#FamilyTalk #6 - Jangan Dulu Menikah Kalau

#FamilyTalk #6: Jangan (Dulu) Menikah Kalau…

Waah, udah seri ke 6 sekarang yaa. Dan minggu ini kami mau ngomongin masalah pernikahan lagi, wehehe. Tapi bukan dari persiapan gedung, catering, dan sebagainya dan sebagainya loh ya. Kita mau ngomongin kalau menikah itu perlu dipikirkan masak-masak, gak bisa ujug-ujug situ seneng saya seneng yuk lanjut nikah 😀

Baca: Menikah harus Siap Mental Continue reading “#FamilyTalk #6: Jangan (Dulu) Menikah Kalau…”

Find Your Home

Find Your Home!

Kali ini terinspirasi lagi donk dari postingan lain, yaitu Alphabet Maze. Tapi, saya modifikasi lagi, hehehe. Naia belum hapal alfabet dalam urutan A sampai Z gitu, dia cuma tau beberapa huruf, terutama huruf-huruf yang menyusun namanya. Jadi, saya bikin aktifitas ini deh di rumah.

Plus, berhubung Naia juga lagi suka-sukanya bikin jalanan buat jalanan mobil katanya, yaudah, digabung aja deh permainannya yaah 😀  Continue reading “Find Your Home!”

#FamilyTalk #5 - Anak & Gadget

#FamilyTalk #5: Anak & Gadget

Di #FamilyTalk pertama, kita ngomongin kenapa kita gak punya TV, dan salah satu alasannya ada yang membahas tentang anak. Dan di salah satu komentar di postingan saya ada yang bilang kalau sekarang ada yang lebih mengganggu, yaitu gadget dan menyebut tentang bagaimana tips agar anak terlepas dari gadget ini. Baca #FamilyTalk pertama kita di sini:

#FamilyTalk #1 Isti | #FamilyTalk #1 Icha

#FamilyTalk #5 - Anak & Gadget

First of all, buat saya di jaman sekarang ini kayaknya sulit sih untuk betul-betul melepaskan anak dari gadget. Ya kita aja sebagai orangtua pegangannya gadget muluk sih, gimana anak mau terlepas juga ya kan. Jadilah kali ini kami mau ngomongin masalah per-gadget-an ini, bukan dengan melepaskan anak dari gadget, tapi melalui cara lainnya 😀

Baca punya Icha di sini ya:
Anak & Gadget

Lagipula era anak kita memang berbeda dengan kita dulu. Seperti yang pernah saya tulis juga setelah dateng ke acara seminar “Parenthood Style Era Digital” setahun yang lalu, kalau kita sih masih termasuk dalam digital migrant, gak kaya anak sekarang yang sudah termasuk digital native (yang sudah terpapar gadget sejak mereka lahir). Continue reading “#FamilyTalk #5: Anak & Gadget”

#FamilyTalk #4: Calon Suami dan Poligami

Beberapa hari lalu Icha ngeshare video yang suksess bikin saya mellow dan galau pagi-pagi (gak tau kenapa mesti galau, biar rhymes aja sih mellow dan galau xp). Karena apa sodara-sodara? Karena video itu ternyata adalah curhatan seorang wanita yang sudah setahun lebih dipoligami dan memutuskan untuk menyerah T__T. Buat laki-laki mungkin video tersebut biasa aja ya (soalnya suami saya dikasih tontonan itu biasa aja katanya T_T). Tapi buat wanita, apalagi yang sedang hamil kayak saya, hal itu bikin kita yang nonton sediiihh dan ikut merasakan bagaimana perasaan si pembuat video.

So, lahirlah topik pembicaraan #FamilyTalk kami minggu ini, “Calon Suami dan Poligami”.

#FamilyTalk #4 - Calon Suami dan Poligami

Baca punya Icha di sini ya:

Calon Suami dan Poligami

Bukan, kami bukan mau membicarakan hukum poligami dan seluk beluknya, terutama secara agama. Da kita mah apa atuh, gak punya cukup ilmu untuk ituh. Kita cuma kepikiran aja kalau hal ini juga termasuk salah satu pertimbangan kita dari sejak memilih suami. Soalnya kata-kata JG, suaminya Icha, ada benernya juga sih, “Biarlaahhh, kan dia sendiri yang pilih suaminya.” Buat saya yang dengernya, JG jahaaat…! huhuhu. Tapi setelah dipikir lagi, iya juga ya. Jadi, sebaiknya hal beginian ya diomongkan sejak memilih suami itu sih ya. Menurut kami, kira-kira pertanyaan-pertanyaan ini patut ditanyakan ke calon suami terkait poligami sebelum menikah 😀 Continue reading “#FamilyTalk #4: Calon Suami dan Poligami”

Membawa Anak ke Acara

Membawa Anak ke Acara Blogger

Membawa Anak ke Acara

Hari Selasa minggu lalu, 13 Oktober 2015, saya ke acara blogger #SahabatJKN yang diadakan oleh kementrian kesehatan. Acara tersebut membicarakan mengenai Nusantara Sehat, program pemerintah untuk menjembatani gap pengetahuan mengenai kesehatan ke daerah-daerah terpencil. Etapi saya bukan mau cerita hal itu lagi yak, itu sih udah pernah saya bahas di postingan tersendiri, hehe. Saya mau cerita kalau Naia saya bawa dan Alhamdulillah bisa anteng. Sampai ada yang bilang kalau dia mah anteng ya, gak berlarian ke sana kemari. Alhamdulillaah, kata saya.  Continue reading “Membawa Anak ke Acara Blogger”

Bahagia Itu Bersyukur

Kalau bisa dibilang, apa rahasia buat jadi bahagia, saya akan jawab bersyukur. Seriously, you have to be grateful to see what you’ve had now. Then, you realize how many that you have. Then, you’re gonna be happy. Gak habis-habis kalau kita bersyukur saat bahagia saja karena ya gimana mau bahagia kalau gak bisa melihat hidup ini indah, gimana mau bahagia kalau gak bisa bersyukur?

Apa  yang dipunya sekarang terasa kuraaang terus kalau yang dicari itu bahagianya duluan, bukan bersyukurnya duluan. Walau jujur, emang bersyukur itu suliiit sekali, terlebih saat kekurangan. Mengatur keuangan rasanya udah dag dig dug dari awal bulan, cukup atau enggak. Kalau bersyukur dan bisa menerima apa yang ada, insyaAllah akan cukup terus, entah dari mana saja datangnya rejeki tambahan itu.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat, & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

-Salim A. Fillah-

Baca: Masalah Rizky

Continue reading “Bahagia Itu Bersyukur”

Uji Penyerapan

Seminggu emang gak kerasa banget yah. Gak berasa udah hari Rabu lagi, dan gak berasa udah waktunyaaa Playful Wednesday lagii, hihihi.

Playful Wednesday Uji Penyerapan

Yang sekarang ini juga simpeeeellll banget banget deh. Soalnya pakai bahan apa aja yang bisa ditemukan di rumah. Namanya uji penyerapan, makanya ngumpulin aja beberapa bahan untuk diserap oleh cat air yang udah disiapkan. Dapet ide ini juga dari Pinterest, modifikasi pakai bahan yang gampang ditemui aja 😀 Continue reading “Uji Penyerapan”

#FamilyTalk #3: Jawaban Saya Sebagai Stay At Home Mom

Yuhuu.. Ketemu lagi di #FamilyTalk, minggu ini udah minggu ketiga aja ih, dan mau ngomongin hal yang masih berhubungan dengan minggu lalu. Yang masing-masing kita ngomongin betapa gak sanggup di keadaan yang berkebalikan. Saya yang gak sanggup jadi Working Mom atau Icha yang gak sanggup jadi Stay At Home Mom. Jadi, ceritanya ini jawaban saya tentang apa yang dituduhkan Icha di postingannya minggu lalu. Belum baca yang minggu lalu? Iiih, basi iih, baca nih cepetan! 😀

#FamilyTalk #2: Me on Working Mom | #FAMILYTALK: Me on Stay At Home Mom

#FamilyTalk #3

Icha bilang, dia gak sanggup jadi stay at home mom karena beberapa hal. Nah, ini jawaban saya satu per satu mengenai hal-hal itu yaaa. Anyway, baca jawaban Icha juga ya di sini:

#FAMILYTALK Jawaban Saya Sebagai Working Mom

1. Ibu Rumah Tangga Gak Suka Bekerja

Bukan berarti jadi stay at home mom gak suka kerja juga sik, saya tetep suka ada hal yang dilakukan selain kerjaan rumah. Berasa penting dan bermanfaat aja gituh *uhuk*. Tapiii, Continue reading “#FamilyTalk #3: Jawaban Saya Sebagai Stay At Home Mom”

Bermain dengan Paper Clip & Magnetic Sheet

Alhamdulillah yah sekarang sudah hari Rabu lagi. Kali ini bermain lagi dengan nama, berhubung Naia emang lagi antusias sama huruf-huruf. Kalau lagi jalan juga baca dan mengeja huruf per hurufnya papan yang di pinggir-pinggir jalan, hihihi. Yang ini juga mirip-mirip caranya sama tracing nama dengan pushpin, tapi kali ini lebih aman 😉

Main Dengan Paper Clip

Okeh, kali ini yang simpleee banget lagi, hehe. Cuma butuh kertas, paperclip, dan magnetic sheet (lembaran magnet).  Gak perlu persiapan lama, soalnya…

#FamilyTalk #2: Me on Working Mom

Kalau bicara perdebatan mana yang lebih baik, Stay At Home Mom (SAHM) atau Working Mom (WM) itu emang gak ada habisnya ya. Baik sih, satu sama lain mau “memamerkan” kelebihannya menjadi SAHM atau WM, tapi keseringan malah jadi mendiskreditkan yang lainnya, huhuhu. Eh, tapi di sini mah saya gak mau ngomongin pertentangannya lagi sih ya, capek, hihihi.

Saya cuma mau cerita betapa saya bahagia jadi SAHM dan bukannya WM. Bukan apa-apa, soalnya gak mampu cyiin jadi WM. Buanyak hal yang gak saya punya saat ini buat jadi seorang WM siich. Soalnya nih ya, seorang WM di mata saya itu banyaaak banget kelebihannya, terutama buat WM yang tetep bisa maintain hubungannya sama pasangannya (tetap harmonis gitu), dan WM yang bisa tetep menjaga kedekatannya sama anak-anaknya, kayak mertua saya.

#FamilyTalk #2

Anyway, yeeeesss, tulisan ini buat #FamilyTalk kedua saya dan Annisa Steviani, hehe. Beda dengan Icha, dia sih lebih bisa menjadi seorang WM. Malah katanya dia gak sanggup jadi SAHM, hahaha. Baca alasananya di link ini ya:

Me on Stay At Home Mom

WM itu lebih disiplin

Yes, saya ngerasa WM itu lebih disiplin, dan state saya saat ini, saya belum punya sikap se-disiplin yang diperlukan oleh WM itu. Continue reading “#FamilyTalk #2: Me on Working Mom”

Panggilan “Kakak” dan Pertimbangan Memberi Adik

“Naia, mandi dulu yuk terus kita main!”
“Kakak ma!”
“Oiya, kakak, maaf ya. Kakak Naia, mandi dulu yuk terus kita main!”
Naia langsung mau bergerak dan senyum-senyum dipanggil kakak xp

Di lain waktu

“De, ayo sikat gigi dulu, kan udah mau tidur”
“Kakaaaaakk!”, jawab Naia sambil setengah teriak xp
“Oiya, kakak Naia.., sikat gigi yuk, kan udah mau tidur” sambil senyum

Kakak Naia

Begitulah, akhir-akhir ini Naia pengennya dipanggil kakaaak melulu, haha. Berhubung…

Berhitung dengan Kancing

Yeay, udah hari Rabu lagiii.. Hari ini saya mau mengajak bermain pakai kancing, hihihi. Berhubung Naia udah mulai tertarik dengan angka dan huruf, jadi 2 minggu kemarin saya bermain sama huruf. Naah, hari ini bermain angka deh, berhitung sih lebih tepatnya.

Berhitung

Gampang banget juga lhoo, pakai kancing dan kertas aja. Tinggal buat angka 1 sampai yang diinginkan, lalu buat tempat untuk meletakkan kancing-kancingnya, sudah deh. Selanjutnya Continue reading “Berhitung dengan Kancing”

Bye Rumah Rapi!

Waktu belum punya anak sih saya PeDe banget rumah tetep bakal bisa rapi kalau saya betul-betul disiplin dan mendidik anak yang bertanggung jawab juga. Yaa, sayanya aja kurang disiplin sih, jadi sebelum punya anak aja membiasakan untuk rumah rapi itu kerja keras banget.

Lha setelah anak lahir? Masih bisa sih rutin nyapu atau ngepel gitu, malah masih sempet banget buat ngerapiin pakaian yang dicuci dan disetrika sendiri. Tapiii, begitu Naia udah gedean, begitu udah bisa “main” deh, baik sama temennya atau main sendiri di rumah gitu, rumah rapi tinggallah harapan *menatap nanar mainan yang belum beres*.

Apalagi kalau di siang hari saat Naia sama temennya main di rumah. Itu rumah udah gak ketauan deh bentuknya gimana, mainan menyebar di segala penjuru pojokan ruang depan, hahaha. Udah gitu, saya yang tadinya berharap Naia gak corat-coret tembok, ya pupus juga, temboknya akhirnya jadi korban kretivitasnya dia juga, haha. Eh, sebetulnya Naia sih udah ngerti kalo gak boleh coret-coret di tembok, tapi saat temennya main di rumah dan megang krayonnya, mereka nulisnya di tembok. Dan Naia sebagai teman yang baik, ikutan donk nulis di tembok juga T_T.

Messy House

Continue reading “Bye Rumah Rapi!”

Tracing Nama dengan Garam dan Cat Air

Tracing Nama pakai Garam

Pagi semuaa! hehehe 😀

Setelah minggu kemarin saya posting tracing menggunakan pushpin yang harus diawasi, kali ini saya mau posting tentang tracing lagi tapi lebih aman, yaitu menggunakan garam dan cat air. Lah, bahannya ribet yak? Enggak kok, bisa ditemui di rumah kan ini harusnya, hee

Continue reading “Tracing Nama dengan Garam dan Cat Air”