Kepraktisan Membuat Semakin Profesional

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Acer, dengan penampilan yang lebih tipis dan ramping serta desainnya yang menawan itu, selain bisa semakin produktif kemana-mana, saya pastinya bisa lebih gaya dengan bawaan yang semakin praktis lho *eaa*.

Jadi kalau kemana-mana yah *yang berhubungan dengan pekerjaan*, saya harus membawa at least 2 tas yang sama besarnya. Satu untuk tas notebook beserta chargernya, satu lagi untuk bawa barang bawaan Naia. Belum kalau ada bawaan lain seperti tempat minum yang tidak muat di manapun, jadi harus bawa 3 tas deh. Kalau pergi berdua saja sama Naia kan jadi ribet karena tidak ada yang membantu membawa tas berat itu. 🙁

Apalagi saya pakai jilbab *lha terus hubungannya apa?*. Dengan bawaan yang banyak plus saya yang kalau kemana-mana mesti ngangkot karena tidak memiliki kendaraan ingin menambah jumlah mobil di jalan raya, baju dan jilbab saya terkadang bisa tertarik ke sana kemari untuk membetulkan posisi tas yang saya bawa. Jadi terkadang sudah berdandan rapi-rapi dari rumah, e belum sampai tempat yang dituju sudah berantakan lagi. Mau naik taksi juga kok ya agak sayang yaa kalau masih bisa dicapai dengan ngangkot, hihi. Dandanan jadi berantakan itu menyedihkan? Enggak juga sih, cuman ya gak enak aja, jadi gak keren gituh XP.

Dengan memiliki notebook yang lebih tipis dan lebih ringan, saya jadi tidak perlu lagi memisahkan tas pakaian dengan tas notebook. Ya karena notebook Acer Aspire E1-432 lebih tipis *30% lebih tipis dengan ketebalan hanya 25,3 mm*, pastinya lebih ringan dari notebook yang lain. Jadi kalau digabung menjadi 1 tas saja, berat dan ruang yang terpakai dalam tas tidak bertambah secara signifikan. Apalagi, Acer Aspire E1 series ini tidak meninggalkan fitur esensial berupa optical drive alias DVD-RW-nya. Jadilah saya tidak perlu lagi membawa-bawa DVD driver tambahan, makin praktis kan?, hehe #ngilerr

30% lebih tipis
perbandingan ketebalan

gambar dari sini

Kalau bawaan saya udah praktis dengan hanya membawa 1 tas saja, saya bisa makin terpercaya. Baju dan jilbab jadi gak tertarik ke sana kemari karena sering membetulkan letak tas. Dengan penampilan yang keren dan tidak berantakan itu, saya bisa menampilkan first impression yang baik saat bertemu klien.

Iya, first impression itu penting lho. Setidaknya hal pertama yang dilihat adalah penampilan bukan? Dengan berpenampilan rapi dan bersih, poin pertama akan kepercayaan tidak tercoreng 😀

Kalau penampilan sudah terjaga seperti itu, selanjutnya yang dilihat adalah senjata yang saya gunakan. Seperti telah saya sebut sebelumnya, senjata utama saya bekerja adalah notebook. Dengan notebook Acer E1 Slim Series yang canggih dan tampilannya yang elegan dengan 2 pilihan warna, piano black dan silky silver, saya jadi semakin terkesan keren profesional deh, hehehe. *nyengir puas*

gambar dari sini

Nah, first impression dan senjata canggih yang didapat dengan memiliki Acer Aspire E1-432, selain menambah kepercayaan diri, juga membuat praktis saat saya melakukan presentasi di hadapan klien. Karena ya, saya kan tidak bisa menebak kapan akan presentasi ditampilkan langsung melalui proyektor. Nah, kalau ujug-ujug saya diharuskan menampilkan presentasi di layar besar ya saya tidak usah capek-capek memindahkan datanya dulu ke komputer yang terhubung, tinggal hubungkan langsung saja proyektornya ke Acer Aspire E1-432 milik saya nanti *PD*. Semakin terlihat profesional kaan? *cling* #benerinkacamata

Oh iya, saya juga tidak perlu khawatir gambar akan pecah donk kalau ditampilkan di layar yang lebih lebar. Karena eh karena Acer Aspire E1-432  dilengkapi dengan HDMI port yang mampu menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar. Semakin praktis saja yah? #makinngilerdeh

Ah, dengan memiliki notebook Acer Aspire E1 series, saya baru membicarakan kepraktisan secara harfiahnya ya. Padahal, ada kepraktisan dari sisi lainnya lho.

Misalnya saja dalam hal melakukan pekerjaan sekaligus banyak alias multitasking. Saya itu punya kebiasaan tidak bisa hanya mengerjakan satu hal. Selagi ngerjain web tiba-tiba kepikiran ide untuk ditulis ke blog, ya secepatnya saya buka blog. Nah, kalau sudah ngeblog begitu biasanya saya juga butuh gambar, entah gambar dari internet atau gambar koleksi sendiri. Bekerja deh photoshop untuk mengedit-edit foto yang saya perlukan itu. Nah, Acer E1 Slim Series sangat memungkinkan saya untuk melakukan itu semua karena prosesor serta RAMnya sangat memadai sehingga tidak membuat notebook saya jadi lemot.

multitasking
ceritanya multitasking XP

Selain itu, dengan adanya memori yang cukup sangat banyak, akan sangat praktis kalau saya ingin menyimpan berbagai macam file, baik file-file office, multimedia, bahkan game sekalipun. Yaa berhubung saya suka nonton dan menyimpan foto dari kamera saya, jadinya kebanyakan file-file (film dan gambar) itu deh yang ngejogrog di tempat penyimpanan notebook saya. Film dan gambar memerlukan tempat yang cukup banyak kan? Terlebih lagi ditambah file-file mengenai kerjaan yang juga tidak kalah banyaknya. Nah, karena Acer Aspire E1-432 dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB, saya jadi merasa itu sudah cukup dan jadi tidak perlu membawa penyimpanan data tambahan lagi deh.

Kalaupun ada file yang harus dibagi dengan klien, saya tinggal langsung mengirimnya lewat email, karena bisa langsung terhubung dengan internet di tempat-tempat yang menyediakan wi-fi atau menggunakan kabel LAN (kabel sambungan internet). FYI, Acer Aspire E1-432 memiliki port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa converter apapun serta wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n. Kedua kelengkapan itulah yang memungkinkan mudahnya terhubung dengan internet. Praktis yah untuk bisa tetap online? #ngilermenjadi-jadi

Lalu bagaimana kalau sama sekali tidak memiliki akses ke internet? Saya masih bisa tenang kok, karena Acer Aspire E1-432 memiliki 3 port USB yang salah satunya USB 3.0, yang memungkinkan pertukaran data dengan sangat cepat. Jadi ya saya tinggal minta flashdisk klien aja tanpa pikir panjang dan tanpa takut akan menghabiskan waktunya untuk sekedar memberi atau bertukar data :D. FYI lagi ya, USB 3.0 memiliki proses transfer data yang 10x lebih cepat dibandingkan USB 2.0 lho.

Huah, membicarakan notebook Acer E1 Slim Series ini benar-benar membuat saya semakin ngilerr pengen punya. (¯﹃¯)

Bagaimana tidak? Selain kepraktisan dalam hal barang bawaan yang ditenteng saat mobile, Acer E1 Slim Series ini juga memberikan kepraktisan dalam hal pekerjaan serta kepraktisan untuk selalu online. Dan itu semuaa membuat saya bisa semakin keren dan gaya profesional, hihi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Inflasi Itu Nyata!

Hihi, contoh kecil banget yang menunjukkan kalau inflasi itu nyata. Naiknya harga roti tawar setiap tahun! XP

perubahan harga roti tawar
perubahan harga roti tawar

Dan saya tau persis kapan setiap perubahan harganya. Karena, karena… kan pernah saya posting juga kalau saya koleksi segel roti tawar itu di sini, hehehe 😀 Emang barang koleksi yang bener-bener gak penting sih ini, tapi jadi bener-bener ngerasain sendiri kalau inflasi itu nyata adanya.

Daan, tempat saya menyimpan sudah tidak memadai rupanya, harus sesegera mungkin cari kotak kecil lagi, hihi.

tempat yang sudah tidak memadai
tempat yang sudah tidak memadai

PLN Bersih Demi Indonesia yang Bersih

Beberapa waktu lalu saya dan suami berbincang mengenai susahnya hidup “bersih” di Indonesia. Pasalnya, saat itu saya dan suami baru saja membaca mengenai pembuatan SIM yang sangat dipersulit. Bayangkan saja, untuk bisa membuat SIM pada jalur yang benar, terkadang si pengemudi selalu gagal pada tes pertama dan harus mengulangnya berkali-kali *yang di percobaan pertama sudah lulus beruntung sekali*. Suami saya pun mengalaminya sendiri. Para orang awam yang tidak tahan akan repotnya akan langsung saja menuju ke petugas terdekat agar dipermudah dan dipercepat *bisa saat itu langsung jadi lho dengan memberikan sejumlah uang*.

Pun dalam instansi PLN. Kalau dilihat dari upaya PLN dalam membuat sistem pelayanan yang transparan, bisa disimpulkan kalau terkadang dalam pengajuan pasang baru, tambah daya, dan pasang sementara, pemohon memberikan “uang pelicin” agar urusannya cepat selesai dan tidak dipersulit. Tampaknya senjata yang harus dimiliki oleh semua warga adalah “uang pelicin” alias suap demi mempermudah dan mempercepat segala urusan.

Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN.
Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php

Hal tersebut rasanya sudah mendarah daging, sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Bahkan dalam pemikiran anak kecil yang baru mempelajari mana yang benar dan salah pun menganggap hal itulah hal yang benar. Maka, tidak heran saat mereka menyandang jabatan sebagai apapun suatu saat kelak, akan sangat mungkin terkena kasus suap dan korupsi serupa seperti kasus-kasus yang beredar sekarang. Itu karena yang mereka pelajari adalah suap dan korupsi itu bukan suatu kesalahan, melainkan suatu hal yang lumrah dan benar. Kalau ingin mudah dan cepat mengurus segala sesuatu, maka pergunakanlah uang untuk membayar pihak yang berwenang. *sediih melihatnya*

uang suap
uang suap

Gambar didapat dari sini

Saya percaya kalau setiap tindakan kita itu selalu diawasi oleh Tuhan, maka saya selalu ingin melakukan hal yang benar. Mulai dari pengurusan surat nikah yang sama sekali tidak memberikan uang tambahan selain tarif resmi *yang dipersulit dengan tidak adanya cap dari kantor KUA setempat*, sampai pembuatan KTP yang bebas biaya. Berharap pada pemerintah juga kok ya rasanya sia-sia saja karena ya itu tadi, sudah mendarah daging, generasi yang ada sekarang adalah generasi yang selalu menghalalkan segala cara demi pengurusan yang cepat, mudah, dan lancar.

Maka dari itu saya hanya ingin berharap pada diri sendiri saja dulu, pada pasangan, dan juga keluarga yang saya bentuk. Berharap lebih sih pada pemuda-pemuda seumur saya yang sudah menjadi orangtua agar mendidik anaknya dengan nilai yang benar, bukan nilai yang kebanyakan dianut masyarakat sekitar yang terkadang salah.

Tetapi harapan kosong pada pemerintah lambat laun mulai memudar. Mulai muncul secercah titik terang disaat satu per satu organisasi pemerintahan mulai berbenah. Mulai dari terkuaknya banyak kasus korupsi, kepolisian yang berbenah, hingga kelurahan-kelurahan yang mulai memasang tarif yang seharusnya di meja pelayanan demi mencegah pungutan-pungutan liar.

Begitupun saat BUMN semacam PLN mendeklarasikan instansinya ingin bebas dari korupsi dengan mencanangkan gerakan “PLN bersih“, no suap, no gratifikasi. Saat saya mengetahui gerakan “PLN bersih” tahun lalu melalui lomba blog yang diadakan *saat itu temanya harapanku untuk PLN*, tanpa berpikir panjang saya ikut serta demi mendukung gerakan PLN bersih itu.

lomba blog PLN 2012
lomba blog PLN 2012

Saya sangat antusias lho dengan siapapun yang terus menerus berusaha melakukan perbaikan tanpa terkecuali, termasuk PLN. Dan sebisa mungkin saya melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungan itu. Maka, saat tahun ini pun PLN mengadakan lomba blog lagi, saya sangat antusias ingin berpartisipasi lagi. Bukan apa-apa, saya hanya ingin menyebarluaskan perbaikan yang ingin dan terus menerus dilakukan oleh PLN. Hitung-hitung ikut menjadi salah satu dari empat pilarnya program PLN bersih juga lah dengan berpartisipasi 😀

Iya, PLN sampai membuat empat pilar demi melangsungkan gerakan PLN bersih. Ya salah satunya adalah partisipasi itu. Pilar-pilar lainnya adalah integritas (kualitas pegawai yang semakin baik), transparansi, serta akuntabilitas (pelayanan yang semakin responsif). Bisa dilihat di tentang PLN bersih.

Miris sekali saat lomba blog tahun ini dimulai terdapat beberapa orang yang memandang sinis PLN. Mereka bilang tidak akan mau ikut dan kalau mau lombanya diikuti oleh banyak peserta, perbaiki dulu layanannya. Saya hanya heran, terlepas dari listrik yang memang masih sering mati *saya percaya, dalam hal layanan pun PLN masih terus menerus berbenah*, mengapa niat baik menyebarluaskan gerakan PLN bersih disambut dengan pemikiran negatif seperti itu?

Padahal, kalau saja mereka tahu, PLN sudah selalu melakukan inisiatif dalam upayanya melakukan gerakan PLN bersih. Seperti membuat empat pilar yang telah saya sebut, bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII), juga menerapkan Good Corporate Governance (GCG), bahkan sampai membuat lomba blog seperti ini demi mendapatkan partisipasi dari semua masyarakat, khususnya blogger. Usaha yang sudah cukup banyak bukan?

Jadi, ayo donk kita sebagai blogger bersama-sama mendukung gerakan PLN bersih ini demi Indonesia yang bersih juga. Ya perubahan gak akan bisa berlangsung dengan cepat, diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengubah sesuatu yang tampaknya sudah mendarah daging, tidak ada yang instan istilahnya. Maka dari itu kita harus mendukung segala perubahan menuju kebaikan tersebut dengan cara kita masing-masing.

Mudah-mudahan saja gerakan semacam PLN bersih ini tidak hanya dilakukan oleh PLN saja, tapi semua BUMN dan instansi pemerintahan demi terbentuknya Indonesia yang lebih bersih lagi. Dengan begitu, saya jadi semakin optimis akan kemudahan hidup “bersih” di Indonesia nantinya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomb “Blogger Dukung PLN Bersih

Blogger Dukung PLN Bersih
Blogger Dukung PLN Bersih

Notebook Tipis Membuat Produktif Nge-Freelance

Sudah cukup lama saya memutuskan untuk tidak bekerja kantoran. Yaa, semenjak 1 bulan sebelum lahiran lah, itung2 ingin mendedikasikan diri untuk anak, hehe.

Nah, tapi saya di rumah juga gak mau benar-benar lepas dari kerjaan saya alias gak mau nganggur-nganggur banget laah XP. Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi freelancer aja, bisa dikerjakan dari mana saja tanpa mengurangi waktu interaksi dan kebersamaan saya sama anak. Berhubung pengalaman kerja saya sebelumnya di web consultant, jadilah saya nge-freelance sebagai web developer, menerima proyekan web secara lepas atas nama pribadi 😀

Dengan profesi sebagai web developer yang saya sandang, otomatis senjata utama saya dalam bekerja adalah notebook tercintah. Waktu masih bekerja kantoran, saya harus setiap hari membawa notebook saya ini ke kantor *walaupun harus sabar banget dengan beratnyah, huhu*. Apalagi kalau di jalanan macet dan di dalam bus saya tidak mendapatkan tempat duduk. Ya walhasil saya harus rela deh berdiri dan menahan berat beberapa kg di tas yang saya bawa. Maka dari itu saya excited banget waktu pertama kali lepas dari kerja kantoran alias nge-freelance.

ASpire-E1-432
senjata utama nge-freelance

Tapi dengan menjadi freelancer begitu, saya sebenarnya cukup sering pergi juga untuk ketemuan sama klien entah di mana. Waktu sebelum lahiran sih oke-oke aja bawa notebook saya yang cukup berat kemana-mana. Tapii setelah lahiran dan punya anak bayi, kok ya males yaa bawa-bawa notebook berat kemana-mana. Berhubung saya gak punya kendaraan pribadi dan gak punya pengasuh juga, jadi si bayi harus saya ajak doonk. Dengan mengajak bayi, bawaan jadi lebih banyak dan lebih berat karena selain harus membawa notebook, saya juga harus membawa perlengkapan tetek bengeknya anak saya dari baju, tisu basah, minum, sampai cemilan, huhu. Saat itu berpikir alangkah enaknya kalo punya notebook yang lebih ringan.

Untuk mensiasati bawaan saya yang berat itu akhirnya saya biasanya mengusulkan tempat ketemuan yang dekat rumah, atau malah di rumah saja sekalian, dan waktunya pun sehabis suami pulang kerja agar bisa ditemani suami. Alasannya ya itu tadi, bawaan saya terlampau berat kalau saya sendirian, huhu. Kalau ditemani suami kan bisa suami yang membawakan tas perlengkapan si bayi, hihihi.

Saya itu juga punya kebiasaan kerja dari tempat yang menurut saya enak. Bisa nongkrong di warung kopi atau di tempat makan yang ada hotspotnya biar ngirit biaya internet gak kerja dari rumah aja gitu, ganti suasana lah agar jauh dari kebosanan. Tapi dengan sambil membawa anak dan laptop yang cukup berat, ya saya mikir 2 kali deh untuk melakukan itu, hehehe.

Tapii keinginan untuk sering pergi keluar dan bisa kerja di tempat yang disuka kok ya masiiih aja ada, masih tersimpan rapat di hati gitu *halah*. Saya jadi masih sering kepikiran dan memimpikan notebook yang ringan dan tipis yang gak memberatkan saya kalau pergi kemana-mana.

Suami sendiri malah punyanya netbook yang ringan dan tipis, netbook Aspire 1 series,  yang masih setia dipake sampai sekarang *kok ya tebalik yak, saya yang kecil gini punyanya notebook yang gede dan berat, suami yang lebih besar punyanya malah netbook yang kecil :P*. Saya jadi penasaran, kok ya dia setia banget sama Acer? *sebelum punya netbook Aspire 1 series, suami juga punya notebook Acer*. Dan saya kepikiran pengen deh sekali-sekali punya juga notebook Acer.

Eeeh, pucuk dicinta ulam pun tiba. Beberapa hari lalu, saya baru tau kalau Acer baruu saja meluncurkan produk barunya berupa notebook yang tipis banget *30% lebih tipis dibanding notebook 14″ lainnya*, Acer Aspire E1series, saya jadi ngilerr banget mau punya biar saya bisa makin produktif.

Acer_E1 series
Acer_E1 series

Dengan bentuknya yang ringan dan tipis benar-benar membuat saya berpikir asiknya pake notebook Acer Aspire E1 series. Saya jadi bisa diajak ketemuan kapan aja dan di mana aja, serta saya bisa memupuk kebiasaan saya untuk kerja di mana aja selain di rumah tanpa harus merasa keberatan. *Udah cukup lah berat bawaan barang keperluannya Naia aja, jangan ditambah notebooknya yang berat doonk* #suarahati

Berhubung yang saya tahu itu kalau notebook semakin tipis semakin mahal, saya jadi membayangkan betapa mahalnya Acer E1 slim series ini. Tapi ternyata hal itu gak berlaku. Selain fiturnya yang juga masih lengkap untuk ukuran laptop setipis dan seringan itu, ternyata Acer Aspire E1-432 terbilang cukup murah, yaitu hanya Rp.4.749.000,- saja. Sangat terjangkau kan? Apalagi modelnya itu lho, elegan banget dan tersedia dalam 2 warna, Piano Black dan Silky Silver *pssst… yang membuat tampilannya elegan ternyata desain pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya*. #makinngilerr

2 pilihan warna Acer Aspire E1-432
2 pilihan warna Acer Aspire E1-432

Tiga tahun yang lalu saya membeli notebook saya ini dengan harga sekitar 5,3 juta *udah lama juga yak ternyata umur notebook saya ini*. Cukup jauh juga ya perbedaan harganya, apalagi notebook yang saya beli masih terbilang cukup tebal dan berat. Apalagi *lagi* dengan harga segitu, Acer memberikan kita notebook ringan dengan spesifikasi yang canggih. Spesifikasi yang dimiliki itu memungkinkan saya bisa multitasking (ini akibat prosesor Intel 4th Gen terbaru atau bisa disebut Haswell dan Ram 2GB yang bisa di-upgrade sampai 8GB), punya space data yang buanyak karena dilengkapi harddisk SATA berukuran 500GB, enak bertukar data karena terpasang DVD RW serta port USB, skype-an sama suami kalo lagi jauh-jauhan karena dilengkapi Webcam HD, juga  presentasi di depan klien dengan memasang kabel ke proyektor langsung di notebook saya kalau diperlukan *jaman sekarang masih ada loh notebook yang gak ada colokan ke proyektornya*. Selain itu, Acer memberikan garansi FULL 3 tahun (termasuk service dan spareparts) kalau membeli sebelum 31 Oktober 2013 ini. *Yaampun jadi makin ngilerr deh :P*

Semoga saja keinginan saya untuk punya Acer Aspire E1-432 ini bisa terpenuhi dalam waktu dekat *ngarepp* biar saya bisa makin produktif ngeblog kerja di mana saja, hehe. #ilernyaudahbleweran (¯﹃¯)

sumber gambar

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

Dari Atlet Sampai Web Developer

Itulah saya, ehehe.

Iya, dulunya saya atlet. Yaa, masih atlet daerah kok, belum sampai Nasional. Kejuaraan paling besar yang saya ikuti juga hanya sampai kejuaraan antar kota se-Indonesia *itu mah gak hanya yak*. Tapi sekarang saya itu ya web developer yang mantan atlet. Hehe, saya cukup bangga kok disebut mantan atlet. Itu artinya saya pernah berkontribusi dalam suatu kegiatan, dan hal itu sama sekali gak sia-sia. Karena kebanggaan datangnya dari dalam hati kan? hihihi. Kaya kalimat terakhir yang ada di CineUs Book Trailer:

Melelahkan sekali kalau kita terus mengejar pengakuan dari orang lain. Kepuasan itu datangnya dari sini *hati* bukan dari sana *pengakuan orang lain*

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=OoELIdmWSY8&w=360]

Sejak kelas 1 SMA hingga lulus kuliah saya cukup aktif di kegiatan beladiri, yaitu Kempo. Keaktifan saya di beladiri tersebut hingga membawa saya beberapa kali memenangkan kejuaraan, baik tingkat dojo (tempat latihan) maupun tingkat nasional (kejuaraan antar kota se-Indonesia), sampai akhirnya saya dipanggil untuk ikut pemusatan pelatihan se-DKI Jakarta (Pelatda DKI).

Medali yang pernah saya dapatkan
Medali yang pernah saya dapatkan

Nah, tapi akhirnya saya harus mengundurkan diri dari kegiatan itu. Kenapa? Karena saya ingin fokus pada tujuan saya waktu itu, ingin menjadi freelancer web developer *yang akhirnya sekarang tercapai, Alhamdulillah yah*. Iya, saya waktu itu punya tujuan baru karena menjadi atlet itu istilahnya hanya terbawa arus dan bukan tujuan utama saya, hehe *belagu amat yak*. Yaa, yang penting saat menjadi atlet maupun sekarang saya cukup bangga akan diri saya sendiri, karena masih bisa memberi manfaat ^^.

Iya, buat saya arti kebanggaan adalah disaat kita memaksimalkan kontribusi dan peran kita *alias bermanfaat* di manapun. Iya, di manapun, termasuk di dalam rumah. Psst, sekarang saya udah menjadi istri seorang Ilman Akbar dan ibu bagi gadis cilik bernama Naia lho XP

Di dunia ini ada dua hal yang harus diperjuangkan. Impian. Dan cinta.

Sesuai dengan kalimat itu, saya memperjuangkan mimpi saya untuk menjadi freelancer dan bekerja dari rumah dengan mengorbankan kegiatan ke-atlet-an saat itu, hehehe. Nah, untuk belajar dan melatih diri menjadi web developer, saya sempat bekerja di 2 perusahaan web consultant. Dari kedua perusahaan itu, saya dipercaya untuk membuat beberapa web yang sampai sekarang akhirnya saya letakkan dalam portfolio saya. Dari situ juga saya bangga, karena beberapa web yang saya buat sampai sekarang masih di-maintain, hihi.

istianasutanti.com
portfolio

Kebanggaan dimulai dari diri sendiri sih memang. Tapi alangkah lebih bangga lagi kan kalau hasil karya kita memberikan manfaat? 😀

Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba artikel #CineUsBookTrailer

Lomba Artikel CineUs Book Trailer
Lomba Artikel CineUs Book Trailer

Macaroni Saus Keju

Hari minggu kemarin saya bikin pasta lagi, hehe. Dan kali ini tetap bikin saus sendiri lagi donk. Tapi sayangnya lagi gak ada stok tomat, jadi gak bisa bikin saus tomat untuk Naia kaya waktu makan enak tempo hari, huhu.

Buka kulkas ternyata ada keju, saya jadi kepikiran saus keju aja buat Naia. Yaa, caranya palingan gak beda-beda jauh lah sama bikin saus tomat buat Naia, hihihi. Asli coba-coba saya kali ini, mengingat proses membuat saus tomat aja, lalu saya duplikasi. Cuman, ya kali ini tomatnya saya ganti keju.

Hasilnya, enaaak, hehehe. Naia gak mau disuapin waktu itu, jadi kita biarkan ia makan sendiri. Kebetulan pakenya macaroni yang spiral, jadi bisa dipegang sama dia.

Naia Makan Sendiri
Naia Makan Sendiri

Walaupun Naia gak abis karena emang porsi makannya dia yang super imut, saus kejunya tetap bisa dimanfaatkan. Keesokan harinya saya bikin aja roti panggang pake saus keju itu, dan rasanya nyambuung banget doonk *senyumpuas*.

Ah iya, saya tuliskan resep yang saus keju deh siapa tau ada yang mau bikin juga 😀

Bahan-bahan:

  • Keju, parut
  • Bawang putih ~kali ini saya pakai 1 siung~
  • Garam, sedikit saja
  • Kaldu ~ayam atau sapi~, kebetulan kemarin kaldu sapi
  • Larutan maizena
  • Isian ~bisa apa saja juga~, kebetulan kemarin isiannya itu daging sapi yang sebelumnya direbus untuk diambil kaldunya. sayang lagi gak ada stok sayuran, huhuhu 🙁

Cara masak:

  • Blender isian, bisa juga gak usah diblender kalau anak sudah bisa mengunyah
  • Tumis bawang putih sampai harum
  • Masukkan isian
  • Masukkan garam sedikit, jangan sampai terlalu asin
  • Tambahkan keju parut, aduk sampai tercampur dan butiran keju sedikit lebih halus
  • Tambahkan larutan maizena, tunggu sampai mengental, angkat
  • Selesai! :D

Sebenernya sih rahasianya ada di kaldu dan bawang putih. 2 senjata itu yang bikin saus jadi “berasa”, hehe. Saya juga sangat menghindari kaldu instan. Selain lebih enak kaldu buatan sendiri, ya pasti lebih sehat juga kan? 😀

Background Galau

Ahahah, bukan background-nya yang galau, saya-nya yang galau menentukan background apa.

Background blog loh maksudnya. Jadi kemaren ujug-ujug saya punya ide menghias blog saya yang sangat simple ini dengan nambahin sedikit background. Terus tanpa sengaja ~gak mungkin tanpa sengaja sih ya :P~ saya baca blognya mak shintaries tentang background gratis dari colourlovers. Langsung aja saya jalankan rencana saya untuk mengganti background.

Yak, browsing-browsing nemu 2-3 pattern yang disuka, cobain deh. Background pertama, gak sreg ah, keramean, kelihatan putus-putus. Background kedua, gak sreg juga ah, tema warnanya gak sesuai sama tema warna blog saya ~pengalaman sebagai web developer, ribet yak nyari2 background pas gini, harus sesuai semua-muanya :D~. Bakcground ketiga, passs, saya sukaa warnanyaa (sebelumnya sih ngedit warnanya di colourlovers itu dulu baru didownload, hehe), oke pakai yang ini.

Tapi udah pakai background yang terakhir selama sehari, eh hari ini akhirnya memutuskan gak jadi pake background. Biar sajalah polos begini, lebih simple, lebih bersih, lebih enak diliat, hehehe. Sama kaya orangnya yang polos gini #eh

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Yak, berhubung saya lumayan suka belanja online dan sehari-hari juga memang melakukan transaksi jual beli, jadi saya harus paham apa saja hak dan kewajiban sebagai konsumen. Dengan kata lain, saya harus jadi konsumen cerdas paham perlindungan konsumen.

Know Your Rights
Know Your Rights

Menurut Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK), Hak-hak Konsumen antara lain:

  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
  4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
  6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu hak kita adalah adanya perlindungan konsumen dari pemerintah, khususnya dari kementrian perdagangan Republik Indonesia, demi menciptakan perasaan yang aman terhadap transaksi jual-beli.

Kementrian Perdagangan
Kementrian Perdagangan

Pemerintah telah berupaya banyak lho demi melindungi konsumen yang ada di Indonesia dan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen. Contohnya saja, seperti yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bersama dengan Kepala Bareskrim POLRI Irjen Pol Sutarman pada akhir Januari 2013 lalu. Mereka menandatangani Nota Kesepahaman yang disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan terkait peningkatan penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen dan metrologi legal di Tanah Air.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian yang juga selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S. Slamet tentang Kerjasama Pengawasan Barang Untuk Produk Non Pangan, Pangan Olahan, dan Pangan Segar.

Upaya pemerintah pastinya tidak terbatas hal tersebut di atas saja, masih banyak lagi usaha lainnya demi meningkatkan kenyamanan konsumen dan kepastian konsumen akan perlindungan hukum. Undang-undang perlindungan konsumen pun sudah ada sejak tahun 1999.

Undang-undang perlindungan konsumen no. 8 th. 1999

Dari hal di atas, kita sebagai konsumen harusnya sudah memiliki perasaan aman untuk melakukan transaksi jual-beli di negara Indonesia tercinta ini :D. Tapiii, jangan dengan yakinnya kita akan dilindungi, kita jadi melupakan kewajiban kita sendiri sebagai konsumen ya.

Kewajiban sebagai konsumen pun sudah diatur sedemikian rupa dalam undang-undang. Berikut ini merupakan kewajiban-kewajiban konsumen yang harus dipenuhi sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen.

  1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
  2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
  3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
  4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Paham akan hak dan kewajiban merupakan salah satu cara kita untuk menjadi konsumen yang cerdas. Selain memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, kita juga perlu banget teliti sebelum melakukan transaksi jual beli.

Teliti sebelum membeli itu penting banget biar kita gak terjebak dengan produk yang tidak kita inginkan :). Nah, ada 10 hal yang bisa dijadikan panduan nih sebelum konsumen melakukan transaksi jual beli (menurut ketua YLKI, Taufik husni). 10 hal tersebut antara lain:

  1. Cari dan bandingkan informasi (mengenai harga, merek, spesifikasi produk, layanan purna jual). Dalam kasus saya, suami pernah ingin membeli HP android dan dia benar-benar membandingkan beberapa produk mengenai spesifikasi, merk, harga, serta kecanggihannya dari berbagai situs.
  2. Dapatkan saran dari pihak lain (mengenai teknis, cara pakai, pengalaman menggunakan merek tertentu dari teman atau   saudara). Kalau di langkah ini, saya dan suami biasanya baca-baca pengalaman yang udah pernah beli produk yang kita incer biar lebih sreg atau tercerahkan kalau ternyata produknya gak worth it  😀
  3. Simpanlah bukti tertulis (mengenai kartu garansi, dsb, serta ke mana akan mengadu apabila terdapat masalah pada barang atau jasa yang dikonsumsi). Saya sih menyediakan tempat khusus untuk menyimpan kartu-kartu garansi, kuitansi pembelian, dsb sehingga mudah dicari.
  4. Kenali hak Anda dan lakukan langkah yang benar (apabila masalah tidak selesai, laporkan kepada lembaga konsumen atau pemerintah terkait). Hak yang udah saya sebut di atas tadi yaa.
  5. Kontrol diri Anda saat membeli produk (beli hanya apa yang Anda butuhkan, buat daftar belanja). Kalau belanja bulanan termasuk gak yaa? :P. Prinsip saya dan suami Alhamdulillah sama, jadi kita membeli barang yang benar-benar kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Sayang kan uangnya kalau ternyata barang yang kita inginkan dan terbeli malah gak bermanfaat? 😀
  6. Jangan ragu membeli produk lokal.
  7. Biasakan membaca label produk. (yang berisi kandungan bahan, masa kadaluarsa, dan petunjuk penggunaan). Biasanya sih produk makanan, yaa biar kita tau halal enggaknya. Kalau produk yang bukan makanan ya biar tau sudah memenuhi persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia) atau belum 😉
  8. Beli dari sumber yang terpercaya (hindari rantai distribusi yang panjang atau dari perusahaan yang tidak dikenal melalui internet). Hihihi, berhubung saya malah lebih banyak beli lewat internet, saya punya cara sendiri memastikan transaksinya aman dan terpercaya. Biasanya sih saya menilai dari CSnya, yang responsiflah yang saya percaya, hehe.
  9. Laporkan langsung setiap komplain yang ada. Bener nih, harus dilaporkan sesegera mungkin biar masalahnya gak berlarut-larut.
  10. Lindungi generasi mendatang (dengan membeli produk daur ulang, gunakan isi ulang dsb).
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Jadi, jika disimpulkan, menurut saya pribadi konsumen yang cerdas adalah konsumen yang paham akan hak dan kewajibannya serta selalu berhati-hati sebelum melakukan transaksi.

Nah, definisi resminya sendiri, konsumen cerdas adalah konsumen yang kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang/jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibannya.

Dengan menjadi konsumen cerdas, kita jadi paham akan perlindungan konsumen kan? 😀

Selamat menjadi konsumen yang semakin cerdas dan paham perlindungan konsumen yaa 😉

Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas
Lomba Menulis & Kontes SEO 2013 – Konsumen Cerdas

Sumber lain:

YLKI

Buletin Metropolis

Game Seru dari Running Man

Hihihi, lagi demen banget nontonin running man malah jadi dapet inspirasi game-game seru yang bisa dimainin sama anak nanti 😛

Mau dicatet di blog biar inget dan ~mungkin~ bisa dijadikan inspirasi juga buat yang baca 😀

  1. Petak umpet. Udah biasa sih, tapi yang bikin gak biasa itu di running man bukan 1 orang jaga dan sisanya ngumpet, tapi bikin 2 tim, tim yang satu nyari tim yang ngumpet. Nah, tim yang ngumpet ini gak sekedar ngumpet, tapi menjalankan “misi”. Misinya sih terserah bisa apa aja, bisa nemuin boneka ~kaya di running man eps 7~ atau apa aja. Di running man, banyak episode yang main petak umpet ini, terutama episode awal2 😀
  2. Sambung kata. Kalo ini cuma salah satu permainan kecil di running man, kalo gak salah sih di episode 11. Peraturannya satu orang nyebutin satu kata dan orang berikutnya nyebutin kata yang lain tapi pake suku kata terakhir orang pertama. Misal: Kata-Takut-Kutilang-Langsung-dst
  3. Role Game. Yang ini permainan peran. Kaya jadi tukang jualan ~jualan di pasar atau penjual makanan gerobak kecil, terus jadi karyawan, dst. Salah satu episode yang ada permainan peran kaya gini di episode 37 dan 96 (guestnya Park Ji Sung).

    Running Man Episode 37
    Running Man Episode 37
  4. Detektif2an ~apa nama bagusnya yak?, penyelidikan lah pokoknya~. Kalo yang ini ada di episode buanyak banget, haha. Jadi, ada episode yang salah satunya jadi spy (mata-mata) yang lainnya harus nemuin petunjuk siapa mata-mata itu sebelum dia mengeliminasi yang lainnya, ada di episode banyak, haha *gag apal* :P. Ada juga yang salah satunya jadi penjahat dan menjalankan misi + eliminasi pemain lainnya dan yang lainnya harus caritau siapa kriminal itu tanpa ada hint ~kaya di episode 51-Thailand dan 62-China.
  5. Kekuatan super. Heheh, sebenernya menentukan yang terkuat, tapi masing-masingnya dibekali “kekuatan super” yang cuma bisa dipake 1x. Contohnya di episode 74. Baru banget nonton kemaren dan menurut saya episode ini paling seruu, hahaha. ~Eh, tapi yang ada kekuatan supernya ada lagi sih di episode 96 (main bola pake kekuatan super)

    running man episode 74
    Running Man Episode 74

*Kalo nemu lagi tambahin lagi aaah 😀

Heheheh, baru banget keranjingan nonton running man dan baru segini game yang bisa diinget. Makin gak bisa berenti nontonnya karena liat banyak game yang nanti bisa dimainkan sama anak 😛

Babies

Last Sunday, my husband and I was watching this movie. It is a documentary movie that shows you the life of four babies around the world. There are Ponijao from Namibia (which in my opinion living the wild life, hihihi), Bayar from Mongolia, Mari from Japan, and Hattie from California.

Babies
Babies

For me, it’s an interesting movie considering we already have a baby too. We were so into it because we ~sort of~ could feel their parents feelings, how happy we were when she/he was born and how happy we are watching them growing everyday 😛

MariPro Margonda, Depok

Foto Keluarga
Foto Keluarga

Berhubung kemarin kita foto keluarganya di sini ~mariPro Margonda~, saya cuma mau sharing pengalamannya aja ya. Ini kumpulan twitnya adik ipar saya semalem, pas dia lagi kesel-keselnya, hihihi.

Enjoy 😉

chirpstory
chirpstory

Sebenernya ini pelajaran juga sih buat kita. Ya pelajaran buat kita, pelajaran juga buat si pelaku bisnis ~dalam hal ini MariPro~

Buat kita, pelajarannya adalah, sebelum deal harus bener-bener ditanyain sampai detail banget.

Kesalahan kita kemarin itu kan karena gak nanya juga yang dikasih di CD nanti itu semua foto atau cuma yang dicetak makanya jadi kesel begini. Tapi, kita ga nanya hal itu karena berasumsi semua studio foto akan memberi copy-an foto yang mereka ‘jepret’ walaupun yang mau dicetak hanya beberapa. Soalnya pengalaman saya selama ini, di semua studio foto yang pernah saya datangi memang begitu sistemnya. Sebelumnya saya dan keluarga saya pernah foto keluarga 2x pun begitu, mereka ngasih copy-an semua fotonya ke kita walaupun yang dicetak cuma 1.

Buat si pelaku bisnis, harusnya mereka menjelaskan selengkap-lengkapnya kan yang bakal didapet si pelanggan itu apa aja.

Kalau kaya begini, menurut saya bukan infonya yang abu-abu, tapi malah gak lengkap. Karena mereka cuma menjelaskan foto 25x + 4x dicetak 5R + 1x dicetak 14R dan diframe + dapet CD foto. Mereka berasumsi pelanggannya akan mengerti CD foto yang didapet itu berisi hanya foto yang akan dicetak.

Guys, coba baca "Liburan Musim Dingin ke Jepang? Saya Mauu Melakukan 5 Aktivitas Wisata ini!" juga ya. Mohon bantuan untuk ngeshare postingan tersebut. Terima kasih ;)

Oh, ada 1 pelajaran lagi, jangan mengandalkan asumsi. Baik untuk kita maupun untuk si pelaku bisnis.

Eh, tapi beneran recommended banget loh ini MariPro buat hasil fotonya. Baguuusss… Adik ipar saya pun bilang begitu kan? heheh.

PLN Penerang Nusantara

Pada tahun 2010, saya pernah membaca CEO notes pak Dahlan Iskan yang berjudul “Resiko Dihujat” ketika beliau masih menjabat sebagai Dirut PLN. Yang paling tertanam saat itu ialah ceritanya mengenai petugas yang sedang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah kegelapan malam yang berhujan.

Oke, mungkin gambarnya gak pas ya, hehe 😛

Kala itu, setiap di rumah saya terjadi pemadaman (kalau kata kami sih mati lampu :D), kami sekeluarga hanya bisa menghujat PLN. Tidak puas dengan hanya menghujat, kami pun selalu menghubungi PLN meminta kejelasan kenapa terjadi pemadaman dan sampai kapan pemadaman akan berlangsung.

Saat itu sama sekali tidak terbersit dalam benak saya bahwa mungkin saja terjadi kerusakan yang sangat sulit diperbaiki atau bahwa mungkin saja di luar sana petugas PLN sedang berupaya sekuat tenaga dan bersusah payah memperbaiki kerusakan yang ada.

Sejak membaca postingan tersebut, saya langsung merasa bersalah dan berpikir apabila yang sedang memperbaiki listrik di tepi jurang yang dalam dan di tengah hujan lebat seperti itu adalah keluarga saya, betapa sedih dan terharunya saya. Dan saya pastinya tidak akan serta merta menyalahkan dan menghujat PLN setiap kali ada pemadaman.

Ada satu lagi yang teringat juga sampai sekarang, yaitu semangat pak Dahlan Iskan dalam membuat PLN lebih terkenal dari Bandara Soekarno-Hatta.

Saya harus membuat PLN lebih terkenal daripada bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian kalau suatu saat ada mati lampu lagi di Bandara Soekarno-Hatta, orang tidak lagi menghujat PLN.

Dahlan Iskan

Dalam benak saya, terkenal di sini bukanlah sekedar terkenal, namun terkenal karena PLN berhasil bangkit dan menjadi perusahaan BUMN yang bersih dari korupsi serta kinerjanya sangat cemerlang.

Ya, semangat membara seperti itu tercermin dari tulisan dan hasil kerjanya.

Beliau menjadikan tulisannya sebagai bahan renungan dalam pedoman perilaku yang digunakan untuk dokumen pendukung diterapkannya Good Corporate Governance (GCG).

Bebaskan Indonesia dari kegelapan,

Bebaskan konsumen dari keluhan,

Bebaskan warga PLN dari cap yang hina ini:

Cap sebagai sarang korupsi

Cap sebagai pengemis subsidi

Penghisap uang negeri

Dahlan Iskan

GCG merupakan tata kelola suatu perusahaan secara baik. Dengan kata lain, GCG merupakan sistem dan cara suatu perusahaan dikelola dengan benar dan bersih. Sistem tersebut menyangkut berbagai aspek dan merupakan salah satu upaya dalam menjadikan perusahaan bebas dari korupsi.

Sampai saat ini, upaya PLN dalam menerapkan GCG sudah cukup baik dan transparan. Bukti ketransparanannya adalah disebarkannya dokumen-dokumen pendukung GCG dalam situsnya: http://www.pln.co.id/?p=6498. Dengan begitu, yang menjadi pengawas dalam penerapan GCG nantinya bukan hanya jajaran direksi PLN sendiri, melainkan semua yang membaca serta yang mempelajari dokumen tersebut.

Harapan saya? Pasti ada, apalagi untuk pemasok listrik negara seperti PLN ini. Namun, harapan saya tidaklah secemerlang harapan pak Dahlan Iskan juga bukanlah harapan yang muluk-muluk. Saya hanya berharap agar komitmen serta semangat PLN dalam menerapkan GCG akan terus terjaga. Jajaran direksi, staff, serta karyawannya dapat bertindak sesuai dengan pedoman perilaku yang telah dibuat dan disepakati.

Dan, saya juga terus berharap agar lebih banyak lagi karyawan-karyawan serta pemimpin-pemimpin berdedikasi seperti petugas yang memulihkan tiang listrik di bibir jurang yang dalam di tengah malam yang berhujan tersebut dan seperti pak Dahlan Iskan selaku mantan Dirut PLN.

Yap, harapan tersebut saya buat agar PLN dapat terus menjadi penerang nusantara kita ini dan menjadi sumber pelita di tengah kegelapan negeri ini 🙂

iPad Dari BCA

Alhamdulillaah saya bisa menang lomba BCA blog competition – Berbagi cerita bersama BCA dan berhasil dapet iPad 2. Terima kasih banyak yaa BCA 😀

iPad
iPad

Jadi, ceritanya waktu pertengahan bulan Juni suami saya ngasih tau saya ada kompetisi blog dari BCA yang deadline-nya masih sampai 1 juli 2012. Dan berhubung saya suka ngupdate blog, dia nyuruh saya buat ikutan. Awalnya sih saya bingung mau nulis apa, tapi Bismillah deh buat ikutan.

Akhirnya setelah liat-liat syarat dan ketentuan kompetisinya dan liat2 website BCA yang baru ~btw, kompetisi blog BCA ini diadakan dalam rangka peluncuran websitenya~, jadilah tulisan Rumah Impian – Berbagi Cerita bersama BCA dan saya beranikan buat dikirim 😀

Rumah Impian – Berbagi Cerita bersama BCA
Rumah Impian – Berbagi Cerita bersama BCA

Nah, pengumuman pemenangnya itu tanggal 26 Juli 2012. Hari itu saya sama sekali lupa kalau ada pengumuman BCA blog competition, jadilah saya menjalani hari seperti biasa 😛 Tapi begitu saya buka blog saya, ada komentar di postingan yang saya ikut sertakan di kompetisi blog ini. Daaan, komentarnya itu:

komentar
komentar

Kaget sekaget-kagetnya saya *lebay*. Tapi beneran saya kaget, gak percaya. Ya emang saya gak percaya gitu aja sih, tapi begitu ngecek ke situs BCAnya dan ngeliat pengumuman resminya di sini dan di sini bukan main senangnya saya, Alhamdulillaaah, hehe. Langsung saat itu juga saya telpon suami sambil loncat-loncat kegirangan di rumah *untung ga ada yang liat* 😛

Tapi saya bingung karena belum dapet pemberitahuan apa-apa secara langsung. Tertulis mereka akan menghubungi sih, jadi yaudah saya tunggu sajah. Sore hari akhirnya pihak panitia menghubungi saya dan ngasih tau apa yang harus saya lakukan selanjutnya.

Setelah urusan ini-itu selesai, iPadnya siap dikiriim, yeay. Saya lumayan gak sabar juga tuh nunggu iPadnya karena dari pemberitahuan iPadnya siap dikirim hari Kamis sampai hari Kamis berikutnya belum datang juga. Tapi Alhamdulillahnya hari Jumat, 10 Agustus 2012 akhirnya sampai, horeee.

Paketnya iPad
Paketnya iPad

Teruus, kenapa sekarang saya baru cerita di blog padahal iPadnya sampenya udah 1 bulan lalu? Hum, tadinya mau dijadiin 1 postingan, tapi kepanjangan kayanya. Saya pisah saja lah 😀

Sekarang… Marii kita lanjut berusaha sekuat tenaga mewujudkan rumah impian kita..!!! Yosh..! cc @ilmanakbar ^^

iPad dari BCA
iPad dari BCA

Foto Miniatur

Kemarin saya iseng-iseng ngedit foto, stok foto saya yang lama sih. Dan saya lagi pengen nyobain caranya buat ngejadiin sebuah foto tampak kaya foto miniatur.

Mulailah saya mencari tau gimana cara mengedit foto biasa untuk dijadiin foto miniatur. Ternyata gak sulit-sulit banget sih *sombong* tergantung foto dasarnya dan tergantung ngeditnya. hehe

Saya juga belum jago2 amat, namanya juga baru belajar. Tinggal bikin stok foto yang banyak dan yang pas aja anglenya biar bisa dijadiin foto miniatur jadi saya bisa banyak latihan deh 😉

Ini hasil foto yang saya edit itu, udah mirip miniatur belum yak? 😛

Miniatur Taman Ria
Miniatur Taman Ria

Ikutan Oriflame

Hehe, ini dia postingan terpisah lanjutan dari postingan ini.

Saya akhirnya ikutan oriflame ~lagi~. Kenapa lagi? Karena dulu (mungkin sekitar tahun 2005 atau 2006an) saya udah pernah ikutan oriflame. Waktu itu alasannya simple, biar bisa beli produk-produk oriflame lebih murah sekaligus dapet untung dari ngejualin produknya.

Waktu itu saya sama sekali gak peduli tentang bisnisnya. Masa bodoh sama bisnisnya, yang penting saya beli dengan murah dan jualan, hehe. Tapi, begitu saya udah bosen dan males ngejualin ya selesai gitu aja, gak dilanjutin sama sekali.

Terus, kenapa sekarang gabung lagi?

Terus terang aja, saya orangnya anti banget sama MLM. Bener-bener males banget denger namanya apalagi kalo diprospek, haduuuuh males banget. Saya lumayan punya beberapa pengalaman tentang penawaran MLM, mulai dari MLM obat, suplemen, sampe pembalut.

Dulu saya gak tau kalo oriflame itu MLM makanya ikutan gabung dan satu-satunya alasan saya gabung ya kaya yang saya sebutin di atas tadi. Sekarang udah tau tapi tetap ikut gabung karena saya bukan mikir MLMnya, tapi mikir bisnis jualannya.

Ya, salah satu cara saya belajar bisnis juga dengan melihat gimana bisnis penjualan yang bisa besar banget kaya oriflame ini. Dari yang saya perhatiin, ada beberapa alasan kenapa bisa besar gitu.

Yang Jual Produk Ini Gak Jualan Sendiri

Bayangin aja, ngejual barang dan dijualin oleh banyak banget orang. Kalau jualan sendiri hasilnya udah lumayan, apalagi dijual oleh lebih banyak orang, hasilnya pasti lebih besar.

Saya ngeliat yang paling atasnya lho ya, yang bikin produk ini dan ngejual pertama kali, bukan jaringan2 yang udah ada. Jaringan-jaringan yang udah ada kan intinya ya membantu jualannya yang jualan Oriflame 😛

Pinter juga ya idenya, dengan nyuruh orang jualan juga, barangnya pasti bakal dibeli oleh lebih banyak orang. Ya pastinya yang berjualan itu dikasih keuntungan dengan dapet potongan harga. Ya setiap reseller atau tangan kedua kan pasti dapet keuntungan langsung dari potongan harga itu.

Omsetnya Jadi Besar Banget

Oke, omset memang bukan segalanya, yang penting kan profitnya. Tapi yang namanya jualan barang itu kan setidaknya profit atau keuntungan bisa beberapa puluh persen (10%-30% kali ya) dari omsetnya.

Nah, yang saya tau, dari 1 jaringan aja mereka udah dapet omset 18 milyar. Itu baru 1 jaringan di Indonesia. Bayangin aja, jaringannya udah banyak banget kan di seluruh dunia, bukan cuma di Indonesia aja.

Nah, kalo alasan pribadinya sih ada beberapa juga.

Pertama, Oriflame Masih Bertahan Sampe Sekarang

Saya mikir, oriflame beda ama MLM2 yang ada itu. Dulu saya gabung waktu kantor pusat Oriflame di Jakarta itu masih di daerah Bulungan. Nah, begitu lewat beberapa tahun sampe sekarang, oriflame tetap ada dan kantor pusatnya malah jadi lebih besar di daerah Sudirman.

Artinya, ya oriflame bisa bertahan dibanding MLM2 lainnya. MLM yang dulu memprospek saya begitu saya cari tau lagi udah entah kemana namanya, hehe.

Mungkin tupperware juga begitu, sampe sekarang bisa bertahan juga, tapi saya rasanya lebih bisa jualin produk-produknya oriflame daripada tupperware 😛 ~kaka saya ikutan tupperware dan hasilnya lumayan juga tuh.

Kedua, Oriflame Ngasih Keuntungan Buat Banyak Orang

Dari bertahun-tahun itu, Oriflame tetap ada karena orang-orangnya masih aktif dan yang masih aktif itu karena berarti terbukti Oriflame ngasih keuntungan buat mereka. Saya sih mikirnya begitu, hehe. Dan emang pernah ketemu orang yang beneran ngerasain keuntungan langsungnya sih.

Ke depannya kepengen juga punya bisnis yang ngejual produk gitu dan yang ngejual ya banyak orang gitu juga. Tapi saya masih bingung, bentuknya harus MLM kah? Gak adakah bentuk yang lain tapi bisa dijual oleh banyak orang dan ngasih keuntungan ke banyak orang itu? ~jujur aja masih males denger MLMnya 😛

Pokonya intinya sih bisnis yang bisa ngasih keuntungan ke banyak orang sekaligus ningkatin keuntungan bisnisnya. Kepengen banget..!!

~Punya suami yang setiap harinya mikir dan ngomongin bisnis melulu, jadi begini deh 😛