Serba-serbi Merawat Rambut Berjilbab Tanpa Salon

Saya sebetulnya dari dulu punya masalah di rambut. Rambut saya ini kering banget gitu, makanya pengen diiket terus biar gak terlihat keringnya. Sempet gak PD sebetulnya dulu saat jaman SMP dan satu sekolah sama gebetan. Rasanya pengen nutupin rambuut mulu. Eh, tapi bukan ini ya alasan saya akhirnya memutuskan untuk berjilbab xp. Saya sih memutuskan berjilbab karena ngeliat kakak-kakak saya nyaman banget pake jilbab dan udah panggilan hati aja gitu, jadi gak mau menunda saat akhirnya kesempatannya datang ūüėÄ

Waktu ketemu sama suami pertama kali, saya udah berjilbab donk. Makanya sampai benar-benar sah, suami baru deh bisa melihat rambut saya. Saat suami pertama kali melihat rambut saya itu, saya melihat sedikit ekspresi kekagetan di mukanya. Ya beda banget kali ah pakai jilbab dan gak pakai, ya kan ya? hehehe.

Karena saya udah menikah yang artinya saya harus menjaga perasaan suami, saya jadi lebih peduli deh terhadap penampilan. Yang tadinya saya cuek banget, make up gak pernah, perawatan rambut seadanya, pakai baju juga yang itu-itu doank, setelah menikah saya malah makin mau mencoba ini itu yang berhubungan dengan perawatan ujung rambut sampai ujung kaki badan sendiri.

Kadang banyak yang terbalik yah, sebelum menikah selalu menjaga banget penampilannya. Eh, tapi setelah menikah malah masa bodoh, hehe. Saya sih mikirnya, masa sebelum menikah kita selalu perpenampilan rapi dan cantik di depan pasangan tapi setelah menikah malah mau semaunya? Kan enggak, hehe. Ini prinsip saya lho ya, setidaknya ini salah satu upaya saya untuk menjaga cinta suami ke saya ūüôā

Karena cinta itu dinamis, gak bisa berhenti di satu titik, kita tetap harus mengusahakan cinta itu tetap ada

Salah satu upayanya ya dengan merawat diri deh. Jaman sekarang emang banyak banget kan ya yang bisa mendukung kita tetap bisa merawat diri di rumah? Termasuk perawatan rambut ūüėÄ

Bagaimana perawatan rambut di rumah

Home Education

Siapa yang sudah mengenal Home Education dan melaksanakannya di rumah? Banyak ya? hehehe. Kebetulan di bawah ini adalah infografis mengenai sedikit pengenalan apa itu HE.

Oiya, sedikit cerita bagaimana akhirnya saya bisa memposting ini.¬†Saat saya sedang ingin mendalami suatu hal itu rasanya emang semesta kaya bersatu padu nunjukin jalannya deh. Kebetulan saya memang sedang ingin mendalami parenting. Modal banget soalnya buat mengasuh anak. Sudah dari sejak Naia lahir sih sebetulnya saya mulai menyelami itu. Tapi awal tahun ini Alhamdulillah banget saya dapet info dan bisa bergabung di group WhatsApp mengenai pelajaran parenting itu. Khususnya sih mengenai Home Education (HE). Di grup tersebut ada waktu-waktu tertentu pengisi materi hadir untuk memberikan “kuliah” mengenai HE dan segala hal mengenai pengasuhan anak yang benar.

Sebetulnya untuk para anggotanya itu diharuskan meringkas materi yang sudah diberikan oleh pengisinya. Biar makin banyak orang tua yang membaca dan makin banyak orang tua yang makin pinter dalam mengasuh anak, hehehe. Nah, ceritanya sih di postingan ini saya itu ngerjain PRnya grup, hihi. Ini PR mengenai ringkasan materi pertama. Lagi-lagi saya bikin seperti ini supaya saya jadi gak males lagi buat mengulang materi ini plus jadi cepet ingat dan menempel di otak ūüėÄ

Buat yang mau tau juga, silakan disimak lho ya. Semoga bermanfaat ūüėČ

Home Education
Home Education

Happy Parenting ^^

Percaya Pada Qwords Bagai Percaya Pada Sahabat

Saya rasanya tuh sudah hafal dan nempel banget di kepala kalau Qwords adalah perusahaan hosting dan domain terpercaya. Yaa rasa percaya¬†ke Qwords bisa dibilang¬†udah kaya ke sahabat sendiri gitu deh, hihi. Emang kenal juga sih sama yang punya makanya bisa percaya banget kayak gitu, haha. Iya, saya dulu sempet dikenalin sama “bos”nya Qwords, Rendi Maulana. Dia itu teman suami saya, sesama enterpreneur dan sesama blogger gitu deh. Jadi¬†ya percaya banget pakai layanannya.

Suami sih pernah ngerasain beberapa layanan hosting lain, tapi akhirnya setia sama Qwords karena beberapa alasan. Alasan pertama sih karena itu tadi ya, kenal personal dengan yang punya dan yang membesarkan Qwords. Alasan lainnya ya terkait layanan serta kualitas Qwords itu sendiri donk. Kira-kira beberapa poin ini yang jadi alasan lainnya. Oiya, suami saya pemilik anakUI.com btw. *numpangpromosi* *siapataukepo* xp

So, apa aja alasannya?

10 Kekeliruan Berkomunikasi

[Parenting] Infografis Kekeliruan Komunikasi dari Seminar Elly Risman

Hihi, pernah mengikuti seminar Ibu Elly Risman Musa, S. Psi. itu menurut saya suatu keberuntungan banget. Karena seminar itu, saya jadi belajar terus gimana cara komunikasi yang enak sama Naia. Ikutan seminarnya juga udah lama sih, tapi ada yang masih terus diingat di kepala ini. Yaitu mengenai kekeliruan-kekeliruan orangtua dalam berkomunikasi dengan anak.

Ringkasan seminar itu juga sudah saya posting di blog sebetulnya. Tepatnya di postingan yang ini. Tapi karena udah lama banget, jadi udah kelewat gitu aja deh postingannya. Nah, kemarin saya dapet lagi sharing dari grup WA. Materi yang sama yang didapat dari sumber yang sama namun dari seminar yang lebih baru. Setelah saya baca, isinya sama persis. Yasudah deh saya iseng membuat infografisnya. Ini saya buat sebetunya supaya saya bisa lebih mudah mengerti dan nempel banget di kepala. Saya lebih mau membaca dengan tampilan yang kayak begini soalnya, hehe. Semoga infografis ini bermanfaat yaaa.

Yuk liat infografisnya! ^^

#ArisanIlmu: 6 Etika Job Review Yang Harus Diingat

Saya semangat banget deh tiap kali ada kesempatan untuk belajar, apalagi rame-rame kayak gini. Sebetulnya sih saya juga dateng di #ArisanIlmu perdana bulan November lalu, tapi kali ini saya juga pengen banget ikutan. Berhubung udah beberapa kali ketemu dan lumayan banyak ngobrol dengan mamanya Diana ini, jadi saya excited buat ikut serta. Awalnya sih agak kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum sebagai peserta (padahal slot pesertanya lebih banyak yak, tapi ya yang mau ikutan juga lebih banyak lagi, haha). Tapi beberapa hari sebelum hari-H saya dihubungi langsung sama ketua arisannya, mak Widy Dharma kalau ada peserta yang tidak bisa hadir, dan saya yang berada di waiting list ini bisa menggantikannya. Alhamdulillah yah :3

Nah, kalau di Arisan Ilmu perdana tema yang diangkat adalah¬†Branding Trough Social Media,¬†kali ini temanya adalah¬†Etika Job Review¬†oleh mak Isnuansa Maharani. Walaupun saya telat setengah jam, tapi tetep donk saya nyatet di twitter lewat livetwit, hihi. E gak taunya livetwit ini dipantau lagi sama mbak Thia. Dan 3 orang yang livetwit mendapat kejutan dari IDBlognetwork. Saya salah satu yang dapet voucher deh ūüėÄ

Livetwit Berhadiah
Livetwit Berhadiah

Langsung aja ya, ini nih beberapa ilmu etika dalam mengerjakan job review yang kemarin berhasil saya ekstrak, muahaha.

1. Menerima job yang sesuai

Sesuai dengan apa? Dengan kesan blog yang kita buat selama ini. Misalnya saja, dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita termasuk orang yang tidak merokok dan bahkan membenci mereka yang merokok. Tapi, begitu ada tawaran yang cukup menggiurkan dari perusahaan rokok besar langsung kita terima. Wah, langsung jatuh deh kesan yang kita timbulkan selama ini, malah bisa mengakibatkan pembaca jadi tidak percaya lagi dengan apa yang kita sampaikan lewat blog.

So, make sure ya kalau yang memberi kita job review adalah mereka yang memang sesuai dengan kesan yang kita buat selama ini ^^

2. Beri label atau kategori khusus

Kalau yang ini sih lebih etika untuk pembaca ya. Saya sedikit banyak sudah melakukan ini sih, terutama untuk tulisan yang diikutsertakan dalam lomba blog atau tulisan review suatu produk. Dengan begini, pembaca nantinya tidak akan terjebak dan tidak jadi berpikir “yaah, ujung2nya iklan deeh” karena sudah jelas dari awal kita beri label ūüėČ

3. Tidak menulis untuk 2 brand berbeda namun berada pada bidang bisnis yang sama secara bersamaan

Tidak ada larangan untuk menerima job dari 2 brand yang berbeda namun berjalan di bisnis yang sama sih. Tapi hal itu bisa dilakukan asal tidak dikerjakan dalam waktu bersamaan ya. Alangkah kita tidak menghormati brand yang sudah membayar kita itu dengan menerima tawaran dari brand lain kan? Tapi biasanya sih ini memang diatur dalam surat kerja sama yaa.

Misalnya saja dengan menerima tawaran dari 2 merk pospak berbeda dalam bulan Januari ini. Menurut saya sendiri sih gak etis dan jadi gak menghormati si pemberi job review¬†yaa¬† ūüôā

4. Tanya secara detail segala hal mengenai perjanjian sebelum menandatangani surat kerja sama

Nah, ini penting banget! Jangan sampai kita nantinya terjebak sendiri atau melanggar hal yang diatur dalam perjanjian karena kita tidak teliti membaca atau tidak mengetahui kalau ada peraturan mengenai hal yang kita langgar tersebut. Poin ini terhitung wajib sih menurut saya ūüėÄ

5. Buat laporan tertulis

Setelah kita menandatangani surat kerja sama, berikutnya kita ya mengerjakan kewajiban kita donk ya. Entah itu menulis 1 postingan saja, atau menghadiri event, atau keduanya. Setelah kita melakukan kewajiban tersebut, jangan lupa juga untuk memberi laporan tertulis kepada pemberi job agar terlihat seberapa besar pengaruh yang berhasil didapat dari memberi job review pada kita.

6. Menunggu bayaran

Setelah menyelesaikan semua kewajiban kita pada¬†job review,¬†pastinya kita berhak donk atas kompensasi yang telah disepakati. Nah, kompensasi ini biasanya berupa bayaran uang. Dan biasanya bayaran tersebut juga hampir tidak tepat waktu, alias suka molor #ups. Tapi, tetap ya kita harus bersabar dan menunggu saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sering bertanya bayarannya akan dibayarkan kapan. InsyaAllah pasti dibayar kok kata mba Thia mah. Oiya, mbak Thia ini adalah karyawan IDBlognetwork yang biasa “mengincar” blogger-blogger untuk diberi¬†job review¬†loh, jadi deket2 deh sama beliau yah, hihi.

Tapi, biasanya kata mak Isnuansa, bayaran itu diterima 45 hari setelah kita menunaikan kewajiban kita, malah bisa jadi 2 sampai 4 bulan, jadi betul-betul harus sabar yaah.

Beruntung banget deh saya bisa ikutan 2x gini di Arisan Ilmu, heheh. Jadi bisa dapet ilmu tambahan dan jadi ada bahan tulisan buat blog deh. Dan di kedua arisan tersebut adalah kesempatan me-time buat saya, jadi keuntungannya berganda deh, hihi. Di sana saya juga akhirnya ketemuan langsung sama mak Myra Anastasia, yang blognya jadi inspirasi buat saya dalam mengasuh anak, hihi. Alhamdulillaah, jadi penutup tahun yang menyenangkan.