Ada satu kebiasaan yang belum bisa aku tinggalkan sampai sekarang, yaitu mencetak foto dan membuat album keluarga. Malah aku jadikan proyek tahunan, jadi 1 album per 1 tahun pernikahan, sampai saat ini lumayan konsisten sih, sudah ada 12 album.
Umur pernikahan kami sudah 14 tahun sih, jadi memang aku masih ada “utang” 2 album cetak nih, hahaha. Aku cuma berpikir, album tersebut akan berguna saat nanti kami tua. Kami jadi nostalgia dengan melihat perjalanan pernikahan kami dari tahun ke tahun.

Tapi ternyata sekarang pun album foto cetak tersebut ada manfaatnya, yaitu untuk meningkatkan daya ingat anak-anak. Soalnya setiap kali mereka buka-buka album, mereka jadi ingat kembali foto tersebut tuh lagi di mana dan mereka ngapain.
Kadang aku juga ikut duduk di samping mereka, bercerita lagi tentang apa yang terjadi di balik setiap foto. Aku selalu percaya, foto dan video adalah bentuk cinta yang bisa dilihat kembali.
Karena itu, aku termasuk orang yang sangat menghargai dokumentasi. Rasanya sayang sekali kalau momen-momen kecil dalam hidup, terutama saat traveling bersama keluarga, hanya tersimpan di ponsel dan akhirnya hilang begitu saja.
Beberapa waktu lalu, aku menemukan sebuah platform baru bernama Reekolect, dan jujur, sejak pertama kali membaca deskripsinya, aku langsung merasa: ini dia, sesuatu yang sudah lama aku tunggu.
Apa itu Reekolect?
Reekolect (bisa kamu kunjungi di reekolectcorp.com) adalah platform digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menyimpan dan merawat kenangan, baik berupa foto, video, maupun rekaman suara, dalam satu tempat yang aman dan personal.
Namun, yang membuat Reekolect berbeda adalah misinya, bukan hanya sekadar “menyimpan”, tapi menghidupkan kembali kenangan. Mereka menyebutnya “AI-powered memory platform”, sebuah tempat di mana kenangan bisa dirasakan lagi, bukan cuma dilihat.
Saat ini, Reekolect masih dalam tahap pengembangan, dan pengguna dari seluruh dunia bisa bergabung ke daftar tunggu (waitlist) untuk menjadi yang pertama mencoba. Tentu saja, aku juga ikutan daftar buat mencobanya nanti, ahaha.
Kenapa Tertarik Mencoba?
Aku tipe orang yang sentimental terhadap kenangan. Setiap perjalanan keluarga, entah jauh atau dekat, selalu punya cerita tersendiri. Misalnya, waktu pertama kali kami ke Wonosobo melihat Festival Balon Udara, foto-foto warna-warni di langit itu masih tersimpan rapi di albumnya sampai sekarang.
Atau saat kami ke Singapura dan anak-anak tertawa lepas di Jacob Ballas Childrens Garden. Setiap kali aku melihat kembali foto dan video di sana, rasanya seperti kembali ke sana, mendengar suara tawa yang sama serta merasakan kesejukan udara dan rindangnya pepohonan.
Karena itulah, begitu tahu Reekolect punya fitur untuk memulihkan foto dan video lama dengan bantuan AI, aku langsung membayangkan betapa berharganya ini. Bayangkan kalau aku bisa memperbaiki foto-foto lama dari awal pernikahan, atau video anak-anak waktu masih balita yang kualitasnya sudah menurun?
Fitur-fitur Reekolect
Walau belum resmi dirilis, Reekolect sudah memperkenalkan beberapa fitur utamanya lho di website mereka. Semuanya terdengar begitu relevan untuk keluarga seperti kami yang suka mendokumentasikan perjalanan hidup.
1. AI Restoration: Menyembuhkan Foto Lama dengan Teknologi
Reekolect menggunakan teknologi AI untuk memperbaiki kualitas foto atau video lama. Jadi, gambar yang buram, pudar, atau terlalu gelap bisa “diperbaiki” agar warnanya lebih hidup dan detailnya lebih jelas.
Aku membayangkan nanti bisa “menghidupkan kembali” foto-foto masa kecil anak-anakku yang dulu sempat overexposure, atau video traveling pertama kami yang kualitasnya kurang bagus.
Rasanya seperti bisa mengulang waktu tanpa benar-benar kembali ke masa lalu.
2. Album Digital Pribadi: Semua Kenangan di Satu Tempat Aman
Berbeda dari cloud storage biasa, Reekolect merancang album digitalnya agar terasa personal seperti buku kenangan interaktif yang bisa diisi dengan foto, video, bahkan suara.
Aku suka sekali dengan konsep ini karena mirip seperti album hardcopy yang biasa kubuat, hanya saja dalam bentuk digital yang tak akan rusak dimakan waktu. Dan kabarnya, nantinya kita bisa membagikan album itu secara privat ke anggota keluarga lain, tanpa harus khawatir soal privasi.
Bayangkan suatu hari nanti, anak-anakku bisa membuka album digital “Perjalanan Keluarga ke Bandung”, lalu melihat foto-foto rafting dan bermain ATV di Namu Hejo, lengkap dengan narasi suaraku yang menceritakan kisah di baliknya. Pasti akan terasa begitu personal dan menyentuh.
3. Conversations Beyond Time™, Kenangan yang Bisa “Berbicara”
Fitur ini mungkin terdengar futuristik, tapi inilah yang membuat Reekolect terasa sangat manusiawi. Melalui Conversations Beyond Time™, pengguna bisa mengunggah video atau rekaman suara seseorang yang sudah tiada, dan AI akan membangun avatar digital yang bisa “berinteraksi” kembali.
Jujur, saat membaca tentang fitur ini, aku sempat merinding. Bukan karena menyeramkan, tapi karena membayangkan betapa berharganya kesempatan untuk mendengar kembali suara orang yang kita cintai.
Di banyak keluarga Indonesia, cerita dan nasihat orang tua adalah harta yang tak ternilai. Dengan teknologi seperti ini, Reekolect bisa membantu kita menjaga warisan cerita keluarga dengan cara yang baru, tanpa kehilangan makna emosionalnya.
Mengapa Reekolect Relevan untuk Keluarga Indonesia?
Bagi keluarga Indonesia yang hangat dan dekat seperti kita, konsep “keluarga besar” selalu punya arti penting. Kita sering berkumpul untuk makan bersama, bercerita, dan mengenang masa lalu.
Namun, realitanya sekarang banyak keluarga yang hidup di kota berbeda, bahkan negara berbeda. Kadang kenangan bersama hanya hidup di layar ponsel atau chat group keluarga yang penuh foto acak.
Reekolect bisa menjadi jembatan baru untuk itu, tempat menyimpan kenangan keluarga secara lebih teratur, aman, dan bermakna.
Beberapa manfaat nyatanya:
- Menyimpan dokumentasi perjalanan keluarga dari waktu ke waktu dalam satu ruang digital yang rapi.
- Memperindah kembali foto-foto lama agar bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
- Menghubungkan anggota keluarga yang berjauhan lewat album digital bersama.
- Membantu kita menghargai setiap momen kecil sebelum benar-benar berlalu.
Antara Nostalgia dan Inovasi
Satu hal yang membuatku kagum adalah bagaimana Reekolect berhasil memadukan emosi dan teknologi.
Biasanya, teknologi terasa dingin dan serba praktis. Tapi di Reekolect, ada sisi hangat yang terasa karena mereka tidak hanya fokus pada AI-nya, tapi juga pada makna di balik setiap kenangan.
Sebagai ibu yang menulis blog dan sering memotret keluarga, aku merasa teknologi seperti ini bukan menggantikan cara lama, tapi justru melengkapi kebiasaan kita dalam merawat kenangan.
Album fisik masih akan selalu punya tempat di hatiku. Tapi aku juga menyadari, dunia digital memberi kesempatan agar kenangan bisa bertahan lebih lama, lebih aman, dan bisa dibagikan kapan saja.
Bergabung di Waitlist: Langkah Kecil untuk Menyambut Masa Depan
Saat ini, Reekolect memang belum bisa digunakan secara umum. Tapi di website-nya, mereka sudah membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin bergabung ke daftar tunggu (waitlist).
Aku sudah mendaftar, karena aku percaya konsep seperti ini akan berkembang besar, bukan hanya untuk para pecinta dokumentasi seperti aku, tapi juga untuk banyak keluarga yang ingin menjaga kenangan mereka tetap hidup.
Mendaftar ke waitlist-nya juga mudah: cukup masuk ke reekolectcorp.com, lalu isi email di kolom “Join the Waitlist”. Setelah itu, kamu akan mendapat notifikasi ketika platformnya resmi dirilis.
Reekolect Menjaga Harta yang Paling Berharga
Reekolect mungkin baru akan hadir, tapi idenya sudah membuatku jatuh cinta. Sebuah platform yang memahami bahwa kenangan adalah bagian dari identitas, dan bahwa teknologi seharusnya membantu kita menjaga yang paling berharga, cerita keluarga.
Kalau kalian juga kayak aku yang suka menyimpan foto, menulis catatan perjalanan, atau sekadar ingin punya tempat khusus untuk menyimpan momen bersama orang tersayang, aku sarankan, coba juga bergabung di waitlist Reekolect deh.
Siapa tahu, nanti ketika platform ini resmi diluncurkan, kita bisa sama-sama membuat “album digital keluarga” yang bukan hanya indah, tapi juga penuh makna. 😉
Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak foto yang kita punya, tapi seberapa dalam kita ingin mengingatnya.

Wihhh menarik bgt mbak, jadi pengen cobaa😄
Iyaa mbak, cobaaiinn yuuk