Long Distance Relationship

#FamilyTalk #15: Gak Sanggup LDM

Baca #FamilyTalk lainnya juga ya!

Tema ini sebenernya udah pernah ditulis sih sama Icha, tapi begitu sayanya yang sekarang semangat mau nulis ini, kebetulan Icha mau lagi, yasudah deh yaa 😀 Soalnya beneran bingung sama orang yang sanggup banget LDM, walau memang berjuta alasan juga sih ya, terutama keadaan yang membuat mereka terpaksa LDM, huhuhu.

Okeh lah langsung aja #FamilyTalk kita minggu ini tentang saya dan Icha yang gak bakal sanggup ngejalanin LDM.

Baca punya Icha di

Saya Masih Takut LDR

Continue reading “#FamilyTalk #15: Gak Sanggup LDM”

Tahun Baru Rumah Baru?

[Sponsored]

Alhamdulillah yah kalau di tahun baru ini punya rumah baru, hihihi. Saya walau 2 bulan di rumah yang sekarang, tetap terhitung baru kan yaa? hehe. Iyain aja deh yaa, nyenengin bumil xp

Dan saya udah pernah cerita juga kan yaa rumah idaman saya itu kayak gimana. Yang sekarang hampiiir banget memenuhi semua kriteria rumah idaman yang saya inginkan. Tinggal kurang 1 lagi ajah, eh 2 deng. Rumahnya belum milik saya dan tipe rumahnya bukan yang minimalis gimanaa gitu, hehe. Mau banget sih renovasi rumah yang ini, karena udah cocok banget ama daerahnya. Tapi ya rumah bukan punya sendiri kan ya gak bisa seenaknya edit sana edit sini kan yaa. Jaah, bahasanya jadi edit, renov maksudnyah, huee.

Baca juga: Rumah Impian Continue reading “Tahun Baru Rumah Baru?”

#FamilyTalk 12: Cita-cita yang Tertunda

#FamilyTalk #12: Cita-cita Yang Tertunda Karena Anak

Memangnya ada? Buat saya ada, haha. Dan kayaknya buat sebagian yang udah punya anak bakal ngerasain ya ada banyak atau beberapa hal yang tertunda karena kehadiran anak itu. Baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja kayaknya sama-sama mengalami ini. Seenggaknya udah 2 contohnya, saya dan Icha, hahahahaha.

Baca seri #FamilyTalk lainya

Makanya begitu diajakin ngomongin hal yang tertunda ini sama Icha, saya juga langsung setuju dan langsung deh berkelebatan di kepala apa-apa aja hal tertunda itu, yang ternyata lumayan banyak juga yaaa xp

Baca curhatan Icha di sini:
Cita-cita yang Tertunda Karena Anak

Continue reading “#FamilyTalk #12: Cita-cita Yang Tertunda Karena Anak”

#FAMILYTALK #11 - Menerima Kekalahan

#FamilyTalk #11: Karena Kalah itu Belajar

Akhir-akhir ini ya, Naia itu kompetitif banget deh, apa-apa “menang Naia”, apa-apa balapan. Terus kalo kalah sebel sendiri, kesel sendiri, baper sendiri hahaha. Tapi mah kalo udah kalah gitu, biasanya saya besarkan hatinya dengan kata-kata “Eh, Naia hebat lho tadi udah mandi sendiri walaupun kalah sama mama yang nyuci piring” *mandi aja dilombain waktunya, cepet-cepetan sama saya yang nyuci piring xp*. Pokoknya, tiap kali dia mengalami kekalahan, saya sebutkan kehebatan dia saat mengerjakan hal yang dilombakan itu tadi. Gitu-gitu deh. Karena saya mau, yang ada dalam pikiran Naia itu bukan “kalah”nya, tapi sikap “berjuang”nya. Dan ya kalah menang itu biasa, menang sukur, kalah ya gondrong (eh, emang rambut xp)

Baca juga: Cara Berjuang

Continue reading “#FamilyTalk #11: Karena Kalah itu Belajar”

#FamilyTalk #9: Kenapa Semua Ibu Harus Sama?

Woohoo, udah masuk seri ke 9 ajah ternyata ya #FamilyTalk saya dan Icha ini. Hihi, seneng sih karena kita berdua bisa menulis dengan topik yang sama namun pandangan yang berbeda.

#FamilyTalk 1#FamilyTalk 2 | #FamilyTalk 3 | #FamilyTalk 4
#FamilyTalk 5 | #FamilyTalk 6 | #FamilyTalk 7 | #FamilyTalk 8

#FamilyTalk #9 - Kenapa Semua Ibu Harus Sama?

Baca punya Icha di sini:
Karena Setiap Ibu itu Berbeda

Kali ini mau ngomongin sedikit mengenai ibu-ibu yang biasanya diharuskan “sama”. At least buat saya yang memperhatikan kultur kita selama ini yaa, kayaknya terkesan memaksakan semua ibu harus begini semua ibu harus begitu gitu. Ya kayak misalnya ibu terbaik itu harus jadi ibu rumah tangga, atau homeschooling pilihan paling bagus dan semua ibu harus melakukan itu, gitu gitu lah. Pada paham kan ya maksudnya apa, hee. Dan yes, lagi-lagi postingan kali ini isinya curhat aja, wihihi. Continue reading “#FamilyTalk #9: Kenapa Semua Ibu Harus Sama?”

#FamilyTalk #6 - Jangan Dulu Menikah Kalau

#FamilyTalk #6: Jangan (Dulu) Menikah Kalau…

Waah, udah seri ke 6 sekarang yaa. Dan minggu ini kami mau ngomongin masalah pernikahan lagi, wehehe. Tapi bukan dari persiapan gedung, catering, dan sebagainya dan sebagainya loh ya. Kita mau ngomongin kalau menikah itu perlu dipikirkan masak-masak, gak bisa ujug-ujug situ seneng saya seneng yuk lanjut nikah 😀

Baca: Menikah harus Siap Mental Continue reading “#FamilyTalk #6: Jangan (Dulu) Menikah Kalau…”

#FamilyTalk #4: Calon Suami dan Poligami

Beberapa hari lalu Icha ngeshare video yang suksess bikin saya mellow dan galau pagi-pagi (gak tau kenapa mesti galau, biar rhymes aja sih mellow dan galau xp). Karena apa sodara-sodara? Karena video itu ternyata adalah curhatan seorang wanita yang sudah setahun lebih dipoligami dan memutuskan untuk menyerah T__T. Buat laki-laki mungkin video tersebut biasa aja ya (soalnya suami saya dikasih tontonan itu biasa aja katanya T_T). Tapi buat wanita, apalagi yang sedang hamil kayak saya, hal itu bikin kita yang nonton sediiihh dan ikut merasakan bagaimana perasaan si pembuat video.

So, lahirlah topik pembicaraan #FamilyTalk kami minggu ini, “Calon Suami dan Poligami”.

#FamilyTalk #4 - Calon Suami dan Poligami

Baca punya Icha di sini ya:

Calon Suami dan Poligami

Bukan, kami bukan mau membicarakan hukum poligami dan seluk beluknya, terutama secara agama. Da kita mah apa atuh, gak punya cukup ilmu untuk ituh. Kita cuma kepikiran aja kalau hal ini juga termasuk salah satu pertimbangan kita dari sejak memilih suami. Soalnya kata-kata JG, suaminya Icha, ada benernya juga sih, “Biarlaahhh, kan dia sendiri yang pilih suaminya.” Buat saya yang dengernya, JG jahaaat…! huhuhu. Tapi setelah dipikir lagi, iya juga ya. Jadi, sebaiknya hal beginian ya diomongkan sejak memilih suami itu sih ya. Menurut kami, kira-kira pertanyaan-pertanyaan ini patut ditanyakan ke calon suami terkait poligami sebelum menikah 😀 Continue reading “#FamilyTalk #4: Calon Suami dan Poligami”

Bahagia Itu Bersyukur

Kalau bisa dibilang, apa rahasia buat jadi bahagia, saya akan jawab bersyukurSeriously, you have to be grateful to see what you’ve had now. Then, you realize how many that you have. Then, you’re gonna be happy. Gak habis-habis kalau kita bersyukur saat bahagia saja karena ya gimana mau bahagia kalau gak bisa melihat hidup ini indah, gimana mau bahagia kalau gak bisa bersyukur?

Apa  yang dipunya sekarang terasa kuraaang terus kalau yang dicari itu bahagianya duluan, bukan bersyukurnya duluan. Walau jujur, emang bersyukur itu suliiit sekali, terlebih saat kekurangan. Mengatur keuangan rasanya udah dag dig dug dari awal bulan, cukup atau enggak. Kalau bersyukur dan bisa menerima apa yang ada, insyaAllah akan cukup terus, entah dari mana saja datangnya rejeki tambahan itu.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat, & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

-Salim A. Fillah-

Baca: Masalah Rizky

Continue reading “Bahagia Itu Bersyukur”

#FamilyTalk #3: Jawaban Saya Sebagai Stay At Home Mom

Yuhuu.. Ketemu lagi di #FamilyTalk, minggu ini udah minggu ketiga aja ih, dan mau ngomongin hal yang masih berhubungan dengan minggu lalu. Yang masing-masing kita ngomongin betapa gak sanggup di keadaan yang berkebalikan. Saya yang gak sanggup jadi Working Mom atau Icha yang gak sanggup jadi Stay At Home Mom. Jadi, ceritanya ini jawaban saya tentang apa yang dituduhkan Icha di postingannya minggu lalu. Belum baca yang minggu lalu? Iiih, basi iih, baca nih cepetan! 😀

#FamilyTalk #2: Me on Working Mom | #FAMILYTALK: Me on Stay At Home Mom

#FamilyTalk #3

Icha bilang, dia gak sanggup jadi stay at home mom karena beberapa hal. Nah, ini jawaban saya satu per satu mengenai hal-hal itu yaaa. Anyway, baca jawaban Icha juga ya di sini:

#FAMILYTALK Jawaban Saya Sebagai Working Mom

1. Ibu Rumah Tangga Gak Suka Bekerja

Bukan berarti jadi stay at home mom gak suka kerja juga sik, saya tetep suka ada hal yang dilakukan selain kerjaan rumah. Berasa penting dan bermanfaat aja gituh *uhuk*. Tapiii, Continue reading “#FamilyTalk #3: Jawaban Saya Sebagai Stay At Home Mom”

Menyiasati Kebiasaan yang Bertolak Belakang

Kebiasaan yang Bertolak Belakang

Hai kalian yang belum menikah, jangan dikira menikah itu enak lho! Wihihi, enak kok enak. Tapi tetap bersiap juga dengan keadaan yang gak enak banget. Ya kita kan belum pernah satu rumah kan sama yang belum nikah, jadi jangan kira saat perkenalan itu sudah mengenal luar dalamnya dan segala kebiasaannya ya. No, no, no.

Beda deh saat sebelum menikah dan setelah menikah *yaiyalaaah*. Maksudnya beda, …

A Little Surprise Made My Day

On Naia’s birthday, I’ve got a little surprise from my husband, which is a box of chocolate. For the first, I thought that chocolate was for Naia (because it’s her birthday, right?).

image

Me: is it for me or Naia?
My husband: of course you, it said “Gift for you” not “Gift for kids”
Me: (between zzz and flattered). What for?
My husband: nothing, just wanted to give you, it’s been a long time I haven’t give you some surprise, did I?
Me: *blushing and happy, can’t stop smiling that morning :D*

Some people said, a little of surprises can make a relationship getting stronger. Couldn’t agree more on that one. Of course because it happens to me.

It wasn’t the first time he gave me a little gift as a surprise though. But still, every time he did it, it always makes me love him more and more.

It’s true that before the marriage, I have expectations about romantic husband. But after the marriage, that expectations somehow forgotten. Oh, there is one explanation actually, because I have already so happy and feeling so blessed that he wanted to marry me and becoming my husband. So, when finally I’ve got that kind of husband, I feel so more blessed. Allah do really give me the best 😀

Every time I remember that side of him, it will always makes me smile and helping me to relieve my emotions. Seriously, when I got mad or we’ve got some problem each other, sometimes I just remembering those part of him. The part that always love me, the part that always encourage me, the part that helping me facing my baby blues, and the part that giving me some little surprises. By doing that, I then realized that I am being loved by a great, romantic, and “family man” husband. 😀

So, on this day I just want to say thanks to you. Yes, you! You read this, don’t you? Hehee

Thanks for all the love you always give me and Naia, for all the good times, for all good things that happened to us, and for loving me because of Allah.

Happy 4th anniversary dear, hope our love will be lasting forever and hope we will be gathering in His Jannah later on 😀

Love
Your wife :*

Biasakan #SarapanSehatSebelumJam9 Yuk

Beberapa waktu lalu saya kaget deh abang-abang kurir datang membawa paket dari Energen dan berisi jam unyu. Nah, saya ngerasa gak pernah ngasih alamat ke pihak Energen kok ya ujug-ujug ada paket ini. Masa iya, review yang dulu banget saya tulis ini dibaca oleh pihak Energen dan mereka ngasih hadiah gitu? *mimpi banget xp*. Ternyata siangnya saya mendapat undangan melalui email untuk bisa menghadiri acara puncak Pekan Sarapan Nasional di parkir Timur Senayan Jakarta. Di sana, akan diadakan press release dan rangkaian acara #SarapanSehatSebelumJam9 oleh Mayora dan PERGIZI PANGAN.

Jam Unyu - Sarapan Sehat Sebelum Jam 9
Jam Unyu – Sarapan Sehat Sebelum Jam 9

Mereka mengadakan kegiatan tersebut karena peduli dengan masalah yang terjadi pada anak di Indonesia. Ternyata 7 dari 10 anak di Indonesia itu kekurangan gizi sarapan. Berdasarkan penelitian yang ditunjukkan pada Pekan Sarapan Nasional, 76.1 persen anak Indonesia, memiliki nilai Mutu Gizi Pangan (MGP) sarapan yang tergolong sangat kurang (Fachrudin, Hardinsyah 2010) dan 66 persen anak Indonesia sarapan dengan gizi yang kurang. Anak yang tidak sarapan itu akan lebih mudah capek, gelisah dan gampang marah/ rewel. Ya kayak yang udah pernah saya tulis juga, salah satu penyebab anak tantrum itu kan karena perut yang tidak kenyang yaa, makanya harus dibiasakan sarapan agar perutnya terisi penuh gizi sejak pagi 🙂

Continue reading “Biasakan #SarapanSehatSebelumJam9 Yuk”

Heartache – One Oke Rock

Lagi kepincut banget banget sama lagu ini. Gegara nonton Rurouni Kenshin movie nih, haha. Awalnya sih gak engeh, tapi pas suami nyetel berulang kali ending song-nya, kok saya juga jadi demen juga. Akhirnya malah sampe sekarang nih lagu nempell banget di otak, hee. Here’s the song:

PS: kalau mau dengerin berulang kali, ganti youtube.com dengan listenonrepeat.com, hihihi. xp

[youtube=”https://www.youtube.com/watch?v=x9v8aNl6Aps”]

Oiya, saya juga mau menyertakan liriknya, soalnya saya seneng juga ikutan nyanyi. Liriknya saya dapet dari sini. Enjoy 😉

Continue reading “Heartache – One Oke Rock”

Pantaskah Kita Mencintai Ibu?

Bentuk Cinta Ibu

Pernah menonton film korea berjudul “Hello Ghost?“. Film itu bercerita mengenai seseorang yang mengalami amnesia, hidup seorang diri, dan hanya ditemani oleh 4 sosok hantu yg mengikutinya kemanapun. Di akhir cerita, barulah ia sadar dan teringat bahwa keempat hantu tersebut ternyata adalah keluarganya. Ia baru ingat kalau dalam suatu kecelakaan yang membuatnya amnesia itu, semua keluarganya meninggal dan hanya ia yg tersisa untuk hidup di dunia ini. Ia masih hidup sampai saat itu tidak lain tidak bukan adalah berkat jasa ibunya yg melindungi dengan mendekapnya saat terjadi kecelakaan tersebut.

Hello Ghost

image credits

Kisah yg sama juga pernah kita dapati pada kejadian seorang ibu di Cina yg melindungi anaknya saat terjadi gempa. Saat itu, ia bahkan tidak peduli nantinya ia akan selamat atau tidak. Yg terpenting baginya adalah anaknya masih tetap bisa hidup dan masih bisa menikmati dunia. Pertaruhan hidup dan mati sekali lagi selain saat melahirkannya dahulu.

Baca selengkapnya…