Trend Mobile Internet terhadap Anak

Prolog

Jadi, tanggal 5 Juli 2013 kemarin ada talkshow mengenai ““Peran Orangtua mengatasi Trend Mobile Internet terhadap perkembangan anak” yang diadakan oleh Dari Perempuan dan Indosat Mentari. Kebetulan mengambil lokasi di 1/15 Coffee Gandaria – Jakarta dari jam 14.00 sampai 17.00.

Hari kamis, saya memutuskan untuk menginap di rumah orangtua saya di Tj. Priuk. Nah, saya menyampaikan ke suami kalau saya ingin naik transjakarta aja sekalian jalan-jalan. Tapi kan bawaan saya agak banyak dan berat, terlebih saya bawa Naia, jadi akan merepotkan kalau naik transjakarta karena harus transit 2 kali. Jadilah saya naik taksi saja.

Karena saya sedang menginap di rumah orangtua di priuk, jadi saya memutuskan untuk tidak mengajak Naia. Berhubung tempatnya jauh dari priuk dan saya naik angkutan umum, akan lebih bahaya kalau saya mengajak Naia.
(Dan bener sih, saya berhasil menghabiskan total 9 jam dengan 8 jam di jalan dan 1 jam di tempat acara *what a nice day*. Naia jadi apa ini kalau ikut, bisa bosan tidak ketulungan)

Menenangkan Naia

Karena kita terbiasa cuma berdua di rumah, jadinya setiap saya pergi ya Naia selalu diajak. Nah, kemarin Naia melihat saya sudah rapi jadi dia langsung minta gendong dan menunjuk-nunjuk keluar rumah.

Tadinya malah digendong ibu saya, tapi dia jadi nangis kejer. Yaudah saya ajak keluar rumah dulu sambil saya jelaskan pelan-pelan saya mau kemana dan kenapa dia tidak diajak. Alhamdulillah jadi tenang kembali dan jadi mau digendong ibu saya. Pintarnya kamu nak *cium*

Berangkat deh (jam 12:30).

Perjalanan

Nah, perjalanan saya dari priuk ternyata tidak seperti yang diharapkan. Saya sengaja bersiap dari 2 jam sebelum acara agar tidak terlambat. Ternyata, jam 13.30 saja saya baru sampai terminal priuk. “Jam segini baru sampai sini, mau sampai jam berapa nih ke tempatnya”, pikir saya.

Karena jalur yang saya ambil adalah ke blok m terlebih dahulu baru naik metromini 72, jadilah saya mencari bus patas jurusan blok m. Nah, patas itu baru banget sampai terminal jadi kayanya mungkin baru berangkat setengah jam lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk naik transjakarta saja, walaupun harus transit 2 kali.

Pada saat transit pertama, saya baru memperhatikan kalau sekarang transjakarta di setiap feedernya dilengkapi oleh monitor kedatangan bus. Dengan monitor itu, kita jadi tahu berapa lama lagi busnya sampai di feeder tempat kita menunggu dan tahu juga busnya sudah sampai mana.

Monitor Informasi Transjakarta
Monitor Informasi Transjakarta

Tapi sayangnya, lalu lintas juga sedang tidak bersahabat. Sampai blok m sudah jam 15.20an, hiks. Yaudah lah lanjutkan, tekad untuk datang dan (semoga) mendapat materinya sangat besar. Alhamdulillahnya metromini 72 langsung ada dan bisa langsung berangkat.  Karena saya tidak tahu letak persis 1/15 coffeenya itu dimana, saya berpesan ke kondekturnya agar saya diturunkan di Jl. Gandaria 1.

Ternyata kondekturnya lupa, dan saya kelewatan jauh, walhasil harus balik lagi, huhu. Untungnya ongkosnya diganti sama kondekturnya, ihihi. Setelah akhirnya dapet bus lagi dan turun tepat di depan tempatnya, saya langsung masuk. Lihat jam, sudah jam 16.00, hiks T_T

Si mba yang jaga absennya juga sampai senyum-senyum sendiri, acara sudah mau selesai saya baru dateng. Yaudah, kebagian pengumuman-pengumuman aja dah.

Yak, walaupun saya ketinggalan materinya, saya akhirnya minta rekamannya. Tapi, sampai saya menulis di blog ini belum dapet rekamannya, hehe. Akhirnya saya buat saja chirpstory dari pemenang livetweet kemarin, mbak Caroline Adenan.

Peran Orangtua mengatasi Trend Mobile Internet terhadap perkembangan anak

Talkshow
Talkshow

Jadi, anak-anak generasi sekarang itu termasuk ke dalam golongan generasi Z. Apa itu generasi Z? Yaitu generasi yang sudah sangat melek teknologi, termasuk internet dan gadget. Terutama remaja jaman sekarang ya, mereka sangat familiar dan terbiasa banget dengan yang namanya mobile internet. Mereka bisa mengakses internet dengan gampang melalui gadget yang mereka miliki dan sudah jarang menggunakan PC.

Jangankan usia remaja, jaman sekarang itu bayi juga sudah sangat mengenal gadget, terutama untuk bermain. Mereka mungkin sudah tidak kenal lagi yang namanya PC nantinya. Dan faktanya, belum ada juga pembuktian bahwa internet berdampak baik atau buruk terhadap anak.

Menurut saya sendiri, internet itu seperti 2 sisi mata uang, bisa berdampak baik dan bisa juga berdampak buruk terhadap anak, tergantung dari konten yang sedang mereka akses serta pengarahan dari orang terdekat terutama orangtua.

Untuk itu, sebagai orangtua selaku pendidik paling pertama para generasi masa depan, haruslah dituntut untuk mengerti apa manfaat serta kerugian yang bisa diakibatkan oleh internet itu sendiri. Dengan mengerti manfaat yang bisa didapat atau kerugiannya, orangtua bisa dengan mudah deh mengawasi penggunaan internet pada anaknya. Ya memang gak semudah membalik telapak tangan juga sih, perlu komitmen yang kuat dan komunikasi yang baik dengan anak.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengarahkan teknologi internet menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi anak kita. Salah satunya menemani anak saat mengakses internet sedini mungkin. Bila diurutkan melalui usia mereka, bisa dijabarkan seperti berikut:

Di usia 2-4 tahun, orangtua bisa mendampingi anak saat mereka mengakses internet. Membuat pengalaman positif serta menyenangkan seperti mencari gambar atau menonton video lagu-lagu anak. Dengan pengalaman menyenangkan tersebut, anak akan mengingat kalau internet itu mengasikkan.

Usia 4-7 tahun, anak bisa diberi kebebasan untuk mulai mengakses internet sendiri namun tetap dalam pengawasan orangtua. Mereka bisa mulai mencari informasi-informasi positif dan yang terkait dengan dirinya sendiri. Dengan begitu, mereka akan merasa nyaman karena bisa mengakses internet.

Usia 7-10 tahun, anak bisa mulai didorong untuk eksplorasi internet sendiri dan orangtua bisa mulai melakukan edukasi filtering. Orangtua bisa mulai menjelaskan mana konten yang baik dan mana konten yang buruk atau tidak pantas diakses. Sebenarnya dari usia sedini mungkin sampai usia segini (10 tahunan) adalah saatnya pembentukan karakter dan kebiasaan anak. Maka, sebaiknya kebiasaan membatasi mengakses internet juga harus diajarkan sedini mungkin.

Di usia 10-14 tahun, orangtua bisa mulai mengajari pentingnya data pribadi dan bagaimana mengatur data tersebut. Orangtua juga mulai bisa berdiskusi 2 arah dengan anak mengapa situs jejaring sosial seperti facebook hanya boleh diakses orang masyarakat yang berusia lebih dari 13 tahun.

Dari semua usia itu, penggunaan internet tetap perlu diberi batasan. Jangan sampai orangtua membebaskan setiap hari dan setiap saat anak bisa mengakses internet, karena nantinya mereka bisa kecanduan internet dan tidak memiliki kontrol diri terhadap teknologi tersebut. Juga lakukan komunikasi terbuka, buat kesepakatan dengan anak mengenai peraturan pengaksesan internet dan teknologi lainnya.

Menurut pengalaman Shita Laksmi selaku pembicara talkshow kemarin, beliau melakukan kesepakatan dengan anaknya kalau mereka boleh mengakses internet apabila ada salah satu orangtua. Dan, internet dianggap sebagai suatu kemewahan bukannya sebagai hak.

Nah, dari pembicara lainnya, Elga Yulwardian, ada beberapa tips mengenai pengawasan teknologi internet terhadap anak.

  • Orangtua harus menentukan waktu kapan anak bisa menggunakan gadget. Mungkin dalam kasus mba Shita Laksmi tadi, ya saat ada salah satu orangtua yang bisa mengawasi.
  • Batasi berapa lama setiap penggunaan gadget atau buat kesepakatan seperti kapan saja bisa mengakses, berapa jam bisa diakses dan dimana saja internet tersebut bisa diakses.
  • Harus ada parenting control
  • Orangtua harus tau apa yang diakses dan dimainkan oleh anak-anak kita.
Parental Control
Parental Control

Sumber gambar

Dari semua tips tersebut, orangtua dituntut harus mengerti teknologi internet itu sendiri. Kalau sebagai orangtua tidak mengikuti perkembangan teknologi seperti itu, maka nantinya kita tidak bisa mengontrol dan mengajarkan kontrol diri terhadap anak-anak kelak.

Untuk saya pribadi, nantinya saya akan membatasi penggunaan internet. Misalnya sehari berapa jam dia bisa mengakses internet, menjelaskan apa saja situs yang boleh dan tidak boleh dibuka, serta mengawasi apa saja yang mereka mainkan. Kalau sudah dewasa dan sudah mempunyai kontrol diri, saya akan mempercayakan sepenuhnya sambil tetap saya awasi apa saja yang mereka buka secara diam-diam.

Kenapa diam-diam? Agar anak saya yakin mereka dipercaya oleh saya, dan pengawasan tersebut hanya saya lakukan jarang-jarang. Ini sih baru rencana saya, lha wong anak saya baru 15 bulan, hehe. Tapi ya seperti komitmen saya juga, saya ingin mengajarkan kemandirian dan pengendalian diri sedini mungkin terhadap anak 😀

Sumber:

Chirpstory dari pemenang livetweet, Caroline

Lomba Blog DPTalk

*Yah, dari perjalanan panjang kemarin, saya jadi jalan-jalan naik transjakarta seperti yang saya inginkan di hari sebelumnya deh, hehe.

Tobat

Akhir-akhir ini entah kenapa kok saya lupa ya memberi link di gambar yang saya gunakan sebagai konten blog, dooh *merasa berdosa*. Lalu kemarin ujug-ujug saya baca blog cara mendapatkan gambar gratis yang sangat menampar saya dan benar-benar mengingatkan. Saya kok udah jarang ngasih link sumber di gambar yang saya pake siiih, hadoooh *tepokjidat*.

Saya juga bingung sih nih ama diri saya sendiri kenapa akhir-akhir ini jadi jarang nyantumin sumber gambar. Mungkin banget sih karena saya memposting gambar yang memang koleksi pribadi. Jadi, kebiasaan gak nyantumin sumber gambar di koleksi pribadi kebawa deh.

Jadi ceritanya mulai hari ini dan insyaAllah seterusnya saya tobat, heheh. Kemarin sempet nyari-nyari gambar yang pernah saya pake, tapi capek juga ya. Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya yaa buat gambarnya yang saya pake tapi gak saya kasih link ke sumbernya, huhuhu.

Dengan baca postingan itu saya jadi inget dulu juga saya sering banget pake stok foto yang gratisan dan saya dapat dari sxc.hu. Dulu sih biasanya saya pakai untuk gambar dummy dari web yang saya bikin. Tapi sekarang setelah saya pikir bisa juga donk jadi gambar di web. Kok baru kepikiran yak? Yaudahlah, yang penting tobat, hehe.

Hasil search “tulip” di dreamstime dan sxc.hu 😀

2 Hari Lagi

Yak, gagal sudah target saya untuk menulis selama 30 hari. Waktu itu 4 hari berturut-turut saya nulis blog, sekedar mengisi waktu sekaligus memang ada yang ditulis. Karena itu, saya jadi menargetkan jadi 30 hari berturut-turut mau nulis di blog. Etapi ternyata cuma bertahan sampai hari senin minggu lalu saja, waktu baru 7 hari berturut-turut.

Lumayan sih, seminggu bisa saya jalani. Tapi kalau terputus begini, ya jadinya mesti ngulang lagi 😛

Oke, bukan itu yang mau saya omongin, hehehe. 2 hari lagi ada apa?

2

2 tahun yang lalu, hari ini jantung berdegup sangat kencang membayangkan 2 hari lagi akan berganti status. Hari ini, jantung masih berdegup kencang membayangkan apa yang sudah dan yang akan kita lalui setelah 2 tahun pernikahan ini ~2 hari lagi~.

2 tahun bukan waktu yang lama. Dalam 2 tahun ini kami diberikan anugerah yang begitu besar yang membuat waktu terasa cepat sekali berlalu. Naia namanya. Melihatnya dan mendidiknya selama setahun ini membuat kita benar-benar merasakan betapa besarnya kasih sayang orangtua terhadap kita dan membuat kita semakin sayang kepada orangtua.

Dan bukan juga waktu yang cepat. Banyak hal yang berubah selama 2 tahun ini, status, pekerjaan, tanggung jawab, juga pola pikir. Lamanya waktu 2 tahun membuat kita belajar banyak hal lagi. Tanggung jawab lebih berat lagi karena sejak 1 tahun yang lalu status saya bertambah, selain menjadi istri, saya juga menjadi ibu. Pola pikir berubah menjadi semakin realistis.

Sudah 2 tahun ternyata, dan waktu sangat cepat berlalu. Semoga pernikahan ini bisa selalu dipenuhi keberkahan dan bertahan selamanya. Aamiin

Sekedar Update Blog

Yap, demi memenuhi keinginan buat jadiin 30 hari berturut-turut ngeblog, saya sempatkan menulis hari ini di penghujung hari 😀

Jadi, hari ini adik ipar saya berulang tahun ke-18 dan seperti tradisi di keluarga suami, setiap ada anggota keluarga yg berulang tahun, kami sempatkan untuk makan bersama, entah di restoran ataupun delivery ke rumah. Biasanya kami melakukan itu di malam hari, tapi karena hari ini ada motoGP dan mertua saya sama sekali tidak ingin melewatkan itu, jadi jadwal makannya diimprovisasi jadi makan siang, hehehe.

Berhubung hari ini hari minggu juga dan belum ada yg punya rencana apa2, ya akhirnya jalan deh siang tadi ke pejaten village. Dari rumah belum memutuskan ingin makan dimana, baru saat sampai di sana kita memutuskan untuk makan di restoran secret recipe.

Saya dan suami baru 1 kali pernah makan di situ dan kami sangat puas akan makanannya, jadi kamilah yg merekomendasikan itu ke mereka, hehe. Dan, mereka mau, horee.

Kali ini Naia sudah bisa makan sendiri, hihi. Di secret recipe ada menu untuk anak kecil juga, jadi kami pesan menu kids itu deh, fish & chips kids judulnya. Kami putuskan makanan yg bisa dipegang karena Naia suka banget makan sendiri dan baru bisa menggunakan tangan.

Karena daging ikannya lembut banget, dan ada kentang gorengnya, Naia memegang kentang goreng sambil saya suapi daging ikannya, dan dia hampir menghabiskan makanannya. Alhamdulillah, Naia suka 🙂

Naia’s Update

Selain sudah resmi bisa jalan, dia sekarang udah banyak banget lho ngocehnya. Walaupun gak sejelas anak tetangga sih ngocehnya, tapi tetep aja anak sendiri paling lucu! 😛

Jadi, anak tetangga itu seusia Naia, belum bisa jalan, tapi ngomongnya itu loh, udah hampir faseh *halah*. Tapi Naia itu emang gak suka ngomong yang ngikutin kata-kata orang, tapi dia lebih ke ngoceh-ngoceh atau nyanyi-nyanyi sendiri aja. Nah, anak tetangga bisa ngikutin kata-kata orang, dan nyarisss sama, yaa cadel-cadelnya anak kecil laah.

Balik lagi ke Naia. Si Naia kalo nemu bukunya dia, suka langsung dibuka di halaman random dan langsung ngoceh-ngoceh dan setelah itu tertawa sambil melihat saya, hihihi. Gayanya itu kaya nunjukin kalau dia sedang menceritakan sesuatu ke saya dan melihat respon saya sambil tertawa lucu.

Dan Naia sekarang sudah dengan pasti mengerti perkataan orang.! Contohnya apa? Kalau saya misalnya bilang “makan yuuk Naia, Naia duduk yaa tapinya”, dia langsung menuju kursi makannya.

Berikutnya lagi, kalau dia nemu sampah di tengah jalan, dia langsung nunjukin ke saya atau papanya lalu kita bilang “apa itu? sampah ya? buang yuk di tempat sampah”, dia langsung menuju dapur rumah.! Iya, walaupun dia di luar rumah, dia akan jalan ke dapur rumah untuk membuang sampah di tempat sampah kita, hihi.

Terus lagi, kalau kita bilang “tiger dimana yaa?” *tiger itu nama mainannya*, dia langsung nunjuk2 dan dengan tampang bingung sambil nengok-nengok atau nyari di sekitar rumah. Begitu juga dengan gulingnya. Kalau sudah mau tidur, kita bilang “gulingnya mana?” dia menunjuk ke arah guling kecilnya dan disamperin untuk akhirnya dimainin di kakinya, haha.

Oiya, tandanya dia mengerti perkataan kita juga terlihat dari kalau kita tanya ke dia “kepala mana kepala?” atau “kaki mana kaki?”, dia akan langsung menunjuk kepala atau kakinya. Begitu juga dengan anggota tubuh yang lainnya sih, tapi ya belum semua, baru sedikit 😀

Punya anak itu bener-bener pencerah hati yah, penyejuk mata ^^

Naia Resmi Bisa Jalan

14 bulan sudah umur Naia sekarang, dan dia sudah RESMI bisa jalan.!!. Hore (^_^)/

Kira-kira sudah 1 minggu ini sih Naia resmi bisa jalan, masih lucu, jalannya masih doyong-doyong gitu 😛 Tapi sebenernya udah dari umur 8 bulan dia mulai rembetan ke dinding, lha wong 7 bulan aja udah belagu mulai berdiri-berdiri berpegangan. Tapi kok ya proses menuju bisa jalannya lama yak, hahaha. Gapapa donk, yang penting sehat dan sekarang resmi bisa jalan.

Hihihi, ya ampun, saking senengnya saya, saya ulang kata resmi sampai 3 kali 😛

Jadi, di umur 7 bulan itu dia udah mulai berdiri berpegangan kursi makannya. Waktu pertama kali dia berdiri itu saya panik, takut dia jatuh. Saya perhatikan saja sambil tetap menjaganya kalau-kalau jatuh. Ternyata dia bisa, dan malah melet-melet ke arah saya kaya ngeledek 😛

Nah, kejadian itu bikin saya berpikir “wah, jalannya kemungkinan bisa cepet nih”. Mama saya bilang saya bisa jalan di umur 9 bulan *cepet banget yak*, dan mamah mertua bilang suami saya bisa jalan di umur 1 tahun, jadi yaa, dilihat dari sejarah saya dan kejadian itu, saya jadi bener-bener ngarep.

Dan di umur 8 menuju 9 bulan bener-bener bikin harapan saya jadi lebih besar lagi. Soalnya, Naia udah mulai merembet jalan berpegangan di tembok atau meja. Udah gitu suka dorong-dorong kursi atau mainannya yang bisa jalan. Wuiih.

Tapi… bulan 9… bulan 10… bulan 11… bulan 12… tetap saja rembetan, hihihi. Etapi saya juga bukan orang yang maksa anak bisa jalan cepet kok, saya percaya setiap anak punya perkembangan yang beda-beda karena mereka unik! 😀

Yasudah, kita tunggu saja sampai Naia benar-benar siap untuk bisa jalan sendiri. Daaan, akhirnyaa bisa jalan juga, hehe. Awalnya, dia itu bernafsu banget untuk nyuapin saya *yap, dia hobi nyuapin makanan ke orang* :P. Saya mundur-mundur, dia tetap melangkah. Sampai akhirnya saya pikir cukup, saya berhenti dan saya cium karena kebaikan hatinya dan karena usahanya untuk jalan.

Dan, setelah itu Naia semakin berani untuk melangkah lebih banyak dan lebih banyak lagi sampai akhirnya saya nyatakan dia resmi bisa jalan *walaupun masih doyong, hahaha*

Kemuliaan Istri

a) “Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.

b) “Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah”

c) “Mandi junub si isteri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.

d) “Apabila isteri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.

e) “Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.

f ) “Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.

g) “Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”. (Hadis Riwayat Tarmizi)

h) “Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yng difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”. (Hadis riwayat Anas Bin Malik)

Dapet dari page facebook https://www.facebook.com/DistroHijabModern

Poin g menunjukkan betapa mudahntya masuk surga bagi para wanita, melalui ridho suami. Jadi untuk yang sudah menikah, ridho suami adalah segalanya deh 😀

Macaroni Saus Keju

Hari minggu kemarin saya bikin pasta lagi, hehe. Dan kali ini tetap bikin saus sendiri lagi donk. Tapi sayangnya lagi gak ada stok tomat, jadi gak bisa bikin saus tomat untuk Naia kaya waktu makan enak tempo hari, huhu.

Buka kulkas ternyata ada keju, saya jadi kepikiran saus keju aja buat Naia. Yaa, caranya palingan gak beda-beda jauh lah sama bikin saus tomat buat Naia, hihihi. Asli coba-coba saya kali ini, mengingat proses membuat saus tomat aja, lalu saya duplikasi. Cuman, ya kali ini tomatnya saya ganti keju.

Hasilnya, enaaak, hehehe. Naia gak mau disuapin waktu itu, jadi kita biarkan ia makan sendiri. Kebetulan pakenya macaroni yang spiral, jadi bisa dipegang sama dia.

Naia Makan Sendiri
Naia Makan Sendiri

Walaupun Naia gak abis karena emang porsi makannya dia yang super imut, saus kejunya tetap bisa dimanfaatkan. Keesokan harinya saya bikin aja roti panggang pake saus keju itu, dan rasanya nyambuung banget doonk *senyumpuas*.

Ah iya, saya tuliskan resep yang saus keju deh siapa tau ada yang mau bikin juga 😀

Bahan-bahan:

  • Keju, parut
  • Bawang putih ~kali ini saya pakai 1 siung~
  • Garam, sedikit saja
  • Kaldu ~ayam atau sapi~, kebetulan kemarin kaldu sapi
  • Larutan maizena
  • Isian ~bisa apa saja juga~, kebetulan kemarin isiannya itu daging sapi yang sebelumnya direbus untuk diambil kaldunya. sayang lagi gak ada stok sayuran, huhuhu 🙁

Cara masak:

  • Blender isian, bisa juga gak usah diblender kalau anak sudah bisa mengunyah
  • Tumis bawang putih sampai harum
  • Masukkan isian
  • Masukkan garam sedikit, jangan sampai terlalu asin
  • Tambahkan keju parut, aduk sampai tercampur dan butiran keju sedikit lebih halus
  • Tambahkan larutan maizena, tunggu sampai mengental, angkat
  • Selesai! :D

Sebenernya sih rahasianya ada di kaldu dan bawang putih. 2 senjata itu yang bikin saus jadi “berasa”, hehe. Saya juga sangat menghindari kaldu instan. Selain lebih enak kaldu buatan sendiri, ya pasti lebih sehat juga kan? 😀

Masalah Rizky

Bukan, postingan ini bukan postingan saya norak baru dapet rezeki, sama sekali bukan. Tapi, saya benar-benar kembali diingatkan kalau rezeki itu ya rahasia Allah, sama seperti jodoh dan kematian.

harta

Bangun pagi-pagi, blogwalking kemana-mana lalu tanpa sengaja menuju blog http://hanadoank.wordpress.com/ dan langsung terpaku dengan postingan paling atas.

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban “Dari Mana” & “Untuk Apa” atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat, & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, “Buat apa?”

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di’adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan ‘amal demi tambahan harta dikata tuk bantu sesama; lupa bahwa ‘ibadah apapun semata atas pertolonganNya.

Inilah hidup kita; Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in; kita mengibadahiNya & memohon pertolonganNya agar mampu menyempurnakan ibadah padaNya.

Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.

Salim A. Fillah

Pernah seorang sahabat memberi saya buku yang dikarang oleh Salim A. Fillah juga, “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim” judulnya. Saat itu saya sedang galau dengan keadaan diri.  Saat itu saya seperti kembali mencari jati diri. Siapa saya? Saya hidup untuk apa? Siapa jodoh saya?.

Iya, saat itu saya memang sangat galau masalah jodoh. Bukan karena saya sudah terlalu tua untuk bisa menikah ~saat itu saya baru berumur 22 tahun~, hanya saja saya sedang patah hati dan terlalu berharap kepada manusia. Padahal seperti yang selalu saya baca dan dengar, berharap kepada manusia, kepada sesuatu  yang tidak kekal hanyalah membawa kegelisahan. Berharaplah pada Allah yang tidak akan pernah membuatmu sakit hati atau kecewa.

Buku dari sahabat itu seakan-akan mengingatkan saya kembali bahwa saya seorang muslim dan selayaknya seorang muslim, saya haruslah memberi manfaat.

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta, rahmat bagi semesta alam

Saya kembali memaknai kebermanfaatan diri, mencoba menjadi orang yang lebih baik dan hanya berharap padaNya. Maka, saat itu, tanpa saya sangka, Allah menghadirkan jodoh untuk saya. Seorang suami yang sangat saya kagumi dan cintai. Ya, Allah memberi suami dan keluarga agar kebermanfaatan saya sebagai muslim teruji dengan mengurus mereka, berjihad dalam keluarga.

Sekarang? Saya kembali galau akan masalah lain, masalah rizky. Melalui tulisan itu, saya kembali diingatkan bahwa rizky itu sudah diatur olehNya. Dan kembali Allah memberi pengajaran kepada diri ini untuk selalu yakin kepadaNya dan hanya bergantung padaNya.

Bismillah.

Background Galau

Ahahah, bukan background-nya yang galau, saya-nya yang galau menentukan background apa.

Background blog loh maksudnya. Jadi kemaren ujug-ujug saya punya ide menghias blog saya yang sangat simple ini dengan nambahin sedikit background. Terus tanpa sengaja ~gak mungkin tanpa sengaja sih ya :P~ saya baca blognya mak shintaries tentang background gratis dari colourlovers. Langsung aja saya jalankan rencana saya untuk mengganti background.

Yak, browsing-browsing nemu 2-3 pattern yang disuka, cobain deh. Background pertama, gak sreg ah, keramean, kelihatan putus-putus. Background kedua, gak sreg juga ah, tema warnanya gak sesuai sama tema warna blog saya ~pengalaman sebagai web developer, ribet yak nyari2 background pas gini, harus sesuai semua-muanya :D~. Bakcground ketiga, passs, saya sukaa warnanyaa (sebelumnya sih ngedit warnanya di colourlovers itu dulu baru didownload, hehe), oke pakai yang ini.

Tapi udah pakai background yang terakhir selama sehari, eh hari ini akhirnya memutuskan gak jadi pake background. Biar sajalah polos begini, lebih simple, lebih bersih, lebih enak diliat, hehehe. Sama kaya orangnya yang polos gini #eh

Suami yang “Family Man”

Oke, setiap kali saya merasakan sesuatu mengenai keluarga saya ~maksudnya tidak begitu bersyukur~, saya selalu langsung ditunjukkan bahwa masih banyak orang lain yang kehidupannya tidak lebih baik dari saya, bahkan mungkin keadaan saya jauh lebih baik darinya. Dan hal itu selalu berhasil membuat saya mensyukuri, bahkan lebih menghargai kembali apa yang saya punya.

Yang paling baru sih, saya itu orangnya gak sabaran kalau melihat suami tidur terus. Saya jadi orang yang memusuhi tidur kalau melihat dia begitu. Walhasil, saya kesal dan jadi kurang bersyukur punya suami seperti dia.

Nah, dalam keadaan saya yang begitu, saya langsung ditunjukkan kalau suami saya punya banyak kelebihan. Yaah, kelebihan itu juga jadi terlihat karena ditunjukkan olehNya lewat orang lain yang tidak merasakan itu. Contohnya, dia rela pulang siang demi menggantikan saya mengurus Naia ketika saya sedang sakit dan benar-benar tidak beranjak dari tempat tidur. Bahkan, keesokan harinya dia bolos kerja karena saya masih belum sembuh.

Pada waktu saya terkena baby blues, dia juga rela gak masuk kerja demi menemani saya di rumah mertua dan menenangkan diri saya. Keesokannya selama di kantor dia gak lupa menanyakan kabar, entah lewat sms, chatting, atau telpon. Dan sepulangnya dari kantor, dia memberikan kejutan yang membuat baby blues kemudian hilang. Huaah, yang ini benar-benar tidak terlupakan.

Hal lain lagi. Setiap pagi dia selalu mau memandikan Naia karena saya sedang masak untuk sarapan dan bekal makan siangnya nanti. Pokoknya itu sudah menjadi jadwal harian. Naia mandi pagi dimandikan papa, mandi sore sama mama. Nah, gak semua keluarga bisa seperti itu kan? Makanya, kalau saya rasakan lagi, itu benar-benar suatu kelebihan  yang dia punya dan saya harusnya mensyukuri banget nikmat itu.

Atau, kalau pagi hari saya sibuk mencuci, dia menggantikan saya untuk masak. Tapi gantian saya yang memandikan Naia jadinya. Hehehe 😀

Kalau malam hari saya terlalu lelah tapi Naia masih belum tidur, dia yang menggantikan saya memberi Naia makan plus mengajak bermain Naia sampai Naia tertidur.

Walaupun kita tidak memiliki “mba” untuk membantu, tapi dia sudah sangat meringankan beban saya dalam mengurus rumah dan Naia.

Alhamdulillah juga suami kerja di tempat yang agak bebas. Maksudnya bebas adalah waktunya gak terlalu ketat dan bisa ijin dengan mudah. Alhamdulillaaah banget. Lagipula tempatnya juga dekat dengan rumah kontrakan kami, 15 menit naik sepeda lah. Iya, suami juga naik sepeda kalau ke kantor, bike to work lah. Lumayan ngirit ongkos, hihihi.

See, apalagi coba yang gak bisa saya syukuri? Sangat perhatian dengan keluarga, perhatian juga sama saya, sangat menghargai komunikasi, menghargai hubungan juga, dan jarak kantornya juga dekat. Dan saya kesal hanya karena tidurnya yang lama? Tidak melihat berjuta kelebihannya dan hanya fokus kepada 1 kekurangannya? huah, durhaka sekali saya sebagai istri, ckckck.

Sekali lagi, terima kasiiih Muhammad Ilman Akbar telah menjadi suami yang “family man” banget, hehehe. Maafkan saya ya kalau saya terkadang gak mensyukuri itu, maaaaf banget 😀

Biaya-biaya Pasca Melahirkan

Setelah melahirkan udah gak mikirin biaya-biaya kesehatan lagi? Salah. Justru setelah melahirkan masih banyak lagi rentetan biaya kesehatan yang perlu kita penuhi, terutama untuk si kecil atau untuk biaya Keluarga Berencana 😀

Untuk saya, setelah melahirkan, si Naia selalu imunisasi di dokter anak yang disediakan dari rs. JMC dari dia lahir. Jadi, kita dateng sesuai jadwal imunisasi, pas Naia sakit juga sih. Iya, Naia juga pernah sakit kok, dan udah 2x ke dokter untuk periksa sakitnya itu. Alhamdulillahnya gak pernah yang parah banget, Alhamdulillaaaah.

jadwal Imunisasi
jadwal Imunisasi

Buat biaya imunisasi Naia, biasanya berkisar antara 200ribu sampai 500ribu sekali imunisasi. Yang mahal itu karena sekali berkunjung, Naia bisa melakukan lebih dari 1 imunisasi. Ya kayak imunisasi polio plus imunisasi DPT. Selain itu, sekarang ada imunisasi yang emang 2in1 atau 5in1. Pernah si Naia imunisasi DPT sekaligus Hib dalam 1x imunisasi dan dalam 1 vaksin. Biasanya vaksin kaya gitu emang lebih mahal.

Eh iya, imunisasi sih di posyandu juga bisa yaa, tapi saya lupa kenapa saya gak kepikiran itu, hehe.

Saya sendiri juga gak lepas dari perawatan-perawatan. Bukan perawatan kecantikan loh ya, itu beda lagi #ups. Tapii, saya kan kemarin lahiran caesar, jadi 2 atau 3 bulan setelah melahirkan kemarin, saya langsung KB, untuk memberi jarak untuk anak. KB yang saya pakai adalah KB spiral. Kebetulan yang saya pakai ini Nova-T. Biaya KB ini sendiri sampai 700ribu, ini termasuk biaya konsultasi dokter dan pemasangan juga.

IUD
IUD

Setelah pemasangan juga harus rajin-rajin kontrol. Awalnya 1 minggu, lalu 2 minggu, setelah itu 1 bulan, terus 3 bulan, akhirnya 6 bulan sekali kontrolnya. Ini untuk ngecek kondisi si spiral aja, masih baguskah atau enggak. Alhamdulillah selama kontrol masih baik-baik saja.

Belum lagi biaya-biaya kebutuhannya Naia. Yaa nambah 1 anggota keluarga nambah kebutuhan donk yaa? Ah, tapi ini beda lagi sih, kan saya ngomonginnya dari segi kesehatannya. Oke, yang ini skip aja. Pastinya sebelum punya anak sudah berpikir ke sini: nambah 1 anggota keluarga, nambah biaya 😀

Jadi, setelah melahirkan jangan langsung berpikir kalau “sudah bereees, gak ada biaya lagiii”, Jangan!!! hahaha. Iya, saya gak bikin asik, tapi saya cuma mengingatkan kalau masih akan ada lagi biaya-biaya lainnya setelah melahirkan 😉

Arti Tolong, Terima Kasih, dan Maaf

Buat saya kata tolong, terima kasih, dan maaf itu sangat penting. Iya donk penting, gimana enggak? Itu semua menunjukkan kalau kita menghargai orang lain. Setidaknya orang yang merasa sendirian akan merasa dirinya dianggap dan bermanfaat oleh orang lain dengan kata sederhana seperti itu.

Apalagi dalam komunikasi sebagai pasangan. 3 kata itu benar-benar harus sering ada.

Kata tolong contohnya. Walaupun kita hanya butuh ~misalnya~ diambilkan minum oleh pasangan disaat kita sendiri sedang repot, kata tolong tetap harus ada. Pasangan akan merasa dibutuhkan dengan kata tolong ini. Setiap orang senang merasa dibutuhkan kan? Saya sih begitu, hehe.

Terima kasih diucapkan ketika melihat pasangan melakukan sesuatu, baik untuk diri kita, rumah, atau anak. Ah, rasanya setiap kali saya capek, dapet ucapan terima kasih dari suami tuh salah satu cara yang bisa menghilangkan rasa capeknya. Setidaknya berpikir kalau tidak capek yaa, walaupun badan tetap terasa capek. Badan capek ya dihilangkannya dengan istirahat 😛

Terima Kasih
Terima Kasih

Gak mesti hal besar ko yang dilakukan. Kemarin saya habis mencuci semua pakaian kotor kami ~hal yang memang biasa dilakukan kan?~ dan setelah semua selesai, dapat ucapan terima kasih dari suami. Enggak, gak spesial sih, tapi kata “terima kasih” itu benar-benar bisa menghangatkan hati saya, hehehe.

Untuk kata maaf, setiap ada ucapan atau tindakan ~walaupun kecil juga~ yang menyebabkan pasangan jadi sedikit “gak enak” (kalo udah kesal sih ya berarti tindakan/ ucapannya sudah keterlaluan :D) gak usah gengsi untuk bilang maaf.

Maaf
Maaf

Yaa, pasangan benar-benar merasa dihargai dan dimengerti dengan ucapan maaf itu. Walaupun belum tentu kita yang salah atau pasangan yang salah, kata maaf diucapkan untuk mengembalikan keadaan. Ketika keadaan kembali membaik, baru deh berpikir kembali atau cerita atau beri penjelasan secara baik-baik mengenai keadaan sebelumnya. Dengan cerita itu kita bisa tau tindakan atau ucapan yang mana yang membuat keadaan sebelumnya menjadi “gak enak” 😀

Tapi jangan kebanyakan minta maaf juga ya, nanti jadi kaya mpok minah deh *ada yang inget gak yaa, mpok minah di bajaj bajuri* 😛

Oh iya, keadaan “gak enak” seperti itu juga penting untuk diceritain. Karenaa, biar perasaan itu tidak terpendam, menumpuk, dan lama-lama malah jadi bom waktu. Jadi, setiap ada perasaan “gak enak” seperti itu benar-benar jangan gengsi untuk saling minta maaf dan jangan segan untuk membicarakannya kembali ~pastinya secara baik-baik~.

Dalam berkeluarga, penting banget membiasakan ketiga kata ini biar semua anggota keluarga bisa saling menghargai, merasa dibutuhkan, dan merasa dimengerti ;). InsyaAllah saya akan membangun kebiasaan ini dalam keluarga kami.

Ah, saya sama sekali bukan yang paling mengerti akan arti ucapan tolong, terima kasih, dan maaf ini. Ini benar-benar murni pengalaman sendiri saja 😀

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Yak, berhubung saya lumayan suka belanja online dan sehari-hari juga memang melakukan transaksi jual beli, jadi saya harus paham apa saja hak dan kewajiban sebagai konsumen. Dengan kata lain, saya harus jadi konsumen cerdas paham perlindungan konsumen.

Know Your Rights
Know Your Rights

Menurut Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK), Hak-hak Konsumen antara lain:

  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
  4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
  6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu hak kita adalah adanya perlindungan konsumen dari pemerintah, khususnya dari kementrian perdagangan Republik Indonesia, demi menciptakan perasaan yang aman terhadap transaksi jual-beli.

Kementrian Perdagangan
Kementrian Perdagangan

Pemerintah telah berupaya banyak lho demi melindungi konsumen yang ada di Indonesia dan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen. Contohnya saja, seperti yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bersama dengan Kepala Bareskrim POLRI Irjen Pol Sutarman pada akhir Januari 2013 lalu. Mereka menandatangani Nota Kesepahaman yang disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan terkait peningkatan penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal di Tanah Air.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian yang juga selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S. Slamet tentang Kerjasama Pengawasan Barang Untuk Produk Non Pangan, Pangan Olahan, dan Pangan Segar.

Upaya pemerintah pastinya tidak terbatas hal tersebut di atas saja, masih banyak lagi usaha lainnya demi meningkatkan kenyamanan konsumen dan kepastian konsumen akan perlindungan hukum. Undang-undang perlindungan konsumen pun sudah ada sejak tahun 1999.

Undang-undang perlindungan konsumen no. 8 th. 1999

Dari hal di atas, kita sebagai konsumen harusnya sudah memiliki perasaan aman untuk melakukan transaksi jual-beli di negara Indonesia tercinta ini :D. Tapiii, jangan dengan yakinnya kita akan dilindungi, kita jadi melupakan kewajiban kita sendiri sebagai konsumen ya.

Kewajiban sebagai konsumen pun sudah diatur sedemikian rupa dalam undang-undang. Berikut ini merupakan kewajiban-kewajiban konsumen yang harus dipenuhi sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen.

  1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
  2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
  3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
  4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Paham akan hak dan kewajiban merupakan salah satu cara kita untuk menjadi konsumen yang cerdas. Selain memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, kita juga perlu banget teliti sebelum melakukan transaksi jual beli.

Teliti sebelum membeli itu penting banget biar kita gak terjebak dengan produk yang tidak kita inginkan :). Nah, ada 10 hal yang bisa dijadikan panduan nih sebelum konsumen melakukan transaksi jual beli (menurut ketua YLKI, Taufik husni). 10 hal tersebut antara lain:

  1. Cari dan bandingkan informasi (mengenai harga, merek, spesifikasi produk, layanan purna jual). Dalam kasus saya, suami pernah ingin membeli HP android dan dia benar-benar membandingkan beberapa produk mengenai spesifikasi, merk, harga, serta kecanggihannya dari berbagai situs.
  2. Dapatkan saran dari pihak lain (mengenai teknis, cara pakai, pengalaman menggunakan merek tertentu dari teman atau   saudara). Kalau di langkah ini, saya dan suami biasanya baca-baca pengalaman yang udah pernah beli produk yang kita incer biar lebih sreg atau tercerahkan kalau ternyata produknya gak worth it  😀
  3. Simpanlah bukti tertulis (mengenai kartu garansi, dsb, serta ke mana akan mengadu apabila terdapat masalah pada barang atau jasa yang dikonsumsi). Saya sih menyediakan tempat khusus untuk menyimpan kartu-kartu garansi, kuitansi pembelian, dsb sehingga mudah dicari.
  4. Kenali hak Anda dan lakukan langkah yang benar (apabila masalah tidak selesai, laporkan kepada lembaga konsumen atau pemerintah terkait). Hak yang udah saya sebut di atas tadi yaa.
  5. Kontrol diri Anda saat membeli produk (beli hanya apa yang Anda butuhkan, buat daftar belanja). Kalau belanja bulanan termasuk gak yaa? :P. Prinsip saya dan suami Alhamdulillah sama, jadi kita membeli barang yang benar-benar kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Sayang kan uangnya kalau ternyata barang yang kita inginkan dan terbeli malah gak bermanfaat? 😀
  6. Jangan ragu membeli produk lokal.
  7. Biasakan membaca label produk. (yang berisi kandungan bahan, masa kadaluarsa, dan petunjuk penggunaan). Biasanya sih produk makanan, yaa biar kita tau halal enggaknya. Kalau produk yang bukan makanan ya biar tau sudah memenuhi persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia) atau belum 😉
  8. Beli dari sumber yang terpercaya (hindari rantai distribusi yang panjang atau dari perusahaan yang tidak dikenal melalui internet). Hihihi, berhubung saya malah lebih banyak beli lewat internet, saya punya cara sendiri memastikan transaksinya aman dan terpercaya. Biasanya sih saya menilai dari CSnya, yang responsiflah yang saya percaya, hehe.
  9. Laporkan langsung setiap komplain yang ada. Bener nih, harus dilaporkan sesegera mungkin biar masalahnya gak berlarut-larut.
  10. Lindungi generasi mendatang (dengan membeli produk daur ulang, gunakan isi ulang dsb).
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Jadi, jika disimpulkan, menurut saya pribadi konsumen yang cerdas adalah konsumen yang paham akan hak dan kewajibannya serta selalu berhati-hati sebelum melakukan transaksi.

Nah, definisi resminya sendiri, konsumen cerdas adalah konsumen yang kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibannya.

Dengan menjadi konsumen cerdas, kita jadi paham akan perlindungan konsumen kan? 😀

Selamat menjadi konsumen yang semakin cerdas dan paham perlindungan konsumen yaa 😉

Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas
Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas

Sumber lain:

YLKI

Buletin Metropolis

Mertua Idaman

Entah sejak kapan saya ingin sekali  menulis tentang ini. Mertua.

Jadi, seperti apa mertua idaman itu? Buat saya mertua saya adalah mertua idaman, hihi. Somehow saya kagum sekali dengan mereka, khususnya dengan ibu mertua. Oh, tentu saya mengagumi orang tua saya melebihi siapapun, dan mereka sudah menjadi orang tua juga buat saya sejak saya menikah.

Baru saja blogwalking dan membaca blog http://kakmila.wordpress.com/ tentang family value dan jadi teringat dengan mertua, khususnya ibu mertua. Beliau seorang wanita karir, seorang istri, dan seorang ibu dari 4 anak (3 laki-laki  dan 1 perempuan).

Buat saya yang melihatnya, beliau selalu punya semangat lebih untuk melakukan segala hal. Mengurus rumah tangga dengan seabreg pekerjaan rumah sehingga rumah terjaga rapi dan bersih, juga bekerja sebagai PNS yang merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

Bangun paling pagi dan harus segera masak demi membekali anaknya yang masuk sekolah pagi dengan bekal makan siang. Setelah masak harus secepatnya siap-siap berangkat ke kantor yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Begitu pulang kantor, harus secepatnya sampai di rumah untuk masak makan malam. Dan kalau ada pekerjaan kantor yang belum selesai karena terlalu banyak, biasanya dibawa ke rumah sambil dikerjakan malam harinya ~yang memang sangat jaraaaang sekali~.

Setiap hari Sabtu adalah jadwal mencuci. Berhubung 3 sekarang 2 anaknya adalah laki-laki ditambah pakaian suami dan pakaian sendiri, jadi semua cucian ya dicuci olehnya sendiri. Biasanya dibantu menjemur oleh anak perempuannya. Belum lagi kalau weekend ada acara tertentu ~acara kantor, acara reuni, atau undangan pernikahan~, jadwal mencuci jadi sedikit terimprovisasi.

Selain itu, berhubung beliau memang akuntan, jadi memang sangat ketat terhadap urusan keuangan ~yang harus saya contoh juga~. Beliau bisa menabung sehingga bisa membeli rumah dalam waktu 3 ~atau 4 ya?~ tahun pernikahan juga semua biaya pendidikan sudah tidak perlu dipusingkan lagi, juga bisa menjadi donatur tetap sebuah yayasan, serta selalu memberi bingkisan lebaran di setiap idul fithri.

Dalam urusan rumah tangga, dulu sih memang memakai jasa pembantu tapi sejak anak-anak sudah cukup besar dan si kakak sudah bisa mengasuh adik-adiknya, sampai sekarang semua pekerjaan rumah bisa dikerjakan sendiri. Untuk urusan kebersihan rumah, sekarang dibagi ke anak-anaknya, jadi biasanya saat weekend seisi rumah berbagi tugas membersihkan rumah.

Sebelum menikah saya bertanya-tanya bagaimana hubungan saya dengan mertua kelak. Dan Alhamdulillah saya memiliki mertua yang begitu baik terhadap menantunya, tidak segan mendidik namun tetap bersahaja, bahkan rela menghabiskan cuti tahunannya demi menemani saya sehabis lahiran :P.

Ah, masih banyak hal-hal baik lainnya yang akan membuat postingan ini begitu panjang, jadi saya hentikan di sini saja. Saya sekarang cuma “wondering” bisakah saya menjadi mertua idaman buat menantu saya kelak? *mikirnya kejauhan 😛

Aksi Meminta Perhatian

Naia sekarang sudah hampir setahun, gak kerasa euy. Semakin besar Naia semakin pintar saja dalam meminta perhatian saya atau papanya.

Di rumah, saya engak “gak ngapa-ngapain” kan? Makanya sering banget dia main sendiri dengan mainannya ~sekarang box mainannya sudah dikembalikan ke pemiliknya, yaitu kakak saya :D~ dan saya ngerjain kerjaan saya, ya kerjaan rumah atau kerjaan proyek.

Tapi kalau dia sudah bosan main sendiri dan ingin main sama saya, ada aja tingkahnya yang lucu yang menarik perhatian.

Jadi, kalau saya sudah terlalu sibuk banget di depan laptop, dia terkadang memiring-miringkan kepalanya tepat di depan muka saya sambil senyum-senyum lucu, hihi. Benar-benar minta perhatian. Kalau sudah terima sinyal kaya gini saya biasanya ya main sama dia, entah saya cuma ngeliatin aja atau ikutan main. Iya ngeliatin aja, terkadang dia cuma mau diliatin tanpa kita ikut bermain bersama dia.

Nah, kadang kalau saya dibutuhkan untuk cuma ngeliatin/mengawasi dia, saya sambil iseng-iseng main HP, entah browsing, whatsappan, atau hal lainnya. Ternyata dia juga gak mau kalau saya sibuk dengan HP, walhasil dia biasanya “kepo” dan ingin melihat HP juga atau dia marah-marah dengan teriak-teriak dengan lucu *tapi bukan tantrum ya* hehe. Okee, saya jauhkan juga HPnyaa.

Terus, kalau saya sudah main sama dia tapi dia liat laptop saya masih menyala, dia gatel banget mau matiin. Jadi selagi main dia pelan-pelan menuju laptop saya lalu langsung memegang layar LCD laptop sambil senyum-senyum iseng seakan-akan dia berkata “aku matiin laptopnya ya maaa”, hihihi. Saya melihat saja kejailan dia yang ini sambil senyum-senyum dan yap, pelan-pelan dia menutup laptop saya sehingga tertutup sempurna dan hibernate, hahaha lucunyaaa.

Ah iya, menutup laptop ini gak cuma dilakukan kalau cuma ada saya. Kalau kita sedang bermain bertiga bareng papanya, dia juga begitu. Dan saya bilang ke papanya kalau Naia sudah mendekati laptop sambil senyum-senyum jail tadi “tuh senyumnya iseng banget, mau nutup laptop nih” :D, dan benar saja! Haha, Naiaa, Naia.

Kalau aksinya meminta perhatian gak dituruti, dia terkadang nyamperin saya lalu menancapkan kuku-kukunya ke saya *hal yang sama berlaku untuk papanya juga*, haha. Entah kenapa kukunya bisa tajam walaupun baru saya potongin. Selain itu, dia juga terkadang melempar-lemparkan mainannya jauh-jauh biar saya “engeh” kalau dia sudah bosan bermain sendiri. Kalau sudah begini saya berarti sudah keterlaluan sampai gak mau menanggapi aksi meminta perhatiannya dan saya meminta maaf sambil bilang juga kalau yang dilakukannya itu menyakiti saya 😀

Ah, senangnya kalau dia sudah tertawa lagi, apalagi kalau tertawanya itu karena saya, hehehe.