Sewaktu menghadiri acara di Jogja akhir tahun lalu, kami kan menginap di The Samirono ya. Selain dekat dengan tempat acara, lingkungannya juga lumayan nyaman karena lingkungan kos-kosan mahasiswa.
Lalu berhubung kami menginap selama 3 hari 2 malam di sana, aku mengajak suami di salah satu paginya untuk jogging selama sekitar 1 jam-an. Kami lalu mencari titik lokasi yang berjarak sekitar 5 km dari tempat kami menginap itu.


Kebetulan suami juga mau janjian tuh sama temennya di Jogja, dan beliau jadi minta rekomendasi sama temennya itu mengenai tempat yang cocok untuk ketemuan di pagi hari ini. Jadinya kami bisa sarapan bersama setelah jogging 😀
Dikasihlah beberapa pilihan tempat yang jaraknya sekitar 5km-an dari The Samirono. Salah satunya Dapur Mamaks ini yang lokasinya dekat dengan rel kereta api. Jadi kita bisa mendengar, bahkan melihat kereta saat melintas.
Lokasi
Lokasinya memang lumayan dekat dengan stasiun Tugu Jogjakarta ya, dan memang berada di sepanjang rel kereta api.
Alamat lengkapnya ada di Jl. Soragan Jl. Sumberan No.19, Cungkuk, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184.
Kami juga ingin jalur yang melewati Malioboro, jadi sudah sejak malam merencanakan untuk lewat mana yang paling enak untuk jogging keesokan harinya ini.
Kebetulan kami jogging di hari Sabtu pagi, sehingga Malioboro juga ramai dengan orang-orang yang jogging.
Nah, jalur kami jadinya adalah melewati depan UGM, lanjut menuju Malioboro, lalu sampai stasiun Tugu, baru melipir rel kereta untuk kemudian menyeberang sedikit kemudian kami sampai di Dapur Mamaks.

Sebetulnya ada tempat makan lain yang berada persis di pinggir rel, sehingga kita betul-betul bisa melihat kereta lalu lalang tanpa harus melongok atau mencari posisi yang sesuai. Jadi di bangku manapun rasanya keretanya bakal terlihat gitu.
Nah, kalau di Dapur Mamaks, kita mesti duduk di bagian halaman depan untuk bisa melihat kereta yang lalu lalang. Jadi kalau makan di dalam, ya kita cuma bisa dengar suaranya saja tanpa melihat keretanya, hehe.

Tapi berhubung suami memang mau mengobrol juga yakan sama temannya, jadi kayanya Dapur Mamaks lumayan cocok sih. Tetap dekat dengan rel kereta sehingga kami masih bisa menikmati pemandangannya, tapi tetap lumayan tenang untuk bisa mengobrol.
Suasana Dapur Mamaks
Begitu menemukan Dapur Mamaks, aku langsung merasa tempatnya tuh homey dan “ramah”. Soalnya tampilannya seperti rumah khas Jawa Tengah, Joglo, yang memiliki halaman depan yang luas dan ruangan dalam yang adem dan bikin tenang dengan atap Joglo yang terlihat sangat tradisional.
Susunan kursinya seperti meja makan di perkampungan yang terbuat dari kayu sehingga terlihat sederhana.

Walaupun begitu, aku rasa kapasitas di dalamnya cukup banyak karena memang terdiri dari beberapa meja yang berkapasitas 4 sampai 6 orang.
Di bagian luar, ada area beranda, dan juga di bagian halaman depan dengan kursi rotan. Kami memilih yang di halaman depan dengan kursi rotan itu. Lumayan masih bisa melihat kereta, makan juga masih nyaman 😀


Menu Dapur Mamaks dan Harganya
Secara menu, mereka terkenal dengan hidangan Nusantara yang pedas-pedas dan gurih dengan harga yang sangat terjangkau. Andalan mereka itu aneka menu rumahan dengan rasa pedas yang masih terhitung bisa dinikmati. Ya pedasnya orang Jawa gitu yang pedas manis, ihihi.
Di bagian sebelah kanan dari pintu masuk, terdapat etalase kaca yang menyajikan berbagai hidangan dan lauk pauk yang bisa dipilih sendiri oleh pengunjungnya.


Jadi sistemnya kita tuh bakal dilayani dan diambilkan nasi di piring, untuk kemudian menyebutkan lauk apa saja yang diinginkan untuk diambil oleh pelayannya.
Kami pikir kan satu orang ya bisa memilih 2 sampai 3 lauk ya, jadi aku pilih-pilih sekitar 2 lauk juga. Rupanya lauk-lauk ini ditempatkan lagi di piring-piring kecil, sehingga porsi setiap lauknya lumayan juga.
Begitu makanan mau habis, lauk yang ada di piring kecil tadi masih lumayan banyak. Aku lalu merasa, sepertinya lauk-lauk yang disajikan di piring-piring kecil ini enak untuk dijadikan “lauk bersama” deh.

Jadi setiap meja pesan beberapa lauk untuk kemudian sharing gitu lho. Soalnya, aku merasa cukup kenyang tapi lauk yang sungguh sangat nikmat itu masih banyak, ahaha.
Jadi aku lalu “tukeran” sama suami untuk menghabiskan lauk tersebut. Namanya saja yang tukeran, padahal aku yang ngasih lebih banyak karena kekenyangan, ahaha.
Jadi aku mengambil lauk suami sedikit, dia mengambil lauk lebih banyak. Mubazir yaa kalau gak dihabiskan.
Membawa Oleh-oleh Kentang Pedas
Saat mau membayar dan kembali ke etalase tadi, aku sudah mengincar kentang pedas yang sedari tadi berjajar rapi di bagian meja etalase untuk dibawa pulang.
Kentang pedas tersebut sudah disajikan dalam thin wall gitu ya, sehingga memang pas kalau mau dibawa pulang dan dijadikan oleh-oleh 😀
Review Makanan
Aku akhirnya memesan nasi dengan 1 sayur (terong balado xp), dan suami nasi dengan 2 sayur dengan lauk paru, telur keriwil, tumis ati ampela, juga dendeng untuk kami berdua.
Kelihatan kan setiap porsi lauknya tuh lumayan banyak? Ihihi. Jadi memang pas untuk menu sharing sih setiap lauknya.
Aku sangat menikmati rasa makanannya sih. Perpaduan memang lapar sehabis jogging dengan rasa makanannya yang memang enak, jadi nikmat sekali.


Parunya empuk dengan level kepedasan yang masih bisa ditoleransi. Begitu pun dendeng pilihan suami. Ati ampelanya juga enak dengan rasa sambal hijau yang lumayan gurih. Telur keriwilnya garing sampai agak keriuk, jadi bikin keseluruhannya menjadi semakin nikmat.
Minumnya sendiri sih kami hanya meminum air mineral yaa. Soalnya itu yang paling segar setelah kami jogging, hehe.
Asik untuk Bercengkerama sambil Sarapan
Sebetulnya acara yang kami hadiri berlangsung di hari yang sama ini, jadi kami gak bisa terlalu lama bercengkerama dengan teman suami.
Namun, kami akhirnya memutuskan untuk berpisah sementara. Aku pulang duluan untuk bersiap mandi dan ke tempat acara untuk menyiapkan stand kami. Suami karena masih asyik mengobrol, jadi bisa pulang belakangan dan menyusul. Mumpung lagi di Jogja lah yaa, hehe.
Hal ini membuktikan juga kalau tempatnya cukup nyaman untuk mengobrol santai seperti itu. Ditambah makanannya yang memang oke dan menu rumahan, jadi serasa makan di rumah teman saja 😀
Bawa Anak-Anak ke Sini, Aman Nggak Ya?
Mengingat suasananya yang homey ala rumah Joglo, aku langsung mikir kalau tempat ini sebenarnya asyik banget buat didatangi bareng keluarga. Apalagi di bagian depan itu area parkir mobilnya cukup luas dan nyaman.
Jadi, buat para orang tua yang lagi road trip atau keliling Jogja sewa mobil bawa rombongan anak, nggak perlu pusing mikirin parkiran yang sempit atau ribet. Turun dari mobil bisa langsung melipir cari meja yang kosong deh.

Terus gimana dengan urusan perut si kecil? Tenang aja ya, walaupun Dapur Mamaks ini terkenal dengan masakan pedas manis ala Jawanya, mereka tetap sedia deretan menu aman yang bersahabat untuk lidah anak-anak kok.
Waktu memilih lauk di etalase kemarin, aku notice ada beberapa lauk yang sama sekali nggak pedas. Anak-anak bisa dipesankan lauk seperti telur keriwil (yang ini teksturnya garing, pasti anak-anak suka!), ayam, dan beberapa pilihan menu lain yang bebas dari sambal.
Jadi, kalau besok-besok aku balik lagi ke Jogja dengan formasi lengkap bareng anak-anak, aku bisa memasukkan Dapur Mamaks ini ke dalam itinerary sarapan keluarga. Sambil disuapin makan santai, anak-anak juga pasti excited banget nungguin kereta beneran lewat di depan mata ya kaan. 😉
