Saya sebetulnya dari dulu punya masalah di rambut. Rambut saya ini kering banget gitu, makanya pengen diiket terus biar gak terlihat keringnya. Sempet gak PD sebetulnya dulu saat jaman SMP dan satu sekolah sama gebetan. Rasanya pengen nutupin rambuut mulu. Eh, tapi bukan ini ya alasan saya akhirnya memutuskan untuk berjilbab xp. Saya sih memutuskan berjilbab karena ngeliat kakak-kakak saya nyaman banget pake jilbab dan udah panggilan hati aja gitu, jadi gak mau menunda saat akhirnya kesempatannya datang 😀
Waktu ketemu sama suami pertama kali, saya udah berjilbab donk. Makanya sampai benar-benar sah, suami baru deh bisa melihat rambut saya. Saat suami pertama kali melihat rambut saya itu, saya melihat sedikit ekspresi kekagetan di mukanya. Ya beda banget kali ah pakai jilbab dan gak pakai, ya kan ya? hehehe.
Karena saya udah menikah yang artinya saya harus menjaga perasaan suami, saya jadi lebih peduli deh terhadap penampilan. Yang tadinya saya cuek banget, make up gak pernah, perawatan rambut seadanya, pakai baju juga yang itu-itu doank, setelah menikah saya malah makin mau mencoba ini itu yang berhubungan dengan perawatan ujung rambut sampai ujung kaki badan sendiri.
Kadang banyak yang terbalik yah, sebelum menikah selalu menjaga banget penampilannya. Eh, tapi setelah menikah malah masa bodoh, hehe. Saya sih mikirnya, masa sebelum menikah kita selalu perpenampilan rapi dan cantik di depan pasangan tapi setelah menikah malah mau semaunya? Kan enggak, hehe. Ini prinsip saya lho ya, setidaknya ini salah satu upaya saya untuk menjaga cinta suami ke saya 🙂
Karena cinta itu dinamis, gak bisa berhenti di satu titik, kita tetap harus mengusahakan cinta itu tetap ada
Salah satu upayanya ya dengan merawat diri deh. Jaman sekarang emang banyak banget kan ya yang bisa mendukung kita tetap bisa merawat diri di rumah? Termasuk perawatan rambut 😀
Saya rasanya tuh sudah hafal dan nempel banget di kepala kalau Qwords adalah perusahaan hosting dan domain terpercaya. Yaa rasa percaya ke Qwords bisa dibilang udah kaya ke sahabat sendiri gitu deh, hihi. Emang kenal juga sih sama yang punya makanya bisa percaya banget kayak gitu, haha. Iya, saya dulu sempet dikenalin sama “bos”nya Qwords, Rendi Maulana. Dia itu teman suami saya, sesama enterpreneur dan sesama blogger gitu deh. Jadi ya percaya banget pakai layanannya.
Suami sih pernah ngerasain beberapa layanan hosting lain, tapi akhirnya setia sama Qwords karena beberapa alasan. Alasan pertama sih karena itu tadi ya, kenal personal dengan yang punya dan yang membesarkan Qwords. Alasan lainnya ya terkait layanan serta kualitas Qwords itu sendiri donk. Kira-kira beberapa poin ini yang jadi alasan lainnya. Oiya, suami saya pemilik anakUI.com btw. *numpangpromosi* *siapataukepo* xp
Saya semangat banget deh tiap kali ada kesempatan untuk belajar, apalagi rame-rame kayak gini. Sebetulnya sih saya juga dateng di #ArisanIlmu perdana bulan November lalu, tapi kali ini saya juga pengen banget ikutan. Berhubung udah beberapa kali ketemu dan lumayan banyak ngobrol dengan mamanya Diana ini, jadi saya excited buat ikut serta. Awalnya sih agak kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum sebagai peserta (padahal slot pesertanya lebih banyak yak, tapi ya yang mau ikutan juga lebih banyak lagi, haha). Tapi beberapa hari sebelum hari-H saya dihubungi langsung sama ketua arisannya, mak Widy Dharma kalau ada peserta yang tidak bisa hadir, dan saya yang berada di waiting list ini bisa menggantikannya. Alhamdulillah yah :3
Nah, kalau di Arisan Ilmu perdana tema yang diangkat adalah Branding Trough Social Media, kali ini temanya adalah Etika Job Review oleh mak Isnuansa Maharani. Walaupun saya telat setengah jam, tapi tetep donk saya nyatet di twitter lewat livetwit, hihi. E gak taunya livetwit ini dipantau lagi sama mbak Thia. Dan 3 orang yang livetwit mendapat kejutan dari IDBlognetwork. Saya salah satu yang dapet voucher deh 😀
Livetwit Berhadiah
Langsung aja ya, ini nih beberapa ilmu etika dalam mengerjakan job review yang kemarin berhasil saya ekstrak, muahaha.
1. Menerima job yang sesuai
Sesuai dengan apa? Dengan kesan blog yang kita buat selama ini. Misalnya saja, dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita termasuk orang yang tidak merokok dan bahkan membenci mereka yang merokok. Tapi, begitu ada tawaran yang cukup menggiurkan dari perusahaan rokok besar langsung kita terima. Wah, langsung jatuh deh kesan yang kita timbulkan selama ini, malah bisa mengakibatkan pembaca jadi tidak percaya lagi dengan apa yang kita sampaikan lewat blog.
So, make sure ya kalau yang memberi kita job review adalah mereka yang memang sesuai dengan kesan yang kita buat selama ini ^^
2. Beri label atau kategori khusus
Kalau yang ini sih lebih etika untuk pembaca ya. Saya sedikit banyak sudah melakukan ini sih, terutama untuk tulisan yang diikutsertakan dalam lomba blog atau tulisan review suatu produk. Dengan begini, pembaca nantinya tidak akan terjebak dan tidak jadi berpikir “yaah, ujung2nya iklan deeh” karena sudah jelas dari awal kita beri label 😉
3. Tidak menulis untuk 2 brand berbeda namun berada pada bidang bisnis yang sama secara bersamaan
Tidak ada larangan untuk menerima job dari 2 brand yang berbeda namun berjalan di bisnis yang sama sih. Tapi hal itu bisa dilakukan asal tidak dikerjakan dalam waktu bersamaan ya. Alangkah kita tidak menghormati brand yang sudah membayar kita itu dengan menerima tawaran dari brand lain kan? Tapi biasanya sih ini memang diatur dalam surat kerja sama yaa.
Misalnya saja dengan menerima tawaran dari 2 merk pospak berbeda dalam bulan Januari ini. Menurut saya sendiri sih gak etis dan jadi gak menghormati si pemberi job review yaa 🙂
4. Tanya secara detail segala hal mengenai perjanjian sebelum menandatangani surat kerja sama
Nah, ini penting banget! Jangan sampai kita nantinya terjebak sendiri atau melanggar hal yang diatur dalam perjanjian karena kita tidak teliti membaca atau tidak mengetahui kalau ada peraturan mengenai hal yang kita langgar tersebut. Poin ini terhitung wajib sih menurut saya 😀
5. Buat laporan tertulis
Setelah kita menandatangani surat kerja sama, berikutnya kita ya mengerjakan kewajiban kita donk ya. Entah itu menulis 1 postingan saja, atau menghadiri event, atau keduanya. Setelah kita melakukan kewajiban tersebut, jangan lupa juga untuk memberi laporan tertulis kepada pemberi job agar terlihat seberapa besar pengaruh yang berhasil didapat dari memberi job review pada kita.
6. Menunggu bayaran
Setelah menyelesaikan semua kewajiban kita pada job review, pastinya kita berhak donk atas kompensasi yang telah disepakati. Nah, kompensasi ini biasanya berupa bayaran uang. Dan biasanya bayaran tersebut juga hampir tidak tepat waktu, alias suka molor #ups. Tapi, tetap ya kita harus bersabar dan menunggu saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sering bertanya bayarannya akan dibayarkan kapan. InsyaAllah pasti dibayar kok kata mba Thia mah. Oiya, mbak Thia ini adalah karyawan IDBlognetwork yang biasa “mengincar” blogger-blogger untuk diberi job review loh, jadi deket2 deh sama beliau yah, hihi.
Tapi, biasanya kata mak Isnuansa, bayaran itu diterima 45 hari setelah kita menunaikan kewajiban kita, malah bisa jadi 2 sampai 4 bulan, jadi betul-betul harus sabar yaah.
Beruntung banget deh saya bisa ikutan 2x gini di Arisan Ilmu, heheh. Jadi bisa dapet ilmu tambahan dan jadi ada bahan tulisan buat blog deh. Dan di kedua arisan tersebut adalah kesempatan me-time buat saya, jadi keuntungannya berganda deh, hihi. Di sana saya juga akhirnya ketemuan langsung sama mak Myra Anastasia, yang blognya jadi inspirasi buat saya dalam mengasuh anak, hihi. Alhamdulillaah, jadi penutup tahun yang menyenangkan.
Buat saya ngeblog itu harus bermanfaat, harus memberi “sesuatu” kepada pembaca. Walaupun pembacanya mungkin kita sendiri dan orang-orang terdekat yah, wekekek.
Sebetulnya prinsip ini juga saya terapkan saat saya mendeklarasikan diri untuk bisa memberi manfaat lebih banyak lagi kemanapun dan siapapun. Dan sikap saya yang berniat untuk bisa memberi manfaat itu baru saja didapat di tahun 2009-2010. Sebelumnya kemana? Sebelumnya kayanya saya sibuk aja sama diri saya sendiri, ceritanya mah mau meningkatkan kualitas diri gitu. Padahal mah ya untuk meningkatkan kualitas diri, ya harus bisa memberi manfaat juga kan yah? hehehe.
Saat itu saya mulai berpikir ulang untuk mulai memberdayakan blog saya ini. Mulai mau menulis hal-hal positif dan bermanfaat. Ya bukan manfaat yang gede-gede banget juga sih. Prinsip saya mah mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang (iya, iya, ini prinsipnya AA Gym, gapapa donk yaa kalo ikut2an :D). Jadi ya mulai dari tulisan aja.
Pun saat saya hadir di suatu event blogger dan menuliskan reviewnya. Saya bener2 gak mau nulis “sekedar”nya saja. Saya mau apa yang saya dapat di event itu saya bagikan juga ke pembaca blog, kalau bisa malah saya tambahkan sedikit ilmu dari apa yang pernah saya baca atau saya lihat. Semoga itu termasuk ke menebar manfaat yah, hehe.
Makanya saya suka lamaaa banget saat menulis suatu postingan. Belum lagi kegalauan saat membuat intro suatu tulisan, bisa bikin 2-3 draft deh kalo kayak gini xp Bikin tulisan aja kok dibikin ribet yak. Saya gak mau salah menyampaikan soalnya, haha. Walaupun gak jarang juga akhirnya ada typo dimana-mana setelah publish. *getokpala*
Alhamdulillah sudah ada beberapa postingan yang memberi manfaat balik ke saya. Manfaat itu berupa rejeki tambahan, hihi. Yang kayak gini biasanya hasil mengikuti lomba blog atau event review. Yang paling berkesan sih tulisan saya yang menang juara 2 lomba blog BCA di tahun 2012 dan juara 2 lomba blog Mommychi yang saya tulis di awal tahun 2014 ini.
Semoga tahun-tahun berikutnya saya bisa lebih banyak lagi memberi manfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, juga lingkungan. Hal itu bisa didukung oleh saya yang harus lebih banyak belajar kan yah? Semoga kesempatan belajar bisa dan akan terus selalu ada setiap hari. Aamiin.
Sebetulnya, minggu ini saya sedang tidak enak badan dan ragu untuk bepergian kemanapun. Tapi, minggu lalu saya sudah mendaftar untuk mengikuti event blogger dalam acara grand opening 2nd store JYSK di Pluit Village tepat pada tangga 11.11. Tanggal cantik sayang kalau dilewatkan dan berdiam diri saja di rumah, hihi.
Akhirnya saya ikutan aja deh. Awalnya sempat ragu karena tempatnya begitu jauh di Pluit sana, naik apa saya ke sana apalagi bawa-bawa Naia, huhu. Tapi, JYSK berbaik hati menyediakan antar jemput di FX. Malah menyediakan makanan ringan untuk sarapan juga. Naia gak berhenti makan selama perjalanan ke sana, hihihi. Sudah begitu, di sana dijanjikan akan ada kids corner agar kami-kami yang membawa anak ini bisa semakin tenang mengajak anak. Tapi, berhubung saat sampai di sana acara belum dimulai, Naia bosan kalau hanya berdiam diri. Jadilah saya mengajaknya berjalan-jalan sedikit dan bertemu “badut” a.k.a maskot JYSK. Yap, Naia sangat senang dengan badut, tiap kali melihat badut ia pasti mau mendekati bahkan berfoto.
Foto Bersama Maskot JYSK dengan Raufa
Sebelum acara akhirnya dimulai Naia sudah bisa saja ajak duduk tenang. Dan, hal itu tidak disesali sih sepertinya sama dia, soalnya acara ini diawali dengan pertunjukan classical magic show. Naia sampai berdiri saking seriusnya ngeliatin itu pertunjukan sulap, hahaha.
Pesta blogger di tahun 2010 yang lalu, tanggal 30 Oktober 2010 kalau tidak salah, merupakan event yang paling berkesan. Berkesan karena saya sedang berproses (baca: merencanakan pernikahan) dengan calon suami saya *yang sekarang sudah sah menjadi suami xp* yang kebetulan seorang blogger juga dan pendiri anakUI.com. Saat itu kami janjian untuk datang ke sini dengan memakai warna baju yang sama-sama kami sukai, warna biru. 😀
Di event ini juga saya baru tau kalau sepupu saya, mas Heru (Aris Heru Utomo) adalah ketua blogger bekasi. Taunya juga karena beliau maju untuk mewakili komunitas blogger bekasi untuk menerima penghargaan Blog Komunitas Wilayah Terbaik *ngerasa kudet banget deh jadinya, heu*. Mengetahui suami dan sepupu adalah blogger yang cukup aktif dan bermanfaat bagi lingkungannya, membuat saya semakin semangat ngeblog dan semakin gak mau kalah memberi dan menyebarkan manfaat lewat blog.
Selamat #HariBloggerNasional!!
Semoga kebermanfaatan blogger makin besar ke depannya. Aamiin ^^
Saya ngeblog udah lama juga ya, dari tahun 2006 euy. Tapi, baru akhir-akhir ini aja, kayanya baru setahunan terakhir, ngikut acara-acara blogger yang lumayan rutin. Gak rutin juga sih, ya kalau ada event aja. Tau info event-event tersebut juga gara-gara saya masuk komunitas Emak-emak blogger. Alhamdulillah yah, makasih banyak loh KEB 😀
Biasanya sih setelah mengikuti acara tersebut saya tulis reviewnya di blog. Bukan kewajiban sih, ya hanya memenuhi rasa tanggung jawab aja. Lha brand2 atau institusi ngadain acara blogger dan ngundang blogger buat apa? Ya buat ditulis sama blogger itu kan? Biar mereka makin terkenal di dunia maya, hehehe. Jadi saya merasa bertanggung jawab aja gitu buat menulis review acara-acara tersebut. Simbiosis toh. Apalagi kalau konten acara yang dibawakan memang sesuai dengan hati saya, wah tambah merasa bertanggung jawab buat menyebarkannya lewat blog deh. Mereka udah memberi saya pengetahuan lebih serta terkadang hadiah yang cukup lumayan, saya memberi mereka nama baik di dunia maya deh 😀
Tapi dari sekian event blogger yg saya datangi itu, ada 1 hal yg saya amati, khususnya buat para brand yang emang menjadikan acara blogger begitu sebagai salah satu upaya peningkatan atau promosi diri di internet ya. Kalau ternyata:
Memang yah setiap keluarga punya pengaturan keuangan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki penghasilan hanya 4,5 juta saja tapi sudah mampu membeli kendaraan bahkan rumah (sebut saja keluarga A). Tapi ada juga yang memiliki penghasilan 9 juta per bulan masih saja belum mampu membeli rumah bahkan dengan mencicil (yang ini yaa keluarga B lah yaa :P). Apa yang membedakan keduanya? Salah duanya sih jelas gaya hidup dan kebutuhan yang dimiliki. Keluarga B punya kebutuhan lebih banyak dengan memiliki 2 orang anak sedangkan keluarga A baru memiliki anak 1.
Tapi.. Ada 1 lagi yang membuat mereka berbeda. Keluarga A lebih pintar mengatur keuangan serta mau berusaha melalui jalan apapun *yang halal pastinya* untuk menambah penghasilan mereka. Penghasilan sampingan utamanya sih jual beli properti yang keuntungannya memang besar. Tapi dengan keuntungan yang besar seperti itu kalau tidak diatur dengan baik tetap saja akan habis begitu saja kan? Jadi, hal terpenting yang membedakan kedua keluarga ini adalah dalam pengaturan keuangan. Keluarga A jauh lebih bijak dalam mengatur keuangan mereka. Setiap kali mereka mendapat penghasilan lebih, sebagian uang itu akan diputar lagi untuk mendapat keuntungan lebih dan sebagian lagi ditabung hingga akhirnya mereka mampu membeli kendaraan layak serta rumah tinggal.
Seperti telah saya ceritakan di sini, saya punya proyek tahunan berupa membuat album foto. Album foto tersebut melambangkan umur pernikahan saya dan suami. Dan yap, jumlah album foto tersebut nantinya sesuai dengan umur pernikahan kita, hihi. Iya, memang proyek yang iseng banget, tapi saya memang suka banget memotret dan mencetaknya. Rasanya ada yang kurang saja kalau foto-foto yang kita hasilkan hanya “ngejogrog” di laptop atau komputer. Suatu saat, bukan tidak mungkin kan seluruh file-file foto kita menghilang. Emang itu worst case-nya sih, tapi yaa intinya saya memang suka melihat-lihat foto momen-momen tertentu, terlebih saat beberapa tahun nanti kita melihatnya kembali. Foto-foto tersebut akan membawa ingatan dan memori kita ke saat momen dalam foto itu terjadi. Dan itu rasanya menyenangkan aja, brings back memory gitu deh, hihihi.
Dan, setelah 1 tahun lebih saya punya “hutang” karena belum menyelesaikan album yang kedua, akhirnya sekarang sudah selesai, bahkan sampai album foto yang ketiga pun sudah saya selesaikan, horray! (^^)/
Kalau beberapa bulan lalu saya sudah membicarakan acara-acara favorit saya yang ada di Net TV, sekarang acaranya nambah lagi, hihi. Yaa, berhubung acara ini juga baru muncul sih, sekarang malah baru sampe episode 28 dan tayang setiap hari Sabtu-Minggu jam 18.30 malam. Sudah tau serial apa? Yaa, dari judul juga udah tau kalii XP
Iyes, “Tetangga Masa Gitu?”. Ini serial lucu deh. Gak komedi-komedi banget sih, tapi cukup menghibur. Menghibur saya dan suami sih khususnya. Nah, suami tadinya gak aware tiap kali saya ngomongin ini. Tapi, 2 minggu terakhir malah dia yang keranjingan nonton. Terlebih karena ada si Chelsea Islannya -_- Etapi dia emang lucu imut gitu sih, haha.
Tersebutlah ada dua pasangan suami istri tetanggaan. Yang satu baru saja menikah, yaa mungkin 1 bulanan laah. Yang lainnya sudah 10 tahun menikah. Yang lucu adalah, si Adi (suami dari pasangan 10 tahun menikah) ini sering belajar bagaimana caranya bersikap romantis pada Bastian (si suami dari pasangan baru menikah).
Nah, berhubung kita gak ada TV, kita jadinya nonton dari YouTube deh, hihihi. Di situ ada channelnya tersendiri, lengkap loh dari episode 1. Jadi, sekarang saya dan suami kalo mau menghabiskan waktu santai yang tidak begitu lama, tinggal nonton Tetangga Masa Gitu aja, hihi.
Sebenernya ada 1 lagi sih serial yang lucu. Judulnya “Keluarga Masa Kini”. Kalau yang ini menceritakan keluarga yang unik gitu deh. Walaupun sama-sama lucu, tapi saya gak bisa bercerita banyak, karena jarang-jarang nonton ini, lebih kepincut sama Tetangga Masa Gitu soalnya, hehe.
Terkadang saat menjelang tidur, kami suka menceritakan Naia kisah-kisah apa saja. Bisa dongeng, bisa membacakan buku yang Naia punya, bisa juga ngarang sendiri. Lumayan, memancing imajinasinya Naia menjelang tidur gitu, siapa tau tidurnya bisa lebih nyenyak plus mimpi indah.
Nah, kalau kita mau bercerita gitu tetapi lampu kamar sudah dimatikan *yes, kita tidur dengan lampu mati*, biasanya kita menyalakan lampu satu lagi yang lebih temaram. Lampu tidur gitu istilahnya. Lampu tidur yang kami punya itu walaupun untuk menghidupkan dan mematikannya mudah, cukup sentuh saja, tapi karena bahan rangkanya terbuat dari besi serta lampunya bukan lampu LED, jadi saya cukup takut juga kalau-kalau Naia kena setrum atau panas lampu tidur. Karena jujur saja, Naia senang sekali memainkan lampu itu. Bahkan kalau saya dan suami sudah sangat mengantuk, tapi dia masih mau main, dia memilih memainkan lampu itu. Sayanya kan jadi gak tenang dan gak bisa tidur -_-
Sejak menikah dengan Ilman Akbar, saya sudah punya keinginan untuk mencetak foto-foto kenangan kita bersama seiring waktu berlalu. Salah satu proyek tahunan hidup saya adalah dengan adanya album foto di setiap tahun pernikahan. Jadi, umur pernikahan kita bisa dilihat dari berapa banyak album foto yang kita punya, hehe. Pastinya setelah dikurangi album foto saat menikah yaa 😀
Nah, di tahun pertama kemarin, saya suksess merealisasikan keinginan saya itu dengan baik. Alhamdulillah saya mengetahui ada salah satu studio foto yang sedang melakukan promo sehingga membuat album cetak jadi lebih murah. Mulai deh saya mengumpulkan foto sejak awal menikah sampai kira-kira foto tahun pertama menikah.
Yap, ini judul buku Teenlit karangan teman saya, Annisa Ihsani. Salah satu buku yang gak bisa ditutup sekali dibuka. Walaupun saya menyelesaikannya selama 2 hari juga sih, itu juga karena terpotong bermain sama anak. Untung esok harinya suami libur, jadi saya bisa melanjutkannya sampai habis dan menghilangkan rasa penasaran, hehehe.
Judul: Teka-Teki Terakhir
Karangan: Annisa Ihsani
Tahun: 2014
Rating: 5/5
Sinopsis
Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.
Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.
Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya…
***
Saya ikut senang saat buku pertama karangan teman saya ini dicetak oleh penerbit ternama sekelas GPU (Gramedia Pustaka Utama). Dari ceritanya, dia hanya mengirim 1 kali saja ke penerbit dan langsung diterima. Wow banget kan? Begitu ada di toko buku, gak pake mikir 2 kali lagi deh untuk beli ini.
Suatu hari, datanglah para Dinosaurus ke kehidupan Naia. Mereka berwarna-warni dan bermacam-macam jenisnya. Ada yang makan daging, ada juga yang makan tumbuhan. Ia senang sekali karena mendapat teman baru. Bahkan hampir setiap hari para Dinosaurus itu diajak menemani mandi, sesi paling santai baginya. Hal itu menandakan kalau mereka sangat penting untuk hidupnya.
Tapii… Kok ya para Dinosaurus ini malah menyerang Naia yaa?
Naia jadi sebel dan marah pada mereka. Tapi, Naia gak bisa berbuat apa-apa, karena dia bingung harus melakukan apa terhadap mereka. Walhasil ya tetap saja Naia mengajak mereka bermain saat mandi. Baiknya kamu nak *ciuum*
Lalu, tiba-tiba datanglah kandang mainan yang diberikan oleh yangtinya. Tepatnya, teman dari yangti sih. Kandang mainan itu adalah semacam goodie bag dari cucunya yang berulang tahun ke-1. Mungkin Naia berpikir, “wah, bisa nih digunakan untuk mengurung para Dinosaurus itu kalau mereka nakal, hihihi.”
Daan, benar saja, dia memasukkan para Dinosaurus itu ke kandangnya dan keadaan jadi aman dan damai deh untuk Naia karena tidak lagi diserang oleh mereka. Hahaha
ODOJ, atau One Day One Juz. Yap, begitu denger juz-nya udah tau kan ini apa? hihi. ODOJ ini adalah program yang berisi sekumpulan orang-orang yang bersemangat menyelesaikan satu juz Al Qur’an setiap harinya. Mereka lalu membuat group di whatsapp, setiap grup terdiri dari 30 orang, yang setiap orangnya kebagian satu juz. Jadi, sebisa mungkin group itu mengkhatamkan Al-Qur’an deh setiap hari 😀
Gerakan ini cukup serius lho. Terbukti dari terpusatnya kepengurusan, website yang sudah dibuat dan launching yang sudah direncanakan, yaitu pada 11 Mei 2014 nanti di Masjid Istiqlal.
Dalam pemikiran saya waktu pertama kali denger program ini, “waah, hebat banget yaa, banyak banget orang yang bisa baca Al Quran 1 juz setiap hari. Saya? seumur-umur gak pernah deh, di bulan Ramadhan aja gak kekejar bisa khatam, apalagi hari biasa. Beraaat bok”. Maka pupuslah niat untuk masuk group ini. Iya, karena saya merasa keberatan sangat dengan satu juz setiap harinya. Lha wong baca Al Qur’an aja jarang, sukur-sukur dapet 2 lembar setiap harinya.
Bener-bener gak terpikir kalau saya mau-maunya daftar atau gabung di group ini. Tapi tiba-tiba, sekonyong-konyong, dalam group lain yang saya ikuti ada seorang teman mencari satu peserta wanita yang mau ikutan ODOJ karena di groupnya kekurangan satu orang. Entah kenapa rasanya hati ini terpanggil untuk akhirnya mencoba mengikuti program ini. Yasudahlah, saya bilang deh ke temen saya itu. Tapi ternyata groupnya sudah penuh, telat sayah 🙁
Tapi akhirnya saya bisa masuk ke group selanjutnya, horee.. Dan hasil dari tempaan di group itu adalah semangat saya masih terjaga sampai saat ini, Alhamdulillah. Semoga selalu terjaga dan istiqomah, Aamiin
Nah, ada yang bilang kalau yang ikut ODOJ ini terkesan riya dan munafik. Riya atau tidak, munafik atau tidak, saya percaya semua itu kembali pada niat pribadi masing-masing.
Niat awal melakukan kebaikan yang tidak tulus masih lebih baik lho dibanding orang yang malah sama sekali gak mau melakukan kebaikan itu 😀
Jangan meninggalkan amal krn takut tdk ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripda tdk beramal sama sekali.
Nah, beramal atau melakukan kebaikan sambil meluruskan niat jauh lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. Bahkan niat awal yang tidak tulus bisa berangsur-angsur pudar lho, tergantikan dengan keasikan melakukan kebaikan itu dan jadi terasa mengganjal kalau tidak melakukannya lagi. Bukankah dengan begini dia sudah mencapai tahap ikhlas melakukan kebaikan itu? Benar-benar perlu pembiasaan diri saja! 😉
Saya pribadi sih sampai saat ini tetap memandang group ini sebagai sarana pengingat dan penjaga semangat. Bukan hanya semangat saya, tapi juga semangat orang-orang lain yang ingin selalu mengamalkan kebaikan dengan membaca Al Qur’an dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan itu. Bukankah berlomba-lomba dalam kebaikan itu adalah perintah langsung dari Allah SWT?
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ
Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. (QS Al- Baqarah : 148)
Nah, buat yang mau berlomba-lomba dalam kebaikan juga, bisa banget kan mulai dengan ikutan ODOJ? Bisa daftar di sini lho 😀