Waktu pertama kali aku melihat “Nara Park” di Google Maps, aku langsung senyum-senyum karena lagi-lagi namanya sama dengan nama anak ketiga aku ya, ahaha. (Lagi) karena di Depok ada juga nama tempat “Nara”, yaitu Nara Kupu Village.
Jadi, kami ke Nara Park ini masih dalam rangkaian road trip Bandung – Garut sebetulnya. Waktu itu kami sedang bersiap check out dari Youre.at Fukuoka dan menuju Garut.
Hanya saja kami memutuskan untuk mencari tempat yang enak untuk makan siang terlebih dulu, yaa mengisi tenaga dulu lah yaa sebelum perjalanan ke Garut, hehe.

Lokasi Nara Park Bandung
Lokasi Nara Park ini ada di kawasan Ciumbuleuit, tepatnya di Jl. Rancabentang No. 28. Kalian yang sering main ke Bandung pasti tahu dong daerah Ciumbuleuit ini suasananya asri dan udaranya sejuk banget.
Jaraknya lumayan strategis dan jalurnya searah, jadi dari penginapan kami sebelumnya rasanya pas banget buat mampir ke sini sebelum melanjutkan road trip yang lebih jauh.
Waktu pertama kali sampai di depan pintu masuknya, aku cukup amaze. Dari luar, tempat ini sama sekali tidak begitu terlihat besar lho.
Fasad depannya rimbun tertutup pepohonan dan area parkirnya terlihat standar saja seperti kafe pada umumnya.
Tapi ternyata, begitu melangkah masuk ke dalam dan melewati area resepsionis, kami langsung disambut dengan pemandangan area terbuka yang super luas.



Di bagian dalamnya terdapat lapangan rumput berbukit yang sangat lapang dan dikelilingi area makannya, sehingga mau makan di manapun, pasti akan berhadapan dengan lapangan rumput ini. Ini sih kayak hidden gem, ada rumput lapang di balik pintu masuknya yang terkesan seperti rumah biasa dari pinggir jalan.
Kalau kalian bawa stroller yang lumayan besar demi kenyamanan mobilitas anak, aksesnya pun masih aman ya. Soalnya mereka juga memiliki ramp yang halus juga untuk akses kursi roda atau stroller seperti ini 🙂
Menu dan Harga di Nara Park
Awalnya aku pikir Nara Park ini merupakan tempat makan dengan hanya 1 restoran saja gitu. Namun rupanya setelah diantar menuju kursi kami (yang pilihannya ternyata cukup dalam), aku baru engeuh kalau ternyata di sini mengakomodir banyak tenant dengan pilihan kuliner yang berbeda-beda.
Konsepnya lumayan unik juga ya, menyatukan beberapa restoran di dalam satu kawasan yang sama. Jadi pengunjung bisa memilih makanan yang mereka suka dari banyaknya pilihan. Mulai dari masakan Nusantara, Jepang, makanan Western, sampai aneka kopi dan kue-kue dessert yang menggugah selera.
Pengunjung juga bebas memilih mau duduk di spot mana saja untuk makan. Kita bisa memilih untuk duduk di area indoor yang ber-AC dan estetik, semi outdoor, atau santai menikmati angin sepoi-sepoi di area tamannya.




Terlebih lagi, mau duduk di manapun, kami tuh bisa memesan semua makanan yang ada di beberapa tenant tersebut. Jadi kita tuh cuma perlu duduk manis saja di meja, pesan makanan (boleh banget dari tenant yang beda), tunggu makanan datang, lalu bayar sekaligus deh.
Menurut aku sih sangat efisien buat keluarga yang seleranya suka beda-beda ya. Kayak misalnya anak-anak lagi mau mie ayam, terus ibunya mau makanan western, terus bapaknya mau makanan Indonesia gitu, ada semua gitu di sini.



Makanan di Nara Park Halal?
Tapi ada satu hal yang perlu aku kasih tau juga nih. Karena konsepnya menggabungkan banyak restoran, status kehalalannya pun bervariasi. Aku pun baru tau setelah membolak-balik buku menu yang mereka berikan.
Kok di halaman tertentu mereka menyuguhkan alkohol jugaa ya? Oh, rupanya itu ada di bagian tenant apaa gitu. Jadi aku langsung tutup lagi halaman tersebut untuk selanjutnya memilih dari tenant yang insyaAllah terjamin kehalalannya 😀

Tapi jangan ragu juga untuk proaktif bertanya langsung ke waiter saat memesan ya. Mereka cukup kooperatif dan informatif kok untuk mengarahkan mana saja menu dan tenant yang aman untuk dikonsumsi.
Untuk harganya sendiri, menurutku masih dalam kategori standar untuk ukuran restoran keluarga merangkap tempat rekreasi di Bandung. Rata-rata harga makanannya berkisar dari Rp 50.000 hingga seratus ribuan lebih per porsi.
Dengan suasana alam yang didapat, fasilitas lengkap, dan rasanya yang juga nikmat menyatu dalam satu tempat, budget segini sih lumayan worth it ya menurutku.
Rasa Makanan di Nara Park
Kami sendiri memesan sekitar 3 menu makanan berat saja. Dua untuk anak-anak, satu untuk papanya. Aku sendiri sepertinya masih kenyang karena makan paginya agak kesianga.
Ditambah, memperhitungkan potensi porsi makanannya yang agak besar, jadi kemungkinan juga anak-anak belum tentu habis, hehehe. Jadi kali ini aku memilih untuk menunggu makanan yang tersisa saja dari anak-anak xp
Ketiga menu yang dipilih tersebut adalah pasta, semacam steak untuk papanya, plus chicken katsu. Minumannya kami pilih air mineral saja karena setelah ini kan perjalanan yaa, jadi kalau minum yang manis-manis, takutnya anak-anak malah segar dan gak bisa tidur lagi sepanjang perjalanan xp

Ternyata ketiganya enak-enak banget deh. Perkiraan aku akan porsinya yang cukup besar benar terjadi, sehingga aku bisa menikmati pasta yang tersisa dari anak-anak, hehe. Bumbunya enak dan terasa setiap rasa pedas, manis, dan gurihnya.
Daging dan ayamnya pun matang sempurna, jadi bukan yang alot gitu namun daging yang masih empuk dan juicy saat dimakan.
Kakak-kakak Asyik Menggambar Sambil Menunggu Makanan
Selagi aku sibuk memesan menu dan kami menunggu makanan datang, anak pertama dan kedua memenuhi rasa bosannya dengan menggambar di meja.
Anak-anak memang selalu aku sarankan untuk membawa setidaknya buku atau kertas dan alat tulis ya, jadi kalau mereka sedang bosan, bisa saja menghabiskan waktu dengan menggambar apapun yang mereka mau.


Nah, anak pertama dan kedua memang gaya menggambarnya ala ala anime gitu ya, jadi mereka menggambar apa yang sedang mereka suka saja dan berhasil jadi satu gambar sih, ahaha.
Jadi waktu tunggu sampai makanan datang tidak terasa membosankan ya untuk mereka. 😀
Nara Main di Playground Nara Park
Nara sendiri, memilih menghabiskan waktu untuk menunggu makanannya disajikan dengan bermain di playground. Dia memang sudah mengincar playground-nya sejak tadi tuh, ihihi.

Jadi selagi kami mencari tempat duduk tadi, kami melihat ada playground yang cukup menarik di bagian atas sebelum menuju ke bawah. Nah, mata Nara langsung berbinar deh dan berharap bisa main di playground tersebut.
Aku pikir ya gak ada salahnya juga sih ya membiarkan dia main di playground. Untung kali ini aku cuma membayar 1 saja, karena kakak-kakaknya tadi sudah asyik menggambar.
Biaya Masuk Playground
Rupanya, untuk main di playground ini, pengunjung dikenakan biaya dan harus membeli tiket playground ini terlebih dulu ya. Harga tiket playground di Nara Park ini sebesar Rp 50.000 untuk 2 jam dan anak bisa bolak balik masuk selama masih di kawasan Nara Park.
Jadi banyak banget tuh yang memanfaatkan playground ini untuk mengajak anak-anaknya main sambil menunggu makanan yang datang. Termasuk salah satunya aku juga, ahaha.
Berhubung tadi aku juga gak begitu lapar, jadi aku deh yang menemani Nara untuk main di playgroundnya. Ternyata playground-nya cukup seru juga lho untuk anak-anak.
Soalnya playground di Nara Park ini berkonsep semacam rumah pohon gitu serta memiliki 2 area utama. Area di bagian depan merupakan area halang rintang yang menantang untuk anak-anak.




Area belakang merupakan lahan rumput disertai kandang kelinci dan beberapa slide yang menyambung ke area depan melalui rumah pohon.
Eh, ternyata ada 3 area yaa, alias satu lagi terdapat di bagian atas, yaitu rumah pohon, ihihi.
Di rumah pohon ini, anak-anak bisa menguji keberaniannya akan ketinggian, karena mereka harus naik tangga sampai agak tinggi lalu melewati tali temali untuk bisa menuju ke slider di bagian playground belakang.
Orangtua juga bisa naik sampai ke atas sini ya untuk menjamin keamanan anaknya serta memberi motivasi ke anak untuk bisa berani menyeberang jembatan talinya sendiri.
Nara puas banget kayanya bolak balik rumah pohon ini karena dia senang saat berhasil menyeberang di jembatan talinya tersebut.
Makan dengan Puas, Anak Asyik Main
Mampir ke Nara Park ini jadi salah satu keputusan yang cukup tepat sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Garut sih. Soalnya tempat ini lumayan bisa mengakomodasi ketenangan orang tua untuk makan enak sekaligus memenuhi hasrat bermain anak yaa, hehe.
Suami bisa ikut makan dengan santai, aku bisa menikmati hidangan dengan tenang, sementara anak-anak sibuk mengeksplorasi playground dan bermain di halaman rumput yang luas, juga menggambar asyik di meja.

Karena konsepnya open space, kita sebagai orang tua tetap gampang memantau pergerakan mereka dari jauh meskipun kita sedang duduk bersantai di meja makan.
Ketika perut semuanya sudah kenyang dan energi anak-anak sudah tersalurkan dengan baik lewat aktivitas fisik, masuk ke mobil untuk perjalanan panjang rasanya jauh lebih kondusif sih. Minim banget deh drama rewel karena kurang gerak atau kebosanan.
Pokoknya buat kami ya, perut sama mood anak-anak memang harus terisi penuh dulu lah sebelum road trip, supaya perjalanan tenang dan nyaman buat semuanya 😀
Gimana gimana, kalian tertarik nggak buat masukin Nara Park ke dalam itinerary liburan kalian saat mampir ke Bandung?
