Kayanya buat aku dan anak-anak itu paling seneng kalau diajak menginap ke villa dengan private pool. Bahkan kayanya bukan cuma kami ya, tapi hampir semua keluarga sih memang pengennya menginap atau staycation di hotel atau villa dengan private pool ya, ahaha.
Gimana gak favorit, soalnya kalau udah ada kolam sendiri di kamar gitu, urusan “kapan main air” kan jadi gampang banget ya. Gak perlu drama gantian sama tamu lain, gak perlu pakai baju renang resmi-resmi, mau nyemplung jam berapa aja ya tinggal nyemplung aja, hehe.
Selama ini, ada beberapa villa dengan private pool yang sudah kami coba, dan jujur lima di antaranya ini paling nempel banget di memori kami. Apalagi salah satunya ada yang merupakan pengalaman pertama kami menginap di villa dengan private pool gini.

Jadilah sekarang aku mau ngomongin dan membandingkan kelima villa private pool yang kami suka tersebut. Kelima villa itu adalah: Borobudur Hills di Magelang, Hola Villa Jogja, Arkara Dijiwa Ubud (yang sekarang sudah berganti nama lagi, baca terus ya biar tau) di Bali, Asa Bali Luxury Villas & Spa, dan Volcano Terrace Bali di Kintamani.
Disclaimer dulu, ini bukan villa-villa termahal yang ada di sekitar lokasi masing-masing ya. Justru ini pilihan kami yang masih realistis buat budget keluarga, tapi tetap dapet pengalaman private pool yang berkesan. Langsung saja lah ya aku bahas satu per satu.
1. Borobudur Hills, Magelang

Borobudur Hills ini jadi villa private pool pertama yang kami coba, waktu itu pas aku hamil Nara dan kami lagi road trip wisata candi ke Jogja-Magelang selama 4 hari 3 malam.
Lokasi & Harga Terkini Borobudur Hills
Lokasinya di Dusun Ngadiwinatan, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, cuma sekitar 10 menit ke Candi Borobudur. Jalan masuknya memang jalan desa yang agak kecil dan menanjak, tapi sudah beraspal jadi gak susah ya aksesnya.
Soal harga, ini yang paling sering berubah ya, jadi anggap aja perkiraan. Per pertengahan 2026, kamar standar (tanpa private pool) ada di kisaran Rp 570.000 – Rp 670.000-an per malam.
Sementara kamar dengan private pool sekitar Rp 1 juta – Rp 1,7 juta-an, sudah termasuk sarapan. Lumayan kan masih masuk akal buat dapet pemandangan langsung ke Candi Borobudur dari kolam renang sendiri?
Catatan: harga di OTA itu naik-turun banget tergantung musim dan promo, jadi anggap angka di atas sebagai gambaran kasar aja ya, cek lagi aja pas mau booking. 😉
Fasilitas Kamar Private Pool
Fasilitas kamarnya sendiri, waktu itu kami pilih yang private pool dan menginap selama 1 malam dalam rangkaian perjalanan Wisata Candi sewaktu aku hamil anak ketiga.
- TV
- Air hangat
- Kitchen bar (kopi, teh, gula)
- Air mineral komplementer (2 botol)
- Hair dryer
- In-room breakfast
- Teras pribadi yang langsung nyambung ke kolam renang
Plus & Minus ala Kami
Plusnya jelas banget di highlight-nya, bisa berenang sambil mandangin Candi Borobudur dari jauh, apalagi kalau abis hunting sunrise di sana, badan pegel langsung “dibayar” sama pemandangan begini. Desainnya juga adem dan asri, walau dari foto kelihatannya gersang.
Minusnya, ini belum stroller friendly atau wheelchair friendly sama sekali, huhu. Banyak tangga kayu buat menuju kamar, jadi kalau bawa balita, mending pakai gendongan aja daripada stroller. Parkir mobil juga di bawah, jadi harus jalan naik dulu ke arah lobi dan kamar.
2. Hola Jogja

Beda dari Borobudur Hills yang jadi bagian dari road trip wisata candi, Hola Jogja ini kami coba waktu lagi pergi berdua aja sama suami buat date santai di Jogja, dan kebetulan villanya masih di dalam kota jadi gampang ke mana-mana.
Lokasi & Harga Terkini Hola Jogja
Lokasinya di Jl. Jambon II, Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta — sekitar 4 km saja dari Tugu Jogja, jadi gampang banget kalau mau ke Malioboro atau Keraton. Dari jalan utama Magelang–Yogyakarta, belok ke Jl. Jambon, lalu belok kiri 1x ke Jl. Jambon II, sudah ketemu deh.
Soal harga, ini salah satu yang cukup terjangkau dari beberapa villa di artikel ini. Waktu kami menginap, booking langsung lewat Instagram dan mendapat harga di Rp 950.000 untuk malam Jumat, sementara Sabtu di atas Rp 1 juta.
Tapi saat weekday atau low season, harganya bisa mulai dari Rp 750.000-an saja. Per pengecekan terbaru di beberapa OTA, kisaran harganya masih di rentang yang sama sih, sekitar Rp 750.000 – Rp 1,2 juta-an tergantung hari dan promo, dan sarapan tidak termasuk di harga kamar (ada menu floating breakfast terpisah seharga Rp 165.000 untuk 2 orang).
Tips dari kami: coba juga hubungi langsung via Instagram-nya, soalnya seperti pengalaman kami, kadang harga direct booking lebih murah daripada di OTA.
Fasilitas
Karena kami menginap di villa ini berdua suami, jadi rasanya juga spesial karena tidak harus repot memikirkan kebutuhan anak-anak hehehe. Fasilitas yang tersedia di kamar:
- Kamar bertema liburan (ada tipe Summer, Tropical, dll. Bisa cek di Instagram @holajogja sebelum booking)
- TV layar lebar dengan Netflix
- Private pool mini di depan kamar (lebih ke arah berendam santai, bukan buat berenang serius)
- Kamar mandi semi outdoor dengan air hangat
- Alat sholat tersedia di kamar
- Bisa tambah extra bed untuk anak karena kamarnya cukup luas
- Tidak ada Wi-Fi (perlu siapkan data seluler sendiri)
Plus & Minus ala Kami
Plusnya, villa ini bikin betah banget buat staycation santai. Kamarnya luas, AC dingin, air hangat lancar, dan ada Netflix buat nemenin males-malesan di kamar. Lokasinya yang masih di kota juga jadi nilai plus, karena banyak warung makan di sepanjang Jl. Jambon, jadi gak bingung soal makan.
Minusnya, kolam private pool-nya memang kecil, jadi kurang cocok kalau niatnya mau berenang sungguhan. Selain itu kamar mandinya yang semi outdoor mungkin agak bikin parno buat yang penakut pas malam-malam, walau sebenarnya pencahayaannya cukup terang dan bersih kok.
3. Arkara Dijiwa Ubud – Sekarang Arkamara Dijiwa Ubud

Menginap di Arkara Dijiwa Ubud ini bikin kami bersyukur banget banget melakukan road trip Bali di akhir pandemi lalu. Pasalnya, kami mendapat harga yang terhitung murah dibandingkan harga normalnya sekarang.
Dulu pas kami menginap di sini tahun 2021, namanya masih Adiwana Arkara Resort Ubud. Lalu sempat ganti jadi Arkara Dijiwa Ubud (saat aku nulis review awalnya), dan sekarang per pengecekan terbaru, namanya sudah jadi Arkamara Dijiwa Ubud. Jadi kalau kalian cari-cari dan ketemu nama yang beda-beda, iya itu semua tempat yang sama kok, ahaha.
Lokasi & Harga Terkini Arkara Dijiwa Ubud
Lokasinya di Jl. Katik Lantang, Singakerta, Ubud, Gianyar — deket banget sama Monkey Forest (kurang dari 10 menit), Tegalalang Ricefield, dan Campuhan Ridge Walk.
Seperti yang sudah aku sebut sedikit di atas, harganya sekarang tuh lumayan jauh berbeda dibandingkan waktu kami menginap dulu. Waktu itu kami dapet kamar private pool dengan harga belum sampai Rp 1 juta per malam.
Tapi sekarang, propertinya sudah direposisi jadi resort kelas atas (statusnya naik jadi bintang 5), lengkap dengan Royal Pool Villa seluas 276 m² dengan kolam pribadi plus personal butler, sampai Two Bedroom Pool Villa untuk rombongan sampai 5 orang.
Dari beberapa OTA, harga kamarnya sekarang ada di kisaran USD 150 sampai 220-an per malam (sekitar Rp 2,4 juta – Rp 3,5 juta-an), tergantung tipe kamar dan musim. Jadi kalau kalian mau mencoba menginap di sini, persiapkan budget lebih banyak ya.
Menurut aku, memang harga sekarang itu juga masih worth it. Soalnya servisnya juga oke banget lho. Semua pegawainya ramah dan selalu helpful sama tamunya.
Fasilitas (Update Sekarang)
Fasilitasnya, baik di kamar maupun resortnya beneran cukup lengkap sih. Kami tuh sampai extend dan menambah 1 malam lagi saking sukanya menginap di sini. Salah satunya karena fasilitasnya yang lengkap tersebut.
- 2 kolam renang outdoor (salah satunya infinity pool)
- Kolam anak (children’s pool)
- Kamar mandi dengan bathtub & shower terpisah (semi outdoor)
- Spa (Kamalini Spa / Tejas Spa)
- Rooftop bar
- Shuttle gratis ke Ubud center
- Sarapan cooked-to-order / floating breakfast (biasanya floating breakfast gitu perlu tambahan lagi ya)
Plus & Minus ala Kami
Pas kami menginap dulu, pelayanannya itu juara banget. Staff jelasin semua fasilitas dengan detail, kamarnya luas, dan kolam private pool-nya bikin Naia (yang udah bisa berenang) sama Nawa (pakai ban tangan) puas banget main air.
Nara yang masih 2,5 tahun waktu itu juga berani nyemplung di bagian tangga kecilnya.
Minusnya cuma satu sih dari sisi kami, kolam private pool di kamarnya gak ada area cetek khusus anak, jadi anak yang masih kecil-kecil banget perlu pengawasan ekstra. Tapi untungnya pintu kamar kaca, jadi tetap kelihatan dari dalam.
Soal kenapa kami pengen balik lagi ke sini? Ya jelas selain kenangannya yang berbekas banget sampai sekarang, jaraknya yang tidak begitu jauh ke Monkey Forest dan Tegalalang itu juara banget buat itinerary keluarga. Walau sekarang harganya udah beda jauh yaa, hehe.
4. Asa Bali Luxury Villas & Spa, Seminyak

Nah, pengalaman menginap berdua lagi nih kami di Asa Bali Luxury Villas & Spa. Kami ke sini dalam rangka perpanjangan liburan waktu suami mengisi acara di Bali.
Lokasi & Harga Terkini Asa Bali
Lokasinya di Jl. Yudistira, Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung — gak jauh dari Sunset Road dan The Trans Resort Bali. Patokannya ada restoran bernama Jazeera, dan kita harus belok ke jalan kecil sebelum restoran itu (gampang kelewatan kalau gak hapal, hehe).
Waktu kami menginap (2022), rate-nya sekitar Rp 1,2 juta per malam sudah termasuk sarapan. Per pengecekan terbaru, kisaran harganya sudah naik jadi sekitar USD 75 – 170-an (kira-kira Rp 1,2 juta – Rp 2,7 juta-an), tergantung musim dan tipe villa (tersedia One Bedroom dan Two Bedroom Pool Villa).
Fasilitas
Fasilitasnya cukup lengkap. Menurut aku lumayan juga untuk keluarga sih ini. Kamarnya lega dan ada pantry dan sofa panjangnya juga.
- Villa dengan 4 area terpisah: dapur, ruang santai (TV), kolam renang, dan kamar tidur
- Dapur lengkap dengan kompor, kulkas, microwave, dan peralatan masak/makan
- Kamar mandi dengan bathtub, lengkap toiletries, dan jendela menghadap kolam
- Buggy car untuk antar-jemput dari lobi (Asa Bali 1) ke unit villa (Asa Bali 2)
- Sarapan pilihan menu: American, Continental, Indonesian, atau Healthy
- Spa di tempat
Plus & Minus ala Kami
Plusnya, villa ini luas banget dan cocok buat yang pengen suasana tenang meski lokasinya masih di tengah kota. Setiap unit dipisah dinding tinggi jadi privasinya kerasa.
Kamar tidurnya juga menghadap langsung ke kolam, jadi kalau bawa anak-anak yang lebih besar, tetap bisa diawasi dari kamar. Ada juga hal unik, pintu kamar mandinya menyatu dengan pintu lemari, jadi tersembunyi gitu, lumayan jadi pengalaman baru buat kami.
Minusnya, ini kurang ramah buat bawa balita atau stroller, soalnya area lobi-nya harus naik tangga dulu. Disarankan kalau bawa anak kecil, salah satu dari suami/istri saja yang check in sementara yang lain menunggu di bawah.
Selain itu meja makannya juga didesain agak nyamper kaki kalau jalan di sekitarnya, jadi hati-hati tersandung, hehe.
5. Volcano Terrace Bali, Kintamani

Kalau ini beda cerita, karena tujuan utama kami ke sini bukan cuma buat kolam renangnya, tapi juga buat naik Gunung Batur keesokan paginya. Volcano Terrace Bali ini posisinya pas banget di pinggir Danau Batur, jadi sekalian saja kami pilih nginep di sini.
Kolam renangnya juga bukan yang private banget, karena sebetulnya kolam ini berada di beberapa kamar. Jadi untuk tamu ramean yang menginap dan booking beberapa kamar, kolamnya memang bisa jadi “private” untuk mereka.
Waktu kami menginap di sini kebetulan kamar lain yang terisi bukan di bagian sini, makanya jadi kayak private pool untuk kami 😀
Lokasi & Harga Terkini Volcano Terrace Bali
Alamatnya di Jl. Raya Pendakian Gunung Batur / Jl. Banjar Dalem, Songan, Kintamani, Bangli. Sekitar 15 menit jalan kaki ke titik pendakian Gunung Batur.
Dulu (2022), kamar dengan view langsung ke danau sekitar Rp 900 ribu, kamar standar mulai Rp 650 ribu. Per pengecekan terbaru, harganya mulai dari sekitar USD 51-an (kira-kira Rp 830 ribu-an) untuk kamar standar, dan kamar deluxe dengan view danau plus akses kolam langsung bisa di kisaran Rp 900 ribu – Rp 1,3 juta-an.
Masih ramah kantong dibanding dua villa sebelumnya ya.
Fasilitas Kamar
Karena area-nya di pinggir danau banget dan memang bukan termasuk resort gitu, fasilitasnya lumayan banget sih menurutku.
- Tempat tidur, TV (sebagian kamar tidak ada TV)
- Kulkas kecil
- Kamar mandi air hangat
- Sofa tambahan
- 2 kolam renang menghadap danau (salah satunya bisa jadi “kolam privat” buat grup/keluarga besar)
Plus & Minus ala Kami
Plus paling besarnya jelas pemandangannya. Bangun pagi langsung disuguhi Danau Batur dan Gunung Abang dari jendela kamar.
Belum lagi pemandangan bintang yang luar biasa pas mau mulai pendakian dini hari. Anak-anak juga betah karena ada anjing kecil lucu bernama Puci yang suka ikutan main.
Minusnya, akses jalan masuknya curam dan sempit, jadi kalau gak biasa nyetir di jalan menurun/menanjak tajam, minta tolong saja ke staff buat bantu bawa mobilnya.
Selain itu, beberapa kali kami dan beberapa reviewer lain juga sempat ketemu banyak lalat di area makan, kemungkinan karena ada perkebunan buah/sayur di sekitar yang sedang panen. Jadi kalau kalian sensitif soal ini, mungkin perlu tanya dulu situasi terbaru sebelum booking yaa.
Tabel Perbandingan
| Borobudur Hills (Magelang) | Arkamara Dijiwa Ubud (Bali) | Volcano Terrace Bali (Kintamani) | |
|---|---|---|---|
| Highlight View | Candi Borobudur | Hutan tropis Ubud | Danau Batur & Gunung Abang |
| Harga kamar standar | ~Rp 570rb – 670rb | (tidak ada lagi tipe non-pool yang murah, sudah reposisi 5-star) | ~Rp 830rb-an |
| Harga kamar private pool | ~Rp 1jt – 1,7jt | ~Rp 2,4jt – 3,5jt-an | ~Rp 900rb – 1,3jt-an |
| Sarapan | Termasuk (in-room breakfast) | Termasuk (tergantung tipe kamar) | Termasuk |
| Stroller/balita friendly | Tidak, banyak tangga | Cukup, tapi area kolam pribadi tanpa bagian cetek | Tidak, jalan masuk curam |
| Jarak ke atraksi utama | ±10 menit ke Candi Borobudur | ±10 menit ke Monkey Forest & Tegalalang | ±15 menit jalan kaki ke titik pendakian Gunung Batur |
| Cocok untuk | Family trip + sunrise hunting, budget menengah | Honeymoon/family yang mau pengalaman resort mewah | Keluarga yang sekalian mau hiking Gunung Batur |
Harga di tabel adalah estimasi dari beberapa OTA per pertengahan 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai musim, hari (weekday/weekend), dan promo yang berlaku. Selalu cek harga real-time sebelum booking ya!
Jadi, Pilih yang Mana?

Kalau ditanya mana yang paling pengen kami kunjungi lagi, jawabannya adalah Arkamara Dijiwa Ubud dan Borobudur Hills.
Walaupun Arkamara sekarang harganya sudah naik cukup jauh karena rebranding jadi resort bintang 5, kenangan pelayanan dan kolamnya itu masih juara banget di hati kami.
Sementara Borobudur Hills tetap jadi favorit karena kombinasi harga yang masih masuk akal dan pemandangan Candi Borobudur yang gak ada duanya.
Volcano Terrace Bali juga tetap punya tempat spesial sih, terutama buat yang emang mau menjadikan pendakian Gunung Batur sebagai agenda utama liburan, jadi sekalian dapat private pool, sekalian dapat basecamp pendakian yang nyaman.
Gimana, ada yang udah pernah coba salah satu dari tiga ini juga? Share pengalaman kalian di kolom komentar ya!
