Review Hotel

Be Glamping Lembang vs Namu Hejo Pangalengan, Glamping Mana yang Lebih Seru Buat Keluarga?

Dari sekian banyak jenis penginapan yang sudah kami coba bareng anak-anak, glamping tuh jadi salah satu yang paling berkesan sih. Ada sesuatu yang beda aja gitu dari pengalaman menginap di dalam tenda, terlebih kalau suasana sekelilingnya alam beneran.

Konsep “kembali ke alam”-nya jadi lebih terpenuhi banget ya kan, hehe.

Nah, kebetulan dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, kami sempat mencoba dua tempat glamping yang berbeda: Be Glamping di Lembang dan Namu Hejo di Pangalengan. Keduanya sama-sama masuk area Bandung, tapi pengalamannya rupanya cukup berbeda lho.

Jadi di artikel ini, aku mau coba bandingin keduanya dari sisi lokasi, harga, fasilitas, aktivitas, sampai vibes-nya secara keseluruhan yaa. Siapa tahu bisa membantu kalian yang lagi galau mau glamping di mana bersama keluarga yakan 😉

Lokasi, Hutan Pinus Lembang vs Tepi Sungai Pangalengan

Ini perbedaan paling pertama yang langsung terasa. Sebelum kalian sampai pun, keduanya memang memiliki karakter lokasi yang betul-betul beda sih.

Be Glamping lokasinya ada di kawasan LHI (Lembah Harapan Indah) Jayagiri, Cikole, Lembang. Satu kawasan dengan Orchid Forest. Hal ini jadi nilai plus tersendiri menurutku.

Karena dengan sekali masuk kawasan LHI, kita bisa ke Orchid Forest dan langsung lanjut menginap di Be Glamping. Persis seperti yang kami lakukan kemarin. Suasananya sangat khas Lembang, hutan pinus yang rapat dan udara dingin yang segar.

Namu Hejo lokasinya jauh lebih selatan di Desa Pulosari, Pangalengan. Sekitar 46 km dari pusat kota Bandung dan butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung.

Jalannya pun ada bagian yang masih off road, terutama saat belokan ke lokasi parkirnya. Jadi pastikan kendaraan kalian dalam kondisi prima dan siap dengan kondisi jalan yang tidak selalu mulus ya.

Jembatan di Namu Hejo

Tapi yang bikin Namu Hejo spesial adalah posisi tendanya yang persis di tepi sungai. Bukan sekadar “dekat sungai”, tapi benar-benar tenda kamu berjejer langsung di pinggir aliran airnya.

Sepanjang sore, malam, bahkan sampai pagi, suara sungai yang mengalir itu jadi teman menemani istirahat. Kalau kata aku sih, ini yang bikin tidur di Namu Hejo terasa lebih nyenyak dan tenang dibandingkan mana pun.

Harga dan Fasilitas Tenda

Be Glamping Lembang

Be Glamping punya beberapa pilihan paket, dari sekadar lahan (bawa tenda sendiri) sampai tenda glamping yang sudah disediakan lengkap. Kami sendiri mengambil tipe Safari dengan 2 springbed masing-masing ukuran queen (160×200).

Sudah gak chukup kalau tempat tidurnya nggak sebesar itu, hee. Anak-anak sudah mulai besar ya bun soalnya.

Anw, harga tipe Safari ini:

  • Weekdays: sekitar Rp680.000-an
  • Weekend dan musim liburan: sekitar Rp850.000-an

Selain itu ada juga biaya tambahan:

  • Tiket masuk kawasan LHI: Rp25.000 per orang
  • Parkir: Rp50.000 per malam (parkir langsung di sebelah tenda)
Harga Glamping tipe Safary

Yang membuat Be Glamping cukup worth it adalah kelengkapan fasilitasnya. Harga yang ditawarkan tersebut sudah mencakup ini semua:

  • 2 springbed queen + 4 sleeping bag + 4 bantal
  • 4 kursi santai
  • 4 set kopi, gula, teh + 4 botol air mineral
  • 4 set alat makan (mangkuk, piring, gelas, sendok-garpu)
  • Kompor portable + gas portable
  • Set alat masak (wajan, panci, spatula)
  • 4 set alat mandi (sabun, pasta gigi, sikat gigi)
  • Tempat api unggun per unit (kayu bakarnya beli terpisah Rp25.000/ikat)
  • Sarapan (sesuai kapasitas tenda)
  • Kamar mandi bersih dengan air hangat — sharing per beberapa tenda, tapi letaknya dekat

Jadi kalau mau langsung BBQ-an malam, tinggal beli bahan makanannya saja. Tapi bisa memilih sih, kalian bisa bawa dari rumah atau beli paket BBQ di sana (tersedia paket daging dan lauk lainnya soalnya).

Ada juga penyewaan board game kalau mau ada kegiatan bareng anak-anak sore sampai malam. Aku sih langsung mau lah nyewa board game-nya, hahaha. Betul berhasil donk bikin anak-anak nggak mati bosan apalagi minta gadget selama di sana 😀

Namu Hejo Pangalengan

Area dalam glamping Namu Hejo

Namu Hejo menyediakan beberapa pilihan paket glamping juga. Harga tenda per malam:

  • Senin–Kamis: Rp700.000
  • Minggu: Rp750.000
  • Sabtu dan libur nasional: Rp850.000

Untuk paket tenda sekaligus rafting (ini yang paling populer tentu saja):

  • Minggu–Kamis (4–6 orang): Rp1.450.000 – Rp1.650.000
  • Jumat, Sabtu, libur nasional (4–6 orang): Rp1.600.000 – Rp1.800.000

Kalau mau rafting saja tanpa menginap, bisa juga ya dengan biaya:

  • Rafting 5 orang: Rp750.000
  • Rafting 6 orang: Rp850.000

Fasilitas glamping Namu Hejo meliputi tenda, toilet dengan air hangat, mushola, warung makanan, air minum, sarapan pagi, penyewaan kompor, dan api unggun.

Suasana tendanya yang persis di tepi sungai menjadi “fasilitas” tersendiri yang gak bisa dinilai dengan uang, hehe.

Satu hal yang aku suka banget dari Namu Hejo adalah aturan larangan merokoknya. Di area glamping ini, merokok tidak diperbolehkan. Buat aku yang membawa anak-anak, ini sungguh nilai plus yang banget sih, jadi udara segarnya benar-benar terjaga!

Catatan: harga yang aku sebut di atas adalah estimasi berdasarkan informasi yang tersedia dan dapat berubah. Selalu cek ke pihak Namu Hejo langsung atau OTA sebelum booking ya.

Aktivitas

Track yang lega ATV

Nah ini nih bagian yang menurut aku paling bikin keduanya berbeda secara karakter.

Be Glamping lebih cocok untuk keluarga yang tujuan utamanya adalah istirahat dan menikmati suasana hutan. Kegiatan yang tersedia lebih ke arah santai soalnya.

BBQ-an malam, main board game bareng anak-anak, menyalakan api unggun, atau sekadar duduk di teras tenda sambil menikmati udara Lembang yang dingin. Sebetulnya sih tersedia juga ATV di kawasan ini, tapi kami sendiri tidak sempat mencobanya.

Namu Hejo punya karakter yang berbeda, lebih ke arah petualangan dan aktivitas outdoor. Yang jadi andalan utamanya adalah beberapa hal ini:

Rafting! Ini yang pertama kali bikin aku ingin mengajak keluarga ke Namu Hejo. Sungainya tergolong aman untuk anak-anak, airnya jernih, dan rutenya cukup panjang sehingga serasa petualangan beneran.

Anak-anakku yang sudah ikut rafting senang sekali. Khusus Nara yang waktu itu belum mau ikut rafting, dia menunggu bersama aku di pinggir.

ATV. Setelah yang lain selesai rafting, kami akhirnya mencoba ATV di sini. Dan ternyata jalurnya lumayan ekstrem!

Kami melewati perkebunan teh yang berbukit, naik-turun yang cukup terjal, bahkan ada bagian jalur yang tergenang air sehingga kita harus melewatinya langsung.

Awalnya aku sempat agak takut juga terguling, tapi lama-kelamaan seru banget. Aku membonceng Naia, sementara papanya bersama Nawa dan Nara 😀

Trekking. Ada juga jalur trekking di sekitar area yang bisa dinikmati kalau mau menjelajah lebih jauh ya. Kalian bisa mengelilingi kebun strawberry dan sepertinya ada aktivitas memetik strawberry-nya juga deh.

Suasana dan Vibe Keseluruhan

Kalau harus menggambarkan keduanya dalam satu kalimat sih, kira-kira begini perbandingannya:

Be Glamping = glamping yang nyaman, cocok untuk keluarga yang mau recharge sambil menikmati hutan pinus, dengan fasilitas yang sudah sangat lengkap dari tenda hingga peralatan masak.

Namu Hejo = glamping yang lebih berasa adventure, cocok untuk keluarga yang mau merasakan pengalaman menginap di alam sambil sekalian beraktivitas seru bersama anak-anak.

Teras umum dan kamar mandi

Satu hal menarik lainnya adalah keduanya sama-sama sangat detail dalam memberikan panduan perjalanan kepada tamu sebelum datang.

Be Glamping memberikan panduan dalam bentuk video singkat, sementara Namu Hejo memberikan petunjuk tertulis yang sangat rinci. Hal ini menurutku penting banget, mengingat jalannya tidak selalu mudah ditemukan. 😉

Jadi, Pilih yang Mana?

Be Glamping Lembang

Kalau ditanya mana yang lebih kami rekomendasikan, jawabannya tergantung tujuan sih. Karena keduanya punya keunggulan yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula ya. Seperti yang sudah aku jelaskan sedikit sebelumnya.

Be Glamping itu lebih ke menikmati alamnya dengan santai dan betul-betul mencari tempat istirahat yang cukup tenang dan juga nyaman.

Tapi kalau harus jujur soal preferensi pribadi kami, Namu Hejo jadi yang lebih berkesan. Tenda yang persis di tepi sungai itu betul-betul memberikan pengalaman yang susah didapat di tempat lain soalnya.

Tidur ditemani suara air mengalir sepanjang malam, bangun pagi langsung disuguhi pemandangan sungai tuh rasanya beda aja. Belum lagi keseruan rafting dan ATV-nya yang bikin anak-anak tidak mau pulang.

Buat keluarga yang ingin glamping yang lebih santai, dekat dari kota, dan tidak perlu banyak persiapan ekstra kendaraan, Be Glamping adalah pilihan yang oke. Fasilitasnya lengkap, lokasinya mudah dijangkau, dan malam BBQ-an di dalam hutan Lembang itu punya pesona tersendiri.

Gampangnya ya, kalau mau santai dan nyaman, pilih Be Glamping. Kalau mau seru dan berkesan, pilih Namu Hejo. Tapi kalau bisa, COBA KEDUANYA saja seperti kami karena ternyata keduanya worth it deh, dengan cara masing-masing! 😉

Kalian sendiri lebih tertarik yang mana hayo? Share di kolom komentar ya! 😉

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.