Awal tahun 2026 ini, aku dan suami memang mengajak anak-anak liburan ke Bandung dan Garut ya. Jadi, main Luge Kart di Noah’s Park ini masih jadi rangkaian dalam perjalanan tersebut.
Tapi sejujurnya Noah’s Park ini bukanlah tujuan yang sudah kami rancang sejak awal, melainkan impulsif saat pulang dari Be Glamping Lembang menuju tempat selanjutnya.
Jadi, kami memang mencari tempat yang bisa dimampiri sebelum menuju kota Bandung gitu.
Setelah sarapan, aku mulai melirik maps dan melihat ada tempat apa saja yang kira-kira seru di sekitaran Lembang ini. Terlihatlah ada Orchid Forest yang kemarin kami datangi, Dago Dream Park, Noah’s Park, dan Bukit Strawberry. Ini tempat yang kira-kira terdekat dari Be Glamping.

Memang sih ada beberapa tempat wisata Lembang lainnya yang aku lihat, dan ada beberapanya yang sudah kami kunjungi, tapi tempat yang lumayan dekat dengan Be Glamping ini gak terlalu banyak. Setelah mempertimbangkan keinginan aku dan suami yang mau beraktivitas yang cukup seru (tadinya bahkan mempertimbangkan mau ATV di Be Glamping), kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Noah’s Park.
Karena, setelah aku cari tau melalui instagram, Noah’s Park ini punya banyak pilihan aktvitas serunya, seperti Luge Kart (yang belum pernah kami naiki), ATV, Go Kart, sampai Flying Fox sepanjang 500m. Setelah melihat-lihat harga-harga aktivitasnya di halaman IG mereka, fix lah kami memutuskan ke Noah’s Park dan mencoba naik Luge Kart saja.
Baca juga: Bukan Cuma Lihat Anggrek, Ini 7+ Aktivitas Seru di Orchid Forest Cikole untuk Keluarga!
Lokasi Noah’s Park
Betul saja, perjalanan ke Noah’s Park ini sangatlah sebentar karena kami pergi dari Be Glamping. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja untuk sampai di sana.
Sebetulnya gak terlalu jauh sih, tapi berhubung jalanan ke Noah’s Park ternyata lumayan sempit dan agak bergejolak (masih banyak lubang dan batu-batu, huhu), jadi ya kami harus jalan pelan-pelan supaya mobil kami gak gasrok. 🙁

Alamat lengkap Noah’s Park ini ada di Jl. Sukanagara No.20, Pagerwangi, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.
Jam operasionalnya dari sekitar jam 09.00 – 17.00. Di peta terlihat tidak terlalu jauh dari Dago Dream Park dan juga Taman Hutan Raya Juanda yaa.
Biaya Luge Kart di Noah’s Park
Sebenernya pengen gitu ya kami melakukan banyak hal sekaligus, mumpung sudah sampai sini gitu. Selain Luge Kart, mau gitu menikmati ATV, Go Kart, atau bahkan Flying Fox-nya.
Namun, berhubung untuk beraktivitas di sini kami sudah harus mengeluarkan uang langsung untuk 5 orang, ya jadi kami hanya memilih 1 aktivitas saja deh, ahaha. Kebetulan Noah’s Park ini memang sangat terkenal dengan Luge Kart-nya, jadi kami pilih yang itu dulu.

Selain itu, kami memang belum pernah naik Luge Kart ini ya, ATV atau Go Kart sudah pernah di tempat lainnya. Jadi hitung-hitung kami memang mau merasakan hal yang baru lah.
Nah, untuk Luge Kart ini, rupanya terdapat 2 pilihan jalur, jalur 1km dan jalur panjang 2km. Biayanya jalur 2km 2x lipat dibanding yang 1km ya. Kalau Luge Kart 1km sebesar Rp70.000 per orang, maka yang 2km biayanya Rp140.000 per orang.
Sistem Pembayaran Luge Kart di Noah’s Park
Oiya, di awal kami datang, dari parkiran menuju loket tiketnya tidak begitu jauh, sehingga kami bisa langsung melihat antrian begitu mendekati loket tiketnya. “Wah, bakal ramai banget nih,” pikirku.
Memang betul sih ramai, namanya juga musim liburan ya. Tapi hal-hal kayak gini memang sudah terbayang dalam ekspektasi kami, jadi ya kami santai saja. Aku yang mengantri sendiri, suami dan anak-anak menunggu sambil pada ke toilet.
Kebetulan toiletnya memang berada di belakang loket tiket ini ya, jadi beneran bisa sekalian banget.

Nah, sistem pembayaran di sini, rupanya kita tentukan dulu kita mau aktivitas apa saja nih. Bisa juga mengambil paket yang sudah mereka sediakan. Tapi, berhubung tadi kami cuma mau Luge Kart, ya kami akhirnya beli tiket untuk itu saja deh.
Eh, ditambah Catch Stick sih, suami yang penasaran mau main itu. Catch Stick ini permainan yang sesuai namanya “catch stick”, jadi ya permainan menangkap stik-stik pendek yang berjatuhan. Jadi memang ada alatnya gitu ya.
Begitu memutuskan mau aktivitas apa saja, kita beli sekalian gitu deh di loket ini. Tinggal sebutkan mau aktivitas mana saja, nanti ditotal deh biayanya sama mereka.

Di sinilah aku diberi penjelasan kalau di Luge Kart sepanjang 2km ini rupanya terdapat 2 pilihan jalur, Valley Track dan satu lagi Bamboo Forest Track. Nah, dia sudah menginformasikan, kalau untuk pemula sebaiknya lewat Valley Track saja, karena Bamboo Forest Track jalurnya bakal lebih terjal turunannya.
Luge Kart untuk Anak di Atas 8 Tahun
Okeh, jadi aku langsung saja membayar biaya Luge Kart 2km untuk 4 orang + 1 anak deh. Oiya, yang bisa naik Luge Kart ini adalah anak di atas 8 tahun. Jadi Nara belum boleh naik sendiri dan harus dibonceng oleh salah satu dari kami.
Tentu papanya yang harus membonceng lah ya, ahaha. xp
Berhubung Nara hanya dibonceng dan gak pakai Luge Kart sendiri, jadi dia hanya cukup membayar 1/2 nya saja. Jadi yang bayar full hanya kami ber-4 ya. Total budgetnya jadi sekitar Rp630.000 (4xRp140.000 + Rp70.000 untuk Nara).
Perjalanan Luge Kart Sepanjang 2km
Seusai aku membeli tiket untuk Luge Kart dan Catch Stick tadi, barulah kami menuju tempat Luge Kart-nya.
Oiya, Luge Kart ini tuh kendaraan yang murni memanfaatkan gravitasi ya. Jadi gak ada mesin-mesin, gas, ataupun mesin lainnya. Paling-paling ya rem saja dengan menarik tuasnya ke belakang dan memajukannya lagi supaya bisa berjalan lagi memanfaatkan turunan.
Jadi memang tempatnya agak di atas, karena kita akan melewati turunan dan ya itu jalur sepanjang 2km nanti.
Setiap peserta akan mendapatkan hangtag yang menyatakan dia 1km atau 2km. Nantinya hangtag ini digantung. dibagian depan Luge Kart masing-masing.

Langsung Naik Luge Kart Tanpa Antri
Tadi kan aku udah sempat suudzon ya bakal antri panjang mengular karena lagi musim liburan awal tahun. Kami sudah menyesuaikan ekspektasi dan sudah bersiap menunggu gitu kalaupun antriannya lama.
Eh, ternyata dugaanku salah besar! Sistem antrian di Noah’s Park ini rupanya sangat efisien. Sekali jalan, mereka langsung memberangkatkan puluhan Luge Kart sekaligus dalam satu kloter. Jadi kami bisa langsung masuk dan langsung naik Luge Kartnya.

Kami (aku dan suami) langsung senang dan bergumam, “Wah Alhamdulillah, ternyata malah bisa langsung naik dan main. Cepet!”
Walaupun memang ya, kami termasuk pengunjung terakhir yang masuk di kloter ini. Jadi kami tinggal mengisi Luge Kart kosong yang tersisa saja.
Terpisah dari Anak-anak dan Suami
Berhubung kami masuk di kloter tersebut pada urutan yang paling akhir, sisa Luge Kart yang kosong tuh letaknya mencar-mencar. Kami nggak bisa milih mau duduk berjejeran atau berdekatan satu sama lain.
Mau nggak mau, kami harus mengisi kursi yang kosong di mana saja yang tersedia saat itu. Jadilah aku terpisah lumayan jauh dari Naia dan Nawa.
Aku juga terpisah dari suami yang bertugas membonceng Nara di satu kart karena Nara belum cukup umur untuk bawa kart sendiri.


Jujur, awalnya ada sedikit rasa deg-degan ngelepas Naia dan Nawa meluncur sendiri agak jauh dari pantauanku. Tapi, kekhawatiranku lumayan mereda setelah melihat mereka di-briefing singkat sama petugasnya.
Jadi setiap pengunjung memang selalu di-briefing untuk memahami bagaimana pengoperasian Luge Kart ini. Gimana cara mengerem, berhenti, dan untuk melanjutkan perjalanan.
Ternyata pengoperasian kart ini sangat simpel dan mudah dipahami kok sama anak-anak. Kita tinggal menarik setirnya ke belakang banget untuk benar-benar berhenti, dan tinggal membawa setirnya ke depan lagi untuk melaju lagi melewati turunan.
Setiap Helm Sudah Terpasang Tempat HP

Satu lagi yang sangat diperhatikan oleh pihak Noah’s Park adalah ini, adanya tempat untuk meletakkan hp di helm masing-masing. Dari sekian banyak helm Luge Kart tersebut, rupanya sudah bertengger rapi itu tripod sehingga pengunjung bisa langsung meletakkan hp-nya di helm tersebut untuk merekam perjalanan sejak awal sampai finish.
Ya aku dan suami gak ketinggalan lah ya untuk meletakkan hp di situ juga. Setelah memastikan hp-nya cukup kencang dan aman, barulah kami bilang dan memberi aba-aba kalau kami sudah siap berangkat.
Sempat Macet Beberapa Kali
Begitu kloter kami mulai jalan, eh kok malah macet? Hahaha! Ternyata karena ada puluhan kart yang jalan berbarengan dan jalurnya sedikit menyempit di awal, otomatis jadi menumpuk. Jadilah perjalanan sedikit tersendat, tapi tetap seru karena jadi saling lihat-lihatan dan saling ketawa antar peserta karena sama-sama berusaha keluar dari kemacetan, ahaha.
Belum lagi di sepanjang jalur 2km ini ada beberapa titik landai yang lumayan datar. Karena Luge Kart ini murni mengandalkan gravitasi tanpa mesin, alhasil pas di jalanan rata ya kart-nya otomatis berhenti jalan.
Di sinilah tantangannya. Kami jadi harus bantu dorong manual pakai kaki ke tanah biar kart-nya bisa meluncur lagi. Lumayan lah ya, lumayan bikin pegal kaki xp
Untungnya pemandangan di sekitar jalur asri banget, jadi capeknya nggak terlalu terasa dan malah jadi bahan candaan sepanjang jalan.
Menentukan Jalur di 1km Akhir
Begitu mencapai 1km perjalanan, rupanya banyak banget Luge Kart yang berhenti dan parkir. Jadi ternyata baik yang memilih 1km maupun 2km Luge Kart, kami start di posisi yang sama. Makanya sampai ramai dan penuh sekali ya di garis start tadi sampai macet-macet.
Nah, begitu melewati 1km, peserta Luge Kart jauh menurun drastis. Aku saja tinggal sendirian di barisan akhir ini. Petugas di 1km ini bertugas untuk memisahkan Luge Kart yang 1km dan mempersilakan Luge Kart 2km untuk melanjutkan perjalanan.

Seperti yang sudah diinformasikan di awal membeli tiket, terdapat 2 track yang bisa dipilih saat melintasi 2km Luge Kart ini. Nah, rupanya track ini dipilih setelah melewati 1km ini ya.
Namun di sinilah aku sempat overthinking sedikit. Masalahnya, walaupun informasi ini sudah disampaikan ke aku, tapi aku ternyata belum meneruskannya ke anak-anak dan suami. Jadilah sepanjang meneruskan dan melewati lintasan Valley Track ini aku sambil memikirkan, “Apakah anak-anak aman? Apakah mereka lewat Valley Track dan bukan Bamboo Forest? Gimana kalau mereka milih track yang Bamboo Forest?.”
Jadilah aku agak sedikit mempercepat jalan Luge Kart ini. Walaupun memang tetap bergantung sama gravitasi siih ya, tapi aku meminimalisir menekan rem, supaya bisa lebih cepat sampai.
Bertemu Mendekati Finish
Alhamdulillaah, setelah melewati rombongan keluarga kecil lain, aku akhirnya melihat Naia dan Nawa dari kejauhan. Legaa sekali rasanya saat mengetahui mereka betul memilih Valley Track sebagai jalur di km akhir ini.
Terus pas sampai di titik akhir, eh suamiku sama Nara udah nangkring duluan nungguin kami dong. Rupanya, mereka memilih lewat Bamboo Forest Track yang memang lebih menantang!

Pantesan aja nyampe duluan, ternyata dia ngebut lewat jalur yang turunannya lebih tajam, hahaha. Aku pun akhirnya baru menginformasikan 2 pilihan jalur ini ke suami.
Untunglah dia memilih Bamboo Forest Track ya, jadi kami jadi punya 2 video track yang berbeda, hehe.
Naik Shuttle Car ke Garis Awal
Setelah sampai di garis finish, kami lalu menunggu adanya shuttle car yang akan membawa kami ke titik start tadi. Soalnya dari situlah kami bisa lanjut main yang lain atau menuju pintu keluar.

Jadi secara tampilan, sebetulnya Noah’s Park ini simple banget sih. Beli tiket, lalu ke tempat start masing-masing aktivitas, melakukan aktivitasnya, baru deh dibawa lagi ke tempat start untuk keluar. Nggak perlu jalan terlalu jauh jadi gak capek sebelum melakukan aktivitas yang diinginkan.
Suami Main Catch Stick
Tadi kan kami gak hanya membeli 1 tiket aktivitas saja ya, melainkan 2 sama Catch Stick. Tapi hitungannya, catch stick ini tuh kayak aktivitas “hiburan” aja kesannya.
Soalnya harganya memang terbilang terjangkau, 1x main hanya Rp25.000, jadi aku membeli 2 tiket main ini supaya suami lebih puas mainnya, hehe.
Nah, dia pengen banget main ini karena katanya, permainan ini tuh merupakan permainan favorit driver-driver F1. Yap, dia memang suka banget nonton F1, jadi ngikutin banget perkembangannya sampai sekarang ya. Makanya bener-bener kepincut dan se-antusias itu untuk melakukan permainan ini.


Rupanya permainan ini terhitung cepat juga sih ya durasinya. Soalnya tipe main yang harus menangkap stik-stik yang jatuh yang tidak bisa diperkirakan kapan waktu jatuhnya. Jadi pemain memang harus menajamkan indera dan melatih refleksnya.
Alhamdulillah dalam 2x main, suami berhasil menangkap 4 dan 7 stik. Dan ternyata keduanya mendapat hadiah, masing-masing air mineral dan minuman ringan. Alhamdulillah yaa, penghiburan yang cukup menyenangkan dan tidak kami sangka-sangka.
Fasilitas Noah’s Park
Secara keseluruhan, menurutku fasilitasnya sudah sangat mumpuni kok untuk ukuran tempat wisata keluarga.


Area parkirnya cukup memadai, meskipun jalannya sedikit berbatu. Lalu yang paling penting buat bawa anak adalah, toiletnya bersih dan sangat gampang diakses karena posisinya ada persis di belakang loket tiket tadi.
Jadi aman banget kalau ada yang tiba-tiba kebelet sebelum atau sesudah main ya.
Plus, tersedia mushola juga dekat toilet. Sehingga kalau kita mau sholat terlebih dulu, enak banget dengan suasana yang nyaman kayak gitu.
Tips Praktis buat Orang Tua:
Berdasarkan pengalaman kami dorong-dorong Luge Kart tadi, aku mau kasih sedikit tips praktis nih buat parents yang mau bawa anak-anak ke sini.
- Pakai Pakaian Nyaman & Sepatu Tertutup: Mengingat di sini banyak aktivitas luar ruangan (ditambah drama dorong Luge Kart pakai kaki), wajib banget pakai baju yang menyerap keringat dan alas kaki tertutup biar jari kaki tetap aman.
- Bawa Kacamata Hitam & Sunscreen: Area di sini lumayan terbuka. Kalau kalian mainnya pas siang bolong, kacamata hitam bakal sangat menolong supaya matanya gak silau atau kelilipan debu.
- Siapkan Minum: Selesai main aktivitas fisik dijamin anak-anak bakal langsung teriak haus, jadi mending sedia tumbler air putih yang cukup dari mobil.
Seru, Memuaskan, dan Mau Balik Lagi!
Oiya, sepanjang perjalanan menuju loket tiket, kami bisa melihat pengunjung yang sedang main flying fox. Betul-betul rasanya kayak terbang melintasi lembah dan pegunungan Lembang sih. Soalnya yang main flying fox ini hampir gak kelihatan tali-nya, haha.
Naia Nawa (dan aku juga sih xp) betul-betul kepincut sama flying fox ini dan sebetulnya pengen juga ya naik. Tapi karena kami juga sudah mau berangkat ke Bandung bagian lain lagi, dan masih ada tempat lain yang kami akan kunjungi, flying fox ini kami simpan dulu deh untuk kapan-kapan ke sana lagi dan menikmati aktivitas yang lainnya, hehehe.

Dari sini ya dapat disimpulkan lah yaa kalau kami sepuas itu sama Noah’s Park ini.
Memang seru banget main Luge Kart-nya, plus suami juga happy banget main Catch Stick (sampai dapat hadiah pula!). Jadi ya kami mau banget untuk balik lagi ke sana kapan-kapan 😀

Kalau lagi wisata, terus menikmati wahananya terpisah-pisah gitu, emang kurang asik. Tapi tetap saja secara keseluruhan asik ya Mbak
Nah iya, tapi tetap seru karena jadi rame-rame sama pengunjung lainnya. Terus karena wahananya emang seru banget, akhirnya walaupun terpisah-pisah itu gak jadi masalah, hehehe.
Seru banget ya itu mainnya
Baru tahu namanya Luge
Anak-anak pasti senang sekali dan anteng
Makanya orang tuanya juga happy bisa sekalian main
Hitung hitung melatih otot kaki supaya tetap kuat, haha
Yaampun, aku inget pernah bales ini lho, kok belum adaa, huaa. Iya, anak-anak seneng banget dan minta lagi, wkwkwk. Tapi nanti dulu dah, per orangnya segitu, jadi next timenya lagi ajaaahh. Supaya ada alasan buat ke Bandung lagi juga yakaann 😀
Aku mau aku mauuuu
Kalo pas ke rumah adekku di GerLong, keknya aku bakal minta diajakin ke siniiii😍
asyik nih, mayan memicu adrenalin
Enak dong ya Mbak kalau dekat
Bayar taksi online sudah bisa ke sana
Seru-seruan dengan Luge Kart yang sepertinya aku butuh diajarin dulu buat mengendarainya
Pastinya menyenangkan
Lembang…. Kangen banget tempat ini. Dulu ke Lembang pas belum punya baby mbak.
Huaa, kalau skg udh punya anak, bakalan main ke sana. Mana anakku tuh suka banget sama Go Cart. Apalagi lihat tracknya cukup panjang untuk sekedar main go cart lho.
Skg kalau cari area playground atau wisata, nyarinya agak spesifik yang ada go cartnya. Si bocil suka banget main itu dan kalau di kotaku wahana Go Cart nggak terlalu banyak, ada pun ya nggak luas kayak Noah’s Park gini.
Duuuuh jadi galau ntr Juni ke Lembang masukin luge ini ga yaaa 😍😍😄 . Menarik, apalagi di Lembang yg sejuk begitu. Biaya foreigners sama juga ya mba? Soalnya Juni aku bawa temen dari luar.
Tapi jujurnya pas baca yg luge nya mandek, sampe harus didorong manual Ama kaki, ini rada2 sih hahahhahahhha. Tapi aku kesananya pas Senin – Rabu sih. Hrsnya ga rame ya mba.
Nah yg catch stick kok aku penasaran 😄😄😄. Pengen ngelatih reflek ku jugaa ih.
Aku ntr mau cek lagi tempat wisata di Lembang yg mba pernah tulis. Temenku ngikut aja sih, tp aku males kalau tempat kayak Tangkuban perahu atau kawah putih. Soalnya tiket foreigners mahal bgt dan ga worth it Krn di dalam banyak penjual yg suka maksa
Memang kalo udah sampe Lembang mah, tinggal buka Google Maps aja mbak. Pasti banyaaaak lah namanya atraksi, penginapan dan berbagai tempat yang menyediakan experience menarik. Soalnya dulu aku juga gitu, jalan aja tanpa perencanaan apa-apa, hihihi
Aku jujur langsung terpana lho pas liat daftar permainan yang tersedia. Nganu, Bwanyakkkk benerrrr lho itu mbak. Kalo udah sampe sana, kayaknya aku pun bakal bingung siii mau maen apa aja.
Untuk harganya, jujur menurutku lumayan pricy si. Tapi kalo standar lembang, yaaa… mungkin segitu udah wajar kali ya.
Catch stick 25K sekali main juga kayaknya lumayaann.. tp untungnya dapet hadiah. Jadi lumayan ya, dapet hiburan hihihi
Kaki tersandung terkena batu bata
Hati merana karena teringat pujangga
Lembang Bandung memanglah penuh cerita
Maka kesana dompet harus penuh juga
Hehehehe
Luge cart nggak pakai mesin? Menantang banget nih, Kak. Kalau ada jalur yang landai kudu dibantu pake pedal kaki. Kalau nemu jalur yang agak curam jadi ngebut. Hehehe
Seru. Jadi pingin juga main ke sana.
Wuaaaa ternyata di Bandung, padahal pas nyebut Garut, ngarep banget ada di Garut ha ha ha. Pengen banget ke Garut lagi setelah bertahun² lalu kesana. Lupa rasanya berada di kota itu dan belakangan tersiar begitu mennggoda.
Tapiiii setelah membaca ceritamu ini, duh mupeng banget loh, seseru itu. Aku tuh sungguh bersyukur dan berharap, semoga banyak keluarga muda sepertimu ya. Bisa menyediakan waktu jalan bersama dengan anak suami.
Aaah semoga punya kesempatan balik ke Bandung dan main ke Noah’ s Park
Keduluan teteh nih , padhal mah tinggal cuss dari cibat tapi kadang ada aja hehe terbilang baru dan hits sih noah park ini apalagi arena luge kart nya hehe itu ampe fyp di medsod maen luge kart pada dag dig dug hehe
Saya jadi penasaran pengen main luge kart juga nih di Noah’s Park. lembang tuh banyaaaak banget yaa destinasi wisata mainnya itu. bolak balik ke Lembang udah menjajal beberapa tempat wisata tapi ada lagi tempat wisata baru, jadi gak kelar-kelas niih ngabsennya karena nambah-nambah teruus destinasi nya. Uji nyali banget nih main luge kart. Next ada liburan ke Bandung pasti mampir kesini deh.
Udah lamaaaa banget nggak ke Lembang. Padahal tinggal di Bandung hahaha… Baca tulisan ini jadi pengin main ke sana. Apalagi setelah nonton video naik luge cartnya, kok seru ya, kok tertarik ya. Hahahaha…
Kayanya kalau ke Lembang sebaiknya cuti di hari biasa biar nggak terjebak macet. Aku nggak sanggup menghadapi macetnya Lembang pas liburan.
wah jadi itu namanya luge kart yaa. lucu deh ada tempat hape di helmnya jadi nggak perlu megang handphone lagi buat merekam perjalanan. cuma kayaknya kalau pertama kali pasti agak takut ya, mbak mengoperasikan luge kart ini
Tempatnya ini gak cuma seru aja, tapi mereka memang niat banget ya Mbak, sampe menyiapkan itu helm ada tempat HP segala hehe. Jadinya buat yang mau mengabadikan momen pas lagi main Luge Kart kan bikin happy.
Daku pikir tadinya tuh ada dibantu sama pemandu, atau pakai kamera dari mereka yang 360 atau apa dah sebutannya. Eh ternyata bisa pakai ponsel kita hehe
Baca ceritanya sampai habis, berasa diajakin main bareng ini sih. Seru nya menembus layar HP lho. Luge Kart di Noah’s Park beneran rekomen banget ya. Walau sempat ada momen ngantri karena lumayan banyak yang berminat dan musim liburan juga. Ekh Alhamdulillah setelah 1KM lancar jaya.
Untung kedua anak aman dan lancar mainnya ya. Mamak pasti khawatir dan OVT kalau permainannya agak ekstrim gini. Syukurlah ketemu menuju finish juga, jadi bisa tenang.
Aku pun yang baca jadi penasaran pengen kesana, terutama flying fox nya sih. Kebayang kayanya seru pisan gitu ya. Maka nggak heran kalau mbak Isti ketagihan dan pengen kesana lagi.
Btw tips nya sangat bermanfaat nih, serta aplikatif juga.
Menarik sekali main Luge Kart di Noahs Park ini ya. Soalnya buat yg belum berpengalaman pun bisa dan bikin happy tentunya. Asiknya mereka merhatiin kalau orang-orang suka bikin konten jadi di helm ada tempat simpan HP. Kepikiran gitu lho.
Waaah jadi pengen ikut merasakan sensasi meluncur Luge Kart ini deh! Apalagi di tengah tren wisata adrenalin yang makin beragam, ulasannya ini hadir sebagai panduan yang sangat seru buat siapa pun yang ingin merasakan menjadi “pembalap” dadakan dengan pemandangan alam yang juara.
Penting bgt tuh soal keamanan dan kemudahan kendali kart-nya—sebuah poin penting yang bikin kita nggak ragu buat mencoba meski baru pertama kali. Menarik juga melihat penekanan pada keseruan jalur lintasannya yang punya kelokan menantang namun tetap memberikan rasa aman.
Makanya liburan keluarga itu bisa banget diisi dengan aktivitas yang memacu hormon endorfin kyk gini. Ngelihat keseruan di IG-nya emg menantang bgt sih. Apalagi kalo sampe tabrakan/nubruk pembalap lain. Wkwk
Huaaa, aku jadi ngebayangin deg-degan juga kalo udah pisah sama anak-anak pas di arena permainan gini. Deg-degan anak-anak takutnya gimana sama deg-degan juga takutnya aku bakal nyasar, sendirian, wkwkwk… 😀
Harganya lumayan kalo sekeluarga ya jadinya huhuw.. Tapi kalo baca pengalamannya puas juga, sih, ya Tiii.. Salfok juga di helemnya udah disediain tempat naro hape.. Hehe tau banget orang pada mau bikin konten…
Coba ah next time ke Noah juga nybaik Luge Kart sama permainan lainnya. Mesti itung-itung budget-nya dulu dikali empat ahaha…
Sayang jalannya belum bagus ya. Kadang yang menghambat wisata lokal tu kalau nggak premanisme ya jalannya yang masih kurang OK.
kalau ke Lembang ternyata banyak sekali pilihan wisata yang bisa dipilih yaa. Aku baru denger Noah’s Park ini. Kalau Orchid Forest sama yang bukit Strawberry udah beberapa kali mendengar.
Jadi salah satu daya tariknya adalah bisa naik luge kart yaa. Wah mantul sekali jalan bisa langsung banyak jadi nggak terlalu mengantre ya?
Cuma enag kalau jadi kepisah ma anak suka OVT nggak sih haha. Tapi kalau dah gedean udah bisa menerima arahan petugas sih ya?
Untungnya kalau yang masih anak kecil banget bisa dibonceng ya?
Asyik juga helmnya bisa dipakai buat tatakan HP, tahu aja sih pengelolanya kalau pengunjung nggak mau kehilangan merekam momen naik luge kart 😀
Sayang belum nyobain flying fox-nya yaaa, jadi kudu balik lagi tu hehe 😀
Aaah.. kaka uda gede ajaa.. Is…
Rasanya punya anak pre-teen ituu.. yaa.. diajakin main di alam gini masih mau, difoto juga masih fotogenik, mashaAllah.. makin semangat kita berpetualang barengannya yaak..
Luge Kart di Noah’s Park ini seruu.. meski aku awalnya pas kami tunjukin videonya sempet batin “Meuni rudeett piisaan…”
Tapi yaah.. dengan kesabaran dan alhamdulillah… mencoba hal baru yang terkoneksi dengan alam, hehehe… sama si ATV-nya juga siik yaa… jadi tetep semangat.
Btw,
Booster keluarga apa, Is??
Rasanya perjalanan kemarin kan lumayan tuuh… cukup makan 3x sehari ajakah?
Wah seru banget jalan jalan ke Noah’s Park ya mbak
Banyak banget wahana seru yang bisa dinikmati
Pas buat orang tua dan anak ya