Setelah menulis pengalaman naik kereta Panoramic kemarin, aku malah jadi kepikiran beberapa pilihan transportasi yang bisa kita naiki kalau mau ke Bandung.
Soalnya, aku pernah naik Whoosh, pernah juga kereta biasa, dan kemarin banget kereta Panoramic kan. Mobil sendiri dan travel pun juga pernah, jadi boleh lah ya aku bahas beberapa pilihan transportasi ini. Tentunya dengan mengajak serta anak-anak.

Harapannya sih bisa jadi bahan pertimbangan mana pilihan transportasi yang paling enak dan nyaman dinaiki untuk ke Bandung bersama keluarga 😉
Kereta Jakarta – Bandung
Pernah di lebaran tahun ke berapa, keluarga suami mengajak ke Bandung dengan naik kereta. Biasanya sih naik mobil, tapi tahun itu papa mertua sedang keidean untuk naik kereta karena memikirkan lalu lintasnya.

Beliau pikir, takut macet dan malah tertahan di jalan, jadi rasanya akan lebih cepat kalau naik kereta gitu.
Memang sih ya, kalau naik kereta itu waktunya lebih bisa diperkirakan karena jadwalnya insyaAllah tepat waktu. Jadi kami membutuhkan waktu 3 jam saja dari Gambir sampai stasiun Bandung.
Namun tentu dari situ kami harus menyewa mobil atau taksi lagi untuk ke rumah saudara yang akan kami datangi.
Setelah diperhitungkan, rasanya naik kereta Jakarta-Bandung ini memang cukup ekonomis sih ya, hanya sekitar 45 ribu rupiah sampai 200 ribu rupiah untuk tipe Eksekutif.
Dengan membawa serta anak-anak, kami sendiri memutuskan untuk menginap satu malam agar bisa pulang dengan lebih nyantai keesokan paginya.
Travel
Sering juga kami naik travel jakarta-Bandung. Nah, menurut aku, pilihan naik travel ini merupakan pilihan paling ekonomis dan minim kerepotan juga sih. Soalnya biasanya titik berhentinya sudah mendekati tujuan atau area terdekat rumah.

Seperti kami yang pernah sewaktu *ceritanya* bulan madu setelah menikah dulu di tahun 2011, kami memutuskan naik travel karena titik sampainya sudah cukup mendekati rumahku.
Kemudian sewaktu kami jalan berempat sama anak-anak. Titik penjemputan di Depok itu lumayan banyak, jadi kami bisa pilih yang dari Depok ke Bandung.
Pernah juga aku merasakan naik Travel ini durasinya lebih cepat dibanding naik kereta lho saat lalu lintas sedang lengang. Plus waktu itu aku naik di jam keberangkatan paling pagi juga sih, jadi memang jalanan bukan lengang lagi, tapi masih sepi dan kosong, ihihi.
Kemudian, pengalaman yang terakhir malah baru saja terjadi kemarin. Walau berangkatnya naik kereta Panoramic, pulangnya kami memutuskan untuk naik travel Cititrans saja dan Alhamdulillah terhitung sangat nyaman untuk anak-anak.

Pilihan travel ini lumayan banyak juga ya, mulai dari Baraya, Xtrans, Day Trans, Go Shuttle, Cititrans, dan masih banyak lainnya. Nah yang paling sering kami pakai biasanya Baraya dan baru banget merasakan enaknya naik Cititrans.
Kayanya anak-anak nih yang jatuh cinta sama travel Cititrans. Kenapanya aku jelaskan di postingan terpisah yang menceritakan pengalaman kami saja sepertinya yaa 😀
Kereta Cepat Whoosh
Untuk kecepatan, tentu saja pilihan transportasi ini yang jadi juaranya, yaitu naik kereta cepat Whoosh. Gimana gak cepat ya, Jakarta-Bandung betul-betul hanya 30 menit saja dan aku membuktikannya sendiri.
Tepat waktu banget lho, dari stasiun Halim sampai stasiun Padalarang itu tepat 30 menit. Nah, dari Padalarangnya menuju stasiun Bandungnya memang Naik Kereta Feeder lagi yang gratis dan memang fasilitas kalau naik Whoosh.

Total perjalanannya mungkin jadi 1 jam lah ya. Bisa 1,5 jam untuk persiapan rumah-stasiun Halim (tergantung jarak rumahnya juga :D).
Awalnya aku merasa skeptis dan agak gimana gitu lho sama kereta Whoosh ini. Soalnya menurut aku gak terlalu bermanfaat gitu *tutupmuka*.
Tapi buat para pekerja, naik kereta Whoosh beneran jadi pilihan utama sih untuk mengejar waktu dan pekerjaan. Soalnya adik ipar sendiri ternyata sekarang malah jadi pelanggan tetap kereta Whoosh ini.

Beliau memang bolak balik Bandung-Depok soalnya seminggu sekali, jadi beneran sangat bermanfaat untuk para pekerja sih.
Plus, ternyata kereta Whoosh ini juga cukup terkenal untuk kalangan wisatawan Malaysia lho. Mereka ingin merasakan dan membuktikan sendiri ketepatan waktu 30 menitnya itu kalau naik Whoosh ini, hehe. Lumayan yaa, jadi wahana wisata tersendiri dan menambah pemasukan lagi deh 😀
Mobil Pribadi
Berikutnya yang paling sering kami lakukan, adalah naik mobil pribadi alias nyetir sendiri (eh, suami sih yang nyetir ya bukan aku, hehehe).
Buat yang punya anak banyak kayak kami gini, menurut aku memang paling nyaman ya naik mobil pribadi lah ya. Soalnya mau bawa barang sebanyak apapun, ya tinggal angkut dan masukkan ke bagasi.

Berbeda dengan pilihan transportasi lainnya yang cukup membuat berpikir seribu kali untuk membawa barang banyak-banyak. Selain berat, takutnya ya lupa apa saja tentengan kita, bisa-bisa tertinggal kayak Tumbler yang ketinggalan di kereta itu deh #eh.
Selain bisa membawa barang lebih banyak, kalau naik mobil pribadi ya jadi gak pusing memikirkan transport selama di Bandung. Oke lah kalau mau eksplor sekitar kota Bandung saja. Masih bisa naik taksi atau pilihan transport lainnya.
Tapi kalau sudah mau ke daerah Lembang, Kawah Putih, atau ke tempat-tempat wisata yang cenderung jauh dari kota, ya kami sudah harus menyewa mobil sendiri hitungannya.
Jadi buat aku sih, pilihan pakai mobil pribadi ini masih jadi yang utama ya kalau mau ke Bandung saja 😉
Kereta Panoramic

Yuhuu, kereta Panoramic ini yang baru saja di awal bulan April 2026 lalu kami naiki dan aku merasa puaass sekali. Seneng banget sih dalam perjalanan disuguhi pemandangan yang cukup menarik dan indah dipandang mata.
Kacanya yang besar sampai ke atap membuat kami puas sekali menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
Selain itu, fasilitasnya juga cukup bersih dan mantul sih. Kamar mandinya lega dan bersih, bangkunya cukup lega dan punya opsi diputar jadi berhadapan, serta mendapat snack box yang berhasil membuat anak-anak betah dan gak rewel.

Kalau kalian ingin merasakan experience yang berbeda, bisa banget mencoba kereta Panoramic ke Bandung ini sih.
Tarifnya sekitar 450 ribu per orang (anak bayi pun kalau butuh tempat duduk, harganya segini yaa). Terdapat 2 pilihan kereta sebetulnya. Yang satu hanya sampai Bandung, yang satu lagi sampai Garut.
Kebetulan yang kemarin kami naiki adalah kereta menuju Garut, jadi berhenti di stasiun Bandung hanya sekitar 5 menit saja.
Mana yang jadi Pilihan Kalian?
Nah, dari beberapa pilihan transportasi Jakarta – Bandung ini mana kira-kira yang mau kalian pilih nih?
Kayanya sih menurut aku menyesuaikan lagi dengan budget masing-masing dan juga tujuan perjalanannya ya. Kalau kayak kami yang memang ingin merasakan experience naik kereta Panoramic atau kereta Whoosh, ya sangat bisa naik 2 kereta itu.
Kalau ingin yang nyaman dan gak repot naik turun ya tentulah si mobil pribadi lah ya pilihannya.
So, coba dipikirkan kembali alasan kalian ke Bandung, juga bersama siapa yang kalian ajak serta. Rasanya dari situ pun kalian jadi bisa memutuskan mau naik kereta eksekutif saja, kereta Panoramic atau kereta Whoosh, atau mobil pribadi ya.
