Traveling

Rahasia Urus Visa China Sekeluarga Tanpa Pusing (Meski Bawa Tiga Anak)

Beberapa waktu ke belakang ini aku mulai kepikiran untuk mengajak anak-anak Traveling ke China deh. Alasannya bukan karena kami sering nonton Dracin yaa, ahaha.

Tapi lebih karena yang aku perhatikan, kok teknologi di China sekeren ituu yaa. Beberapa kali tuh aku melihat konten pengantaran makanan pakai drone dan diletakkan di loker khusus gitu, untuk langsung bisa diambil di manapun berada.

Misal, kita di taman dan mau pesan makan, ya tinggal cari loker-nya ini saja, supaya drone-nya bisa mengantar sampai loker tersebut.

Selain itu juga rasanya robot pengantar makanan yang rasanya cukup futuristik untuk kita, ternyata ya sudah normal dipakai di hotel-hotel.

Beneran penasaran dan ingin mencoba itu semua aku, ahaha. Juga untuk menunjukkan ke anak-anak kalau hal-hal seperti itu tuh bisa mereka buat dengan perpaduan kreatifitas dan juga kecerdasan logika.

Siapa tauu bisa menginspirasi anak-anak juga untuk menciptakan hal-hal futuristik lain di masa depan ya kaan, hehehe.

Hal-hal Menarik di China

Selain drone dan robot tadi, satu hal lagi yang bikin aku makin penasaran adalah soal face recognition-nya. Rupanya di hampir semua tempat wisata dan transportasi umum di sana udah pakai sistem ini lho.

Jadi pas mau masuk atau keluar tempat wisata, atau naik-turun bus, tinggal “scan” wajah aja, nggak perlu antri lama-lama sambil nunjukin tiket atau kartu segala.

Kebayang kan enaknya kalau bawa anak-anak yang gampang rewel kalau kelamaan antri, hehe. Nggak perlu gendong-gendong sambil ngantri panjang, tinggal lewat aja depan si mesin scan, langsung bisa masuk.

Belum lagi urusan bayar-bayar di sana yang katanya udah serba digital juga, dominan pakai Alipay atau WeChat Pay. Jadi dari beli cemilan pinggir jalan sampai naik transportasi umum, semuanya tinggal scan dari HP.

Praktis sih kedengarannya, tapi ya tetap perlu riset dulu gimana cara setting-nya dari sini biar nggak kelabakan pas udah di sana.

Tapi Ternyata Nggak Segampang Itu

Nah, di balik semua kecanggihan yang bikin penasaran itu, ada juga beberapa hal yang bikin aku mikir dua kali sebelum akhirnya nekat rencanain ini beneran.

Pertama soal bahasa. Meski di kota-kota besar katanya udah lumayan ramah turis internasional, tetap aja kalau ketemu situasi yang agak di luar rencana atau harus nanya-nanya ke orang lokal, bahasa jadi PR tersendiri.

Kedua, transportasi kalau bawa anak kecil. Bukan berarti transportasi umumnya ribet ya, malah sebaliknya rapi dan canggih kayak yang aku ceritain di atas. Tapi bawa tiga anak sekaligus itu beda cerita, apalagi kalau salah satunya lagi rewel pas transit.

Ketiga, dan ini yang paling bikin pusing menurutku: visa. Waktu itu aku dan suami sempat ngurus visa China berdua buat trip pertama kami ke sana. Prosesnya lumayan, ada tahap isi formulir online, terus datang langsung ke pusat aplikasi visa buat rekam biometrik segala.

Belum lagi dokumen pendukung kayak reservasi hotel dan tiket pulang-pergi yang harus lengkap dari awal. Nah, pas kepikiran mau ajak anak-anak juga next time, aku baru sadar ternyata dokumennya jadi dobel yaa repotnya.

Untuk anak di bawah 18 tahun, ada tambahan dokumen kayak akta lahir dan kartu keluarga buat membuktikan hubungan orang tua-anak, plus surat izin kalau ternyata salah satu dari kami nggak bisa mendampingi karena kerjaan.

Belum lagi jadwal anak-anak sekolah yang harus disesuaikan sama musim liburan. Makanya waktu itu saya akhirnya cari Jasa Visa China biar dokumen keluarga (termasuk paspor anak-anak) diurus orang yang memang biasa nanganin kasus keluarga, jadi nggak ada yang kelewat atau salah format pas submit.

Dokumen yang Perlu Disiapkan Untuk Anak-anak

Kalau kalian juga lagi rencana bawa anak-anak ke China, ini beberapa dokumen tambahan yang biasanya diminta khusus untuk pemohon di bawah 18 tahun:

  • Akta kelahiran anak (fotokopi, buat membuktikan hubungan orang tua-anak)
  • Kartu Keluarga
  • Fotokopi paspor kedua orang tua
  • Surat pernyataan izin dari orang tua, terutama kalau anak berangkat tanpa didampingi salah satu atau kedua orang tuanya
  • Paspor anak sendiri — iya, meskipun bayi sekalipun tetap butuh visa masing-masing, nggak bisa nebeng paspor orang tua

Selain itu, visa yang dipakai untuk liburan biasa itu Visa Turis kategori L, dengan masa tinggal 30 hari dan biasanya masa berlaku sekitar 3 bulan sejak diterbitkan. Prosesnya dua tahap: isi formulir online dulu, baru nanti datang langsung buat serahkan dokumen fisik dan rekam biometrik (untuk usia 14–70 tahun).

Destinasi Ramah Anak yang Masuk Wishlist Kami

Setelah riset sana-sini, ini beberapa destinasi yang kelihatannya cocok banget buat liburan keluarga di China:

  • Shanghai Disneyland, udah pasti jadi incaran utama anak-anak. Tiketnya sistem date-based, mulai dari sekitar 475 CNY di hari biasa sampai 799 CNY di tanggal ramai. Anak usia 3–11 tahun dapat tarif khusus, dan di bawah 3 tahun gratis.
  • Beijing, Tembok Besar (ada akses cable car jadi nggak perlu naik tangga curam semua) dan Kota Terlarang, cocok untuk mengenalkan sejarah sambil foto-foto.
  • Chengdu, buat yang penasaran lihat panda langsung di penangkarannya, ini spot yang sering direkomendasikan buat keluarga.

Soal transportasi antar kota, kereta cepat jadi andalan karena cepat dan nyaman buat anak-anak dibanding naik pesawat domestik terus-terusan.

Dan yang aku jadikan catatan banget adalah, harus menyiapkan Alipay atau WeChat Pay dari sebelum berangkat, karena banyak tempat di China (termasuk di dalam taman hiburan) sudah tidak menerima uang tunai lagi.

Estimasi Biaya Sekeluarga

Terus, terus, untuk budgetnya gimana? Kayanya cukup besar ya yang harus disiapkan kalau mau mengajak 3 anak sekaligus gini, ihihi.

Jawabannya lumayan bervariasi tergantung durasi, kota yang dikunjungi, dan kelas hotelnya sih pastinya. Dari beberapa referensi paket tour keluarga yang aku temukan.

Kisarannya mulai dari sekitar 12 jutaan per orang untuk paket standar (hotel bintang 3–4, itinerary Beijing–Shanghai), sampai 45–70 jutaan untuk kategori mid-premium.

Paket mid premium ini sudah termasuk penerbangan internasional, hotel bintang 4, kereta cepat antar kota, dan pengurusan visa. (Manifestasi dulu ah, siapa tahu tahun depan kami beneran bisa merealisasikan ini xp)

(Please note: angka di atas merupakan hasil riset dari beberapa operator tour yaa, kalau kalian sudah pernah dapat quote langsung atau punya pengalaman biaya sendiri, boleh banget disesuaikan atau ditimpa sama angka riil, biar lebih akurat dan personal gitu.)

Oiya, biaya tersebut belum termasuk biaya visa itu sendiri ya. Kalau diurus sendiri, ada visa fee dan service fee terpisah yang totalnya bisa mencapai 700–800 ribuan per orang tergantung jenis dan kecepatan prosesnya.

Kalau pakai jasa yang sudah termasuk pre-verification dokumen, pengisian formulir, sampai penjadwalan appointment, biayanya mulai dari Rp1.200.000 per orang.

Walaupun perbedaan harganya terlihat cukup banyak ya, tapi sungguh lebih menenangkan dan kita jadi tidak terlalu repot juga dengan urusan per-visa-an ini.

Nah, buat kalian yang masih ragu apakah dokumen keluarga sudah cukup kuat sebelum benar-benar apply, bisa dicoba dulu Uji Kelayakan Visa, gratis dan hasilnya langsung keluar, jadi bisa tahu dulu bagian mana yang masih perlu dibenahi sebelum submit beneran.

Rencana yang Masih Jadi Wishlist

Sampai sekarang, trip keluarga ke China ini masih di tahap perencanaan yaa buat kami. Masih tahap mencari dan mencocokkan jadwal yang pas sama libur sekolah anak-anak, sambil beres-beres dokumen pelan-pelan.

Tapi setidaknya sekarang sudah lebih less worry yaa karena tahu apa aja yang perlu disiapkan, dan nggak perlu pusing sendirian ngurus semuanya. 😀

Terakhir, yang bikin makin nggak sabar itu ya beneran ke rasa penasaran awal tadi sih, yaitu ingin melihat langsung drone antar makanan, robot di hotel, sampai gimana rasanya melewati gerbang tempat wisata cuma modal wajah doang, ahaha.

Semoga next post udah beneran cerita dari China yaa. Doakan. Doakaann! 😀

Info Praktis

Oh iya, ini aku rangkum info-info yang sudah aku ceritakan di atas ya, supaya tambah ringkes dan kalian gak perlu bikin ringkasannya lagi, hehe.

ItemKeterangan
Jenis visaVisa Turis (L Visa)
Masa tinggal30 hari
Masa berlaku visa± 3 bulan sejak terbit
Dokumen tambahan anakAkta lahir, KK, fotokopi paspor kedua orang tua, surat izin orang tua
Biaya urus sendiri± Rp700.000–800.000/orang (visa fee + service fee)
Biaya jasa visa (all-in)Mulai Rp1.200.000/orang
Estimasi paket tour keluargaRp12 juta – Rp70 juta/orang (tergantung kelas & durasi)
Metode pembayaran di ChinaAlipay, WeChat Pay (cashless dominan)
Destinasi ramah anakShanghai Disneyland, Beijing (Tembok Besar, Kota Terlarang), Chengdu (Panda Base)

Sumber

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.