10 Things Make You Happy Today

I want to list the 10 things make me happy everyday starting last Sunday, November 25th 2012.

Happy

No, I don’t want to write down all of those in this blog. I’m just saying and sharing those 10 things with my husband right before we go to sleep 😀

So, I have an idea to think about things that make me happy everyday right before I’ve watched the “Hitam Putih” show with Dian Sastro as a guest. She said that to get the mood to do everything is to set our mind with happiness. And, a way to make her happy everyday is to think all the good stuff happened that day. So, she listed 10 things that make her happy everyday.

Yea, I kind of like her idea. So the next day, I tried to do that. And it worked. All the good stuff just popped out in my mind when I think about the things make me happy. That way, we can decrease all the bad feelings we have and remembering just the good ones.

And, this can make you happy everyday. Everyday.

even though you have 1000 reasons to be sad, there will always be a reason to be happy

Pilih Mana?

Jalanin dulu sambil menyempurnakan, atau cari tau dulu ilmu selengkap-lengkapnya baru menjalankan?

Kalau buat saya pribadi sih, buat ibadah saya pilih yang pertama, hehe. Kenapa begitu?

Kalau untuk ibadah kita harus cari tau selengkap-lengkapnya, kapan donk mau mulai menjalani? Lebih baik jalanin dulu sambil terus menerus menyempurnakan dengan ilmu.

Contohnya, memakai jilbab. Waktu dulu saya pertama kali memakai jilbab, apakah saya tau selengkap-lengkapnya mengenai islam secara mendetail? Enggak. Sekarang juga masih jauh dari sempurna sih tapi setidaknya sudah lebih baik dari waktu itu. Oiya, saya pertama kali pake jilbab itu sejak kelas 1 SMA dan alasannya karena ngikut kaka-kaka saya yang sudah lebih dulu pake jilbab.

Sekarang juga banyak ko yang berpendapat “kalau gak dimulai dari sekarang, nanti gak pake-pake”. Kalau menunggu siap hati dan sempurnanya ilmu, mau nunggu sampai kapan? Bukankah berjilbab itu kewajiban?

Oke, itu salah satu contoh aja. Intinya saya berpendapat kalau untuk ibadah, ya lebih baik dijalankan terlebih dahulu. Allah maha pemaaf. Jadi selama kita berniat kalau itu untuk ibadah benar-benar karenaNya, walaupun salah karena kita belum tau, Dia akan selalu memaafkan.

Tapi ketidaktahuan itu jangan selamanya dipelihara. Teruslah mencari tau apakah yang kita lakukan sudah benar atau belum. Maka dari itu sambil memulai ibadahnya, sambil menyempurnakan ilmunya.

Dari selalu belajar, kita jadi tau pertama kali menjalankan ibadah itu sudah benar atau masih salah. Kalau sudah benar Alhamdulillah, kalau salah ya dibenarkan 😀

Every Word is Pray

Then, say only the positive words. Who knows, someday it will be come true 😀

Yea, I just want to remember the lot of things that I said and were granted by Allah.

  1. When I was a kid, I said to my parents and my siblings where I want to study right until the college. And, Alhamdulillah all of those words were granted.
  2. Long before I got married, I said that I want to marry before 25 years old. Last year, I got married at the age of 24. Alhamdulillaaah.
  3. Since I was in high school I said that I want to marry someone that I know, best friend is better . And it was granted too, Alhamdulillaah. I married my college friend whose having the same circle of friendship.
  4. In the last semester of college, I said that I want to be freelancer who can be working from home. So that when I get married and having children, I can still work while raising my children with my own hand. I can keep an eye on my children all day long with my own eyes. And now, I am a freelancer web developer 😉
  5. When I was pregnant, my husband said that he want to have a girl. He imagined the cuteness of children wearing mukena 😛 Now, I am having Naia. Ya, it was granted too, Alhamdulillaah.
  6. It’s the last and the newest. Right after I wrote “Sekedar Update” I have a couple of web project to do. Alhamdulillaah, Allah granted the last point I said wrote.

There are still a lot of words I said that coming true. It just too much to be remembered and to be written. *I forgot it actually 😛

Yap, Allah does hear your pray and make it come true, sooner or later. Always.

Then which of the favours of your Lord will you deny?

~Ar Rahman

Choose The One Who Loves You

For the girls, trust me. Choose the one who loves you, not whom you loved so much.

Because,

  • He always there for you
  • He never ever want to see you cry
  • He gives you unconditional love
  • He can make you love him more than everything
  • He always give you infinite love
  • He always try to make you happy. And trust me, he always did.
  • And, there is soo much more he can give to you, even the heaven.

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia dan  diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah).

Heheheh, it’s my own experience. Thanks to my husband to give me so much love. Hope our love will always grow and will be last forever. Forever.

Ilman ~ Isti
Ilman ~ Isti

*there is no special ocation, I just want to write how happy I am to be Ilman Akbar‘s wife 😛

Beberapa Kebiasaan Naia

Heheheh, saya pengen ngelist beberapa kebiasaan Naia yang selalu berubah tiap bulan dari bulan pertama sampai bulan ke tujuh ini 😛

Ini dia kebiasaan-kebiasaan Naia yang hilang begitu kebiasaan baru muncul.

Bulan Pertama. Kayanya sih bulan pertama belum keliatan apa kebiasaannya, paling baru senyum2 dikit aja, hehehe

Bulan Kedua. Di umur 2 bulan dia seneng banget melet-melet.

Bulan Ketiga. Nah, di bulan ini seneng banget monyong-monyongin bibirnya. Gak tau karena apa ya, saya sih nebaknya gusinya gatel, tapi ampe sekarang giginya belum tumbuh tuh, hehe

Bulan Keempat. Dia lagi seneng-senengnya gigitin jari plus nengok sambil miring2in kepala. Gigit-gigitin jari karena udah mulai kerasa laper kali yaa 😛 *sotoy*

Bulan Kelima. Hihihi, ini nih yang paling absurd. Dia lagi seneng-senengnya senyum kebalik :p Temen kuliah saya dulu ada juga yang suka senyum begini, namanya Kemal. Jadilah pas ketemu sama temen-temen kuliah dan dia senyum kaya gini, mereka pada bilang itu senyum kemal, wekeke.

Bulan Keenam. Di bulan keenam Naia udah bisa nggangsur dan jadi gak bisa banget diem di satu tempat. Dan, kebiasaannya itu adalah menjelajah rumah. Semuaaa yang bisa disamperin dia samperin deh. Yang paling lucu itu kalo dia udah ke kolong, entah kolong boxnya dia atau kolong sofa yangtinya, hihi. Kalo foto di kolong boxnya pernah saya taruh di postingan saya yang ini.

Bulan Ketujuh. Baru banget tujuh bulan sih emang, tapi udah keliatan kebiasaan barunya, yaitu nungging-nungging, hahaha. Mungkin sebentar lagi mau duduk dan mberangkang kali ya 😀 *yang ini belum ada fotonya, hehehe*

Oh, ada 1 lagi deng kebiasaan barunya di bulan ketujuh ini. Dia kalo nguap sekarang selalu pake suara. “Huaaahmmm” atau menggumam abis nguap 😛 *lucunyaaa

Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini

Ya, saya termasuk orang yang ingin mengajarkan bahasa inggris kepada anak saya sejak dini. Saya juga termasuk orang yang percaya kalau mengajarkan dua bahasa dapat melatih kecerdasan otak anak dan akan memudahkannya belajar bahasa lainnya kelak.

Belajar Bahasa Inggris
Belajar Bahasa Inggris

Saya dan suami juga telah merencanakan untuk mengenalkan anak-anak kami kepada bahasa Inggris sejak kecil, bahkan sebelum umur 1 tahun.

Banyak alasan sih, salah satunya karena nantinya, di masanya anak kami ~sekarangpun sepertinya sudah sih~, bahasa Inggris sudah menjadi bahasa umum yang harus dikuasai dan untuk mengembangkan pergaulannya ke manca negara kelak serta untuk melatih perkembangan mentalnya.

Pengenalan bahasa asing seperti bahasa Inggris sejak dini sangat bermanfaat bagi perkembangan mental anak

~Novita Tandry, M.Psi, Psikologi Zone

Lagipula, di banyak artikel mengenai pendidikan anak, pengajaran bahasa selain bahasa ibu itu diperlukan untuk melatih otak anak mengenal beragam bahasa. Dengan begitu, di masa yang akan datang, akan mudah baginya untuk mempelajari bahasa asing yang lain.

Menurut harianhaluan.com, waktu yang ideal untuk mengajarkan bahasa baru bagi anak adalah sejak usia 0 hingga 3 tahun karena pikirannya masih fleksibel. Pada umur 4 sampai 7 tahun, mereka memproses beberapa bahasa dalam 1 jalur. Atau dengan kata lain, seiring membangun bahasa ibu, yaitu bahasa Indonesia, mereka juga membangun sistem bahasa kedua. Jadi mereka akan mempelajari bahasa kedua tersebut seperti penduduk aslinya.

Ya, dipengaruhi perkembangan jaman serta pengaruh pembelajaran bahasa asing ~Inggris dalam hal ini~ terhadap perkembangan kecerdasan otak anak itulah kami jadi yakin akan mengenalkan dan mengajarkan bahasa tersebut sejak dini.

Karena itu saya bingung dan menjadi tidak mengerti dengan pemerintah. Hal itu dikarenakan adanya pemberitaan yang saya baca di VOA pada tanggal 12 Oktober 2012 lalu mengenai pemerintah Indonesia yang akan menghapuskan pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar.

Beban pelajaran di sekolah dasar dianggap terlalu membebani murid sehingga pemerintah berencana menghapuskan pelajaran Bahasa Inggris. (Foto: Dok)
Beban pelajaran di sekolah dasar dianggap terlalu membebani murid sehingga pemerintah berencana menghapuskan pelajaran Bahasa Inggris. (Foto: Dok)

Disebutkan dalam berita tersebut salah satu hal yang menjadi pertimbangan penghapusan bahasa Inggris di kurikulum Sekolah Dasar adalah mengenai penguasaan dan penguatan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

Hal tersebut menurut saya sudah terbantahkan dengan riset dari J Cummins dalam buku Language, Power, and Pedagogy: Bilingual Children in The Crossfire, Manajer English First (EF) Indonesia Arleta Darusalam. Pada hasil risetnya, beliau menyatakan “anak yang mengembangkan dua kemampuan bahasa semasa sekolah akan mendapat pemahaman mendalam mengenai bahasa dan cara penggunaannya secara efektif”.

Selain itu, yang menjadi alasan adalah terbebaninya para siswa Sekolah Dasar dengan kurikulum yang ada sekarang dan ingin memfokuskan pada pendidikan karakter.

Menurut pendapat saya, terbebaninya para siswa Sekolah Dasar adalah bukan karena banyaknya bahan ajaran yang dipelajarinya, namun karena tidak menariknya pelajaran tersebut.

Seperti yang kita ketahui, usia anak Sekolah Dasar masih dalam rentang usia bermain, sehingga akan sangat menyebalkan bagi mereka untuk duduk serius dan belajar. Maka, daripada mengurangi mata pelajaran yang ada, kenapa tidak melatih guru-guru Sekolah Dasar yang ada sekarang saja untuk lebih kreatif lagi dalam mengajar?

Belajar sambil Bermain
Belajar sambil Bermain

Memang hal itu akan jauh lebih sulit dilakukan ketimbang menghapus salah satu mata pelajaran, namun hasilnya pun akan lebih efektif. Mendidik guru-guru Sekolah Dasar akan menjadikan mereka semakin kreatif mengajar sehingga anak yang diajar nantinya tidak akan merasa bosan dalam belajar karena mereka belajar dalam permainan mereka sendiri.

Sebagai contoh, salah seorang teman saya adalah seorang pengajar muda. Dia menceritakan pengalamannya mengajar anak-anak Sekolah Dasar di daerah Majene, Sulawesi Barat. Dia menyebutkan salah satu metode pengajarannya adalah dengan bermain dan menyatu dengan alam, yaitu di luar kelas. Dengan begitu, anak-anak tersebut akan merasa seperti bermain biasa padahal dirinya sedang mempelajari hal baru. Oiya, teman saya waktu itu sedang mengajarkan IPA, pernah juga Matematika. Cerita tersebut bisa dibaca di sini.

Berhitung di Tanah
Berhitung di Tanah

Contoh lainnya adalah berdasarkan pengalaman suami saya sendiri. Dia merasa tau cerita-cerita sejarah dan kepahlawanan Indonesia adalah dari majalah anak-anak yang sering dibelinya waktu kecil, bukan dari pelajaran di sekolah. Media yang lebih menarik juga meningkatkan minat anak untuk belajar bukan?

Jadi, menurut saya, alih-alih mengkaji ulang kurikulum dan mengurangi mata pelajaran, beri saja pengajaran yang lebih efektif dan mengena bagi para siswa Sekolah Dasar sebagai pemimpin masa depan.

Sumber-sumber yang digunakan:

  1. Artikel VOA, Orangtua Pertanyakan Penghapusan Bahasa Inggris dari SD
  2. Edukasi Kompas
  3. Harian Haluan
  4. Psikologi Zone
  5. Mas Guru Punya Cerita