Naia dan Dinosaurus

Suatu hari, datanglah para Dinosaurus ke kehidupan Naia. Mereka berwarna-warni dan bermacam-macam jenisnya. Ada yang makan daging, ada juga yang makan tumbuhan. Ia senang sekali karena mendapat teman baru. Bahkan hampir setiap hari para Dinosaurus itu diajak menemani mandi, sesi paling santai baginya. Hal itu menandakan kalau mereka sangat penting untuk hidupnya.

Tapii… Kok ya para Dinosaurus ini malah menyerang Naia yaa?

DSC_2228

Naia jadi sebel dan marah pada mereka. Tapi, Naia gak bisa berbuat apa-apa, karena dia bingung harus melakukan apa terhadap mereka. Walhasil ya tetap saja Naia mengajak mereka bermain saat mandi. Baiknya kamu nak *ciuum*

Lalu, tiba-tiba datanglah kandang mainan yang diberikan oleh yangtinya. Tepatnya, teman dari yangti sih. Kandang mainan itu adalah semacam goodie bag dari cucunya yang berulang tahun ke-1. Mungkin Naia berpikir, “wah, bisa nih digunakan untuk mengurung para Dinosaurus itu kalau mereka nakal, hihihi.”

DSC_2899

Daan, benar saja, dia memasukkan para Dinosaurus itu ke kandangnya dan keadaan jadi aman dan damai deh untuk Naia karena tidak lagi diserang oleh mereka. Hahaha

Terus, teruus, itu mau dibawa kemana yaa? XP

DSC_2919

[Parenting] Kebiasaan Buruk 10, Ucapan dan Tindakan Tidak Sesuai

Sebenarnya tanpa kita sadari, sebagai orang tua kita cukup sering melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang kita katakan. Misalnya, kita melarang atau tidak menyetujui anak untuk membeli sesuatu dengan alasan sudah tidak punya uang lagi. Tapi, ternyata kita sendiri malah lagi asik milih-milih baju dan akhirnya membeli banyak baju. Wuih, anak akan merasa kita membohongi mereka. Dan mereka akan belajar kalau bohong adalah sesuatu yang lumrah, bukan perbuatan yang salah. Anak nantinya akan suliiit sekali untuk percaya pada kita. *contoh ini diambil dari buku Amazing Parenting karya Rani Razak Noe’man*

17448714

gambar dari sini

Saya pernah menyaksikan langsung si anak sudah meminta pulang kepada ibunya saat menjenguk teman yang sakit. Lalu si ibu berjanji kalau benar mereka akan pulang setelah tayangan di tv selesai *saat itu ada tayangan spongebob*. Si anak sampai berkali-kali menegaskan kalau mereka pasti akan pulang setelah spongebob habis dan si ibu benar-benar memastikannya. Tapi, saat tayangan tersebut sudah habis, apa yang dilakukan si ibu? Bukannya bergegas pulang, tapi mengulur-ulur waktu lagi dengan alasan yang tidak bisa diterima. Anaknya? Akhirnya dia gegulingan ngambek dan nangis.

Jadi harus gimana?

Sudah 9 Bulan

9 bulan sudah Naia resmi copot pampers kalau di rumah alias melakukan toilet training. Alhamdulillah sekarang udah lancar dan dia selalu bilang kalau mau pipis. Walaupun ada yang kebablasan sih, dia bilang pipis sambil pipisnya ngocor, hihihi. Tapi, Ahamdulillah banget Naia bener2 pinter dan ngerti kalau diberi pengertian apapun.

Awalnya, saya selalu pakai popok kain juga ke Naia sejak lahir. Tadinya mau selalu pakai popok kain atau celana kain aja, bukan pampers kalau di rumah. Tapi sejak dia bisa gangsrot *apa dah bahasa halusnya??* sekitar umurnya 6 bulanan, saya jadi takut kalau dia pipis di mana-mana, jadilah saya pakaikan pampers juga walupun di rumah. Nah, sejak 9 bulan yang lalu, tepatnya waktu Naia berumur 15 bulan *iyap, berarti dia sekarang tepat 24 bulan alias 2 tahun, huaah, cepatnyaaa* tekad saya sangat kuat untuk mengajarkan dia toilet training. Saya jadi benar-benar siap banget kalau dia bakal pipis di mana-mana dan sudah siap mengamati tanda-tanda dia mau pipis juga sambil terus memberi arahan dan pengertian kalau seharusnya pipis atau BAB itu di kamar mandi.

Lalu bagaimana hasil toilet trainingnya?