Review Hotel

Liburan Awal Tahun di Be Glamping Lembang

Sebetulnya rencana menginap di Be Glamping Lembang ini tuh antara impulsif dan enggak. Aku memang kepengen banget ke Orchid Forest lagi dan siapa tau bisa glamping dekat sana.

Tapi aku juga pengen ke hotel tematik lain yang ada di Bandung. Jadilah awalnya aku hanya booking hotel tematik tersebut saja dan menginap di Bandung 1 malam saja.

Kami memang merencanakan liburan awal tahun kemarin itu untuk ke Bandung lanjut Garut ya. Tapi awalnya ya itu, cuma mau di Bandung 1 malam saja. Tapi kok kata suami kayaknya mau nambah lagi yaa, kayak kurang gitu kalau cuma semalam.

Be Glamping Lembang

Mata aku langsung berbinar donk! Wahaha. Langsung aku usulkan buat cari glamping yang dekat dengan Orchid Forest di hari sebelumnya. Untunglah kami menemukan Be Glamping ini walaupun sudah mendekati hari-H.

Yang tadinya mau dimulai tanggal 3 Januari, kami jadi memajukan liburan di tanggal 2 Januari, hehehe.

Lokasi

Berangkat deh kami pagi-pagi di tanggal 2 Januari itu dengan tujuan Orchid Forest lalu ke Be Glamping ini. Berhubung ke daerah Lembangnya di kawasan LHI (Lembah Harapan Indah) Jayagiri, kami memang lewat Subang ya supaya lebih cepat dan lebih lancar.

Lokasi Be Glamping

Lokasinya tuh bener-bener 1 kawasan dengan Orchid Forest, sama-sama di LHI itu. Jadi kita masuk LHI bayarnya cukup 1x saja untuk bisa ke Orchid Forest dan Be Glamping. Namun, masuk ke area glampingnya memang bayar lagi sebesar Rp25.000 per orang.

Alamat lengkapnya berada di Jl. Raya Tangkuban Parahu, Cikole, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

Sehari sebelum kami menuju Be Glamping, pihak mereka sudah memberikan panduan yang lengkap untuk menuju sana. Persis seperti Namu Hejo yang sangat detail dalam membuat panduan perjalanan, Be Glamping pun seperti itu, namun dalam bentuk video singkat.

Hal itu bener-bener memudahkan pengunjung yang ingin ke sana sih.

Harga dan Fasilitas Be Glamping Lembang

Be Glamping ini ternyata punya beberapa jenis tenda gitu lho. Baik dari lahannya aja, alias tendanya bawa sendiri, sampai tenda yang jenisnya kompi gitu yang berkapasitas sampai 50 orang-an. Jadi memang bisa banget digunakan untuk camping sekolah gitu sih.

Nah, kami sendiri memilih paket glamping yang tendanya sudah tersedia dan berkapasitas 4 orang. Tenda berkapasitas 4 orang ini pun terdiri dari beberapa jenis, ada yang kasurnya 2 tapi keduanya berukuran 120, ada juga yang kasurnya 2 masing-masing berukuran queen.

Kami yang kasurnya 2 masing-masing berukuran queen ya. Nama tipenya Safari. Harga paket tenda Safari ini berkisar 680 ribuan di weekdays dan 850 ribuan di weekend dan musim liburan.

Bukan dari segi tempat tidur juga bedanya, tapi juga bentuk tendanya. Tipe Safari ini di bagian depan terdapat terpal juga sebagai tempat duduk dan bercengkerama. Di sini sudah tersedia 2 bangku teras dan juga meja untuk meletakkan makanan serta kompor.

Lengkapnya lagi, fasilitas glamping ini meliputi:

  • 2 Springbed Ukuran 160 x 200
  • 4 Sleeping Bag
  • 4 Bantall
  • 4 Kursi Santai
  • 4 Set Kopi, Gula, Teh
  • 4 Botol Air Mineral
  • 1 Kotak Tisu
  • 4 Set Alat Makan (Mangkuk, Piring, Gelas, Sendok-Garpu)
  • 1 Set Kompor Portable (Kompor & Gas Portable)
  • 1 Set Alat Masak (Wajan, Panci, Spatula)
  • 4 Set Alat Mandi (Sabun, Pasta Gigi, Sikat Gigi)
  • 1 Tempat Api Unggun Perunit (kayu bakarnya beli lagi per ikat 25 ribu)

Oiya, harga glampingnya sudah termasuk perlengkapan makan dan masak ya. Jadi kita tinggal bawa bahan makanan saja dari rumah. Atau kalau mau praktis lagi gak perlu bawa apa-apa dari rumah (kayak kami #uhuk), bisa juga beli bahan-bahan makanan di sana ya.

*tutupmuka, ketauan gak pernah camping, wkwkwk.

Check In

Karena pagi harinya kami berangkat memang pagi dari rumah, supaya bisa puas main ke satu tempat terlebih dulu, kami jadinya sampai Be Glamping pas sekali di waktu check innya, yaitu sekitar jam 2 (atau 3 sore) gitu.

Setelah membayar tiket masuk lahan camping (per orang 25 ribu) dan biaya parkir (mobil 50 ribu per malam), kami lalu diarahkan untuk parkir di dekat tenda kami.

Parkir di dekat tenda

Jadi, memang sistemnya semua pengunjung yang menginap, baik pakai tenda sendiri maupun tenda dari Be Glamping, bisa meletakkan kendaraannya persis di sebelah tenda mereka ya.

Mobil kami berada persis di belakang tenda kami jadinya. Sayangnya di sebelah tenda kami kok sudah ada motor? Ternyata itu milik pengunjung yang kebetulan menginap di tenda sebelah.

Oiya, begitu kami ditunjukkan lokasi tendanya, memang sih tidak jauh dari pintu depan. Tapi ternyata kok tendanya agak terlalu dempet dengan tenda yang lain gitu ya, hehe.

Sehingga, begitu malam hari, pengunjung sebelah itu, yang kebetulan semuanya adalah laki-laki, asyik saja mengobrol sambil merokok.

Lumayan asapnya sampai ke tenda kami sih, tapi untungnya cuma sedikit plus suasana juga habis hujan, jadi asapnya gak terlalu mengganggu lah.

Berkeliling Area Be Glamping

Area hutan Be Glamping

Begitu sampai dan menata barang-barang bawaan kami di dalam tenda, kami lalu mencari kegiatan yang bisa dilakukan.

Oiya, aku tuh kalau road trip kayak gini (anggap saja hitungannya road trip lah ya xp) dan berpindah-pindah tempat menginap, pengaturan tasnya jadi per tempat menginap ya, hehehe.

Berhubung kemarin kami totalnya ke 3 penginapan, jadilah 1 tas memang dipersiapkan untuk Be Glamping, 1 tas untuk penginapan lainnya, 1 koper untuk penginapan selama di Garut.

Anw, papanya bersama Nara akhirnya memilih untuk berkeliling area camping duluan, sementara aku masih mengatur tas supaya gak terlalu menyita tempat dan gak terlalu berantakan.

Walau ujungnya tetap berantakan juga sih, karena tasnya memang banyak T_T

Setelah beberapa lama, aku pun menyusul bersama Nawa, namun karena tidak bertemu dengan Nara dan papa, kami keliling sendiri dan melihat berbagai macam tipe tenda yang ada di dalam area ini. Kami juga melihat adanya warung-warung kecil di setiap beberapa meter.

Kamar Mandi Bersih

Salah satu poin plus glamping di sini adalah kamar mandinya yang cukup besar dan bersih.

Airnya pun tersedia air hangat ya, dengan 2 tipe kloset yang berbeda. Di setiap area tenda (jadi beberapa tenda) akan memakai kamar mandi yang sama, alias sharing.

Kebetulan kamar mandi yang kami gunakan letaknya sangat dekat, jadi kami gak perlu jauh-jauh kalau mau ke kamar mandi.

Kamar mandi glamping

Oh iya, mereka juga pakai sistem keran otomatis gitu lho. Jadi airnya akan selalu terisi penuh, karena setiap kali airnya berkurang, keran akan langsung mengisi. Nah, begitu air mencapai ketinggian tertentu, air akan otomatis berhenti mengalir.

Hal ini juga mengurangi borosnya penggunaan air ya. Menghindari resiko pengunjung lupa menutup keran setelah dari kamar mandi.

Tenda Sempat Bocor Saat Hujan Deras

Saat sore hari kami semua sedang bersantai di dalam tenda, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kami sempat bersyukur karena sepagian sampai kami aman di tenda, cuaca cukup cerah berawan.

Eh, sempat gerimis sedikit sih sewaktu kami berada di rumah anggrek Orchid Forest. Untungnya hujannya tidak lama, jadi kami bisa lanjut berjalan dan bermain di sana.

Namun, begitu di tenda ini, antara expected dan unexpected juga sih. Berhubung memang sedang musim hujan, jadi kami pasrah kalau memang hujan saat di tenda.

Bagian unexpectednya, adalah hujannya ternyata sangat deras dengan angin yang juga lumayan kencang. Sampai-sampai ternyata tenda kami agak rembes sedikit di bagian depan kanan.

Selain bocor, teras yang seharusnya bersih dan kering, juga jadi basah dan agak kotor. Basah karena hujannya itu tadi ya disertai angin kencang, jadi ya air hujannya sampai ke teras deh.

Petugas Siap Menyelesaikan Kebocoran

Tenda kotor saat hujan

Karena terjadi kerembesan tadi, kami sempat khawatir juga. Soalnya air rembesannya berjalan pelan menuju tempat tidur kami. Ya kami kan takut kasurnya basah yaa, berhubung kasurnya memang diletakkan di bawah. Namanya juga tenda ya kan.

Jadilah, saat sudah mau menyentuh kasur, kami memanggil petugasnya melalui WA dan menceritakan kalau tenda kami mengalami sedikit kebocoran. Kami juga sekalian minta dibawakan pel-pelan untuk membersihkan teras sebisanya.

Tidak berapa lama setelah kami WA, salah satu petugas mendatangi tenda kami membawa pel-pelan dan dengan sigap langsung mengepel teras yang kotor dan basah tadi.

Beliau juga mengecek bagian mana dari tenda yang mengalami kerembesan. Karena seharusnya tenda-tenda yang ada di Be Glamping ini sudah diatur sedemikian rupa supaya gak mengalami bocor ataupun rembes dari bawah.

Ya rugi kan kalau setiap hujan kayak gini tempat tidurnya jadi basah? Mereka juga gak mau pengunjungnya jadi gak nyaman lah ya.

Rupanya memang terdapat lupang yang cukup kecil di sisi depan kanan. Dengan segera, beliau menutup lubang dan memastikan tenda kami rapat kembali serta aman dari potensi kebocoran atau rembes tadi.

Alhamdulillah kami pun jadi nyaman kembali di dalam tenda.

Menyewa Board Game dan Membeli Bahan BBQ

Menyewa Board Game

Pada saat booking glamping ini kan sudah tertera ya kalau kami bakal mendapatkan peralatan memasak yang cukup lengkap. Ya peralatan masak ala camping tentunya dengan kompor gas portable dan peralatan seadanya, berupa panci dan wajan. Tapi lumayan banget banget buat BBQan kalau malam.

Nah, berhubung kami minim banget pengalaman camping gitu, jadinya walaupun aku sudah melihat mereka menyediakan ini, kami malah gak menyiapkan bahan makanan apapun dari rumah, ahaha.

Sempat terpikir untuk belanja sih hari sebelumnya. Tapi waktu itu kerjaan kami pun agak penuh, karena memang mau menyelesaikan pekerjaan sebelum liburan ya. Jadilah kami betul-betul gak sempat untuk belanja bahan makanan.

Untungnya pihak Be Glamping ternyata menyiapkan paket BBQ yang bisa kita pesan di hari H langsung. Aku saja baru pesan sekitar siang hari setelah kami sadar kalau kami belum menyiapkan dan belum sempat belanja bahan makanan.

Mereka memberikan kami beberapa pilihan paket BBQ yang menggiurkan. Setelah melihat jumlah dan jenis makanannya, akhirnya aku memutuskan untuk membeli paket “Beef BBQ 1/2kg” untuk kami masak malam harinya. Sepertinya jumlahnya insyaAllah cukup untuk kami berlima.

Harga paket BBQ

Oiya, mereka juga menyediakan board game gitu ya, sangat mungkin supaya pengunjung gak bingung apalagi yang harus dikerjakan selama di tenda.

Kalau aku sih mikirnya, sewa board game gini seru juga sih buat anak-anak. Selain supaya ada kegiatan, ya biar mereka gak HP-an melulu ya 😀

Hanya mencoba konsisten gitu, di rumah kami membatasi penggunaan hp, selama jalan-jalan juga kami batasi (walaupun lebih fleksibel juga sih).

Jadilah, sekalian aku memesan bahan BBQ tadi, aku juga minta dibawakan board game itu.

Main Board Game Sesorean

Board game yang aku pesan rupanya datang saat petugasnya membersihkan tenda kami dan sebelum si bahan BBQ sampai. Oiya, board game yang kami pinjam tuh gak cuma 1 jenis, melainkan 3 jenis board game yang memang dipaketkan juga oleh Be Glamping.

Main Board Game

Board game ini diletakkan di kontainer kecil yang transparan. Tadinya anak-anak nggak engeh nih kalau dalam kontainer kecil ini ada board game. Setelah aku bilang dan aku buka, mereka langsung antusias dan langsung memainkannya.

Aku dan suami awalnya tidak ikut bermain karena kami sibuk membersihkan teras dan mengatur bahan makanan yang ada di meja. Namun, kok rasa-rasanya masih belum memasuki waktu makan malam yaa, pikirku waktu itu.

Jadinya aku sempat ikut memainkan board game ini deh bersama anak-anak. Tapi memang gak lama, karena aku dan suami harus segera menyiapkan makan malam.

Masak dan Menikmati Makanan

Saat bermain board game, aku sudah berbisik-bisik sama suami, mendiskusikan kapan mau memasak makan malam. Berhubung hari juga sudah mulai malam, selepas maghrib, aku mulai menyusun bahan makanan yang tadi kami pesan lalu mulai memasak deh bersama suami.

Sementara kami memasak, anak-anak masih bermain board game. Oiya, malam ini sepertinya anak-anak kami izinkan untuk libur mandi terlebih dulu. Mengingat cuaca yang memang dingin dan tadi pun baru saja hujan deras.

Tapi ya tetap aku minta mereka ganti baju tidur lah ya, supaya tidur dengan memakai pakaian yang lebih bersih.

Anw, kompor yang kami pakai rupanya tidak mengeluarkan api yang cukup besar, sehingga masakan lumayan lama matangnya. Awalnya aku mau memanggang dagingnya satu per satu, ya kayak BBQ-an aja, namanya panggang-panggangan, jadi ya aku panggang lah.

Tapi suami geregetan dan dia mengambil alih supaya daging-dagingnya bisa dimasak sekaligus saja. Dia mencampur dagingnya tersebut dengan bumbu yang tersedia, lalu menumisnya bersamaan di wajan. Benar saja sih, masakan jadi lebih cepat matang dan perut yang sudah mulai lapar bisa teratasi lebih awal, hehehe.

Sarapan Pagi

Biaya glamping di sini sudah termasuk sarapan ya. Tergantung camping yang dipilih, jumlah sarapannya mengikuti kapasitas tenda tersebut.

Berhubung tenda kami untuk 4 orang, ya jadi kami mendapat sarapan sebanyak 4 porsi.

Namun aku tuh sempat lupa kalau kami mendapat sarapan. Jadi, kami sebetulnya menyiapkan beberapa bungkus Indomie untuk dimasak di kompor tenda tadi. Ya sudah mendapat peralatan masaknya yakan, jadi aku pikir sekalian saja lah kami masak Indomie pagi-pagi.

Nah, Nawa nih sudah tidak sabar untuk memasak mie-nya. Jadilah aku memasak untuk bagian dia terlebih dulu. Tapi di tengah proses memasak mie tersebut, tiba-tiba ada petugas yang mendatangi tenda kami dan memberikan 4 porsi nasi bungkus yang merupakan jatah sarapan kami.

Barulah aku sadar, lhaa, iya, kan biaya glamping ini sudah termasuk sarapan untuk 4 orang yaa, ahaha. Akhirnya mie yang barusan dimasak jadi dimakan sebagai “lauk” tambahan.

(Sebenernya mah gak tepat dikatakan lauk ya, lha wong sama-sama karbohidrat xp)

Menuju Tempat Berikutnya

Be Glamping Lembang

Setelah sarapan, kami meminta anak-anak untuk mulai mandi dan bersiap-siap packing. Supaya saat waktunya check out, kami sudah siap dan tidak terburu-buru.

Sesuai rencana, setelah dari glamping ini, kami menuju tempat selanjutnya. Belum ke Garut ya, melainkan ke area Bandung kota. Soalnya aku sudah membooking penginapan yang sudah lama aku incar di daerah Bandung tersebut.

Kali ini penginapan yang aku maksud merupakan hotel tematik, alias hotel yang setiap kamarnya memiliki tema. Kebetulan aku memesan tema Fukuoka yang dekorasinya ala-ala Jepang. Aku bahas di tulisan berikutnya yaa 😉

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

5 Comments

  1. Kelihatannya seru ya tapi kalo lihat harganya kok… Hahaha.. ciut.. sebenarnya dimana2 glamping segituan sih ya. Di Malang pun sama. Enaknya kalau musim sekarang nggak terlalu panas.

  2. Langsung cek ke IG nya dan untuk tenda rata-rata kapasitas 4 orang ya, nggak ada yang berdua ternyata. Buat first timer yang belum pernah glamping cocok nggak ini mba hehehe

    1. First timer aman banget, hehehe. Kami aja mau camping kayak gak pengen pergi camping, gak bawa apa-apa, huahua. Bener-bener makanan juga beli di sana jadinya kan xp Oh, yang buat berdua malah gak ada ya? Kayanya ada, tapi tendanya emang lebih kecil mas.

  3. Seneng banget aku tuh baca terkait glamping apalagi di Bandung 🤩🤩🤩 tempanya beneran asri dan fasilitasnya lengkap dan keren sih ini mah. Glamor camping beneran.

    Pas tau harga nya pun, okelah. Mesti nabung nanti ajak teman kesana ramean kayaknya seruuuu hahahhaa

    Alhamdulillah stafnya gercep atasi kebocoran tenda dan include sarapan juga, aku save dulu akh Be Glamping Lembang. Rekomen pisan ieu mah.

    1. Nah enaknya kalau sama temen jadi bisa patungan yaa. Jadi gak terlalu menguras kantong gituu, hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.