Lifestyle & Beauty

Cara Kreatif Mengajarkan Anak Memasak Agar Belajar Memasak Jadi Lebih Seru!

Anak pertama aku (Naia) akhir-akhir ini lagi seneng-senengnya cobain masakan yang dia temukan di media sosial. Banyak yang berhasil, tapi juga ada yang gagalnya, hehe.

Terkadang percobaan masak itu malah impulsif dia lakukan. Seperti beberapa waktu yang lalu, seusai makan malam, dia sedang menikmati screen time-nya dan menemukan konten membuat brownies pakai microwave.

Langsung dicoba deh sama dia dan ternyata lumayan enak. Berikutnya, kalau sedang senggang dan ingin ngemil, dia jadi cukup sering bikin itu. Soalnya gak terlalu susah juga sih ya bikinnya.

Aku cukup senang sih dia punya hobi seperti itu. Setidaknya merasa tenang lah ya karena sedikit banyak dia bisa memasak.

Apakah Ingin Anak jadi Chef?

Kalau suka masak-masak gitu, arahkan aja untuk jadi chef?

Kalau misalnya anaknya memang sangat antusias dan memang mau bertujuan menjadi chef sih ya aku dengan senang hati lah mendukungnya.

Aku bakal ajak dia melihat https://www.culinaryschools.org/ supaya kebayang langkah apa yang bisa disiapkan untuk menjadi seorang Chef.

CulinarySchools

Tapi, yang aku lihat dia tuh masih meraba-raba gitu sih.

So far kalau ditanya dia mau jadi apa kelak, jawabannya malah mau jadi pengacara, ahaha.

Padahal kalau jadi chef ya lumayan ya, kalau kumpul keluarga, jadi dia saja yang mengatur harus ada makanan apa saja, ahaha. Kejauhan ya kayanya mikirnya xp

Anw, sebetulnya belajar memasak di zaman sekarang sudah lebih mudah dan nyaman ya, soalnya tinggal cari video tutorialnya saja biasanya, ya kayak si Naia ini yang mengikuti arahan video.

Dia jadi langsung mempraktekkan resep yang dia temukan di media sosial.

Video Memasak: Guru Memasak Pribadi di Layar Kaca

Mengikuti tutorial masak dari video memang yang paling praktis sih. Kalaupun gak langsung dipraktekkan, biasanya resepnya aku screenshot dan catat untuk dieksekusi kapan-kapan. ((walau seringnya kapan-kapaannnya gak tau kapan xp))

Sering juga sih aku melihat dan mencari di Youtube resep masakan tertentu. Salah satu resep yang terakhir aku ikuti adalah resep membuat waffle.

Menurut aku, ada 2 hal yang bikin video memasak itu lumayan ramai:

  1. Resepnya sederhana yang mudah ditiru. Video dengan durasi yang lebih singkat, sekitar 1 sampai 3 menit saja itu oke banget sih. Biasanya resepnya memang simple dan gampang banget diaplikasikan.
  2. Belajar memasak dari berbagai negara. Apalagi dengan video, kita jadi bisa tau juga resep-resep dari berbagai negara. Atau bisa juga resep modifikasi yang menduplikasi makanan negara tertentu.

    Anak aku tuh pernah membuat pizza dari roti sisa dan ternyata lumayan enak. Sudah beberapa kali dipraktekkan olehnya kalau dia lagi mau ngemil, hehe.

Game Memasak: Petualangan Kuliner yang Seru

Selain lewat video, kita juga bisa mengenalkan masak memasak ini melalui game. Banyak game-game seru yang bisa dimainkan sekarang, terutama yang ada di https://www.culinaryschools.org/kids-games/.

Game kuliner menebak nama buah

Biasanya sih seumur Nara atau lebih kecil ya yang dikenalkan lewat games gini mah. Eh tapi kakaknya Nara yang SD juga masih suka sih. Soalnya dia jadi kepikiran untuk membuat sesuatu yang mirip seperti di game-nya.

Menurut aku, terdapat setidaknya 2 manfaat juga dalam bermain game memasak:

  • Dari game jadi nyata. Bisa jadi, anak terpikir untuk masak sesuatu yang mereka temukan di game. Kalau aku pernahnya dari buku anak sih. Di dalam buku cerita tersebut terdapat resep untuk membuat pancake, jadilah anak aku juga mengajak membuat pancake.

    Hal yang sama bisa terjadi pada game juga. Kemarin sih mereka bermain membuat burger, lalu jadilah mengajak aku juga untuk membuat burger di rumah, ahaha.

  • Belajar menghitung. Nah, selain jadi bisa merealisasikan masakan pada game, mereka juga bisa belajar menghitung, bisa menghitung jumlah belanjaan, ataupun menghitung pendapatan.

    Apalagi kalau anaknya sudah usia SD ya, mereka jadi bisa melancarkan belajar matematika deh. Lumayan yaa, bisa belajar tambahan dengan suka rela dan senang hati anaknya, ihihi.

Game Memasak Favorit

Dari beberapa kali mencoba bermain games di https://www.culinaryschools.org/kids-games/, anak-anak jadi punya beberapa games memasak favorit mereka nih. Ini dia salah tiganya:

Fruit Name

Gamesnya cocok banget buat Nara. Caranya dengan memilih dari 2 pilihan nama buah yang sesuai dengan gambar buah di di pojok kanan atas.

Agak-agak mirip Mario gitu ya karakternya, ahaha. Terus untuk memilihnya pun dia harus lompat, jadi makin mirip deh.

Bento Box

Kalau yang ini akunya juga suka, ahaha. Lumayan memenuhi rasa menghias bekal makanan sih.

Soalnya aku tuh aslinya emang udah hopeless sama mempercantik bekal makanan gitu. Karena ternyata kalau makanannya memang anak suka ya bakal habis, kalau gak suka, mau dihias secantik apapun tetap gak habis, huhu.

Tap Supermarket

Nah game yang ini tuh semacam mengatur super market gitu. Mana kotak yang habis, kita harus segera mengisinya kembali.

Anak jadi belajar manajemen waktu dan ketelitian sih. Soalnya lumayan juga lho. Melihat keriweuhan super marketnya, apa yang habis kadang terlewat.

Supermarket game

Siapkan P3K

Memang ya, tetap dapur adalah tempat yang memiliki beberapa resiko, apalagi kalau anak-anak yang di sana.

Kita saja sebagai orang dewasa terkadang bisa terkena percikan minyak panas atau jari bisa saja tergores pisau, apalagi anak-anak ya.

Maka dari itu, sejak awal anak-anak mulai tertarik dengan masak memasak, aku sudah menyiapkan P3K untuk menjamin keselamatannya selama di dapur.

Baca juga: Ini Dia List Perlengkapan Traveling Bersama Anak yang Biasa Kami Bawa

Ya setidaknya, aku punya salep luka bakar, plester, dan juga obat luka. Agar saat terjadi hal yang tidak diinginkan, kita bisa memberinya pengobatan pertama di rumah.

Jadi, anak yang antusias dengan masak memasak bisa tetap terpenuhi antusiasmenya. Memang orangtua yang harus siap dengan berbagai resikonya.

Anak-anak juga suka memasak gak nih bun?

istianasutanti

Halo, salam kenal ya.

Aku Istiana Sutanti, seorang ibu dari 3 orang perempuan yang hobi sekali mengajak anak-anak untuk traveling bersama.

Di blog ini aku sharing pengalaman traveling kami sekeluarga plus pelajaran parenting yang aku dapatkan, baik dari pengalaman pun dari seminar parenting.

Semoga kalian suka membaca pengalaman traveling kami dan semoga membantu untuk menentukan tujuan traveling kalian berikutnya! ;)

You may also like...

2 Comments

  1. Anakku yg sulung kliatannya ga suka sih. Tapiiii aku paksa utk bisa setidaknya masak yg basic mbak . Utk bekal dia lah kalo nanti udah jauh dari orang tua. Supaya setidaknya bisa masak yg simple aja.

    Aku sendiri pun ga suka masak. Tapi sejak asisten yg tugas memasak resign, dan asisten yg 1 nya memang ga bisa masak, mau ga mau drpd cari yg cocok susah, aku aja deh yg masak. Biar bumbu juga sesuai Ama lidahku. Apalagi aku kan ngurangin garam dan ga suka makanan oily.

    Dengan masak sendiri JD bisa disesuaikan. Secara ga doyan masak, aku pun LBH suka pilih resep yg simple :D. Hahahahaha biar ga banyak cucian juga. Untungnya menu2 western memang LBH semudah dibuat.

    1. beneerr mbak, kalaupun anak gak suka, bakal tetep aku ajarin juga nih. Betul biar buat modal mereka kalau tinggal sendiri.

      Fun fact, aku juga gak suka masak, wkwkwk. Tapi mau gak mau akhirnya belajar masak, sekarang malah ngebekel tiap pagi untuk memastikan anak-anak makan makanan yang “bener” gitu.
      Plus pengen gitu, anak-anak kangen masakan ibu-nya, ahaha. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.