2 Hari Lagi

Yak, gagal sudah target saya untuk menulis selama 30 hari. Waktu itu 4 hari berturut-turut saya nulis blog, sekedar mengisi waktu sekaligus memang ada yang ditulis. Karena itu, saya jadi menargetkan jadi 30 hari berturut-turut mau nulis di blog. Etapi ternyata cuma bertahan sampai hari senin minggu lalu saja, waktu baru 7 hari berturut-turut.

Lumayan sih, seminggu bisa saya jalani. Tapi kalau terputus begini, ya jadinya mesti ngulang lagi 😛

Oke, bukan itu yang mau saya omongin, hehehe. 2 hari lagi ada apa?

2

2 tahun yang lalu, hari ini jantung berdegup sangat kencang membayangkan 2 hari lagi akan berganti status. Hari ini, jantung masih berdegup kencang membayangkan apa yang sudah dan yang akan kita lalui setelah 2 tahun pernikahan ini ~2 hari lagi~.

2 tahun bukan waktu yang lama. Dalam 2 tahun ini kami diberikan anugerah yang begitu besar yang membuat waktu terasa cepat sekali berlalu. Naia namanya. Melihatnya dan mendidiknya selama setahun ini membuat kita benar-benar merasakan betapa besarnya kasih sayang orangtua terhadap kita dan membuat kita semakin sayang kepada orangtua.

Dan bukan juga waktu yang cepat. Banyak hal yang berubah selama 2 tahun ini, status, pekerjaan, tanggung jawab, juga pola pikir. Lamanya waktu 2 tahun membuat kita belajar banyak hal lagi. Tanggung jawab lebih berat lagi karena sejak 1 tahun yang lalu status saya bertambah, selain menjadi istri, saya juga menjadi ibu. Pola pikir berubah menjadi semakin realistis.

Sudah 2 tahun ternyata, dan waktu sangat cepat berlalu. Semoga pernikahan ini bisa selalu dipenuhi keberkahan dan bertahan selamanya. Aamiin

Sekedar Update Blog

Yap, demi memenuhi keinginan buat jadiin 30 hari berturut-turut ngeblog, saya sempatkan menulis hari ini di penghujung hari 😀

Jadi, hari ini adik ipar saya berulang tahun ke-18 dan seperti tradisi di keluarga suami, setiap ada anggota keluarga yg berulang tahun, kami sempatkan untuk makan bersama, entah di restoran ataupun delivery ke rumah. Biasanya kami melakukan itu di malam hari, tapi karena hari ini ada motoGP dan mertua saya sama sekali tidak ingin melewatkan itu, jadi jadwal makannya diimprovisasi jadi makan siang, hehehe.

Berhubung hari ini hari minggu juga dan belum ada yg punya rencana apa2, ya akhirnya jalan deh siang tadi ke pejaten village. Dari rumah belum memutuskan ingin makan dimana, baru saat sampai di sana kita memutuskan untuk makan di restoran secret recipe.

Saya dan suami baru 1 kali pernah makan di situ dan kami sangat puas akan makanannya, jadi kamilah yg merekomendasikan itu ke mereka, hehe. Dan, mereka mau, horee.

Kali ini Naia sudah bisa makan sendiri, hihi. Di secret recipe ada menu untuk anak kecil juga, jadi kami pesan menu kids itu deh, fish & chips kids judulnya. Kami putuskan makanan yg bisa dipegang karena Naia suka banget makan sendiri dan baru bisa menggunakan tangan.

Karena daging ikannya lembut banget, dan ada kentang gorengnya, Naia memegang kentang goreng sambil saya suapi daging ikannya, dan dia hampir menghabiskan makanannya. Alhamdulillah, Naia suka 🙂

Naia’s Update

Selain sudah resmi bisa jalan, dia sekarang udah banyak banget lho ngocehnya. Walaupun gak sejelas anak tetangga sih ngocehnya, tapi tetep aja anak sendiri paling lucu! 😛

Jadi, anak tetangga itu seusia Naia, belum bisa jalan, tapi ngomongnya itu loh, udah hampir faseh *halah*. Tapi Naia itu emang gak suka ngomong yang ngikutin kata-kata orang, tapi dia lebih ke ngoceh-ngoceh atau nyanyi-nyanyi sendiri aja. Nah, anak tetangga bisa ngikutin kata-kata orang, dan nyarisss sama, yaa cadel-cadelnya anak kecil laah.

Balik lagi ke Naia. Si Naia kalo nemu bukunya dia, suka langsung dibuka di halaman random dan langsung ngoceh-ngoceh dan setelah itu tertawa sambil melihat saya, hihihi. Gayanya itu kaya nunjukin kalau dia sedang menceritakan sesuatu ke saya dan melihat respon saya sambil tertawa lucu.

Dan Naia sekarang sudah dengan pasti mengerti perkataan orang.! Contohnya apa? Kalau saya misalnya bilang “makan yuuk Naia, Naia duduk yaa tapinya”, dia langsung menuju kursi makannya.

Berikutnya lagi, kalau dia nemu sampah di tengah jalan, dia langsung nunjukin ke saya atau papanya lalu kita bilang “apa itu? sampah ya? buang yuk di tempat sampah”, dia langsung menuju dapur rumah.! Iya, walaupun dia di luar rumah, dia akan jalan ke dapur rumah untuk membuang sampah di tempat sampah kita, hihi.

Terus lagi, kalau kita bilang “tiger dimana yaa?” *tiger itu nama mainannya*, dia langsung nunjuk2 dan dengan tampang bingung sambil nengok-nengok atau nyari di sekitar rumah. Begitu juga dengan gulingnya. Kalau sudah mau tidur, kita bilang “gulingnya mana?” dia menunjuk ke arah guling kecilnya dan disamperin untuk akhirnya dimainin di kakinya, haha.

Oiya, tandanya dia mengerti perkataan kita juga terlihat dari kalau kita tanya ke dia “kepala mana kepala?” atau “kaki mana kaki?”, dia akan langsung menunjuk kepala atau kakinya. Begitu juga dengan anggota tubuh yang lainnya sih, tapi ya belum semua, baru sedikit 😀

Punya anak itu bener-bener pencerah hati yah, penyejuk mata ^^

Naia Resmi Bisa Jalan

14 bulan sudah umur Naia sekarang, dan dia sudah RESMI bisa jalan.!!. Hore (^_^)/

Kira-kira sudah 1 minggu ini sih Naia resmi bisa jalan, masih lucu, jalannya masih doyong-doyong gitu 😛 Tapi sebenernya udah dari umur 8 bulan dia mulai rembetan ke dinding, lha wong 7 bulan aja udah belagu mulai berdiri-berdiri berpegangan. Tapi kok ya proses menuju bisa jalannya lama yak, hahaha. Gapapa donk, yang penting sehat dan sekarang resmi bisa jalan.

Hihihi, ya ampun, saking senengnya saya, saya ulang kata resmi sampai 3 kali 😛

Jadi, di umur 7 bulan itu dia udah mulai berdiri berpegangan kursi makannya. Waktu pertama kali dia berdiri itu saya panik, takut dia jatuh. Saya perhatikan saja sambil tetap menjaganya kalau-kalau jatuh. Ternyata dia bisa, dan malah melet-melet ke arah saya kaya ngeledek 😛

Nah, kejadian itu bikin saya berpikir “wah, jalannya kemungkinan bisa cepet nih”. Mama saya bilang saya bisa jalan di umur 9 bulan *cepet banget yak*, dan mamah mertua bilang suami saya bisa jalan di umur 1 tahun, jadi yaa, dilihat dari sejarah saya dan kejadian itu, saya jadi bener-bener ngarep.

Dan di umur 8 menuju 9 bulan bener-bener bikin harapan saya jadi lebih besar lagi. Soalnya, Naia udah mulai merembet jalan berpegangan di tembok atau meja. Udah gitu suka dorong-dorong kursi atau mainannya yang bisa jalan. Wuiih.

Tapi… bulan 9… bulan 10… bulan 11… bulan 12… tetap saja rembetan, hihihi. Etapi saya juga bukan orang yang maksa anak bisa jalan cepet kok, saya percaya setiap anak punya perkembangan yang beda-beda karena mereka unik! 😀

Yasudah, kita tunggu saja sampai Naia benar-benar siap untuk bisa jalan sendiri. Daaan, akhirnyaa bisa jalan juga, hehe. Awalnya, dia itu bernafsu banget untuk nyuapin saya *yap, dia hobi nyuapin makanan ke orang* :P. Saya mundur-mundur, dia tetap melangkah. Sampai akhirnya saya pikir cukup, saya berhenti dan saya cium karena kebaikan hatinya dan karena usahanya untuk jalan.

Dan, setelah itu Naia semakin berani untuk melangkah lebih banyak dan lebih banyak lagi sampai akhirnya saya nyatakan dia resmi bisa jalan *walaupun masih doyong, hahaha*

Kemuliaan Istri

a) “Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.

b) “Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah”

c) “Mandi junub si isteri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.

d) “Apabila isteri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.

e) “Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.

f ) “Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.

g) “Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”. (Hadis Riwayat Tarmizi)

h) “Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yng difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”. (Hadis riwayat Anas Bin Malik)

Dapet dari page facebook https://www.facebook.com/DistroHijabModern

Poin g menunjukkan betapa mudahntya masuk surga bagi para wanita, melalui ridho suami. Jadi untuk yang sudah menikah, ridho suami adalah segalanya deh 😀

Macaroni Saus Keju

Hari minggu kemarin saya bikin pasta lagi, hehe. Dan kali ini tetap bikin saus sendiri lagi donk. Tapi sayangnya lagi gak ada stok tomat, jadi gak bisa bikin saus tomat untuk Naia kaya waktu makan enak tempo hari, huhu.

Buka kulkas ternyata ada keju, saya jadi kepikiran saus keju aja buat Naia. Yaa, caranya palingan gak beda-beda jauh lah sama bikin saus tomat buat Naia, hihihi. Asli coba-coba saya kali ini, mengingat proses membuat saus tomat aja, lalu saya duplikasi. Cuman, ya kali ini tomatnya saya ganti keju.

Hasilnya, enaaak, hehehe. Naia gak mau disuapin waktu itu, jadi kita biarkan ia makan sendiri. Kebetulan pakenya macaroni yang spiral, jadi bisa dipegang sama dia.

Naia Makan Sendiri
Naia Makan Sendiri

Walaupun Naia gak abis karena emang porsi makannya dia yang super imut, saus kejunya tetap bisa dimanfaatkan. Keesokan harinya saya bikin aja roti panggang pake saus keju itu, dan rasanya nyambuung banget doonk *senyumpuas*.

Ah iya, saya tuliskan resep yang saus keju deh siapa tau ada yang mau bikin juga 😀

Bahan-bahan:

  • Keju, parut
  • Bawang putih ~kali ini saya pakai 1 siung~
  • Garam, sedikit saja
  • Kaldu ~ayam atau sapi~, kebetulan kemarin kaldu sapi
  • Larutan maizena
  • Isian ~bisa apa saja juga~, kebetulan kemarin isiannya itu daging sapi yang sebelumnya direbus untuk diambil kaldunya. sayang lagi gak ada stok sayuran, huhuhu 🙁

Cara masak:

  • Blender isian, bisa juga gak usah diblender kalau anak sudah bisa mengunyah
  • Tumis bawang putih sampai harum
  • Masukkan isian
  • Masukkan garam sedikit, jangan sampai terlalu asin
  • Tambahkan keju parut, aduk sampai tercampur dan butiran keju sedikit lebih halus
  • Tambahkan larutan maizena, tunggu sampai mengental, angkat
  • Selesai! :D

Sebenernya sih rahasianya ada di kaldu dan bawang putih. 2 senjata itu yang bikin saus jadi “berasa”, hehe. Saya juga sangat menghindari kaldu instan. Selain lebih enak kaldu buatan sendiri, ya pasti lebih sehat juga kan? 😀