Traveling

Piknik ke Semasa 2026 di Lapangan Banteng

Beneran seSENANG ITU kemarin banget aku mengajak anak-anak ke Semasa di Taman Lapangan Banteng yang diadakan selama 3 hari, sejak tanggal 26 sampai 28 Juni 2026.

Berhubung anak-anak memang lagi libur sekolah ya kan, dan aku memang kepengen banget mendatangi Semasa ini karena mau mengincar sticker-sticker untuk bahan journaling seperti biasa, jadi aku ajak aja deh mereka ke sana.

Sebetulnya awalnya mau sendirian, karena merasa hampir pasti bakal puas banget berkeliling sambil menghabiskan uang hunting stickers. Yap, tujuan aku ke Semasa tuh beneran beli sticker yang banyak aja, ahaha.

Alhamdulillah sih sudah menetapkan tujuan buat beli sticker aja, karena kalau enggak begitu, beneran bakal kepincut dan makin menjadi nanti. Masalahnya hampir semua yang ditemui tuh lucu-lucu banget! huaa.

Anw, karena temanya memang “piknik”, jadi gak masalah deh saat aku beneran mengajak ketiga anak ini. Soalnya aku yakin kami bakal bisa duduk gitu kan, karena ada lahannya. 😀

Sekilas Semasa Piknik 2026

Semasa Piknik

Sebelum cerita panjang panjang, ini dia rangkuman penting Semasa Piknik 2026 biar kalian gak perlu scroll-scroll lagi, hehe:

  • Tanggal: 26–28 Juni 2026 (3 hari, sudah ke-10 kalinya diadakan)
  • Lokasi: Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat
  • Jam operasional: 10.00–21.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Parkir terdekat: Hotel Borobudur, Kantor Pos, atau Departemen Agama
  • Transportasi umum: Turun di Stasiun Juanda, lanjut jalan kaki ±1 km (atau naik ojol)
  • Pembayaran: QRIS diterima hampir di semua stand; cash juga bisa tapi siapkan uang pas (banyak stand tidak sedia kembalian)
  • Cocok untuk usia: Semua umur — termasuk balita dengan stroller, sampai remaja
  • Instagram resmi: @semasa_di

Persiapan ke Semasa

Aku sudah memmikirkan persiapannya ini H-1. Karena tempatnya kan outdoor ya, jadi kalau lenggang kangkung tanpa persiapan, aku takut anak-anak ini bakal cranky.

Ya yang satu sih sudah remaja, jadi aku yakin dia bakal enjoy dan excited juga melihat art market kayak gini. Masalahnya di 2 anak lainnya. Anak kedua memang lebih sensitif dibanding yang lain, jadi kalau ada yang bikin dia gak nyaman sedikit, ya udah gampang mengeluh istilahnya.

Kemudian anak ketiga, paling kecil kan, jadi dia masih gampang cranky juga. Makanya agak menantang nih ngajak mereka sekaligus sendirian. Tapi yaa challenge excepted! lah yaa.

Karena itulah, aku beneran mikir persiapan apa saja yang bisa aku lakukan untuk (setidaknya) meminimalisir potensi cranky cranky gini. Jadi, ini lah barang yang aku bawa dalam rangka persiapan membawa anak ke Semasa ini:

Alas piknik

Yap, berhubung namanya piknik, dan lokasinya di Taman Lapangan Banteng, jadi hampir pasti banyak banget lahan piknik yang bisa dipakai. Nah, yang ada di pikiran pertama kali banget ya langsung ke alas ini deh.

Tapi kalau kalian nggak punya, tenang aja ya. Pihak Semasa juga sudah menyediakan alas piknik ini di aera pikniknya sih. Lumayan banyak ya alas piknik yang bisa digunakan dan bergantian dengan pengunjung lainnya.

Namun, aku sih gak menyesal membawa alas piknik sendiri. Soalnya kalau yang lain dan yang tersedia itu sudah dipakai semua, ya kita jadi bebas menentukan lokasi untuk piknik sendiri kan, hehe.

Kipas kecil

Lagi-lagi karena lokasinya outdoor, jadi hampir pasti bakal panas-panasan, hehe. Makanya aku langsung mengambil dan mengamankan kipas kecil ini.

Anak-anak juga aku minta membawa kipasnya masing-masing. Apa daya kipasnya lagi pada rusak, huhu. Jadilah aku doank yang bawa, gapapa lah ya, daripada enggak sama sekali xp

Payung

Sebetulnya aku orang yang gak terlalu suka pakai payung, tapi selalu bawa ke mana-mana. Soalnya di Indonesia mah bakal terpakai sepanjang tahun kan.

Hujan ya pakai payung, panas ya pakai payung. Apalagi (lagi-lagi) Semasa ini kan tempatya outdoor, jadilah payung ini lumayan wajib.

Selama kemarin di sana pun, aku juga melihat banyak yang pakai payungnya ini untuk berkeliling Semasa. Entah untuk mengincar kulinerannya, entah untuk hunting art product lainnya.

Pokoknya worth banget lah pakai payung ini selama di sana.

Topi

Topi ini sempat lupa dibawakan. Untunglah beberapa menit sebelum berangkat, aku ingat untuk membawa topi buat masing-masing anak.

Alhamdulillah beneran terpakai selama di sana. Karena kan kami datang siang hari ya, aku mengusahakan untuk datang di waktu awal, yaitu jam 10. Benar saja, kami sampai 10.30an, jadi suasana memang sudah agak panas.

Tumbler

Yang berisi minuman donk tentu saja. Anak-anak dan aku membawa tumbler masing-masing, jadi Alhamdulillah kami gak kekurangan minum.

Eh, agak kurang sih, makanya di sana tetap saja membeli minuman, hehe. Tapi kalau nggak bawa kan, belinya jadi lebih banyak yaa.

Soalnya ya itu, panas banget ya bun, jadi memang butuh untuk tetap terhidrasi supaya anak-anak juga nggak terlalu cranky.

Budget

Ahaha, menyiapkan budget ini menurutku juga HARUS banget. Supaya apa? Supaya gak kalap dan bisa menahan diri dari barang yang diinginkan (walaupun belum tentu dibutuhkan).

Untuk hal ini, aku sudah mencatat dalam kepala kalau aku hanya hunting sticker saja selama di sana. Jadi Alhamdulillah gak tergoda dengan barang-barang lucu lainnya, ahaha.

Walaupun tetap ya beliin untuk anak-anak juga. Cuma aku juga sudah memberi batasan sejak di rumah. Aku mau “membelikan sesuatu” dengan budget maksimal segini, hehe. Jadi mereka juga gak minta ini itu.

Eh, tetap minta ini itu sih, hanya saja setiap kali mereka meminta ini itu, aku langsung ingatkan mengenai budget tadi dan memastikan kalau mereka betul-betul memanfaatkan barang yang akan mereka beli tersebut.

Kalau bisa aku ringkas, mungkin segini budget yang kalian butuhkan untuk mengunjungi Semasa Piknik 2026 yaa:

Tipe KunjunganEstimasi Budget
Piknik santai + jajan kuliner sajamulai Rp300.000
Niat belanja art product (sticker, washi tape, tas, dll)Rp500.000 – Rp1.000.000

Buku atau Kertas Kosong

Buku atau kertas kosong ini sebetulnya gak wajib ya, hehe. Berdasarkan pengalaman kemarin sih, membawa buku atau kertas kosong begini berguna untuk “stamp hunting” di beberapa stand yang ada di sana.

Anak-anak untungnya membawa buku kosong ya, jadi mereka juga menikmati stamp hunting ini selama di sana. Lucu-lucu pula stampnya, ahaha.

Aku agak menyesal karena lupa membawa buku ataupun kertas. Tapi untungnya ada paper bag dari pembelian sticker di salah satu standnya. Jadi aku pakai paper bag tersebut untuk stamp hunting ini, ihihi.

Baju yang Nyaman dan Menyerap Keringat

HARUS banget ya, pakai baju yang menyerap keringat dan lumayan adem kalau dipakai untuk outdoor. Kalau aku, ada tambahan lagi, yaitu baju yang ada kantongnya. Supaya apa? Supaya bisa meyimpan HP dan uang cash sedikit.

Jadi kalau perlu, bukan cuma baju berbahan yang menyerap keringat (alias katun) saja ya, tapi juga yang berkantong.

Tas yang Mudah Aksesnya dan Kantong Belanja

Nah, semua barang tadi bisa kalian simpan di dalam tas yang mudah aksesnya ya. Bebas mau tas backpack ataupun sling bag. Anak-anak juga membawa tasnya masing-masing untuk buku dan tumbler mereka, jadi aku juga hanya membawa barang lainnya.

Nggak “cuma” sih, karena barangnya lumayan banyak juga dan tas aku memang yang paling berat, ahaha.

Anw, jangan lupa untuk membawa kantong belanja sendiri juga ya. Kecuali kalian mau “jajan” kantong belanja di sana. Di beberapa stand, ada kantong belanja lipat yang lucu-lucu banget ilustrasinya.

Sebetulnya aku agak “ngiler” sih, tapi memikirkan di rumah juga sudah lumayan banyak kantong belanja dan aku juga sudah membawa 2 kantong dari yang banyak itu, jadi aku tahan-tahan deh.

Parkir Semasa di Mana?

Awalnya, aku tuh mau naik kereta. Karena kan tadinya mau pergi sendirian aja yaa.

Tapi karena akhirnya memboyong ketiga anakku itu, jadinya suami bilang aku yang pakai mobil saja. Nanti beliau menyusul naik kereta begitu menyelesaikan pekerjaannya.

Nah, begitu sampai di sana, aku lumayan kesulitan mencari tempat parkir. Baru kepikiran deh, itu juga jadi salah satu alasan tadinya mau naik KRL aja sih ya, ahaha. Ya supaya gak cari-cari tempat parkir.

Tapi akhirnya aku menumpang parkir di Hotel Borobudur sih, karena letaknya persis di seberang pintu masuk Semasa ini.

Jadi, ini tempat parkir yang bisa kalian gunakan untuk bisa mengunjungi Semasa Piknik 2026:

  • Departemen Agama
  • Kantor Pos
  • Hotel Borobudur

Apa Saja yang Dilakukan di Semasa?

Sesampainya di sana, aku kan sudah memutuskan mau hunting sticker aja ya. Beneran sudah terpikir gitu mau menghabiskan budget berapa, termasuk untuk anak-anak juga.

Jadi, aku fokus ke stand-stand yang menyediakan sticker tersebut. Plus, karena Semasa ini memang temanya “piknik”, ya itu jadi salah satu tujuan kami juga lah ya.

Nah, kalau mau diurutkan dari kami baru sampai, ini dia yang kami lakukan di sana. Sebetulnya banyak aktivitas lainnya, termasuk wisata kuliner, tapi berhubung fokusku bukan wiskul, yaa jadi segini deh:

Mencoba Stamp Rally

Yap, awal-awal, kami kunjungi stand Semasa dulu untuk meminta “lembar stamp” yang akan dipakai untuk stamp rally ini. Oiya, Stamp Rally ini adalah mengumpulkan stamp yang disediakan oleh Semasa gitu ya di satu lembar yang mereka siapkan tadi.

Begitu terkumpul semua stamp yang totalnya berjumlah 5 stamp berbagai warna, kita langsung bisa menukarnya dengan freebies di stand Semasa lagi. Lumayan banget yaa.

Kami mendapat total 4 lembar kertas (aku 1, anak-anak juga 1). Nah, tapi ujungnya kami gagal mengumpulkan semua stamp-nya karena aku yang gak fokus mengumpulkan stamp, ahaha. Fokusnya tadi kan hunting sticker yaa, ihihi.

Membuat Bouquet di ATKLUB

Kami lalu lanjut ke stand yang berada persis di pintu utama, yaitu ATKLUB. Soalnya ada aktivitas yang lumayan menarik, terutama untuk anak-anak (anak 30an tahun juga sih xp), yaitu mewarnai bunga.

Again, kami mewarnai bunga masing-masing sesuai pilihan yang diinginkan (ada 3 jenis gambar bunga ya). Kemudian, mestinya kami mendapat 4 kertas bungkus bunganya kan.

Tapi aku pikir sayang kertasnya, jadi akhirnya cuma mengambil 1 lembar saja untuk keempat bunga deh. Hasilnya malah bagus dan seperti bouquet bunga 😀

Foto di Booth Zurich

Kayanya karena ini kami jadi agak terlalu lama di pintu masuk nih. Soalnya, setelah mewarnai bunga tadi, aku beranjak ke stand Zurich untuk mengincar photobox-nya.

Lumayan lah ya, selesai foto, aku update stories, kemudian bisa main roullete untuk mendapat freebies. Pas banget dapetnya sticker, hehe.

Oiya, di stand Zurich lainnya, terdapat aktivitas journaling gitu ya. Mereka journaling pouch spesial dan bisa dipakai di sana.

Hunting Sticker

Nah, lanjut deh kita mulai masuk dan lihat-lihat stand-nya. Berhubung aku memang mengincar sticker, jadi setiap stand yang ada stickernya, beneran aku samperin, ihihi.

Ternyata banyak banget stand yang menampilkan sticker lucu-lucu banget, huahua. Praktisi journaling (praktisiii) bakalan bisa tergoda sih. Ilustrasinya ini banyak yang bagus dan unik.

Selain sticker, aku juga membeli beberapa pin yang juga lucu lucu. Anak-anak juga nggak mau ketinggalan, jadi aku ya beliin mereka juga lah ya.

Sticker-sticker lucu ini beragam juga ya harganya. Mulai dari lima ribuan, sampai 50 ribuan ada. Bahkan beberapa washi tape yang unik, bisa sampai 60 ribuan.

Duh, modal journaling gede juga yaa, wakaka.

Piknik dan Makan Siang

Begitu waktu sudah mendekati jam 12 siang, aku memutuskan untuk piknik di lahan yang sudah tersedia.

Kami gelar alas piknik yang aku bawa dari rumah deh. Walaupun mereka juga menyediakan alas ya, tapi ternyata asik juga menggelar alas sendiri, karena jadi lebih fleksibel mau di lokasi apapun yaa.

Plus bebas juga, jadi nggak mesti menunggu pengunjung lain saat lahan pikniknya sudah penuh 😀

Sambil piknik ini tentu kami juga makan, karena anak-anak juga sudah mulai lapar. Dari beragam kuliner yang ditawarkan, anak-anak memilih mpek-mpek, dan aku memilih nasi.

Tapi beneran deh, kita juga bisa bingung memilih makanan, karena semua yang disajikan tuh mengundang selera makan banget. Aku juga awalnya tertarik banget sama burger dan beef ricebowl gitu. Tapi akhirnya kupilih nasi dan lauk dari Bulir Padi saja, lumayan harganya terjangkau banget 😀

Sebetulnya anak yang kedua sudah agak cranky karena panas dan maunya di bawah pohon itu saja sih, lumayan adem ya. Tapi kan aku gak bisa ninggalin donk. Masa di tempat ramai dia malah sendirian, huhu. Akhirnya kami lanjut keliling lagi deh.

Lanjut Hunting Sticker

Beberapa kali berkunjung ke stand yang menjual tas-tas gitu, sebetulnya aku juga sudah mau membelikan anak-anak tas slempang sih. Hanya saja harganya yang belum masuk di kantong, hya.

Soalnya rata-rata yang beneran cakep dan cute itu bisa lebih dari 230an, huhu. Yaa ada harga ada rupa sih yaa. Yang dijajakkan di Semasa ini kan memang hasil karya para artis lokal ini, jadi memang harga terebut ya untuk menghargai karyanya deh.

Tapi sticker-sticker yang kami temukan setelah makan siang ini juga banyak yang lucu-lucu, bahkan ada satu stand yang memang ilustrasi menggambarkan kehidupan realita di Jakarta. Ada warung pecel lele, ada bus transjakarta, bahkan ada kartu pos warung madura.

Kemudian kami juga mampir ke beberapa stand di bagian dalam yang hasil karyanya juga unik dan lucu. Aku membeli washi tape yang beneran sayang banget kalau gak dibeli (menurutku, huehue).

Ada juga “Button Charms”, yang selain unik, bentuknya juga lucu. Jadi ini semacam hiasan untuk kancing baju gitu, yang bisa membuat baju polos kita jadi lebih indah.

Huaah, beneran amazed deh kalau melihat hasil karya di Semasa ini. Memanjakan mata dan bisa menginspirasi anak-anak sih, kalau hasil karya mereka bisa lho dijadikan sumber penghasilan.

Membeli Tas Slempang

Begitu hari semakin sore, tinggal aku sama Naia aja yang berkeliling karena dua anak lainnya memilih mau stand by aja di tempat piknik. Alhamdulillah suami pas banget datengnya ya, jadi aku bisa tenang berkeliling berdua saja sama Naia.

Tepat sebelum kami memutuskan mau menyudahi “wisata sticker” ini, kami malah menemukan stand svggest yang membundling tas slempangnya, 2 tas yang ada di kontainer depan standnya dibanderol seharga 150 ribu saja.

Jadilah Naia Nawa memilih tas dari sini dan mereka jadinya bisa beli tas dan tujuan aku juga terpenuhi deh. Alhamdulillah 😀

Puas Belanja Sticker

Aku yang menyebutkan kalau kami harus segera pulang setelah membeli tas untuk menghindari ganjil genap, tapi aku juga yang tergoda dengan 2 atau 3 stand art product lainnya. Tepatnya yang ada sticker dan washi tape-nya.

Jadilah kami mampir lagi ke 2 stand dan belanja beberapa sticker lagi sambil menghabiskan voucher yang tadi didapatkan.

Oiya, selama di Semasa ini, ada promo belanja sebesar 200 ribu pakai kartu debit atau QRIS BCA bisa mendapatkan voucher 50 ribu yang bisa dipakai untuk pembelanjaan selanjutnya ya.

Nah, kebetulan voucher aku belum dipakai, jadi stand terakhir ini hitung-hitung untuk menghabiskan voucher tersebut juga sih 😀

Habiskan Masa Liburan dengan Piknik di Semasa

Menurut aku, pas banget sih Semasa Piknik membuat acara di musim liburan sekolah anak-anak. Jadi yang kebetulan sedang liburan di Jakarta atau bahkan yang tinggal di Jakarta dan belum liburan ke mana-mana, bisa menjadikan Semasa ini salah satu opsi liburan.

Eh tapi gak cuma cocok untuk mengajak anak-anak saja sih, tapi cocok juga untuk dikunjungi bersama teman yaa. Teman jurnaling aku malah baru datang di hari Sabtu karena kebanyakan dari mereka kan weekdays itu kerja.

Nah, ada juga yang memang datang ke Semasa ini untuk wisata kuliner. Soalnya makanannya juga memang semenarik ituu. Beneran kosongkan perut juga kalau memang tujuan kalian untuk wisata kuliner sih, hehe.

Seperti yang aku sebutkan di atas, Semasa Piknik ini hanya diadakan selama 3 hari saja ya di Taman Lapangan Banteng, yaitu tanggal 26, 27, dan 28 Juni saja.

Oiya, ini sudah tahun ke 10 mereka mengadakan Semasa Piknik, jadi aku sih antusias untuk menunggu tahun depan ada Semasa Piknik lagi ya, hehe.

FAQ

Apakah Semasa Piknik 2026 berbayar? Tidak yaa, masuk ke Semasa Piknik ini gratis tis tis. Pengunjung hanya perlu membayar untuk makanan dan barang yang dibeli di masing-masing stand yaa.

Jam berapa Semasa Piknik buka? Semasa Piknik 2026 buka setiap hari dari pukul 10.00 sampai 21.00 WIB, selama 26–28 Juni 2026.

Di mana parkir terdekat ke Semasa Piknik? Aku sih parkir di Hotel Borobudur ya, soalnya pas banget di seberang pintu masuk. Tapi Kantor Pos atau Departemen Agama juga bisa jadi alternatif.

Bagaimana cara ke Semasa Piknik naik transportasi umum? Kalau mau naik KRL, bisa turun di Stasiun Juanda, lalu lanjut jalan kaki sekitar 1 km, atau naik ojek online dari stasiun.

Apakah Semasa Piknik ramah untuk anak kecil atau balita? Yap. Selain anak-anak usia sekolah, terlihat juga orang tua yang membawa anak balita, bahkan ada yang membawa stroller.

Apakah bisa bayar cash di Semasa Piknik? Bisa donk, tapi disarankan membawa uang pas yaa karena banyak stand tidak menyediakan uang kembalian. QRIS diterima di hampir semua stand dan lebih praktis sih.

Berapa budget yang perlu disiapkan untuk ke Semasa Piknik? Untuk piknik santai dan jajan kuliner saja, menurutku, budgetnya mulai dari Rp300.000 sudah cukup. Tapi jika berniat belanja art product seperti sticker, washi tape, atau tas, sebaiknya siapkan Rp500.000–Rp1.000.000.

Apa saja yang dijual di Semasa Piknik? Berbagai produk karya artis lokal seperti sticker, washi tape, pin, button charms, tas slempang, serta beragam kuliner mulai dari mpek-mpek, burger, beef ricebowl, sampai nasi dan lauk tradisional.

Apakah ada toilet dan mushola di lokasi? Toilet tersedia di beberapa titik, namun siap-siap mengantre saat ramai. Mushola tidak terpantau jelas lokasinya olehku, namun kemungkinan tersedia di area taman.

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.