Traveling

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Ujung Genteng

Menurutku, liburan sekolah kemarin termasuk salah satu yang bakal sulit aku lupakan deh. Selain karena pantainya yang bagus, pelepasan tukiknya yang seru, jalanannya itu lho, masih hancur, huhu.

Jadi iya sih kami sangat puas dengan liburannya, cuma ya bakal diinget banget ya karena jalanannya rusak parah saat mendekati pantai Ujung Gentengnya.

Pantai pangumbahan

Hal ini tuh aku mention juga kan ya di sosmed. Terus ada lah beberapa orang yang cerita kalau saat mereka ke Ujung Genteng juga (padahal sudah beberapa tahun yang lalu) itu juga jalanannya ya serusak itu. Jadi kami sama-sama heran, kenapa ya sudah beberapa tahun berlalu tapi jalanannya gak dibenerin? 🙁

Anw, di postingan ini sih aku mau merangkum semua cerita 3 hari 2 malam kami di Ujung Genteng jadi satu, biar kalian yang mau ke sana juga kebayang gimana susunan waktunya kalau mau dapat pengalaman mirip kayak kami.

Sekalian aku selipin juga beberapa momen yang belum sempat diceritain detail sebelumnya, kayak main kayak dan mampir ke Geopark Ciletuh pas perjalanan pulang.

Hari 1: Check-in Pondok Hexa

Di hari pertama ini tuh perjalanannya kami mulai dari Sukabumi (kami menginap 1 malam dulu di Sukabumi supaya perjalanan gak terlalu menguras tenaga). Nah, berhubung kami sudah booking Pondok Hexa sejak beberapa minggu lalu, ya maps kami diarahkan ke sana deh.

Agak shock ya karena kami ternyata diarahkan melewati rute gunung gitu yang jalanannya Subhanallah banget. Kami juga melewati sekitar 3 KopDes di area yang agak terpencil.

Intinya, sampailah kami di Ujung Genteng sekitar jam 14.30 kan, pas banget deh sama waktu check-in. Cuma memang agak terlalu sore untuk makan siang xp

Kami pilih menginap di Pondok Hexa dengan kamar tipe Tiram, dan Alhamdulillah cocok banget buat keluarga kami. Kalau kalian penasaran detailnya, gimana kamarnya, harganya, sampai plus minusnya, bisa baca cerita lengkapnya di sini ya:

Berhubung belum sempat makan siang, begitu check-in kami langsung saja lah ke Moana Resto yang letaknya tidak jauh dari Pondok Hexa. Ya walking distance lah, cuma beda beberapa meter saja, hehe.

Kami makan nasi goreng, ayam geprek, dan dessert waffle es krim yang es krimnya kelewat cair xp. Cerita lengkapnya plus drama-drama kuliner selama di Ujung Genteng, kalian bisa baca di sini:

Hari 1 Sore-Malam: Pelepasan Tukik Pertama & Me Time di Moana Cafe

Sore harinya, kami langsung meluncur ke Pantai Pangumbahan yang jaraknya cuma beberapa km dari Pondok Hexa, buat lihat pelepasan tukik.

Sebetulnya ya inilah salah satu alasan utama kami ke Ujung Genteng. Makanya aku seneng banget begitu sampai dan langsung kebagian tempat pas di seberang pantai, tepat di depan lokasi tukik-tukiknya dilepaskan.

Sekitar 80 tukik dilepas hari itu dan berhasil membuat momennya haru sekaligus jadi pelajaran soal alam buat anak-anak. Cerita lengkapnya, termasuk fakta-fakta menarik soal penyu yang bikin aku sendiri jadi banyak belajar, ada di postingan ini:

Malamnya, aku sempat menyendiri sebentar di Moana Cafe buat me time, hehe. Aku pesan indomie dan Thai tea sambil iseng mendengarkan suara ombak.

Walau harus sabar nunggu agak lama karena tempatnya lagi rame (secara itu hari Minggu), tapi worth it lah buat sekadar duduk tenang sejenak di tengah liburan yang seru tapi lumayan padat.

Hari 2: Main Pasir dan Tukik Kedua Kalinya

Puas main di pantai Ujung Genteng

Paginya, anak-anak yang memang mendambakan pantai, sudah menagih untuk segera merealisasikan main di pantai. Jadi kami habiskan pagi itu buat main pasir dan berenang santai di pantai depan Pondok Hexa, sebelum sarapan indomie lagi di Moana Cafe.

Siangnya, kami coba makan di resto Pondok Hexa. Nah, di sinilah drama ikan bakar ketuker terjadi (baca cerita lengkapnya di artikel Moana ya, soalnya endingnya lumayan menghibur kok, kami malah jadi dapat dobel makanan, hehe).

Selesai makan, aku dan suami sempat belanja sedikit ke Indomaret buat bahan masak malam itu.

Sore harinya, kami balik lagi ke Pantai Pangumbahan, kali ini datang lebih awal sekitar jam 16.30 biar bisa lihat-lihat area konservasi dulu sebelum ikut pelepasan tukik untuk yang kedua kalinya.

Kami pilih posisi duduk yang beda dari hari pertama, jadi dapat sudut pandang yang beda juga, dan ternyata malah lebih menegangkan rasanya, hehe.

Hari 3: Main Kayak Pagi-pagi dan Pulang Lewat Geopark Ciletuh

Hari terakhir, sebelum check-out, kami mencoba aktivitas Hexa Adventure, main kayak di laut depan Pondok Hexa. Harganya Rp250.000 untuk 2-3 orang.

Itu tuh sudah termasuk jasa foto serta video drone lho, jadi hasilnya bisa buat kenang-kenangan yang estetik banget. Cuss lihat di sini:

Sebenarnya waktu terbaik main kayak itu di siang hari (sekitar jam 12-2 siang), soalnya air lagi pasang dan warnanya lebih bergradasi cantik.

Tapi karena khawatir anak-anak kepanasan, kami pilih main pagi-pagi saja lah. Untungnya, karena datang pagi, kami juga dapat giliran pertama tanpa perlu antre, hehe. Soalnya kalau sudah siang, antreannya bisa sampai 2-3 jam lho!

Setelah main kayak, kami lanjut main pasir dan bersantai lagi di pantai sampai sekitar jam 9 lewat. Target check-out sekitar jam 10 pagi, dan kami putuskan pulang agak lebih awal karena mempertimbangkan durasi perjalanan pulang yang lumayan panjang.

Di perjalanan pulang, kami mampir sebentar ke Geopark Ciletuh buat makan siang, sekalian menikmati pemandangan Geopark yang memang terkenal indah itu sebelum benar-benar balik ke rumah.

Tips Penting buat Kalian yang Mau ke Ujung Genteng

Kalau kalian mau ke Ujung Genteng juga bareng anak-anak, ini beberapa tips dari pengalaman kami ya:

  1. Siapkan mental buat jalan yang menantang — banyak titik jalan berbatu dan bergelombang menuju kawasan penginapan, jadi kendarai pelan-pelan aja.
  2. Booking penginapan langsung ke pihak villa/hotel, jangan cuma andalkan OTA, soalnya beberapa tipe kamar biasanya nggak masuk listing online.
  3. Jadwalkan pelepasan tukik di sore hari, sekitar jam 17.30, dan datang lebih awal (16.00-16.30) kalau mau suasana yang lebih tenang.
  4. Jangan berenang di Pantai Pangumbahan ya, ombaknya besar dan berbahaya — cukup nikmati dari darat aja.
  5. Kalau mau coba kayak, pilih waktu pagi, biar nggak perlu antre lama dan anak-anak nggak kepanasan.
  6. Booking jauh-jauh hari kalau musim liburan, soalnya kamar-kamar di sana cepat penuh, apalagi yang lokasinya strategis.

Liburan Penuh Kenangan

Tiga hari dua malam di Ujung Genteng ini benar-benar penuh warna — mulai dari drama makanan yang ketuker, momen haru lihat tukik jalan ke laut, sampai serunya main kayak sambil dapat foto drone. Bukan liburan yang mewah, tapi jujur ini salah satu perjalanan keluarga yang paling berkesan buat kami, walaupun jalannya bikin pegel juga, huhu.

Kalau kalian ada rencana ke Ujung Genteng juga, semoga itinerary ini bisa jadi gambaran ya. Dan kalau ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman serupa, boleh banget cerita di kolom komentar!

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.