Lifestyle

Dapat Penawaran Upgrade Limit Kartu Kredit BCA? Hati-hati Social Engineering!

Kalau kita mendapat penawaran untuk menaikkan limit kartu kredit, rasa-rasanya sebagian orang akan tergiur ya. Apalagi kalau ada tambahan iming-iming hadiah dengan syarat yang mudah pula.

Ditambah bebas uang iuran tahunan, claim reward dan voucher diskon belanja online. Wah, tambah semangat kayanya untuk meng-iya-kan penawaran tersebut.

Nyatanya, hal itu bisa jadi salah satu teknik social engineering yang nantinya bertujuan untuk menipu bahkan menguras habis uang yang berada di tabungan kita lho. Ngerii deh!

Apa itu Social Engineering?

Anw, memang apa sih social engineering itu? Menurut pengertian yang aku dapat dari kaspersky, social engineering merupakan teknik penipuan/manipulasi yang memanfaatkan psikologi korbannya untuk membocorkan data-data pribadi yang seharusnya rahasia.

Data tersebut kemudian nantinya dipakai untuk mengakses akun si korban lalu mencuri semua data bahkan uang korban apabila terjadi dalam hal perbankan. Memang korban paling umum ya nasabah perbankan sih.

Nah, kalau kasusnya adalah menawarkan upgrade limit kartu kredit, yang diincar tidak lain adalah data-data dari kartu kredit itu sendiri. Untuk selanjutnya penipu bisa mengakses kartu kredit korban lalu mereka gunakan untuk melakukan transaksi online secara ilegal.

Modus Social Engineering Yang Dilakukan Dalam Penipuan Upgrade Kartu Kredit

Nah social engineering ini sebetulnya memanfaatkan sifat manusiawi yang memang dimiliki oleh setiap orang. Yaitu ketamakan, keingintahuan, kemarahan, kebingungan, dan sifat lainnya lagi.

Biasanya yang berhubungan dengan kartu kredit ini modusnya 2:

  1. Menawarkan upgrade limit kartu kredit menjadi lebih tinggi daripada yang sekarang dengan syarat yang sangat mudah dan dengan iming-iming banyak hadiah.
  2. Menginformasikan bahwa terdapat transaksi mencurigakan pada kartu kredit korban dan akan dibantu pembatalan / blokir transaksi (kadang penelpon bertindak sebagai Bank lain juga).
Baca juga: Menikmati Keseruan Polytron Cooking Demo Bersama Anak

Yang pertama merupakan penawaran yang terlalu manis. Mereka memanfaatkan sifat ketamakan yang ada pada manusia yang ingin selalu mau lebih dan yang paling enak.

Modus kedua membuat korban panik. Hal ini memanfaatkan emosi yang ada pada manusia. Kalau sudah panik, banyak orang yang tidak terlatih untuk tetap berpikir tenang, sehingga akan mengikuti semua hal yang diminta oleh pelaku.

Makanya tidak heran, bukan hanya orang “gaptek” saja yang kadang terkena penipuan. Bahkan orang yang sehati-hati itu pun bisa mungkin terkena social engineering ini.

Cara Menghindari Social Engineering

Kalau begitu, cara yang paling tepat supaya terhindar dari penipuan ini gimana donk?

Mungkin kalau membaca dan mendengarnya dari social media atau dari siapapun, kita akan yakin kalau kita akan bisa membedakan penipuan dengan teknik social engineering ini.

Namun kenyataannya, memang sangat sulit untuk membedakan penipuan atau tidaknya. Bahkan orang yang sangat hati-hati saja bisa terkena penipuan melalui social engineering ini.

Maka dari itu, kita memang harus selalu dalam kondisi aware ya. Pokoknya, paling pertama itu tanamkan dalam pikiran kita kalau OTP, PIN, password, atau sejenisnya betul-betul merupakan data rahasia yang sangat sangat TIDAK BOLEH diberi kepada siapapun.

Mengisi OTP, memasukkan PIN, dan lain sebagainya itu haruslah dilakukan oleh diri kita sendiri.

Tips Aman Menghindari Social Engineering Upgrade Kartu Kredit BCA

Selain memastikan OTP, PIN, data-data kartu kredit, dan lain sebagainya tidak kita sebarkan ke orang lain, selanjutnya kita juga bisa melakukan beberapa tips ini:

  1. Jika mendapat penawaran berupa upgrade kartu kredit ataupun mendapat informasi adanya transaksi mencurigakan di kartu kredit kita, sebaiknya cek lagi kebenarannya melalui Halo BCA di 1500888.
  2. Kenali ciri-ciri sekecil apapun mengenai social engineering. Adapun ciri-ciri mengenai social engineering ini akan aku list di bawah yaa.
  3. Ku ulang lagi. Pastikan kita tidak membagi data pribadi berupa OTP, PIN, maupun data-data kartu kredit ke siapapun, termasuk staf bank BCA sendiri ya. Karena biasanya staf juga tidak akan meminta data tersebut.

Ciri-ciri Social Engineering

Untuk menghindari terkena modus social engineering, kita memang perlu mengetahui apa ciri khusus social engineering ini. Adapun cirinya biasanya salah satu dari ketiga daftar ini:

  1. Orang yang kita kenal tiba-tiba mengirim pesan yang tidak biasa. Pelaku penipuan biasanya berpura-pura menjadi orang yang kita kenal. Bahkan terkadang mereka “membajak” akun social media salah satu teman lalu menghubungi orang-orang yang ada dalam kontaknya, termasuk kita.
  2. Orang yang belum kita kenal dekat menawarkan penawaran yang “too good to be true”. Ya semacam upgrade kartu kredit ini yang biasanya menawarkan banyak hadiah dengan syarat yang mudah. Eh, kalau ini sih berpura-pura sebagai oknum resmi dari bank sih yaa. Intinya penawaran yang “too good to be true” ya biasanya “too good to be true” alias tidak benar atau memang mengindikasikan penipuan, hehe.
  3. Emosi kita “dimainkan” atau kita tiba-tiba diberi tekanan untuk segera bertindak saat itu juga. Misalnya seperti oknum yang menelepon dan mengabarkan ada salah satu anggota keluarga kita yang mengalami kecelakaan dan oknum tersebut menyelamatkannya namun keuangannya terbatas sehingga kita diharuskan mentransfer sejumlah uang kepada oknum tersebut.
Baca juga: Hidup Tanpa Utang

Kontak Resmi Bank BCA

Seperti yang sudah aku tulis di atas, kalau kita merasa curiga atau ingin mengkonfirmasi mengenai upgrade kartu kredit ini, kita bisa mengontak HaloBCA di 1500888 yang merupakan salah satu kontak resmi dari BCA.

Adapun kontak resmi lainnya bisa menghubungi kanal-kanal berikut ini:

  1. WhatsApp Bank BCA adalah 0811 1500 998 (Ada centang hijaunya)
  2. Twitter @halobca
  3. Webchat www.bca.co.id
  4. Akun sosial media resmi di sini

Maka dari itu, jika dihubungi oleh kontak selain di atas, kita memang perlu curiga dan perlu mengkonfirmasikannya lagi ke kontak resmi tersebut ya. 🙂

Sumber

istianasutanti

Ilman Akbar's wife & 3N's mother. (Naia, Nawa, Nara)

I am a full time mother and part time blogger. Love to do traveling with ny family and share it on this blog. Hope you guys enjoying my content and love it if you being inspired with my experience and share your experience with me.

Always want to learn something and be a better person everyday.

You may also like...

26 Comments

  1. Ngeri banget ya mbk kalau urusan penipuan gini, apalagi sekarang kasus penipuan bank seperti ini banyak banget dan modusnya tertata rapi. Jadi sebagai nasabah harus bener-bener waspada dan hati hati. Apalagi kalo minta OTP gitu ya, buat yang nggak tahu dikasih aja lho. Padahal OTP ini seperti PIN ya fungsinya, sangat rahasia.

  2. Sekarang penipu makin pinter ya mbak. Menggunakan segala cara untuk membobol data nasabah.

    Kita sebagai nasabah juga harus lebih pinter. Tidak membagikan OTP, password dan pin tentu saja. Yg jelas harus hafalin no cs BCA ya agar tidak tertipu jika ada yg mengaku ngaku dari BCA

  3. Duh duh, modus penipuan sekarang makin macem-macem banget yaaa caranya. Dengan baca info seperti ini, aku jadi lebih waspada. Makasih banyak yaa, mak.

  4. Informasi yang sangat bermanfaat sekali ini Kak. Akhir-akhir ini memang banyak sekali penipuan seperti ini. Ada teman yang nyolek salah satu bank di twitter eh malah kena tipu. Tapi alhamdulillah kalau BCA belum pernah deh saya mendengar ada penipuan, kalaupun ada mungkin sangat kecil jumlahnya. BCA pelayanannya oke dan bebas dari penipuan.

  5. Orang kalau terlalu senang dan juga terlalu takut (panik) emang jadi berkurang nalar kritisnya ya mbak. Iya iya aja saat diarahkan sama si penipu.

    Hati-hati harus terus dilakukan kalau berkaitan dengan data diri, terutama yang berkaitan dengan perbankan

  6. Itulah para penipu makin hari makin pintar memanfaatkan situasi dalam kesempatan dan kesempitan. Kita harus aware jika ada pesan mencurigakan. Masa iya petugas bank meminta data rahasia kita? Kalau tidak untuk maksud tertentu, mereka tidak akan pernah meminta, justru seharusnya melindungi data-data nasabah..

  7. Biasanya saya suka minta kirim lewat email. Kalau si penelepon tanya email, saya akan jawab, “seharusnya udah tau karena semua info termasuk tagihan dikirim lewat email.” Jadi gak akan kasih tau email saya.

    Itu salah satu langkah awal yang saya lakukan. Lagipula kalau infonya lewat text, bisa lebih nyantai bacanya. Kalau ngeladenin penelepon khawatir jadi mudah kena.

  8. Makin beragam aja ya Mba, modus socheng itu. Penambahan limit kartu jadi modusnya. Bener-bener harus waspada banget. Pokoknya jangan sampai kasih informasi pribadi kaya PIN, password dll. Bahaya takut disalahgunakan

  9. Wahhh penipu jaman mow modusnyaaaa makin beragam.
    Kadang ngga ketebak ya. Mba

    Yuklah makin waspada dan selalu hati2

  10. Social engineering ini memang benar – benar harus diwaspadai yaa mba. Kadang kita jadi lengah kalau diiming – imingi berbagai hal. Buatku, kalau too good to be true malah harus hati-hati banget

  11. Ngeri juga ya ternyata ada maksud lain dari penambahan limit kartu kredit, jadi harus berhati-hati apalagi harus memberitahukan data pribadi. Harus tetap waspada nih

  12. AKu kalau dapat call dari CC duluan aku bilang sibuk trus tutup. Kalau Wa aku blokir. Udah puyeng haha.
    Tp emang tawaran CC tu menggiurkan ya,apalagi kalau limitnya gede gitu, kalau yang konsumtif bisa kegocek juga nih. Makanya weess nabung aja buat masa depan aamin fokes.

    1. ahahha,, samaan mbaakk. kalo udah bilang mau menawarkan CC, bentuknya apapun langsung aku tutup, wkwkwk. bahayaa

  13. Aku baru tahu istilahnya social engineering. Memang sering banget ada penipu yang entah nawarin hadiah undian, upgrade kartu kredit, dan modus lainnya.

    Biasanya yang aku cirikan khas dari penipu itu suaranya gak selembut mbak/mas operator, bahasanya jelimet dan muter-muter, terus suka maksa kita harus cepet melakukan tindakan.

    Semoga kita jauh-jauh deh dari penipu & selalu diberi kesadaran kalau lagi berhadapan dengan penipu

    1. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘Aalamiinn. iya, kalau bahasanya muter-muter, bisa diragukan dan dicurigai itu penipu yaa

  14. Soceng itu memang perlu diwaspadai ya mba. Sekarang banyak banget penipuan. Jangan sebar data pribadi juga ya.

  15. Memang kalau uda kena kata “Selamattt” nah ini bisa jadi hati bahagia sehingga gak liat-liat atau gak diteliti dulu, jari uda otomatis teken link yang dikirimkan yaa..
    Bahaya banget memang bahasa ini.
    Eh, bahaya juga teknologi digital kalau tidak memahaminya.

  16. Menakutkan ya aksi kejahatannya para maling digital ini. Sebagai nasabah BCA sebaiknya kita harus meningkatkan kewaspadaan

  17. Scam perbankan masif banget bukan hanya cc bca tapi info biaya admin rek bca atau bank lain. Pokoknya sekarang kudu hati2 yaa…

  18. Social Engineering ini benar-benar berbahaya banget. Modusnya macam-macam. Paling sering mereka mempermainkan emosi kita biar kita harus segera melakukan tindakan.

    Untuk menghindari hal kayak gitu, kalau ada tlp masuk nomor tak dikenal, saya abaikan. Karena saya juga pernah beberapa kali ditlp atas nama BCA. Saya konfirm ke BCA cabang yg buat rekening, mereka juga menjelaskan, hati-hati dg modus penipuan. Jadi ya biar aman, abaikan nomor tidak dikenal.

  19. Harus makin hati2 nih kita terhadap modus operandi penipuan berkedok penawaran menggiurkan gitu. Catat nih informasi tentang bank yang ada di atas agar makin waspada, klo bukan yang itu berarti bukan dari BCA.

  20. Aku udah save nomor WA nya BCA sih, soalnya kalau butuh sesuatu yg ditanyakan, enak via WA. Seperti kayak ada penawaran yang too good to be true, tapi karena alhamdulillah aku gak punya CC BCA, jadi cara di atas, bakal aku pake buat kalau (*amit-amit) ketemu masalah yang sama.

  21. wah pas banget nih baca artikel ini, kebetulan temen sekantor habis kena tipu rekening dengan modus gini di bank lain. Untunglah mesti save nomor WA BCA nih.

  22. Iya ya serem banget modus-modus kejahatan perbankan di jaman sekarang,kebayang kalau yang jadi korban orang tua yang pasti iya-iya ngikutin intruksi pelaku kejahatannya. Kalau kita masih bisa coba kroscek lagi ke perbankan nya langsung kan valid atau ga penawaran seperti itu.

  23. Informatif mba! Jadi kudu waspada dan hati-hati kalau ditanya beberapa hal terkait security akun perbankan kita ya. Tapi aku termasuk nasabah BCA yang loyal karena atm nya banyak dan jarang eror.

  24. Maling skrg udah ngikutin jaman ya, Mak. Jadi kita juga harus lebih aware akan hal2 seperti ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.