sharing pengalaman influencer

Launching Komunitas SATU Hati by SATU Dental Memberi Ilmu dan Keseruan untuk Anak-anak

Hari Sabtu lalu, tepatnya tanggal 6 Juli 2024, aku sama Nara malam mingguan ke acara launching komunitas SATU Hati, komunitasnya klinik gigi SATU Dental.

Nara seneng banget diajak ke sini karena selain jadi punya quality time sama aku, dia juga bisa melakukan banyak aktivitas.

Karena beneran deh, acaranya tuh niat banget dan semeriah itu, terutama untuk anak-anak. Akan aku lanjut ceritakan di bawah deh.

Continue reading “Launching Komunitas SATU Hati by SATU Dental Memberi Ilmu dan Keseruan untuk Anak-anak”
Melihat-lihat yang mau dibeli

Literasi Keuangan Anak Bukan Mengajarkan Nabung, Tapi Mengajarkan Anak Menghabiskan Uang

Dulu ya, aku bertekad pokoknya kalau punya anak, aku mau ngajarin mereka untuk rajin menabung. Karena aku sendiri baru mulai belajar nabung justru setelah menikah dan baru kerasa manfaatnya begitu kami sempat pindah rumah.

Pindahan ternyata lumayan butuh biaya besar soalnya. Kalau gak dari uang tabungan kami saat itu, ya cashflow bulanan bisa berantakan deh.

Continue reading “Literasi Keuangan Anak Bukan Mengajarkan Nabung, Tapi Mengajarkan Anak Menghabiskan Uang”
Tips Memilih Probiotik Interlac

Tips Memilih Probiotik yang Aman untuk Bayi dan Anak-anak

Kalau udah jadi orangtua, mesti deh kita udah lebih sering mendengar istilah Probiotik dan Prebiotik. Bahkan kita memang dihadapkan oleh sulitnya memilih probiotik yang cocok untuk bayi dan anak-anak.

Soalnya probiotik dan prebiotik penting banget untuk kesehatan anak-anak, khususnya untuk menjaga saluran pencernaan mereka.

Kenapa saluran pencernaan penting? Karena kalau saluran pencernaan sudah terganggu, udah deh BB (Berat Badan) bakal seret, bahkan bisa turun drastis.

Continue reading “Tips Memilih Probiotik yang Aman untuk Bayi dan Anak-anak”

7 Hal yang Bisa Dilakukan agar Anak Suka Belajar

Buibu punya cara tersendiri gitu gak sih di rumah supaya anak menyukai aktivitas belajar? Kalau di aku pribadi ya, setelah aku pikir-pikir aku punya sekitar 7 hal yang bisa dilakukan agar anak suka belajar.

Suka belajar lho ya. Antusias lah gitu dengan yang namanya kegiatan belajar. Soalnya kalau anak suka belajar, akan tertanam di pikiran mereka bahwa mereka harus terus belajar sepanjang hidupnya.

Keharusan belajar akan muncul atas dorongan dari dirinya sendiri. Bukan karena disuruh atau diminta orangtua apalagi guru, tapi ya karena mereka ingin mengetahui hal baru atau karena mereka memang ingin menguasai suatu kemampuan.

Continue reading “7 Hal yang Bisa Dilakukan agar Anak Suka Belajar”

Gimana mau kenal sama pasangan kalau gak pacaran?

Oh tentu bisa. Makanya dalam islam ada taaruf, which is “kenalan”.

Taaruf atau kenalan di sini tentu beda dengan kenalan biasa, beda juga dengan pacaran. Karenaa, dalam taaruf, kita justru HARUS mencari tau sebanyak-banyaknya tentang pasangan. Kita diperbolehkan bertanya sedalam-dalamnya kepada calon pasangan kita, kepada keluarganya, bahkan kepada teman-teman terdekatnya. Supaya ya itu, supaya gak seperti “beli kucing dalam karung”.

Banyak yang mengira “taaruf” itu seperti membeli kucing dalam karung karena belum kenal lama kok udah memutuskan untuk nikah, gak melewati masa pacaran dulu? Padahaall, justru taaruf ituu adalah kesempatan para calon pasangan untuk mencari tau sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya tentang calon pasangannya.

Sebanyak Apa Informasi Yang Harus Diketahui Saat Taaruf?

Mencari tau sebanyak-banyaknya ini beneran sebanyak apapun yang kamu mau. Kamu bisa tanya ke keluarganya tentang kebiasaan dia di rumah, kamu bisa tanya ke teman dekatnya tentang kebiasaan jeleknya atau kelebihannya, kamu juga bisa tanya ke adiknya atau saudara terdekatnya hal apa yang paling dia sebelin dari kakak atau saudaranya ini. Tanya!
Tanyaiiinn semuanya.

Continue reading “Gimana mau kenal sama pasangan kalau gak pacaran?”

Menikah Itu Bukan Hanya Tentang Pasangan, Tapi Juga Tentang Keluarga

Jadi, nih ya yang mau nikah, jangan hanya mencari “pasangan”nya aja. Jangan hanya pedulikan, yang penting dia baik, yang penting dia sayang, yang penting dia insyaAllah setia sama kita, keluarganya nanti dulu aja deh, gitu, jangan.

Soalnya apa? Soalnya menikah itu ya membentuk keluarga, bukan hanya keluarga kecil kita dengan pasangan tapi keluarga besarnya. Kita akan selalu berhubungan dan selalu berinteraksi juga dengan keluarganya. Jadi, emang bener kalau dibilang harus liat ibunya dan liat saudaranya. Karena sedikit banyak mereka akan mempengaruhi kehidupan keluarga yang akan kita bentuk dengan pasangan kita.

Karena jangan salah ya, penyebab perceraian itu bukan hanya perselingkuhan, bukan hanya KDRT, atau bukan hanya masalah ekonomi. Terkadang penyebab perceraian itu ya ada di ikut campurnya keluarga besar, ada di tidak harmonisnya hubungan menantu dan mertua ataupun ipar.

Continue reading “Menikah Itu Bukan Hanya Tentang Pasangan, Tapi Juga Tentang Keluarga”
Belajar Membaca Usia Dini

Belajar Baca Tulis sejak dalam Kandungan

Huwow banget gak tuh? hahaha

Orang-orang bilang mah anak gak boleh belajar baca tulis dulu sebelum usianya matang. Tapii, buat aku, hal ini gak sepenuhnya benar.

Iya, gak boleh belajar baca tulis dengan memaksa dan malah bikin anak tertekan. Iya, gak boleh belajar baca tulis dengan langsung memberi mereka worksheet yang banyak dan latihan menulis yang terus menerus.

Continue reading “Belajar Baca Tulis sejak dalam Kandungan”

Kelas Coding for Kids di Educourse

Jadi nih selama liburan sekolah kemarin daripada gak tau mau ngapain sama anak-anak, terutama anak yang pertama nih biar gak bosen itu itu aja terus yang dikerjain di rumah, aku iseng memasukkan dia ke kursus coding. Hitung-hitung mengasah kemampuan berpikirnya serta meningkatkan kreativitasnya ya kan. Terutama sih mengisi waktu liburan yang di rumah aja.

Sekarang sudah hampir 2 bulan nih Naia belajar coding di Educourse. Dari pertama tau ada kelas coding gini, aku udah mengira Naia bakal suka, karena dia selalu tertarik untuk membuat sesuatu, apalagi sesuatunya itu juga bikin penasaran. Apalagi dia pernah bikin gambar yang menunjukkan sedikit konsep pemrograman gitu, gambar semacam konsep rekursif gitu lah.

Continue reading “Kelas Coding for Kids di Educourse”

Berubah Setelah Menikah

Dulu sebelum nikah, aku mikirnya saat ada yang bercerai itu ya karena KDRT, selingkuh, atau masalah ekonomi. Tapi kadang-kadang selingkuh juga karena ekonomi sih ya, istri yang ngerasa kekurangan bisa selingkuuh, suami yang berlebihan keungannya juga bisa selingkuh.

Sampai ada istilahnya, "ujian istri itu saat kekurangan ekonomi, ujian suami saat kelebihan ekonomi."

Tapi yaa ada juga sih laki-laki yang emang hobinya selingkuh, mau ekonomi berlebih, ekonomi ngepas, sampai kekurangan ya bakal selingkuh aja kalau emang begitu kebiasaannya. Naudzubillah, semoga kita dan keturunan-keturunan kita sampai akhir jaman dijauhkan dari laki-laki semacam ini.

Anw, karena ngerasa alasan-alasan itu aja yang bisa bikin bercerai, aku jadi sempet heran sama orang yang cerai dengan alasan “udah gak cocok”. Dulu mikirnya “Lah, kenapa bisa gak cocok, kalo gak cocok kenapa dulu nikah sih?. Emangnya sebelum nikah gak keliatan gak cocoknya apa ya?” Gitu aku mikirnya dulu. Dulu ya duluu.

Continue reading “Berubah Setelah Menikah”

Mencontoh Rasulullah Dalam Berkomunikasi

Tau gak sih kalau Allah itu emang sesempurna itu dalam memberi arahan hidup kepada kita. Gak cuma tuntunan secara tertulis berupa Al Qur’an, tapi juga tuntunan dalam bentuk sosok, yaitu Rasulullah.

Biasanya kalau berkomunikasi sama pasangan (atau anak malah) kita itu nyari ilmu ke mana-mana, padahal gak usah jauh-jauh pun bisa ketemu, dengan mencari tau cara komunikasinya Rasulullah. Memang gimana cara komunikasinya Rasulullah?

Continue reading “Mencontoh Rasulullah Dalam Berkomunikasi”

Sabarnya Anak vs Sabarnya Orangtua

Anak sabar tantrum sampai meraung-raung berjam-jam demi keinginannya dipenuhi.
Orangtua sabar untuk tetap berlaku lembut demi mengajarkan ke anak cara meminta yang baik serta demi tegas menjalankan aturan yang telah disepakati.

Baru engeh istilah “sabar tantrum” karena beneran ya anak itu kalau nangis atau tantrum yang emang strategi tuh kuat banget berjam-jam. Beneran akhirnya bisa menguji kesabaran juga. Tapi ya itulah namanya aja “menguji”, maka ya ujian buat kita untuk bisa sabar atau enggak? Untuk bisa tenang atau enggak.

Continue reading “Sabarnya Anak vs Sabarnya Orangtua”

Angpau Lebaran Menjadikan Anak Bermental Minta-minta?

Waktu kecil dulu, yang bikin aku seneng banget banget saat hari lebaran salah satunya karena kemungkinan besar bisa dapet amplop lebaran dari banyak orang yang ditemui, ahaha. Rasanya tuh seru & seneng banget saat dikasih uang & bisa dapet “THR” tiap tahun gini. Lumayan bisa disimpen atau untuk beli yang kita pengeniin banget.

Setelah sholat Ied dan sungkeman, biasanya anak-anak satu lingkungan rumah tuh pada nyamperin untuk ngajak keliling ke tetangga-tetangga untuk berburu uang angpau ini. Walaupun judulnya “berburu”, sesungguhnya buat kami itu seru bukan main. Karena bisa rame-rame mengunjungi rumah siapa saja di satu RT itu, bahkan akhirnya tau mana rumahnya siapa dan bagaimana bentuk rumahnya. Karena sehari-hari biasanya cuma ketemu di lapangan aja ya kan, jadi ya kami ke rumahnya itu setahun sekali itu juga. (((lapangaaann))), dulu mah masih banyak lapangan yhaa.

Nah, seperti yang aku bilang, meskipun judulnya berburu, buat kami saat itu justru lebih ke main sama-sama. Seru-seruan bareng. Ngerasain kue lebaran yang beragam, plus mengantongi permen dari tiap rumah xp

Continue reading “Angpau Lebaran Menjadikan Anak Bermental Minta-minta?”

The Power of Briefing

Bulan lalu Nara imunisasi dan untuk pertama kalinya lagi kami ke Rumah Sakit. Nah, berhubung Nara selama ini juarang banget ketemu orang ya kan (pandemi bikin anaknya juarang keluar rumah dan ketemu orang ya sis), jadi aku pikir aku harus menyiapkan dia sebelum dia menghadapi dokter dan diimunisasi.

Soalnya semuanya akan terasa baru kan ya buat dia? Lha wong terakhir ke dokter tuh ya sebelum dia bisa jalan dan sebelum dia umur 1 tahun. Jadi yah gitu lah ya.

Lalu ya aku briefing deh dia sebelum berangkat.

Continue reading “The Power of Briefing”
anti stress hadapi tantrum pada anak

Rekomendasi Buku Parenting Menghadapi Anak Tantrum

Setelah beberapa minggu lalu aku post 7 rekomendasi buku parenting, ternyata temenku baru bikin buku juga donk. Pas banget pula temanya parenting, spesifik mengenai menghadapi tantrum pada anak.

Nah, pas banget ini, umur anak aku yang ketiga lagi krusial nih, umur-umur di mana tantrum bisa menyerang, yaitu 1,5 tahun. Tantrum kan biasanya di umur 1-3 tahun ya bun.

Alhamdulillahnya ya, selama ini kami, saya dan suami, inshaAllah kuat menghadapi anak tantrum di umur segitu. Karena tau, mereka itu tantrum bukan karena nakal apalagi sengaja membuat kita kesal. Tapi, mereka itu tantrum karena masih sulit menyampaikan apa yang mereka inginkan atau mereka maksud.

Continue reading “Rekomendasi Buku Parenting Menghadapi Anak Tantrum”