa diputar
Begitu memasuki gerbongnya, tentu yang paling terlihat jendela besar-besar serta atap kaca yang memenuhi seluruh badan gerbong. Jendela dan atap kaca inilah yang bikin keretanya jadi Panoramic, karena jadi puas melihat pemandangan di luar kereta.
Dari segi kursi, menurut aku kursinya seperti kelas eksekutif biasa dengan bahan kulit yang juga empuk serta bisa diputar 360 derajat. Tersedia colokan juga di bagian bawah masing-masing kursi, jadi kita bisa mengisi baterai hp kalau dirasa sudah mau habis.

Oiya karena kursinya bisa diputar, jadi aku dan anak-anak bisa duduk berhadapan ya.
Tapi karena kursinya bisa diputar itu juga lah aku jadi kepikiran untuk menghadapkan kursinya ke arah jendela.
Saat mengkonfirmasi apakah kursinya bisa diarahkan ke jendela gitu, mbak prami (sebutan pramugari untuk kereta) nya lalu bilang, “Nanti ya bu, saat sudah sampai di area Padalarang.”

Jadi memang BOLEH banget kursinya menghadap ke jendela untuk bisa mendapat full experience Panoramicnya, hanya saja ya di spot yang sudah ditentukan.
Benar saja, begitu melewati area persawahan dan pemandangan yang sudah lebih indah, praminya juga mempersilakan penumpang untuk memutar kursi.
Mereka juga sambil menjelaskan banyak mengenai titik-titik yang kami lewati, termasuk belokan esktrim yang membuat penumpang bisa melihat ujung paling belakang kereta.
Jendela yang Bisa Ditutup untuk Mengatasi Silaunya Kereta Panoramic
Pertanyaannya sekarang, kalau jendelanya besar dan atap yang juga kaca, apakah keretanya tidak panas atau silau?


Tentu saja panas dan silau ya, apalagi kalau mataharinya sudah meninggi. Namun, sejak kami duduk dan berangkat, praminya juga menjelaskan segala fasilitas kereta, termasuk jendela besar dan atap kaca yang bisa dibuka tutup.
Untuk atapnya, kontrol buka dan tutupnya dipegang oleh mereka. Sedangkan untuk jendela kanan kiri, kontrol buka tutupnya terdapat di bagian atas, jadi bisa diatur oleh penumpang sendiri.
Beruntungnya kami karena berada di kursi paling ujung, jadi kami bisa mengontrol jendela yang berada di ujung gerbong tanpa mengganggu penumpang yang lain. Aku juga jadi bisa mencoba buka tutup jendelanya deh 😀
Snack Box XXI
Selain menjelaskan mengenai jendela, mereka juga menginformasikan kalau kami ternyata akan mendapatkan snack box, dan condiment lain berupa air mineral, hydro coco, juga minuman hangat yang bisa dipilih dari 3 pilihan, teh, kopi, atau cokelat.

Aku dan suami yang awalnya gak berharap mendapat cemilan kayak gini jadi agak sedikit surprised sih, dan benefit ini berhasil makin membuat kami puas dengan kereta Panoramic ini 😀
Toilet yang Luas
Oiya, sejak pertama memasuki gerbong, hal pertama yang aku cari adalah toilet. Aku pikir toiletnya hanya ada di ujung gerbong tempat kami masuk tadi. Namun Alhamdulillahnya, di ujung tempat kami duduk ini juga ada lagi.
Jadi selama di kereta kami gak perlu jauh-jauh berjalan untuk menuju toilet.


Toiletnya tidak seperti kebanyakan toilet kereta lainnya lho, karena menurutku jauh lebih lega dan lebih nyaman. Jadi bukan yang sempit gitu.
Mungkin karena memang cuma ada 1 juga sih ya di satu sisi. Kalau di kereta biasanya kan ada 2 gitu di sisi kanan dan kiri.
Bertemu dan Bercengkerama dengan Turis Malaysia
Begitu sampai di tempat duduk kami, suami langsung saja memutar kursi agar aku dan anak-anak bisa berhadapan. Sementara dia sendiri duduk berseberangan dengan aku dan jadinya gabung dengan penumpang lain.
Melihat kursi kami yang bisa berhadapan, penumpang yang kursinya bareng suami, akhirnya meminta tolong suami juga untuk memutarkan kursi agar berhadapan. Jadi, pas sekali rupanya. Mereka bertiga, kami berlima, jadi bisa saling berhadapan dan berseberangan.
Kebetulan juga, ternyata penumpang yang duduk bersama suami ini adalah wisatawan dari Malaysia yang sedang berlibur. Kami lalu mengobrol sepanjang perjalanan dan bertanya mereka sudah ke mana saja.

Tujuan mereka ke Bandung rupanya memang ingin merasakan beberapa transportasi Indonesia yang cukup terkenal sampai negara sana. Soalnya, pagi ini mereka naik kereta Panoramic, dan nanti pulangnya mereka sudah membeli tiket kereta cepat Whoosh.
Di Bandung sendiri awalnya mereka berencana mau ke Tangkuban Parahu, namun rupanya niat tersebut urung karena sampai stasiun Bandung sudah agak siang ya. Jadi sepertinya mereka berkeliling kota Bandung saja 😀
Lumayan banget, sepanjang perjalanan kami membicarakan apapun, termasuk kondisi negara masing-masing xp
Begitu sampai stasiun Bandung, kami lalu bersiap turun, anak-anak pun sudah kami minta untuk menyiapkan barangnya. Begitu ingin berpisah dan anak-anak salim ke mereka (kami memang membiasakan budaya salim ini untuk sopan santun yaa :D), anak-anak malah mendapatkan “salam tempel,” masyaAllah.
Mungkin berhubung kemarin memang masih suasana libur Lebaran juga kali ya, jadi masih saja kebagian uang THR. Hanya saja, THR kali ini lebih spesial karena dari orang jauh ya, ihihi. Bahkan Nara diberikan bonus uang ringgit juga oleh mereka. Alhamdulillaah.

Semoga saat kami ke Malaysia nanti, bisa menyisihkan waktu bertemu mereka kembali. 😀
Pemandangan Sepanjang Perjalanan
Tentunya salah satu tujuan naik kereta Panoramic ini ya untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan donk yaa, hehehe. Apalagi kalau bertemu dengan pemandangan yang indah, experience nya jadi berbeda dan sungguh terasa menakjubkan.
Apalagi para prami-nya seperti yang sudah aku sebut di atas, mereka menginformasikan kami sudah sampai mana, ada apa saja di jalan yang kami lewati.

Mereka bahkan bilang juga “Siapkan kamera untuk mendapatkan pemandangan terbaik” di setiap spot yang memang memiliki pemandangan cukup menakjubkan.
Bahkan para penumpang, seperti yang aku bilang di atas, boleh banget untuk menghadapkan kursinya ke arah jendela saat kereta melalui spot terbaiknya.
Belokan Padalarang

Spot terbaik tersebut biasanya berada sepanjang area Padalarang, di mana sisi kanan dan kiri sudah merupakan area persawahan dan pedesaan. Sehingga pemandangan terlihat menyegarkan dan cukup menakjubkan.
Begitu melewati belokan yang membuat penumpang bisa melihat ujung belakang kereta pun diinformasikan supaya penumpang betul bisa melihat keretanya.
Melewati Terowongan Terpanjang Sasaksaat
Selain persawahan, belokan, sampai jembatan, kereta Panoramic ini juga melewati terowongan yang panjangnya mencapai 929m. Betul sepanjang itu sampai merasa gelapnya lama, ihihi.
Serunya karena prami menginformasikan kami mau memasuki terowongan kan. Jadi kami menanti-nanti masuk dan keluar dari terowongan tersebut.

Aku sampai merekam dan berharap bisa mendapat video sampai akhir terowongan. Tapi lumayan pegel juga ternyata megang HPnya, jadi begitu aku stop, tidak lama kemudian kami keluar terowongan. Jadi gagal deh merekam saat keluar, ahaha.
Tapi gapapa, soalnya jadi senang sendiri gitu, seluruh penumpang jadi menantikan juga untuk kereta keluar dari kegelapan, hehe.
Lumayan worth it lah harga dan experience yang didapatkan 😀
Kursi Terbaik ke Bandung
Oiya, supaya lebih full lagi experience nya, usahakan untuk Jakarta Bandung ini kalian pilih kursi bagian C atau D deh. Apalagi kalau ingin melihat pemandangan jalan tol Cipularang.

Bukannya di A dan B gak bagus ya, tetap bagus banget juga pemandangannya, karena tetap melewati sawah dan tetap terlihat sungai yang dan lembah yang jauh di bawah.
Kami sendiri mendapat kedua tempat ini (karena berseberangan kan sama suami). Jadi aku dan anak-anak di A dan B, suami di huruf C. Berhubung kursi kami berada di paling ujung gerbong serta kami jadi berteman dengan wisatawan Malaysia tadi, jadi kami bisa menikmati pemandangan dari kedua sisi ini, Alhamdulillah 😀
Pengalaman Liburan Singkat yang Super Berkesan
Secara keseluruhan, aku puas banget sih dengan pengalaman pertama kali keluarga kami naik kereta Panoramic ini. Walaupun awalnya cuma niat “ngikut” agenda suami dan mengganti libur Lebaran yang tertunda, nyatanya perjalanan nyaris 3 jam ke Bandung ini malah jadi highlight liburan kami.
Anak-anak happy, emaknya juga happy banget karena akhirnya kesampaian mengajak anak-anak dan suami naik kereta Panoramic, hehehe.
Dengan harga 450 ribu rupiah per orang, menurutku ini beneran worth every penny ya. Fasilitasnya kerasa premium, dapet snack dan minum gratis, toiletnya ramah anak karena luas, plus pemandangan yang priceless banget.


Terbukti, anak-anak gak rewel atau kebosanan sepanjang jalan karena asyik lihat pemandangan luar, menikmati snack, dan asyik ngobrol.
Next time kayanya boleh juga nih dicoba untuk rute yang lebih jauh, mungkin ke Jogja sekalian yaa kalau ada rezekinya, aamiin! 😀
Nah, kalau kalian sendiri gimana nih? Udah pernah cobain naik kereta Panoramic ini atau malah baru mau masukin ke itinerary liburan keluarga selanjutnya?

Nah ini Kereta Panoramic pengen banget saya nyobain ini dibanding nyobainn kereta woosh, cuma budgetnya scary scary delicious.
Ngga nyangka banget toiletnya bisa dipake buat rebahan gilaaaaa….. Sayang banget kalo fungsinya cuma buat toilet aja ya…. hahahaha.
pastinya berasa singkat perjalan se worth it itu, coba di lanjut ke Garut mba, pemandagannya juga tambah keren
Maaang, emang ini kereta ke Garut, tapi kami tujuannya kan Banduung, ehehe. Plus udah duluan ke Garutnya dan udah ada postingannya juga, hehehe.
Mau sih kapan2 ke Garut lagi naik kereta, cari2 dan sesuaikan dulu daah sama jadwal 😀
Kayaknya perlu tag Uncle Gedek si ini, kompor-komporin beliau lagi biar mau liburan agak lama dan mencoba naik Kereta Panoramic ini, hihihi. Aku pun udah nandain banget buat nyobain kereta iniii, sayangnya rekening dan waktu belum memungkinkan.
Udah beberapa kali rasanya ya aku liat konten yang seliweran, memperlihatkan gerbong dengan jendela luas, kursi yang bisa diputar, sama toilet dan mushola yang cozy bangetttttt.
Wah, pokoknya sebelum ganti tahun, minimal aku bisa cobain lah naik kereta ini 😀
Asyik banget nih naik kereta panoramic. Kalau naik kereta biasa, toiletnya sempit banget. Mana kursinya bisa diputar pula.
Yang paling bikin demen emang jendela dan atapnya sih. Bikin kita bisa melihat arround banget. Nggak cuma satu sisi jendela doang.
Malah ada yang ke Jogja. Asyik banget nih kalau mau ke Jogja bisa naik kereta Panoramic.
Memanglah Perlu dicoba Pengalaman naik kereta panoramic ini karena ini adalah salah satu kereta unggulan PT KAI yang Bahkan wisatawan luar negeri pun cari dan juga menikmati karena fasilitas dan pengalamannya ya Luar biasa Jadi kalau memang ada budgetnya dan waktunya sebaiknya naik dan jalur ke Bandung ini adalah salah satu jalur yang menurut saya sangat indah
Klo kereta panoramic bandung ini berapa jam perjalanan mb??
Dan bener sie ini harganya lebihberdahabat dibanding jakarta-jogja/solo yaa soalnya harganya kan 1 jt lebih yakkk..aku mo beli kmrn itu juga mikir2 kok mahal amat wkwkwkwk…
Boleh lah nanti kalo pengen cobain kereta panoramic cobain jkt-bandung aja yg lebih murah haha…
Dan ternyata memang senyaman itu ya mba apalagi toiletnya beneran luasss banget gak kayak yg biasa yg memang minim gerak hehe,,,mana dapat snack box juga kan…alhamdulillah banget hehe…
Dan bener di awal aku mau tanya panas gak mbaa soalnya kan kaca terbuka luas yaa tapi ternyata ada penutupnya jadi aman lah yaa klo pas puanas bisa ditutup…
Menurutku bener si ini bisa jadi pengalaman menarik buat keluarga btw itu paksu serasa paling ganteng sendiri yaa diantara kerumunan wanita hehehe
wah.. senangnya karena Mbak Isti sekeluara sudah kesampaian naik kereta panoramic. Dan pas sekali rezekinya ya, paksu ada kegiatan di Bandung. Jadi tidak galau mau naik kgit uereta Panoramic yang mana. Dan kereta ini keren sekali. Kursinya nyaman dan bisa diputar menghadap jendela setelah daerah Padalarang. Jadi puas lihat pemandangannya, dapat snack box juga. eh.. dapat salam tempel ringgit hehehe. Semoga saya bisa segera mencoba kereta panoramic ini. Aamin.
Wah kalau pemandanganya adem begini ya betah banget selama dalam perjalanan. Kereta Panoramic ini menegaskan tentang makna ada harga, ada kualitas he…he…soalnya sampai toiletnya pun bersih, luas, dan nyaman. Semoga next time bisa mencobanya aamien.
Alhamdulillah, kebetulan aku pernah naik kereta Panoramic mba. Memang worth it sekali sih. Bener dapat Snack box premium hehhee, lumayan sekali ya. Nah, terkait kursi di hadapkan ke jendela betul ada waktunya.
Fasilitasnya nggak main-main beneran lengkap dan mumpuni. Happy deh, karena anak-anak pun anteng ya mba. Oke, next time kalau naik kereta Panoramic lagi, mesti aku inget pilih kursi Catau D. Alhamdulillah ya ketemu sama turis Malaysia yang super bersahabat. Bahkan sampe kasih amplop lebaran, Masha Allah. Liburan berkesan naik kereta Panoramic aja udah happy sekali ya.aamiin semoga kesampaian segera buat liburan ke Jogja pake Panoramic. Ke Garut juga bisa pake Panoramic.
Keknya orang Malaysia suka kasi angpao ya buat anak2 Indonesia haha. Aku kepoh mengapa mereka nggak naik whoosh? hehe
BTW aku baru tahu ternyata Panoramic juga ada ke Yogya, selama ini aku mengira kalau Panoramic tu rutenya cuma ke Bandung dan Garut hehe.
Wah gede juga yaaa toiletnya, selama ini naik kereta toiletnya makin sempit, apalagi di era sekarang toilet cowok dan cewek juga suka dipisah jadi makin sempit lagi 😀
Ooo jadi jendela kanan kiri boleh ditutup yaa kalau keponasan banget, soalnya misalnya perjalanan siang kebayang teriknya. Eh kadang dapat matahari pagi aja silau men hehe.
Asyik berarti kursinya bisa diputer, kalau gak salah pernah lihat juga video orang kursinya dihadapkan ke arah jendela juga bisa katanya, asal depan belakangnya nggak keberatan aja sih hehe.
Karena mereka niatnya berangkat ke Bandung naik Panoramic, pulang ke Jakartanya naik Whoosh, hehehe. Jadi mereka bisa dapet 2 experience-nya. gede banget Pril emang ini toiletnya, luega dah pokoknya.
Akuu pun kursinya dihadapkan ke Jendela kok Pril, hehe. Emang bisa dan malah semuanya jadi dihadapkan ke jendela, cuma memang di lokasi tertentu aja, dan dikasih tau sama Praminya nanti kalau sudah sampai di lokasi tersebut, supaya semua penumpang bisa muteri kursinya menghadap jendela 😉
Saya jadi flasback saat naik kereta Panoramic dari Yogyakarta ke Bandung. Emang enak naik Panoramic, ada dikasih snack, makan, minum lengkap deh pokoknya. Tapi memang kita perjalanannya malam yaaa jadi tidak begitu terasa vibes panoramic nya…yang ada gelap gulita heheh…tapi alhamdulillah kebagian dikitt menikmati pemandangan dari waktu subuh hingga sampai ke stasiun Bandung.
Serunya tuh petugas memberi tahu kepada kami seluruh penumpang jika akan melewati spot menarik jadi bisa persiapan untuk mengambil foto. Seperti saat akan melewati Masjid Raya Al Jabar…kita dikasih tahu bahwa akan melewati masjid…jadi penumpang siap² ambil foto.
Beneeerr, kayanya emang jadi salah satu SOP yaa petugas ngasih tau kita sudah sampai mana dan ada spot apa aja di lokasi kita lewat tersebut, jadi bisa sekalian experience wisata juga gitu 😀
beneran bagus mbak pemandangannya. Apalagi naik panoramic, byuh puas dengan jendela yang lebar gitu. Pemandangan yang sellau kunanti saat balik dari bnadung nih karena masih pagi jadi kerasa lewat terowongannya dan belokan ikonik itu bisa kelihatan lokonya padahal gerbong kita ada di belakang, ga rugi ya dengan harga 450 tapi dapat pengalaman berharga yang luar biasa
Pas dibilang dan lihat penampakan toiletnya luas, daku pun terhura huhu.
Soalnya pernah naik kereta yang bukan panoramic memang, agak gimana gitu sama kondisi toiletnya, sampe akhirnya enggan buat mengeluarkan hajat.
Cocok dah nih kereta panoramic jadi sahabat perjalanan. Kenyamanannya berkesan banget, sebagaimana happy nya mbak Isti menceritakannya 😍
Menarik sekali pengalaman naik kereta panoramiknya mbak. Pemandangannya luar biasa sih ya. Apalagi dapat snack dan minuman. Nggak akan bosan deh di dalam kereta.
Oh, ya. Waktu baca “jendela besar dan atap kaca yang bisa dibuka tutup” aku sempat kaget, mikirnya kacanya yang bisa dibuka tutup. Ternyata tirainya ya. Salah sangka hehehe…
Semoga suatu hari aku bisa nyobain kereta ini 😁
Wah seru sekali mba ajak anak sekeluarga yaa.. kebayang sih kaca dibuka lebar untuk melihat pemandangan sepanjang jalan, gak akan kerasa perjalanannya ya mba. Saflok juga dengan toilet nya luas sekaliiii
Belum pernah nih naik kereta panorama ini. Tp udh sering lihat postingan influencer soal kereta pemandangan tsb. Keren bgt idenya buat kereta wisata gini. Kita jadi bs lihat pemandangan alam lbh luas lg. Dan emg pemandangan sepanjang perjalanan ke Bandung tuh kereeeen bgt.
Btw kursi terbaik nya tuh jadinya di sebelah kiri/kanan kita ya kak? Aku udh lama ga naik kereta jadi lupa abjadnya itu dr kanan/kiri.wkwk
Tp kyknya di sebelah kanan kita yak. Btw itu kursinya jg bs dibelokin ke arah kaca yak. Pusing ga ya lihat nyamping gt. Kan biasanya cmn bs diputar ke depan/blkg yak.
Kalau dari arah kereta, kursi yang enak di kanan dan kiri, karena bisa ngeliat pemandangan sebesar layar, hehehe. Tapi kalau mau mengincar pemandangan jalan tol, iya, sebelah kanan kak.
Nah, kursi yang dibelokin ke arah kaca justru jadi makin menarik dan makin menakjubkan pemandangannya, itu yang bikin penumpang malah puas banget dengan kereta Panoramic ini 😀
Mbak untuk kereta panoramic ini ada jadwal malam nggak? Tapi kalau dipikir nggak mungkin ada jadwal malam sih ya karena gelap dan jadinya nggak ada yang dilihat. Kalau untuk kecepatan berarti ini bukan kereta cepat kayak whoosh gitu ya keretanya?
Mbak, sebetulnya adaa juga lho jadwal malamnya. Iya sih, aku pribadi gak mau milih jadwal malam, karena naik kereta Panoramic ini kan salah satu tujuan utamanya juga untuk menikmati pemandangan yang besar banget lewat kacanya ya, jadi enak pagi atau sore.
Untuk kecepatan, betul, gak secepat whoosh donk ya, hehe.
Wah, seru banget
Menikmati perjalanan Jakarta Bandung dengan Kereta Api Panoramic pasti jadi kenangan yang berkesan ya mbak
Interior keretanya juga cakep banget
Amiin Allahumma amiin..
Jakarta Surabaya juga ada Panoramic, Is..
Menurutku yaah.. Panoramic ini lebih terjangkau kalau perjalanan jauuh.. malahan.
Dan experience-nya memang senyaman ituu siih.. aku jadi keranjingan juga naik KAI niih.. semua kelas pengennya dicobain.. uda ngajuin proposal pingin Compartmen.. hehhee.. biar lebih privacy, gittuu..