Recently Liked

Running man 😀

Running Man
Running Man

http://kshowonline.com/category/2/running-man

I heard this show from my bestfriends, they said I should watch the show because it’s so funny and so entertaining. The episode I watched for the first time is not so funny at the beginning, so I skipped those and loosing the will to watch the show. But, there is sometimes I feel so bored, then I tried another episode of them. And, the result is, I completely fall in love with the show XP

The guest that I like so much is Yong Hwa, hihi

Buku Perencanaan Keuangan

2 buku ini sangant-sangat direkomendasikan buat yang baru belajar perencanaan keuangan.

Yang pertama, buku karya Ligwina Hananto yang berjudul “Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin”

Untuk Indonesia yang Kuat
Untuk Indonesia yang Kuat

Sebulan kemarin saya dan suami belajar bagaimana merencanakan keuangan keluarga. Kebetulan tahun lalu suami saya punya buku yang berisi mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan kita itu. Sudah selesai dibaca dari kapan tau sih, tapi akhirnya bulan lalu kita baca ulang lagi karena kita berniat perencanaan keuangan keluarga kita HARUS lebih baik mulai dari sekarang.

Bukan, manfaatnya bukan cuma untuk diri kita sendiri, bukan untuk memperkaya diri sendiri, tapi dengan merencanakan keuangan kita hingga bisa mencapai kebebasan finansial, kita bisa membantu orang lain dan bisa menguatkan perekonomian negara tercinta kita ini, Indonesia. Kalau ingin “dikomporin” mengenai betapa pentingnya kita merencanakan keuangan, baca deh. Dan, bisa jadi buku ini benar-benar mengubah cara kita mengatur keuangan setiap bulannya.

Saya dan suami baru bener-bener engeh langkah-langkah yang harus secepatnya dilakukan untuk memperbaiki pengaturan keuangan keluarga kita setelah kita baca ulang buku ini lagi.

Yang kedua, buku karya Andreas Hartono yang berjudul “Nasibmu di Dompetmu”

Nasibmu DI Dompetmu
Nasibmu DI Dompetmu

~buat saya judul dan covernya agak norak sih~ 😛

Tapii, buku ini berisi teknis perencanaan keuangan, dan gak kalah pentingnya dengan buku yang pertama tadi. Di sini menjelaskan lebih ke teknis atau perhitungan kasar perencanaan keuangannya. Apa instrumen investasi yang pas serta perhitungan ke depannya. Yap, buku ini mengupas tuntas cara memperhitungkan nilai di masa depan dan cara investasinya.

Nah, perbedaan buku pertama sama buku kedua menurut saya.

Buku pertama lebih ke “why” > mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan dan mengapa hal itu sangat penting. Cara pemaparan buku ini adalah maju ke depan. Jadi dimulai dari penjelasan mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan, menentukan tujuan finansial, menghitung besarnya nilai uang pada tujuan finansial tersebut, lalu menentukan instrumen investasi yang tepat.

Buku kedua lebih ke “how” > bagaimana langkah konkrit kita dalam merealisasikan perencanaan keuangan  yang telah kita bikin dan bagaimana menentukan instrumen investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan yang direncanakan. Dan cara pemaparannya adalah mundur ke belakang. Pembaca dibuat tergiur terlebih dahulu dari betapa besarnya yang kita bisa dapatkan dari investasi, menentukan investasi yang tepat baru diakhiri dengan tujuan finansial yang dicocokkan dengan instrumen investasi  yang tepat tadi.

Begitulah, setelah membaca kedua buku tersebut, kita mulai merealisasikan dan melakukan perencanaan keuangan keluarga sendiri. Pusing juga ngurusin perencanaan keuangan ternyatah sodara-sodara, hahaha. *pusing demi hidup yang lebih baik* 😛

10 Things Make You Happy Today

I want to list the 10 things make me happy everyday starting last Sunday, November 25th 2012.

Happy

No, I don’t want to write down all of those in this blog. I’m just saying and sharing those 10 things with my husband right before we go to sleep 😀

So, I have an idea to think about things that make me happy everyday right before I’ve watched the “Hitam Putih” show with Dian Sastro as a guest. She said that to get the mood to do everything is to set our mind with happiness. And, a way to make her happy everyday is to think all the good stuff happened that day. So, she listed 10 things that make her happy everyday.

Yea, I kind of like her idea. So the next day, I tried to do that. And it worked. All the good stuff just popped out in my mind when I think about the things make me happy. That way, we can decrease all the bad feelings we have and remembering just the good ones.

And, this can make you happy everyday. Everyday.

even though you have 1000 reasons to be sad, there will always be a reason to be happy

Pilih Mana?

Jalanin dulu sambil menyempurnakan, atau cari tau dulu ilmu selengkap-lengkapnya baru menjalankan?

Kalau buat saya pribadi sih, buat ibadah saya pilih yang pertama, hehe. Kenapa begitu?

Kalau untuk ibadah kita harus cari tau selengkap-lengkapnya, kapan donk mau mulai menjalani? Lebih baik jalanin dulu sambil terus menerus menyempurnakan dengan ilmu.

Contohnya, memakai jilbab. Waktu dulu saya pertama kali memakai jilbab, apakah saya tau selengkap-lengkapnya mengenai islam secara mendetail? Enggak. Sekarang juga masih jauh dari sempurna sih tapi setidaknya sudah lebih baik dari waktu itu. Oiya, saya pertama kali pake jilbab itu sejak kelas 1 SMA dan alasannya karena ngikut kaka-kaka saya yang sudah lebih dulu pake jilbab.

Sekarang juga banyak ko yang berpendapat “kalau gak dimulai dari sekarang, nanti gak pake-pake”. Kalau menunggu siap hati dan sempurnanya ilmu, mau nunggu sampai kapan? Bukankah berjilbab itu kewajiban?

Oke, itu salah satu contoh aja. Intinya saya berpendapat kalau untuk ibadah, ya lebih baik dijalankan terlebih dahulu. Allah maha pemaaf. Jadi selama kita berniat kalau itu untuk ibadah benar-benar karenaNya, walaupun salah karena kita belum tau, Dia akan selalu memaafkan.

Tapi ketidaktahuan itu jangan selamanya dipelihara. Teruslah mencari tau apakah yang kita lakukan sudah benar atau belum. Maka dari itu sambil memulai ibadahnya, sambil menyempurnakan ilmunya.

Dari selalu belajar, kita jadi tau pertama kali menjalankan ibadah itu sudah benar atau masih salah. Kalau sudah benar Alhamdulillah, kalau salah ya dibenarkan 😀

Every Word is Pray

Then, say only the positive words. Who knows, someday it will be come true 😀

Yea, I just want to remember the lot of things that I said and were granted by Allah.

  1. When I was a kid, I said to my parents and my siblings where I want to study right until the college. And, Alhamdulillah all of those words were granted.
  2. Long before I got married, I said that I want to marry before 25 years old. Last year, I got married at the age of 24. Alhamdulillaaah.
  3. Since I was in high school I said that I want to marry someone that I know, best friend is better . And it was granted too, Alhamdulillaah. I married my college friend whose having the same circle of friendship.
  4. In the last semester of college, I said that I want to be freelancer who can be working from home. So that when I get married and having children, I can still work while raising my children with my own hand. I can keep an eye on my children all day long with my own eyes. And now, I am a freelancer web developer 😉
  5. When I was pregnant, my husband said that he want to have a girl. He imagined the cuteness of children wearing mukena 😛 Now, I am having Naia. Ya, it was granted too, Alhamdulillaah.
  6. It’s the last and the newest. Right after I wrote “Sekedar Update” I have a couple of web project to do. Alhamdulillaah, Allah granted the last point I said wrote.

There are still a lot of words I said that coming true. It just too much to be remembered and to be written. *I forgot it actually 😛

Yap, Allah does hear your pray and make it come true, sooner or later. Always.

Then which of the favours of your Lord will you deny?

~Ar Rahman

Choose The One Who Loves You

For the girls, trust me. Choose the one who loves you, not whom you loved so much.

Because,

  • He always there for you
  • He never ever want to see you cry
  • He gives you unconditional love
  • He can make you love him more than everything
  • He always give you infinite love
  • He always try to make you happy. And trust me, he always did.
  • And, there is soo much more he can give to you, even the heaven.

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia dan  diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah).

Heheheh, it’s my own experience. Thanks to my husband to give me so much love. Hope our love will always grow and will be last forever. Forever.

Ilman ~ Isti
Ilman ~ Isti

*there is no special ocation, I just want to write how happy I am to be Ilman Akbar‘s wife 😛

The Family Time

The big family time actually, hihi

Last weekend, my husband, Naia, and I were having a really good time with my husband’s family family in Kebagusan.

All was started at Saturday morning when we attended the ceremony of my husband’s cousin’s proposal ~Sarah~. Even though my father-in-law was at Semarang that time, the rest of us could still be there with my husband as a driver 😛

~She looked so pretty in pink.

Sarah's Proposal
Sarah’s Proposal

Sunday morning, my father-in-law has already home and we all planned that in the evening, we would have a family picture at professional photo studio.

There is a sad funny story about having a family picture. The plan of having family picture was already a month, since my sister-in-law having her graduation ceremony.

My father-in-law could not attend the graduation, so he promised to my sister-in-law to having her picture with parents on the other day along with family picture. Then, my mother-in-law we started to plan on having family picture on the weekend and started to pick the best professional photo studio.

So, last week we were having ourselves dressed up and going to photo studio, ready to have photo shoots. But, we were already too late for the shoot, the photo studio was already closed and finally we all just eat some dinner, haha. Yea, my sister-in-law was a bit disappointed. It showed from her face.

But, last Sunday was a GREAT day.

There were some fruits that haven’t been eaten, so in the afternoon we were having “rujakan”. After that, my husband and I made some instant noodles for the whole family.

Then, in the evening, we, once again, all dressed up for the photo shoot. These time, we were did the photo shoot, yeay. It was a fun time to having the photo shoot. The photographer was funny and easy going. We were felt satisfied.

After that, we managed to go to have some dinner. My father-in-law have already decided where to go, Margocity. Yap, we have some dinner at Margocity, yeay.

Having “rujakan”, instant noodles together, photo shoot, and some dinner. What a great weekend. 😀

~waw, writing in English is quite difficult now. I do really need to practice more.

Kangen Bacain Blog Ilmanakbar

Heheh, kebangun malem2 gini tiba-tiba kepikiran buat baca blog suami tentang ulang tahunnya ke 22 pada tahun 2010 dulu :p

Dan sekarang entah kenapa dia jadi sangat jarang ngeblog. Saya tiba-tiba pula kangen baca tulisan-tulisan ringannya lewat blog.

Padahal tadinya suami saya itu berkecimpung dalam hal tulis-menulis. Bahkan pernah sampai jadi penulis di Penn Olson dan freelancer advertorialnya Detik.

Ah, betapa kangennya saya dengan hobinya yang satu itu.
Ayo donk Ilmanakbar, tulis menulis lagi, setidaknya lebih rajin lagi ngeblognya. Hobi saya yang satu (ngeblog) itu kan ditularkan olehmu.

Ah, saya juga tiba-tiba jadi berharap semoga dirimu menjadi penulis besar, membuat beberapa buku yang menginspirasi, serta membangun bisnis di bidang tulis menulis. *harapan seorang istri, semoga bisa menjadi kenyataan, heheh. Amiiiin*

Padahal waktu itu saya juga ya yang memanas-manasi dirimu untuk bisa bersekolah lagi :p

Sekedar Update

Hoho, sebulan sudah saya gak berceloteh di blog ini.

Sekedar update aja ah.

  1. Mudik membawa Naia naik kereta cukup sukses. Yaa karena Naia anteng Alhamdulillah, dia malah tidur terus sepanjang perjalanan. Ataupun, kalau gak tidur, ya dia ngeliat2 jalanan aja 😀

    Naia di kereta
    Naia di kereta
  2. Naia punya saudara sesusuan, kaka sepupunya sendiri, hehehe. Jadi ceritanya kaka saya sudah lahiran lagi, anaknya perempuan dan diberi nama Fazila Ghaisani Hanisah ~saya sih manggilnya Ghaisani ~. Ini sudah anak ke-2 dan mendapat masalah seperti anak pertama yaitu ASI kaka saya kering. Yang kedua ini sih masih mending, masih keluar sedikit dan masih bisa untuk menyusui, gak separah anak pertama. Pas saya main ke rumahnya, Ghaisani emang nenennya banyak, dan gak berenti2. Akhirnya saya ikut nenenin juga ~kebetulan anak saya juga perempuan, hehe~. Jadilah si Ghaisani resmi jadi saudara sesusuan sama Naia 😀 Yah, jadinya ASIP saya lumayan kepake lah. Tapi kaka saya juga gak berenti usaha buat merah dan memperbanyak produksi ASInya.
  3. Naia sudah lancar tengkurep dan muter2. Bukan gegulingan, tapi muter, haha. Belum lancar buat gegulingan dia. Balik dari tengkurep baru sesekali dan belum faseh betul. Oh, ada 1 lagi gaya favoritnya Naia yaitu gaya terbang ~tengkurep sambil lepas tangan 2~ 😛
  4. Ipad dari BCA sudah sampai. Udah dari sebulan yang lalu sih, tapi belum saya apa2in. Cerita lengkapnya bakal jadi postingan terpisah ah 😀
  5. Kunjungan lebaran ke saudara2 belum selesai. Haha, saking banyaknya saudara dari suami dan saya, ampe sekarang kita belum berhasil berkunjung ke semua saudara. Baru saudara suami yang di Semarang dan di Bandung aja yang udah kita kunjungi, saudara saya belum.
  6. Saya butuh proyekan web nih #eh. Yang ini beneran, pengen freelance bikin web lagi nih saya. Sampai sekarang sih saya maintenance aja, belum bikin yang atas nama sendiri. Buat yang baca, kalo ada yang mau bikin web, boleh donk di saya. Atau, kalo temennya yang mau bikin web, promosiin saya yaa, hehe.

Heheh, cukup deh segitu aja updatenya. Buat memenuhi hasrat saya yang lagi pengen ngeblog aja nih 😀

Mudik

Berbeda dengan keluarga besar saya yang sudah banyak berada di Jakarta, keluarga besar Suami masih banyak yang berada di Semarang, jadi sudah menjadi tradisi di keluarga suami untuk mudik ke Semarang di setiap Lebaran. Nah, sejak saya menikah, saya jadi harus juga mengikuti tradisi itu.

mudik
mudik

Tahun lalu sih kita gak mudik pas Lebaran. Itu karena sebulan setelah Lebaran ada sepupu suami di Semarang yang menikah, jadilah sekalian mudiknya.

Nah, tahun inii insyaAllah kita mudik ke Semarang di hari Lebaran. Awalnya sih ingin naik mobil aja biar di Semarang kalo ke mana2 juga gampang. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ~mertua sih yang mikir2 lagi :P~ mobil yang dipake untuk mudik cuma ada 1 dan kita semua gak akan muat (muat-muat aja sih, tapi bener2 sumpel2an, hehe), jadi kita akan naik Kereta InsyaAllah.

Akhirnya, insyaAllah hari kedua Lebaran kita akan berangkat ke Semarang selama seminggu. Nah, sebelum itu, kita mudik ke rumah ortu saya di Priuk ~jyah, mudiknya deket benerr, ke Priuk :P~

Hehe, jadi karena mau menghabiskan banyak waktu di Semarang, sebelum Lebaran dan sampai hari Lebaran nanti, kita berdua ~bertiga sama Naia~ menghabiskan waktu di Priuk 😀

Oiya, ngomong-ngomong mudik naik kereta, ada cerita yang sedikit gimanaa gitu, hee.

Jadi, ceritanya kemarin kita beli tiket kereta api di alfamart ~yap, di alfamart atau di indomaret bisa beli tiket kereta api~. Harganya sama tapi enaknya ya kita gak perlu repot-repot antri atau resiko ketipu calo 😀

Nah, kita beli tiket itu malem2 banget, jaga-jaga takut kereta yang kita ingin gak penuh dan kalo mesen besok2 malah penuh. Btw, kita mau naik kereta eksekutif dan kebetulan kemarin dapet tiket pulang pergi pake kereta Argo Sindoro.

Photo by Johanes Christian

Pertama kita ngecek harga online dulu. Suami dan mertua akhirnya sepakat buat naik kereta Argo Sindoro berangkatnya dengan tarif Rp. 400.000,- dan naik Argo Bromo yang bertarif Rp. 560.000,-. Mereka milih kedua kereta itu karena waktunya yang pas. Jadwal pergi jam 16:45-23:10 dan jadwal pulang jam 11:52-17:41.

Tapii, begitu kita mau beli tiket pulang, sayangnya Argo Bromo sudah penuh. Akhirnya pilih kereta lain dan dapet Argo Sindoro yang jadwalnya lebih pagi yaitu jam 05:30-11:36 dengan tarif  yang lebih murah Rp.500.000,-. Nah, sayangnya lagi, kalau beli di alfamart ini kita gak bisa milih kursi. Jadi, begitu pesen langsung muncul nomer kursinya dan gak bisa diganti, hiks.

Nah, udah gitu, pembelian tiketnya itu maksimal 4 tiket dengan 1 KTP. Karena kita bertujuh, jadilah kita pake 2 KTP dan walhasil kursi yang tampil juga beda. Di kereta berangkat sih lumayan masih deketan, tapi pas kereta pulang kita terpisah beberapa gerbong, hiks hiks.

Besok paginya, saya baru ngecek email dan baca email dari tiket.com ~saya berlangganan newsletternya~ ternyata disitu jual tiket kereta api juga. Daaaan, bisa milih tempat duduk juga. Dan lagi, harganya sama, huaaa. Pas ngecek kereta yang kita akan naikin pas pulang, ternyata masih banyak kursi berjumlah 7 yang deketan. Telat, telat, telat taunya, huhuhu.

Tapi, yasudahlah, mau diapain lagi. Lain kali langsung beli online aja deh. Walaupun sama dengan beli tiket di alfamart yang gak perlu antri, gak pake calo, dan harganya sama, tapi ada 1 keuntungan yang dipunya tiket.com, yaitu gak pake keluar rumah 😛 *eini bukan promosi ya*

Menikah Harus Siap Mental

Sebenernya banyak sih yang harus dipersiapkan sebelum menikah, siap fisik pastinya, siap hati harus, siap finansial apalagi. Tapi di sini saya mau ngomongin tentang persiapan mental menghadapi kehidupan setelah pernikahan. Karena di situlah yang paling penting -> kehidupan setelah pernikahan.

Gimana gak jadi yang paling penting, kehidupan setelah pernikahan kan akan dijalani insyaAllah seumur hidup. Maka dari itu, mentalnya bener2 harus siap sesiap-siapnya karena pernikahan benar2 menjadi perubahan terbesar dalam hidup.

Kalo dari pengalaman saya sih (pengalaman saya baru sedikit yak, maklum, baru juga 1 tahun menikah :P), yang bener2 perlu diperhatikan dan berhubungan dengan kesiapan mental itu ada beberapa. Saya list aja deh 😀

1. Sampaikan harapan sebelum menikah.

Yap, penting nih. Harapan-harapan kita terhadap pasangan harus disampaikan kepada yang bersangkutan sebelum menikah. Biar sang pasangan bisa sedikitnya berusaha untuk memenuhi harapan tersebut. Atau, kalaupun si pasangan sudah memenuhi harapan2 itu, bisa jadi semakin yakin kalau ia memang pasangan yang tepat ~PD banget yak~

2. Buang jauh harapan yang tinggi-tinggi.

Kenapa? Karena biar hati kita tenang dan jadi gak kecewa kalau pasangan ternyata jauh dari harapan.

Kalau misalkan ia bisa memenuhi harapan kita sih Alhamdulillah bangeet, tapi kalau enggak kan kita bakal kecewa berat, betul?

Contoh nih, misalkan kita berharap suami kita ~karena saya perempuan, jadi saya nyontohinnya ya harapan perempuan, hehe~ bakal rajiin banget ngurusin rumah dan gak segan-segan buat bantu2 istri. Nah, kalau misalkan ternyata setelah tinggal serumah dan ketauan aslinya kalau si suami itu malesss banget dan gak mau sama sekali buat bantuin istri kan jadinya kita ngedumel mulu tiap hari karena capek semua-muanya dikerjain sendiri 😛

Tapi harapan2 terhadap pasangan itu jangan dilupain juga ya. Bisa diusahakan sedikit demi sedikit kok untuk menjadikan pasangan kita sesuai harapan.

Tapi satu lagi, jangan dipaksain juga, let it go with the flow aja, hehe. Buatlah ia berubah dengan kebaikan dan kesungguhan kita ~jyaah~ 😉

3. Siap berusaha mewujudkan harapan pasangan.

Yap, selain kita tadi menyampaikan harapan-harapan kita, dia juga harus menyampaikan harapan-harapannya biar kita bisa bersiap dan berusaha untuk mewujudkan harapan itu demi kelangsungan pernikahan *jyah, bahasanyaa*

Dengan kita bersungguh hati ~lagi2 bahasanyaaa~ berusaha mewujudkan harapan pasangan, bukan gak mungkin kan dia pun jadi berusaha mewujudkan harapan kita, hehe.

Intinya dimulai dari diri sendiri. Susaaah banget ngubah orang tanpa diawali dari kita 😉

4. Bersiap untuk hidup berdua saja

Kita harus siap kalau nantinya harus hidup bener-bener terpisah dengan kedua orang tua. Kaya saya dan suami sih. Walaupun masih deket sama ortu suami, intinya kita tinggal terpisah.

Yang tadinya ~mungkin~ enak di rumah yang lega bin nyaman, sekarang harus membiasakan diri hidup dengan suami di rumah yang sempit.

Kalau udah mampu beli rumah yang lega dan nyaman sih enak, tinggal membiasakan diri hidup berduanya 😛

Nah, tapi yang jadi permasalahan itu ngurus rumahnya nih, hihi. Tadinya bisa kerja bakti seisi rumah, sekarang kerja bakti berdua saja 😛 ~kalau punya pembantu sih ya bertiga, hehe~

Kalau akhirnya bukan tinggal terpisah dari ortu, katakanlah di ortu kita atau mertua, kita tetap harus membiasakan diri.

Kalau tinggal di rumah ortu kita, ya berarti kita harus membiasakan diri ada tambahan orang di rumah. Selain itu, harus pinter2 meng-klop-kan ~bahasanya apa ya yang pass~ pasangan dengan ortu kita dan saudara2 kita yang tinggal serumah.

Kalau di rumah mertua, ya kita harus berusaha biar klop dengan mertua dan saudara2 ipar yang tinggal serumah.

5. Bersiap untuk kebiasaan baru pasangan

Sebenernya bukan kebiasaan baru, tapi kebiasaan yang baru kita tau setelah menikah. Kita mungkin akan terkaget2 banget dengan kebiasaan yang belum kita tau itu, jadi bener2 harus siap dengan segala kemungkinan 😛

Yang ini emang abstrak banget, karena kita bener2 gak bisa ngira2 kebiasaan apa yang bakal muncul dari pasangan.

Bukan hal yang gak mungkin juga kalau kebiasaannya itu kebiasaan yang bertolak belakang banget dengan kebiasaan kita.

Contohnya, saya dan suami 😛

Saya tidur dengan lampu menyala, suami tidur dengan lampu yang harus mati. Saya gak bisa tidur kalau sunyi senyap, suami gak bisa tidur kalau ada suara2. ~ini sih cuma kebiasaan kecil~ hehe

6. Jadi orang yang lebih komunikatif

Setidaknya sama pasangan ya.

Kenapa? Karena yang saya dapet dari pengalaman-pengalaman rumah tangga yang pernikahannya langgeng2 itu dan dari pengalaman-pengalaman ortu kita, komunikasi itu hal yang paling pentiing banget..

Karena, dalam berumah tangga, kepala kita bukan cuma satu. Kita gak bisa ngurus rumah tangga sendirian. Harus berdua, dan segala sesuatu harus disampaikan, komunikasii.

Jadi, kalau kita orang yang malu-malu untuk menyampaikan sesuatu. Atau selalu memendam sesuatu, segeralah berubah..!!

Latihan aja sama sahabat terdekat atau saudara (kakak / adik) kita untuk selalu cerita, biar terbiasa menyampaikan apapun yang kita alami atau kita pikirkan.

Saya dan suami yang sama-sama komunikatif aja kadang2 masih suka misskomunikasi, hehe.

Jadi, segeralah jadi orang yang komunikatif 😉

Heheh, baru segitu aja kayanya yang ada di pikiran saya saat ini untuk persiapan mental menuju pernikahannya, semoga bermanfaat untuk yang mau dan sedang merencanakan pernikahan yak 😀

Daaan semoga rumah tangga saya dan suami bisa langgeng seumur hidup serta dipertemukan di akhirat kelak. Amiiiin ^^

Terakhir, I looove this picture soo much 😛

~Ada artikel menarik mengenai komunikasi nih: http://littlerosetrove.blogspot.com/2012/03/relationships-always-show-love.html *dapet waktu gugling gambar terakhir 😛

Selesai Sudah Masa “Kursus”

Hehe, setelah 2 bulan “kursus” di rumah orang tua masing-masing (rumah mertua dan orang tua saya di Priuk), akhirnya mulai Senin, 4 Juni 2012 kemarin kita (saya, suami, dan Naia) pindah juga ke kontrakan mungil kita.

Yup, kita memang ingin belajar mandiri. Sejak awal menikah pun kita sudah tinggal terpisah. Begitu punya bayi, saya dan suami yang masih canggung (karena belum terbiasa ngurus bayi) memutuskan untuk “kursus” di rumah orang tua.

Naia Mandi
Naia Mandi

3 minggu pertama Naia lahir, kita tinggal di rumah orang tua suami saya di Kebagusan. Mamah (mertua) sampai rela menghabiskan cuti tahunannya untuk bantuin saya ngurus Naia ~huhu, terharu~

Begitu selesai di rumah Kebagusan, kita “kursus” ke rumah orang tua saya di Priuk (sekaligus menghilangkan baby blues saya sih ini sebenernya :D).

Kita kira-kira menghabiskan waktu 3 minggu juga di Priuk. Setelah dari Priuk, sebenernya kita berniat untuk pulang ke kontrakan. Jadi, waktu ada libur hari Kamis, tanggal 17 Mei 2012, kita sempatkan untuk pulang.

Nah, dari Priuk, kita mampir dulu ke rumah di Kebagusan untuk mengambil beberapa barang ~banyak barang sih~ yang masih ada di sana. Tapi karena hari Jum’atnya suami masih kerja, akhirnya kita menginap dulu di rumah Kebagusan dan memutuskan hari Minggu, 20 Mei 2012 untuk pindahan ke kontrakan.

Kebetulan, saya dari Priuk sedang terkena flu dan begitu sampai di rumah Kebagusan ternyata papah dan tantenya Naia (adik suami) juga terkena flu. Walhasil Naia ikut-ikutan sakit flu waktu itu. Jadilah pindahannya tertunda.

Minggu berikutnya kita harus mengurungkan niat untuk pindahan lagi dikarenakan sepupu suami saya menikah. Jadilah seharian hari Minggu, 27 Mei 2012 itu kita kondangan + jalan2 ke Depok 😀

Nah, minggu berikutnya lagi kita udah kekeuh banget untuk pindah ~akhirnyaa~. Jadilah kita rencanakan skenarionya ~halah~ 😛

Jadi, setelah melihat keadaan rumah kontrakan yang 2  bulan ditinggalkan, kita akhirnya memutuskan untuk meluangkan waktu 1 hari untuk beberes dan bersih-bersih dan keesokannya untuk pindahan.

Berhubung suami saya punya jatah libur 1 hari/bulan, dia gunakan lah jatah libur itu di hari Senin, 4 Juni 2012 kemarin untuk pindahan. Jadi, hari Minggunya kita bersih-bersih, hari Seninnya kita resmi pindah ~yeay~

Awalnya sih agak takut juga karena merasa sendirian. Tapi, bermodalkan hasil “kursus” di rumah orang tua, jadi PD aja untuk tinggal pisah gini.

Daan sampai sekarang Alhamdulillah berjalan lancaar (^_^)/

Semogaa kehidupan keluarga kecil kita semakin diberkahi oleh Allah SWT. Amiiin ya Rabb.

Beragam Perasaan Ibu Baru

image by ello.org

Bahagia. Karena akhirnya merasa sempurna sebagai perempuan, bisa nikah, hamil, dan melahirkan. Apalagi waktu pertama kali denger suara tangisan bayi pas lahir 😀

Super Seneng. Waktu liat Naia lagi melek dan main sendiri, waktu diajak ngobrol sama saya atau papanya dan diam mendengarkan dengan tampangnya yang sangat polos, dan waktu Naia melet2.

Damai. Waktu liat Naia lagi tidur dengan tenang rasanya damaaaai banget. Langsung hilang deh rasa lelah dan capek yang terasa.

Gemes. Saat Naia sedang menyusu dan saya melihat mukanya dari dekat. Juga saat dia mengeluarkan tampang lucunya atau tampang bengongnya, lucuuu banget. Rasanya pengen meluk sekenceng-kencengnya deh 😛

Gugup. Saat pertama kali menyusui Naia sewaktu di Rumah Sakit. Saat pertama kali memandikan Naia. Dan saat pertama kali belajar menggendong Naia dengan kain. Pokonya yang serba pertama kali itu rasanya gugup banget.

Bingung. Kalau Naia nangis lebih kencang dan lebih lama dari biasanya. Kalau Naia tiba-tiba gumoh buanyak. Dan kalau pupnya lebih banyak dan lebih sering dari biasanya.

Sedih. Saat mendengar tangisannya yang terisak-isak karena keadaannya yang sedang tidak enak.

Takut. Takut saya tidak bisa mendidiknya dengan baik. Takut saya tidak bisa memberinya lingkungan, tempat tinggal, dan pendidikan yang baik.

Semangat Luar Biasa. Ketakutan yang saya sebutkan tadi membuat saya jadi semangat untuk melakukan apapun untuk bisa menjadi ibu yang baik untuknya. Memberi lingkungan, tempat tinggal, dan pendidikan yang baik.

Yang jelas, menjadi ibu baru itu rasanya campur aduk. 😀

Ketika Dijalankan dengan Ikhlas

Baru saja blogwalking di sela-sela waktu kerja. Dan kali ini saya baca blog kawan saya, Meri 😀

Dan berhenti sejenak di postingan “Keutamaan Seorang Ibu dan Istri dalam Islam”. Subhanallah banget baca betapa banyak ganjaran yang PASTI akan diberikanNya kepada para Ibu dan Istri shalihah, yang dengan ikhlas menjalankan perannya.

Dan ketika semua itu ~tugas seorang ibu dan istri~ dijalankan dengan ikhlas dan senang hati, maka tidak akan terpikirkan lagi ganjaran apa yang akan didapatkannya. Maksudnya adalah ketika semuanya itu ~keinginan untuk selalu melayani suami dan mendapatkan ridho suami serta mendidik anak yang dititipkanNya~ dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka akan keasikan sendiri menjalani itu dan menikmatinya sampai lupa semua tentang balasan yang akan diberikan.

Tapi terkadang, ketika merasa sangat lelah dan capek, mengingat betapa banyak dan besarnya balasan yang akan diberikan meningkatkan semangat untuk bisa bangkit lagi dan menghilangkan rasa lelah dan capek itu. Apalagi kalau bukan kita sendiri yang mengingatkan, melainkan suami. Semangatnya bisa berkali-kali lipat. ^^

Semangat buat para wanita di luar sana yang akan menjadi istri dan seorang ibu..!! ~terlebih buat yang sudah menjadi istri dan seorang ibu~ 😀