Dulu ya sebelum aku nikah dan jaman kuliah, aku cukup sering main ice skating di Sky Rink Mall Taman Anggrek. Jadi sampai sekarang kayak ada memori tersendiri saja gitu kalau ingat tempat ini.
Terus, begitu punya anak dan ternyata mereka semua hobi sepatu roda, aku jadi kepikiran untuk mengajak mereka main ice skating juga.
Sudah pernah sih beberapa kali sebelumnya, tapi itu cuma di tempat skating yang pop-up gitu, alias di mall yang jadwal ice skating-nya hanya ada di waktu liburan saja dan luasnya terbatas.

Nah, kali ini aku mau mengajak mereka untuk main ice skating di tempat favorit aku dulu deh. Harap dicatat ya, aku juga nggak jago-jago amat kok, ahaha! Cuma senang saja merasakan sensasi meluncur di atas es.
Berhubung libur sekolah akhir tahun kemarin juga cukup panjang, jadi aku menyelipkan jadwal main ice skating ini di sela-sela liburan itu, tepatnya sebelum kami berangkat menuju Bandung dan Garut. Aku sudah buatkan jadwalnya dalam itinerary liburan keluarga yang sudah aku buat sebelumnya.

Baca juga: Kumpul Keluarga di Villa Tepi Pinus Sentul
Rasanya ada kepuasan tersendiri saat akhirnya bisa membawa anak-anak ke “markas” lama ibunya ini, wehehe.
Kayak sesenang itu untuk mengenalkan mereka ke tempat favorit aku dulu. Jadi kayanya momen main ice skating kali ini tuh selain bikin anak-anak happy, ya bikin diri sendiri happy juga gitu, bisa “nostalgia” sedikit 😀
Oiya, meskipun ini terhitung tempat lama, auranya tetap terasa spesial bagi aku. Mungkin karena tempatnya juga di dalam mall ya, jadi sangat terjamin kebersihan dan tampilannya masih terhitung sangat profesional.
Biaya Ice Skating dan Durasi Bermain Sky Rink
Kalau teman-teman mau mampir ke sini, sistemnya tuh cukup teratur ya dengan pembagian sesi. Penting untuk dicatat bahwa durasi bermain sekarang diberikan waktu selama 2 jam per sesi. Jadwal per sesinya ini bisa dilihat sendiri di IG mereka https://www.instagram.com/skyrinkjakarta.official/.
Waktu 2 jam ini menurut aku sudah cukup pas ya, apalagi untuk anak-anak, karena main di atas es itu energinya terkuras lebih cepat dibandingkan main sepatu roda biasa.
Harga tiket masuknya sudah termasuk biaya penyewaan sepatu skating ya, jadi kita nggak perlu pusing memikirkan biaya tambahan untuk alat utama.

Per akhir tahun 2025 kemarin sih, biaya ice skating di Sky Rink ini untuk weekday (Senin-Jumat) adalah Rp110.000, sedangkan untuk weekend atau hari libur nasional harganya Rp145.000.
Pastikan kalian datang sekitar 15-20 menit sebelum sesi dimulai agar punya waktu cukup untuk mengukur sepatu dan bersiap-siap ya.
Kami sendiri begitu melihat ada jadwal jam 10, jadi kami mengincar jadwal tersebut, supaya selesainya pas. Pas jam 12 siang gitu, jadi begitu selesai kita bisa segera sholat dan makan, baru pulang.
Sebelum jam 10, loket masuknya sudah dibuka dan kita sudah bisa mengantri. Tapi ada petugas yang mengingatkan ke setiap rombongan, kalau yang mengantri cukup 1 orang saja, sisanya menunggu di bagian yang sudah disediakan.

Jadi, cukup aku saja deh kemarin yang mengantri di depan loket. Begitu giliranku tiba, petugas loket memberikan info yang sangat lengkap. Jadi aku bisa menentukan mau pakai bantuan berupa pinguin atau engga, juga bisa menentukan mau beli sarung tangan atau enggak.
Terlebih lagi, dia pun sudah satset banget, jadi walaupun antrian terlihat panjang, tapi setiap transaksi tuh selesainya cepat. Terlihat sudah profesional banget lah yaa.
Jadwal Pembersihan Area Skating

Satu hal yang harus diperhatikan adalah jadwal mesin pembersih es atau Zamboni. Biasanya di antara perpindahan sesi, mesin ini akan meratakan es kembali agar licin dan aman digunakan.
Jadi, meskipun kita punya waktu 2 jam, pastikan kalian memaksimalkannya begitu sesi dimulai. Kalau kalian merasa kurang, kalian bisa menambah sesi berikutnya, tapi tentu harus membayar tiket lagi sesuai tarif yang berlaku.
Untuk pendaftarannya sendiri sekarang sudah lebih modern. Kita bisa langsung ke loket dan mereka akan menginfokan sesi mana yang masih tersedia slotnya. Kemarin pas libur akhir tahun memang antreannya lumayan, tapi karena areanya luas, kapasitasnya cukup banget untuk menampung banyak orang.
Aku sarankan cek jadwal sesi di website atau media sosial mereka dulu supaya nggak kelamaan menunggu di mall.
Penyewaan Loker
Oiya, berhubung kami mau main dan masuk arena semua, jadi aku memutuskan untuk menyewa satu loker untuk menyimpan barang-barang kami. Loker ini ada biaya tambahan ya, jadi kami tambah lagi sekitar 20.000 untuk 1 koin loker.

Walaupun 1 koin, tapi loker ini bisa dipakai ulang kok alias bisa dibuka tutup. Kami pun beberapa kali membuka loker untuk mengambil cemilan dan minum saat anak-anak mulai kehausan.
Saat memutuskan membeli loker ini, kita akan diberi koin loker serta nomor loker yang disediakan dan ditentukan. Aku lupa berapa nomor kami, tapi begitu memasuki area bagian dalam, aku langsung menuju pengambilan sepatu serta ke bagian loker.
Loker Digital yang Modern dan Praktis
Nah, salah satu yang berubah dan jadi lebih modern di sini adalah sistem lokernya. Sekarang sistem lokernya sudah digital dan bisa buka-tutup dengan mudah.
Tapi sewaktu sampai di bagian loker, aku sempat bingung sistem yang sekarang bagaimana. Karena terdapat 1 layar saja di tengah tumpukan loker. Nah, rupanya di situlah tempat mensetting password serta membuka dan tutup loker milik kita.

Untuk setting awal, aku dibantu oleh petugasnya. Mereka meminta aku memasukkan password di nomor loker yang kami dapat. Begitu password dan koin dimasukkan, nomor loker yang tersebut langsung terbuka.
Baru lah kami memasukkan barang-barang yang kami bawa, termasuk tas dan juga sendal dan sepatu yang kami pakai.
Ini praktis banget menurut aku, karena kita nggak perlu lagi mengalungkan kunci manual yang riskan hilang atau jatuh di tengah lapangan es.
Keamanan barang di loker digital ini juga terasa lebih terjamin. Selama kita nggak memberi tahu password-nya ke orang lain, barang-barang kita aman di dalam, insyaAllah.
Area lokernya juga bersih dan tertata rapi, nggak jauh dari tempat duduk untuk memakai sepatu. Jadi alurnya enak banget: ambil sepatu, taruh barang di loker, pakai sepatu, lalu langsung masuk ke area es.
Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa

Oiya, sebelum berangkat, sebetulnya aku sudah ingat untuk membawa sarung tangan. Sarung tangan ini bukan hanya supaya tangan kita gak kedinginan ya, tapi juga untuk keamanan sendiri.
Jadi kalau terjatuh tangan kita terhindar dari luka yang terlalu parah. Soalnya, saat meluncur menggunakan ice skating ini kan terhitung cepat ya, jadi kalau jatuh memang rentang terluka di bagian telapak tangan.
Ya soalnya yang menahan kita jatuh tuh yang pertama kali memang biasanya telapak tangan. Jadi kalau memakai sarung tangan ya tujuannya untuk meringankan resiko tersebut deh.
Nah, tapi saat mencari di mana sarung tangan yang kami punya, kok aku gak nemu. Jadilah berangkat dengan resiko kami akan beli sarung tangan saja deh di sana.
Harga sarung tangannya sendiri, ukuran dewasa Rp18.000 dan ukuran anak-anak Rp14.000. Lumayan yaa.
Selain sarung tangan, menurut aku berikut ini termasuk barang-barang yang harus dibawa:
Kaus Kaki Tebal
Jangan pakai kaus kaki yang tipis atau yang model semata kaki lho. Pakailah kaus kaki yang panjangnya minimal di atas mata kaki dan berbahan tebal. Sepatu ice skating itu materialnya keras, jadi kaus kaki tebal bakal melindungi kaki anak-anak agar tidak lecet atau perih karena gesekan selama 2 jam bermain.
Jaket atau Hoodie yang Nyaman
Berhubung Sky Rink ini memang tempat favorit aku dulu, jadi aku tahu persis kalau di sana memang dingin banget. Makanya aku sudah cerewet untuk menyiapkan jaket yang sesuai supaya anak-anak gak kedinginan.
Pilihlah jaket yang tidak terlalu tebal ya supaya anak-anak tetap bebas bergerak, tapi cukup hangat untuk menahan suhu es. Bahan windbreaker atau fleece biasanya jadi pilihan favorit sih.


Celana Panjang yang Elastis
Menurut aku, penting juga nih pemilihan celana yang cocok. Hindari memakai celana jeans yang kaku ya karena akan menyulitkan anak-anak saat harus menekuk lutut atau saat mencoba bangkit setelah jatuh. Celana training, jogger, atau legging tebal menurut aku pas sih agar mereka bisa bermanuver dengan luwes.
Baju Ganti (optional)
Kami sendiri gak membawa baju ganti ya, karena aku kayanya yakin bajunya gak bakal sampai basah. Tapi baju ganti ini harus jadi pertimbangan sih. Soalnya main ice skating itu olahraga yang cukup berat dengan resiko jatuh yang lumayan tinggi.
Nah, kalau terjatuh di arena esnya, ya sudah tentu bajunya jadi basah kan yaa. Mengganti baju setelah selesai main akan mencegah mereka juga masuk angin saat keluar ke area mall yang suhunya berbeda sih.
Fasilitas di Dalam Sky Rink

Di dalam area Sky Rink tentunya gak cuma arena esnya saja yang tersedia ya. Tapi juga banyak fasilitas lainnya termasuk ruang tunggu yang sangat besar.
Begitu selesai membeli tiket, kita akan langsung diarahkan untuk masuk ke area Sky Rink ini dan melihat sendiri betapa luas dalamnya.
Skating Aid, Ruang Tunggu, dan Counter Cemilan
Pandangan pertama begitu memasuki area Sky Rink ini adalah jajaran pinguin, ahaha. Pinguin ini adalah skating aid gitu ya, alias alat bantu untuk yang belum bisa meluncur pakai sepatu ice skating.
Tentunya alat ini tidak digunakan secara gratis, melainkan ada biaya sewanya lagi. Kalau tidak salah biayanya sekitar 90 atau 100 ribu gitu ya. Jadi kalau kamu atau anak-anak belum bisa meluncur, alat ini bisa jadi opsi untuk membantu selama di arena es 😉
Bagian utama adalah arena es yang berada di sisi kiri pintu masuk dan yang terlihat dari berbagai sisi mall. Nah, di bagian kanan terdapat counter yang menjual camilan serta minuman. (Jadi tenang saja ya, buat yang gak membawa makanan, di sini sudah tersedia untuk dibeli, hehe).

Mengambil Sepatu Ice Skating
Kemudian di bagian paling dalam terdapat rak-rak sepatu ice skating, di sinilah kita menukarkan tiket masing-masing dengan sepatu yang sesuai. Jangan khawatir gak sesuai ya, soalnya setiap mengambil sepatu, kaki kita akan diukur langsung di depan loket, jadi kita akan mendapat ukuran yang pas.
Petugas yang berjaga pun dengan sigap menunjukkan kami agar segera mengukur dan mengambil sepatu masing-masing. Aku yang masih cukup ingat prosesnya jadi menemani anak-anak untuk mengambil sepatu mereka satu per satu.




Oiya, sepatu ini bisa diganti juga ya kalau dirasa kurang enak. Aku dan suami pun sempat mengganti sepatu kami, karena saat meluncur kok rasanya ada yang kurang pas alias kurang seimbang. Benar saja, setelah mengganti sepatu, meluncurnya jadi lebih enak.
Kamar Mandi dan Mushola
Nah, di bagian sebelah kiri lebih dalam lagi, barulah terdapat loker-loker yang tadi aku sebutkan. Di belakang loker tersebut tersedia toilet dan bagian paling dalam ada mushola.
Jadi kalau mainnya memotong waktu sholat, kita gak perlu keluar Sky Rink dan bisa melakukan ibadah di dalam saja.

Bahkan kalau lagi main mau pipis atau buang air, kita juga gak perlu lepas sepatu dan bisa langsung ke toilet untuk buang air kecil/besar.
Soalnya lantainya memang dipasang karet, jadi enak untuk berjalan menggunakan sepatu ice skating ini ya.
Petugas yang Sigap dan Responsif
Hal yang paling bikin aku terkesan adalah soal pelayanannya.
Begitu kami selesai mengambil sepatu di konter, petugas yang ada di sana sangat responsif. Mungkin karena mereka melihat aku membawa rombongan anak-anak ya.

Tanpa perlu diminta, mereka langsung sigap menghampiri untuk membantu memasangkan sepatu ice skating anak-anak.
Memasangkan sepatu skating itu sebenarnya ada triknya, harus beneran kencang di bagian engkel biar anak-anak stabil saat berdiri di atas es. Kalau cuma aku sendiri yang pasangkan, jujur agak pegal dan kadang kurang kencang.
Tapi para petugas di sana sudah ahli banget, mereka memastikan kaki anak-anak aman dan nyaman sebelum masuk ke lapangan. Ini bantuan yang luar biasa buat aku sebagai ibu.
Responsivitas seperti ini yang bikin orang tua merasa tenang meskipun anak-anaknya dilepas bermain di tempat yang licin. Mereka benar-benar menjaga atmosfer bermain tetap aman untuk semua usia.
Tips Tambahan untuk Orang Tua yang Mengajak Anak Ice Skating
Buat teman-teman yang anak-anaknya baru pertama kali mencoba, saranku jangan langsung lepas tangan ya. Biarkan mereka berpegangan di pinggiran (railing) dulu selama 15 menit pertama buat merasakan sensasi es di bawah kaki mereka.
Kalau anak-anak masih merasa takut banget, mereka bisa memakai skating aid yang aku sebutkan di atas tadi. Harganya sekitar Rp90.000 – Rp100.000 per sesi.
Alat bantu ini sangat berguna buat menjaga keseimbangan dan membangun kepercayaan diri anak-anak sebelum mereka berani meluncur sendiri.
Tapi karena anak-anakku kebetulan sudah terbiasa dengan sepatu roda, mereka cuma butuh waktu sebentar saja buat adaptasi. Setelah itu, mereka langsung pengen eksplor ke tengah.

Tetap aku awasi sih, terutama untuk Nara. Dia masih minta gandeng papanya juga, padahal sudah bisa jalan sendiri, ihihi. Mungkin lebih karena takut tertabrak dari pemain-pemain yang sudah jago yang biasanya meluncur dengan kecepatan tinggi.
Kemudian jangan lupa untuk selalu memberikan semangat ke anak-anak meskipun mereka berkali-kali jatuh. Ice skating adalah latihan mental yang bagus buat mereka sih, belajar bahwa jatuh itu biasa, yang penting adalah gimana caranya kita bangun lagi.
Pengalaman ini benar-benar jadi highlight liburan akhir tahun kami kemarin sebelum kami melanjutkan perjalanan seru ke Bandung dan Garut.
Jadi, kalau kalian lagi bingung cari kegiatan liburan sekolah yang seru di Jakarta, main ice skating di Sky Rink Mall Taman Anggrek ini bisa jadi salah satu pilihan juga ya.
