Kompromi

Pagi2 sebelum anak2 bangun saya menyempatkan diri bikin mainan untuk Nawa. Lumayan, me time sebentar. Begitu Naia bangun, dia jadi mau ikutan bikin2. Dia minta salah satu kotak yang saya punya untuk dia hias sendiri.

Berhubung Naia belum mandi, saya lalu memintanya untuk mandi di sela sela dia menghias kotak yang dia punya. Awalnya dia keberatan. Kemudian dia meminta tolong saya untuk membantunya menggunting bunga2 yang sudah digambar untuk hiasan. Akhirnya saya beri dia pilihan “mandi sekarang, mama bantuin gunting bunga2 selagi dia mandi, atau mandi nanti tapi yang menggunting bunga2 untuk hiasannya dia sendiri”. Setelah berpikir agak lama, akhirnya Naia memutuskan untuk mandi sekarang sambil saya bantu menggunting bunganya, hehee.

Continue reading “Kompromi”

Menyudahi Anak Main Bersama

Naia ini kalau udah main sama temennya suka gak mau lepas. Jadi kalau mau udahan atau pisah, kadang2 dia suka jadi rewel. Gak jarang juga jadi nangis.

Apalagi sama temen sekolahnya yang satu ini. Berhubung rumahnya lagi dibenerin, dia jadi ngontrak deh sementara persis di sebelah rumah kami, eh beda 1 rumah aja deng. Jadi ya sejak dia tinggal di sebelah, hampir pasti setiap hari main bareng deh ini. Nah, giliran temennya ini mau pulang, Naia deh baper. Kadang ditahan-tahan dan ngajak main yang lain padahal muka temennya udah bosen.

Akhirnya sering banget juga Naia ikut dia pulang ke rumahnya dan lanjut main di sana. Sampai saya ajak pulang dan ajak main sendiri di rumah baru mau pisah.

Continue reading “Menyudahi Anak Main Bersama”

Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga

Beuh, gayaa pake ngomongin manajemen waktu. Padahal manajemen waktu saya masih kurang bener, hahaha. Saya masih sesukanya sendiri, belum disiplin. Tapi buat hal-hal dasar tentang anak, Alhamdulillah sih bisa ya, belajar melalui pengalaman laah.

Semacam jadwal harian anak itu saya mesti disiplin dulu. Kayak anak-anak sekarang harus bangun jam berapa (terutama Naia sih) supaya gak kesiangan buat sekolah. Plus mereka tidur siang jam berapa dan tidur malamnya jam berapa. Saya biasakan terpola sebetulnya.

Oiya, ngomongin manajemen waktu ini bertepatan sama #Familife bareng Noni nih sekarang. Dia ngomongin manajemen ibu bekerja. Coba cek postingannya di sini yaa:

Manajemen Waktu Ibu Bekerja Continue reading “Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga”

Puaskan Eksplorasi Anak dengan Berkata Iya Boleh

Sejak punya anak, saya belajar untuk mengurangi larangan-larangan saat mereka sedang bermain. Karena sepemahaman saya, larangan-larangan itu bisa mematikan rasa ingin tau anak dan membuat mereka tidak percaya diri serta membuat mereka takut untuk melakukan eksplorasi. Padahal eksplorasi yang dilakukan anak-anak itu mempengaruhi tumbuh kembang mereka.

Makanya, dari kecil Naia itu jarang saya larang dalam hal apapun. Sampai dia sempet selalu menangis setiap kali orang lain bilang “jangan”. Soalnya kalau di rumah ya saya selalu bilang “iya boleh” atau “yaudah” sambil ditemenin dan diawasi oleh saya atau saya beri perlindungan sebelumnya. Intinya saya hampir selalu membolehkan Naia eksplorasi hal apapun.

Pakai kata asal sih, which is jadinya boleh yang ada syaratnya. Tapi syaratnya ini juga bukan yang menyusahkan juga kok, dan bukan bermaksud membatasi eksplorasinya, melainkan untuk melindungi dia. Continue reading “Puaskan Eksplorasi Anak dengan Berkata Iya Boleh”

Me Time yang Kebablasan

Siapa yang setuju me-time itu penting? Pasti banyak lah yaa jaman sekarang mah. Saya pun berpikir gitu kok. Emang me-time itu sungguh sangat penting demi menjaga kewarasan dan kesehatan jiwa kita sebagai ibu, istri, terlebih wanita mandiri *ahzeg.

Baca juga: Happy me!

Soalnya me-time itu ya memang seakan me-refresh kembali kondisi emosi kita selamaaa.. (seminggu) mungkin? Pokoknya ya selama batas waktu yang kita tentukan sendiri deh. Misalnya kita memang butuh me-time tiap minggu, atau tiap bulan, atau malah 3 bulan sekali. Tergantung kebutuhan masing-masing dan kesepakatan sama suami lah ya.

Oiya, sebenernya postingan ini udah ngendon lamaaa banget di draft belum selesai-selesai. Kebetulan saya sama Noni kemarin belum ada topik untuk #Familife, jadi yaudah sekalian deh, hehehe.

Baca punya Noni di sini yaa:
Mencari Curi Me Time
Continue reading “Me Time yang Kebablasan”

Fenomena Jastip yang Harus Mulai Dipikirkan Penyelenggara Event

Buat yang belum tau, jastip itu jasa titip. Jadi, biasanya saat ada event-event besar di Jakarta (atau di manapun sih), toys fair atau books fair gitu lah, ada beberapa (cukup banyak sebetulnya sekarang) pihak yang melayani jasa titip menitip ini. Jadi, orang-orang yang tinggalnya jauh bahkan di beda pulau, atau berada di wilayah yang sama dengan event tapi gak punya waktu untuk hadir, atau yang malas ikut mengantri (di mana biasanya kan di event-event besar itu bisa antri berpuluh-puluh kilometer ya *lebay*, untuk masuknya ataupun bayar di kasir), intinya yang gak punya kesempatan untuk dateng langsung lah ke eventnya, bisa juga ikut serta dalam event besar itu, ya melalui jasa titip ini.

Biasanya jastip ini meminta uang jasa (ya namanya juga jasa titipan kan ya) per item yang dititipkan. Besarnya tergantung penyedia jastip itu sendiri (apa tergantung barangnya ya? saya kurang tau karena belum pernah ikutan jastip secara langsung). Biasanya sih uang jasa ini berkisar 5.000 sampai 10.000 per item. Lumayan yah 🙂 Hitung-hitung uang capek nyari barang yang dititipkan plus capek antri berpuluh kilometernya (lebay lagi) itu lah yaa. Continue reading “Fenomena Jastip yang Harus Mulai Dipikirkan Penyelenggara Event”

Berutang Demi Pencitraan

Bisa nebak gak kita ngomongin ini karena apa? hihihi. Beneerr, karena sekarang lagi rame kan ya perempuan yang berhutang banyak tapi gak taunya malah jalan-jalan ke luar negeri, hehe.

Tapi tenang, kita gak ngomongin dianya kok, yang mau dibahas itu berutang demi pencitraannya. Dari judulnya aja udah gak bener sih ya, berutang. Kalau terpaksa karena kebutuhan hidup gak bisa terpenuhi plus gak ada jalan lain sih ya sah-sah aja ya berutang, dengan niatan baik juga untuk dikembalikan sesegera mungkin. Dan usaha lebih keras lagi lah untuk ngembaliin utang-utang. Beberapa orang malah lebih semangat kerja katanya kalau ada utang :’D

Oiyaa, topik ini emang buat #Familife saya sama Noni di kamis ini. Baca yang punya Noni di sini yaa:
Demi Pencitraan Continue reading “Berutang Demi Pencitraan”

Naia dan Lomba Menggambar

Pertengahan bulan Februari lalu, di buku komunikasi Naia ada pemberitahuan tentang acara PORSENI se-Depok tanggal 18 Maret 2017. Di PORSENI itu diadakan beberapa lomba, salah satunya lomba menggambar. Naia yang emang suka menggambar, saya tawarkan untuk ikutan itu. Awalnya sih ragu, takutnya dengan lomba gitu Naia malah merasa tertekan di hal yang dia lagi suka ini. Tapi udah lah saya percaya aja deh.

Eh, sempet nanya beberapa kali sih sama Naia, apa bener dia mau ikutan lomba menggambar? Sampai 3 kali nanya deh kayanya saya, dia masih mau dan antusias, jadilah saya mendaftarkan Naia untuk ikutan lomba itu.

Latihan di Sekolah

Kata bunda gurunya, yang ikutan lomba akan “dilatih” gitu. Jadi tiap Selasa dan Kamis, anak-anak memang pulang 1 jam lebih lama dari hari yang lain karena ada kegiatan klub. Nah, di sela-sela kegiatan klub itu deh mereka menyempatkan melatih anak-anaknya. Di sini sih kekhawatiran saya mulai muncul. Takutnya, dengan dilatih dan ditetapkan mau menggambar apa, Naia malah jadi gak mau gambar apa. Soalnya dia emang belum mau sih untuk menggambar sesuai yang saya minta. Sampai saat ini ya dia menggambar apa yang dia mau gambar aja. Continue reading “Naia dan Lomba Menggambar”

#Familife Guilty Pleasure

Hmm.. guilty pleasure, kayak namanya ya, kegiatan semacam menyenangkan diri sendiri tapi ada sedikit perasaan bersalah saat ngelakuinnya xp. Sebenernya agak-agak mirip sama me time sih buat saya, yah sama-sama kegiatan yang menjaga kewarasan dan kesehatan jiwa lah, hehehe. Tapi ya itu tadi bedanya, me time sih tanpa punya perasaan bersalah, lha wong emang kebutuhan. Kalo guilty pleasure? Dari namanya aja udah guilty, ya jadi punya perasaan bersalah abis ngelakuinnya. Tapi bukan kejahatan sih ya, punya perasaan bersalah dikit laah. Bersalah ke badan, bersalah ke kantong, bersalah kee apa lagi yaa. Yang jelas bukan bersalah ke masyarakat lah (((masyarakaaattt)))

Anw, saya ngomongin ini dalam rangka #Familife bareng Noni lagi niih hehe. Baca punya Noni di sini yaa:
Sebuah Pengakuan Dosa Continue reading “#Familife Guilty Pleasure”

Staycation di The Margo Hotel Depok

Bulan Desember 2016 lalu sebenernya mau liburan agak panjang ke Jogjakarta, tapi begitu seminggu sebelum berangkat, lha dalah kok ya si Nawa kena cacar. Badannya lemes, demam, terus muncul bintik-bintik gitu di badannya. Yaudahlah gagal lah berangkat bulan Desember itu, yang Alhamdulillah akhirnya terlaksana yah di akhir bulan Januari 2017 kemarin, hehehe.

Baca juga: Wisata Jogja Bersama Anak-anak, Itinerari & Budget Continue reading “Staycation di The Margo Hotel Depok”

#Familife: Sikap Anak yang Bikin Terharu

Horeee banner baru baguuusss, huehehe. Ini bikinan Nahla lagi, sama kayak header saya yang lucu itu juga 😀

Anw, dengan ini saya suksess deh 2 minggu gak ngeblog, huhuhuhu. Ini bukan prestasi btw. Saya kok males banget ya, huhu. Untung aja ada tulisan colab ini, jadi update lagi deh blognya. Tapi sebenernya udah bikin 2-3 draft sih, tapi karena ngerasa belum puas sama tulisannya karena belum selesai, ya gak kepublish publish jadinya, hiks. Malah janjian yang sama Noni juga ngomongin Haqy Selma aja gagal, padahal udah nulis juga setengah jadi. Ah emang lah saya masih perlu belajar lagi lah tentang pengaturan waktu lah.

Duh, maaf malah jadi curcol, hee. Jadi gini, saya sama Noni sekarang lagi mau mengingat-ingat sikap anak(-anak) yang bikin kita terharu. Anak kecil tuh emang jagonya bikin orangtua terharu gak sih? Saya sih ngerasa gitu ya. Pokoknya mereka jagonya mengaduk-aduk perasaan kita deh, iya gak? hehehe

Baca punya Noni di sini ya
Sikap Anak yang Bikin Terharu Continue reading “#Familife: Sikap Anak yang Bikin Terharu”

#Familife: Hal yang Mau Saya Ajarkan untuk Anak Perempuan

Fuah, Bismillah dulu ah. Bingung deh ni. Sebenernya gak bingung ya, tapi gimana ya, agak-agak ngeri gitu saat mau nulis hal ini. Gak ngeri yang gimana-gimana sih ya, ngeri karena saya juga masih terus belajar dan bukan manusia apalagi perempuan yang sempurna banget. Tapi, seenggaknya saya punya juga nilai-nilai yang mau saya tanamkan ke anak perempuan saya kelak. Apalagi sekarang saya diamanahkan 2 anak perempuan yah, jadi ya emang harus punya bekal juga untuk mereka. Seenggaknya, ini hal-hal yang mau saya katakan & ajarkan ke anak-anak perempuan saya nanti. Yah, semacam pesan dari mama papa gitu lah ya, hehehe.

Oiya, postingan ini dibuat sebagai topik #Familife minggu ini bareng Noni. Baca punya Noni di sini ya:
5 Hal Penting yang Anak Perempuan Saya Harus Tau

Ah anw, saya jadi kayak menulis surat untuk anak perempuan saya kelak nih jadinya. Silakan dibaca yaa 😉

Continue reading “#Familife: Hal yang Mau Saya Ajarkan untuk Anak Perempuan”

Naik Pesawat Bersama Bayi

Ihiy, sejak Nawa lahir, Alhamdulillah makin sering kesempatan untuk jalan-jalan liburan dan refreshing. Lumayan yah bu, bisa jadi hiburan banget banget buat saya yang nguplek terus di rumah setiap hari, hehehe.

Apalagi waktu liburan ke Jogja beberapa waktu lalu. Super puass rasanya, super refresh juga kayaknya. Seminggu dan banyak tempat gituh yang didatangi, gimana gak refresh ya kan. Suasana baruu terus tiap hari lah pas liburan kemarin. Alhamdulillaah Alhamdulillaaah.

Makasih buat pak suami yang udah ngemodalin. Semoga rejekinya terus berkah dan melimpah yaaaa… Aamiin aamiin.. 😀

Continue reading “Naik Pesawat Bersama Bayi”

Buku “Aku Belajar Mengendalikan Diri” dan Pendidikan Seksualitas

Jadi beberapa hari lalu, dalam minggu lalu lah ya, ada satu buku anak yang jadi viral karena isinya yang dianggap gak sesuai untuk anak. Judulnya “Aku Bisa Mengendalikan Diri”. Buku itu dianggap bisa merusak otak anak karena isinya yang bisa mengajarkan anak untuk melakukan mast**basi.

Awal peringatan yang disertai gambar buku itu tersebar, saya kok gak mau komentar macem-macem dan menyudutkan penulis juga isi bukunya ya. Soalnya ya, pertama, saya gak punya bukunya, jadi ya percuma aja komentar kalo gak tau isinya ya kan. Apalagi saya juga waktu itu belum tau penulisnya siapa. Continue reading “Buku “Aku Belajar Mengendalikan Diri” dan Pendidikan Seksualitas”

#Familife: Menikah Itu

Tentang komitmen dan kerja sama seumur hidup. Juga tentang menghargai perbedaan dan menyelaraskannya. *tsaaah

Yap yap, kali ini saya sama Noni mau sharing arti pernikahan buat kita. Sebenernya karena baca #Sassythursday 2 minggu lalu yang pernikahan dalam satu kata, saya juga jadi pengen nulis ini juga. Tapi kita jatohnya bukan 1 kata, wehehe.

Anw, sebenernya sih tadinya saya mau ngajuin topik tentang pendidikan seksualitas ya, berhubung lagi rame banget juga kan akhir-akhir ini, huehehe. Tapi kelupaan jadi Noni udah keburu nulis ini, jadi yaudah lah lanjut lah dengan topik ini lah 😀

family-life-3

Baca punya Noni di sini ya:
Marriage is the Art of Compromise Continue reading “#Familife: Menikah Itu”