Review Tempat Wisata

1 Day Trip To Taman Wisata Alam Kapuk

Ada yang sudah pernah mendengar Taman Wisata Alam Kapuk di Utara Jakarta ini? Beberapa waktu lalu (udah lama juga sik), saya bertiga sama suami dan Naia iseng main ke sana. Berhubung waktu itu long weekend sih kalau gak salah. Daripada gak kemana-mana, seharian aja jalan-jalan, besokannya ngedekem deh di rumah, mengistirahatkan pikiran dan tenaga, hehehe.

Nah, namanya aja wisata alam, jadi yaa emang beneran dari alam. Kapuk itu nama daerahnya, alamnya sendiri yang dijadikan wisata adalah hutan mangrove a.k.a. bakau yang sering ada di pinggir pantai. Utara Jakarta kan memang pinggir pantai yah, jadi ya masih banyak deh hutan bakaunya 😀

Sebetulnya sih kenapa bisa kepikiran ke sana karena salah satu tulisan di web milik suami, anakUI.com berisi mengenai tempat-tempat wisata yang bisa cocok banget untuk 1-day trip. Salah satunya ya hutan mangrove ini deh.

Letaknya persis di belakang Tzu Chi International School (kalau ada yang tau, hehe). Kalau belum tau, dia letaknya gak jauh dari pintu keluar tol Pantai Indah Kapuk. Tzu Chi ini besar kok, jadi dari jauh juga sudah terlihat dan insyaAllah gak akan nyasar, karena cuma berjarak tidak sampai 500 meter dari turun fly over keluar tol yang saya sebut tadi.

Peta Taman Wisata Alam Kapuk

Dan berhubung saya dan suami sudah pernah ke Tzu Chi ini, jadinya kita lumayan cepet mencari TWA-nya, gak pake nyasar Alhamdulillah 🙂

Biaya TWA

Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk

Sesampainya di sana, kami hanya dibebankan biaya Rp. 60.000,- saja. Sudah termasuk biaya parkir mobil loh itu. Rinciannya sih, turis lokal (saya dan suami) masing-masing membayar 25.000, 10.000 untuk parkir, Naia belum masuk hitungan, hihihi. Murmer yah 😀

Penginapan dan Hutan Alam

Di dalam sana ada apa aja? Yang jelas ada Hutan bakau lah yaa, hehe. Tapi, selain ada hutan bakau, di sana yang banyak terlihat adalah penginapan yang masih alami. Maksudnya alami karena terbuat dari kayu-kayu alam dan berada di pinggir pantai, ya dekat sekali dengan hutan bakau tadi. Bagus sih, tapi kalau saya, karena saya orangnya penakut jadi kayaknya gak bakal mau nginep di situ *gak ada yang nanya*. Tapi seriusan, tempat penginapannya bagus kok, kayanya dalemnya juga adem. So, kalau mau menginap tinggal hubungi saja petugasnya deh.

Selain itu, ada juga jembatan tali. Di sini ini yang dijadikan spot foto bagi kebanyakan orang. Termasuk kita juga dooonk, hehehe

Oiya, sebetulnya ada juga penyewaan kapal untuk mengelilingi area TWA ini. Tapi, sayangnya tarifnya terlalu gimanaa gitu buat kita bertiga. Harusnya sih Rp. 250.000,- untuk 6 orang. Tapi, berhubung kita cuma berdua *Naia gak diitung, haha* jadi ngerasa sayang ajah. Mungkin selanjutnya kalau ke sini lagi mau ah ngerasain dan mengelilingi area ini dengan kapal 🙂

Fauna

Dan karena wisata alam, ya sepanjang jalan di sana kita akan menemukan flora dan fauna yang masih asli deh. Saat pertama masuk, yang dilihat pertama kali adalah monyet dan kelinci. Tapi monyet dan kelinci ini sih piaraan yaa, karena ada di dalam kandang. Kalau mau memberi makan kelinci secara langsung sih kayanya bayar, tapi saya lupa bayar berapa *gak dicatet siiih, huhuhu*

Waktu itu Naia juga suka banget melihat biawak. Biawaknya cukup besar dan ada dua. Kata Naia sih satu ibunya satu anaknya, haha. Iyes, dia setiap melihat ada dua besar dan kecil selalu deh bilang yang besar itu ibunya yang kecil anaknya. Padahal kan mungkin aja yang besar bapaknya yaa? xp

Selain biawak, kita juga menemukan kepiting kecil-kecil saat berjalan menuju ujung pantai. Karena penasaran, kita bertiga menelusuri jalanan kayu sampai ujung. Dan akhirnya berhasil sampai di tepi pantai banget. Ternyataa, gak ada apa-apanya juga sih, haha. Cuma enak aja, hawa pinggir pantai dan hutan bakau yang segar bikin pikiran kita refresh. 😉

Masjid

Nah, taman wisata satu ini lengkap deh karena ada Masjidnya yang terletak persis di sebelah pintu masuk. Jadi, sebelum kita keluar dan selesai berjalan-jalan di TWA ini dan berhubung sudah masuk waktu Ashar, ya kita sholat dulu deh di sini. Berhubung jalanan ke masjidnya tidak beratap, jadi kayaknya sandal sebaiknya dilepas tepat di pintu depan masjid ya, bukan sebelum masuk kawasan masjidnya. Karena apa? Karena panass bok, haha. Masjidnya juga adem karena terletak masih di atas hutan bakau. Sambil dikelilingi ikan-ikan juga, Naia jadi seneng lagi menemani kami sholat. Tapi harus agak hati-hati yaa kalau membawa anak kecil, takut nyemplung euy 😀

Biaya Makan

Sayangnya setelah dari sana, kami mampir ke restoran yang *agak* mahal, huhu. Jadilah wisata cuma 60 ribu, makannya sampai *hampir* 200ribu, huahaha. Tapi ya sudah lah yah, sekalian wisata kuliner juga. Makannya di mana? Waktu itu yang kita pilih adalah Restoran Sate khas Senayan.

Sate khas Senayan PIK
Sate khas Senayan PIK – courtesy of Zomato

Saya cukup suka sih sama restorannya, terlebih makanannya. Menu Indonesia yang disajikan dalam bentuk yang lebih eksklusif. Menurut saya, restoran ini sungguh meningkatkan level makanan Indonesia. Waktu itu menu yang kami pilih adalah nasi Bali dan (lupa satunya apaaaaa, huaaa). Dan itu cukup untuk bertiga saya rasa, haha. Eh, kami memang makan bertiga sih sama Naia, tapi porsi Naia mah seuprit. Saya deh yang makannya jadi buanyak karena menunya lengkap dan enak 😀

Sebetulnya di TWA juga ada tempat makannya sih. Lengkap lah fasilitasnya, ada penginapan, masjid, dan tempat makan. Tapi ya kita iseng aja wisata kulineran ke tempat lain, sekalian jalan pulang soalnyah, hehehe.

So, want to try one day trip to TWA Kapuk? 😀

istianasutanti

Ilman Akbar's wife & 3N's mother. (Naia, Nawa, Nara)

I am a full time mother and part time blogger. Love to do traveling with ny family and share it on this blog. Hope you guys enjoying my content and love it if you being inspired with my experience and share your experience with me.

Always want to learn something and be a better person everyday.

You may also like...

6 Comments

  1. yang penting happy ya walau agak mahal

  2. Indri Noor says:

    ihihihi….padahal gak janjian ya bahas di TWA ini 😀

  3. wuihii siap melipir kesana ahh 😛

  4. emang bener yah.. kayaknya adem tempatnya.
    saya juga ada tulisan tempat wisata yang asik juga, silahkan mampir
    http://lubenaali.blogspot.com/2015/07/pangkalanbun-si-kota-manis.html

  5. aku malah asyik memandang foto2nya nih mba, gimana caranya bikin bunder2 gitu heheheee oot 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.