Usia 31 Minggu

Hoho, hari senin kemarin saya periksa kandungan lagi. Dan berat baby saya sudah mencapai 1900 gram.

Sebelum periksa, saya megang-megang perut, mencoba menebak-nebak posisi si baby kaya gimana. Tepat di perut bagian atas sebelah kanan itu setiap saya pegang, ada bagian yang cukup lebar dan saya menebaknya itu kepalanya.

Ternyata begitu di-USG, dokternya langsung menuju perut bagian bawah saya dan langsung nemu kepalanya. Dan, di bagian yang saya tebak kepala itu ternyata punggung. Huhu, ternyata selama ini saya salah tebak 😛

Yap, kepala si baby di umur kehamilan saya yang sudah menginjak 31 minggu ini sudah di bawah. Tapi, kata dokternya umur segini masih bisa muter-muter nih si baby, dan posisi yang sudah tetap itu di umur 36 minggu. Mudah-mudahan si baby gak muter-muter banyak lagi dan kepalanya bisa tetap di bawah sampe posisinya sudah tetap dan siap lahir deh 🙂 Amiiin

Terakhir, sebelum kita pulang, dokter meriksa cairan ketuban. Pada pemeriksaan kandungan sebelumnya, saya dianjurkan untuk lebih banyak minum karena air ketubannya sedikit, ruangan si baby jadi sempit banget. Tapi kemarin Alhamdulillah sudah cukup.

~Hum, tadinya mau ngasih liat gambarnya gimana etapi malah nyasar ke http://www.kedokteran.info/tahap-perkembangan-kehamilan-trimester-ketiga.html hoho 😛

Ketika Dijalankan dengan Ikhlas

Baru saja blogwalking di sela-sela waktu kerja. Dan kali ini saya baca blog kawan saya, Meri 😀

Dan berhenti sejenak di postingan “Keutamaan Seorang Ibu dan Istri dalam Islam”. Subhanallah banget baca betapa banyak ganjaran yang PASTI akan diberikanNya kepada para Ibu dan Istri shalihah, yang dengan ikhlas menjalankan perannya.

Dan ketika semua itu ~tugas seorang ibu dan istri~ dijalankan dengan ikhlas dan senang hati, maka tidak akan terpikirkan lagi ganjaran apa yang akan didapatkannya. Maksudnya adalah ketika semuanya itu ~keinginan untuk selalu melayani suami dan mendapatkan ridho suami serta mendidik anak yang dititipkanNya~ dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka akan keasikan sendiri menjalani itu dan menikmatinya sampai lupa semua tentang balasan yang akan diberikan.

Tapi terkadang, ketika merasa sangat lelah dan capek, mengingat betapa banyak dan besarnya balasan yang akan diberikan meningkatkan semangat untuk bisa bangkit lagi dan menghilangkan rasa lelah dan capek itu. Apalagi kalau bukan kita sendiri yang mengingatkan, melainkan suami. Semangatnya bisa berkali-kali lipat. ^^

Semangat buat para wanita di luar sana yang akan menjadi istri dan seorang ibu..!! ~terlebih buat yang sudah menjadi istri dan seorang ibu~ 😀